Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Posts tagged “DUNIA

KECURIGAAN PERSATUAN NASIONAL


KECURIGAAN

DAN

SUATU PERSATUAN NASIONAL

SEBAGAI Penerusan semua Ajaran KIRI, tentu KAMI mencurigai “yang di Dalam” (= mereka. Pembalikan) tidak suka Pemahaman Ajarannya dan Anggota Partai

 

2 Alasan ini

 

1. Tarung antar Politik, namun tidaklah mungkin bersifat luas (Gerakan, Partai, Organisatif)

 

2. Beda Pemikiran (apa !?!). MEMBAHAYAKAN ke Nasional … ! KIRI – Sosialisme adalah berdasarkan Pikiran pikiran (Dialektika Materialisme)

 

Alasan Pertama dan alasan Kedua berhubungan. Maksud, Laga Politik (Isme) tdk mungkin tdk memakai Pemikiran, MAKA terjadi PERBEDAAN Berpikir. Lalu, yang manakah KIRI dan yang manakah Individualisme ?

 

Karena, Gerakan gerakan Rakyat dan DEMOKRATIK. Perjuangan BURUH dan Partai – Aksi Massa ke Tujuan untuk Membentuk Masyarakat Sosialisme, didasarkan BERPIKIR Materialisme Logik – Ideologisasi Kerakyatan, HAK REVOLUSI Para DEMOKRATIK ke Politik Rakyat Miskin dalam Masyarakat dengan Syarat syaratnya

 

1. Kelas (Tenaga, suatu HAK Azasi Manusia) BURUH

 

2. REVOLUSI (HAK = DEMOKRATIK)

 

a. Politik (Sistim) Rakyat

b. Revolusi = Bersama (Kepentingan)

c. Sosial Ekonomik. Pemenuhan

 

3. Kekuasaan ‘RAKYAT MISKIN” (dalam semua Istilah – Bahasa)

 

……. SOSIALISTA !

……. DEMOKRATIK !

……. NASIONAL !

 

 

 

SEKIAN. TERIMA KASIH


ANALYSA KESENIAN PROGRESSIF


ANALYSA

KESENIAN RAKYAT SUATU

“LEMBAGA”

KESENIAN (Rakyat) adalah Lembaga, yang Terbentuk. Budaya, Sistim Masyarakat. Melakukan “Perbuatan”. Berdasarkan Pemikiran ke HAKNYA (= Kuasa, Nilai. Baca, Sosial HAK)

 

– Kepribadian (Didikan, Ideologika)

– Masyarakat/Kemasyarakatan (Proses)

– RASA (Kebenaran, Ajaran)

 

Hubungan (Perlakuan) antara Manusia ke manusia, Sosial – Alamnya

 

Dalam Pembentukan Masyarakat. Menuju, yang diharapkannya. Utopia ke Materialisasi (Politik). Logika (atas) Batin . Dialektis. Thesika – “Alam (di Pikirannya”)

 

Perjuangan (= Kelembagaan ?) Masyarakat suatu Gerakan gerakan Kekuasaan Rakyat

 

1. Tradisionakl (isasi)

 

2. Kebaruan

 

3. Serikat

 

4. Perbuatan (Bentuk bentuk Juang. REVOLUSIONER)

 

– Pengubahan. Cara ke Hasilnya

– Thesikalisasi (Materialisme)

– Pelembagaan. Nilai, Kesetaraan

 

5. Kemampuan kemampuan Seni

 

<Jeda

 

 

 

Rangkaian Pergerakan Rakyat Tertindas. Lalu, mengadakan Perlawanan Terjemahan Keadaannya MEMBEBASKAN DIRI (Hak Azasi Manusia – HIDUP). Menciptakan (Zamani). Rasa, Perbuatan – Karsa Berkebudayaan = NASIONAL (“Isme”). SETIA dalam Tujuan. Berani

 

Melalui,

 

– Bahasa, Pembahasaan. Suara

– Gerakan, Tubuhnya – Olah

– CIPTA, Material (Wadahan)

 

Zaman Kemanusiaan Baru dalam Peradabannya. Pun Kebangsaan (suatu Masyarakat. “Membentuk. Masyarakat Sosialisme). Adalah, Politik RAKYAT MISKIN

 

<Tutup

TERIMA KASIH. SOSIALISTA !


GREEN (AND) LEFT MOVEMENTS


NYARIS Perjuangan Internasional “Hijau” di Dunia tanpa Keputusan keputusan apapun. Hanya Isu isu “Bukan Gerak” Aksi. Pembentukan Kemanusiaan – Lingkungan

 

Mengapa ? Karena, berhubungan dengan Tanah, matarantai Alam Ekologi ke Pangan, dan Negara (Baca, Kekuasaan dalam Putusan). Terpakai Keuangan (Ekonomikal) untuk “Pengubahan” Alam, yang akan dipersiapkan

 

Politik dan Kekuatan mengatasi Rancang Gerak Tempat. Falsafati. Industrialisme = Produksi. Re – Aksi  Alam – Sumber. Atas Hasilnya (Guna). Peranan Tanggung jawab Bernegara. Perbuatan dan Dialektika

 

– Pengelolaan = Strategika Alam

– HAK ke Manfaati Alam

– Masalah Kehancuran Alam

 

Pernyataan dan Sikap berdasarkan Alasan alasan Hubungan Gerakan gerakan Hijau (ke) Pemerintahan. Terpolitisasi. Idealisme ke Progressif. Merangkai Aksi (= Politikal), Massa

 

1. Menyampaikan Ajuan Keseimbangan (Ekologi)

 

2. Melakukan (Program, Kegiatan kegiatan)

 

3. Membuat = Kemampuan/Daya “Pengubah”

 

Rasionalisme Politik suatu Saluran saluran “Daerah” (Teritory) membangun Idealisme Lingkungan. Tetapi, bukan jadi Ultra Kanan. Bertarung antara Pimpinan – “Kekuatan (di”) Bawah digerakkan. Sambungan Negatif , walaupun Kanan juga berniat = Taktis – Aktif, “Kepentingan Program Hutan” (Forrests) ke Perang – Distrikasi Ekonomi

 

<Jeda

 

 

 

Alam (Tanah, Air dan Udara) merangsang MIliter — yang tidak wajib warna hijau — dalam Kepentingan kepentingan Tempur Udara ke Darat – Lautan, berwewenang untuk “memakai” Keseimbangan Ruang Defensita) membutuhkan Pangan, Material – Alat, mencapai Tahapan ke tahapan, akan merusak sekali-gus membangun (= Kesementaraan “Perintah”)  Alami

 

Kedua masalah di atas, bergantung pada Kependudukan, “Orang Negara” = Sosial. Ekonomi ke Politisasi (Kanan). Dan, Kekuasaan Ekonomi Sumber sumber Eksploratif – Militer (Komando) Produksi Alat alat Peperangan (Ketentaraan). TERSERAP PEKERJA (Thesiiska Alam)

 

Sosialis telah lama paham Situasional berkelanjutan itu. Bersumber dari Perjuangan Buruh. Ke Strategikalisasi. Kesepakatan Hijau – Sistim

 

Gerakan gerakan yang “KIRI” dalam Terjemahan ISME – nSosial di Bumi, dan diarahkan Memperjuangkan HAK (manusia = “Alam Berpusat”, Akalnya) . Bukan Penghasutan !!! HAK Alam = Tanahnya … Kehidupannya (Udara, Air)

 

Beberapa Pembahasan (Multi Dialog Bahasa), antara lain

 

Thematikalisasi HAKNYA atas Alam (“di”) Bumi

 

Thematikalisasi Industrialisme Lingkungan ke Penghidupan

 

Thematikalisasi HIDUP dalam Pembentukan  Masyarakat

 

Tampak sungguh Politis dilihat dari Isme = Kegiatan kegiatan Program. Re – Evolusi. Gerak Hidup Alam. Berlaku Sosial Kekuasaan = Pemikiran Zaman Manusia. MEMBEBASKAN PENGUASAAN “DUNIA KAMI”

 

<Tunda

 

 

 

LEFT, AND MOVEMENTS

 

Tani dan Produksi berhubungan dengan Alam (ke Lingkungan) menerjemahkan Pikiran pikirannya ke Rasionalisme – Hidupnya ke Penghidupan (bentukan, jaringan) = Kehidupan

 

Kesatu, PERSAUDARAAN (Wilayah = Komunal. Daratan

 

Kedua, Keseimbangan Alam – Perlakuan “Sistim Edukasi” Genetikak

 

Ketiga, Peradabannya (Kebudayaan)

 

Bentuk bentuk Tanam, yang jjelas Menghasilkan = Kerja, Teknologika (Kebaruan, Waktu. Agar,, dibaca Pengalaman)

 

Pertanian, Lahan (Padi, Gandum/Roti)

Hutan/Kayu dan Kebun kebun

Lautan, Eksploitasi – Mineral (Tumbuhan, “Unsur”)

Simbiotika Natural Materi materi di Luar (Kosmis = Azaly = Tanah ? Besi)

Tanaman ke Farmakologika Obat (atas Racun)

 

Namun, ada Reksiko. Berdampak. Bagaimanakah akan menyelesaikan ? KAMI RAKYAT MISKIN terlepas dari Kenyataan, yang ditanggung Manusia (Badannya = “Lahir) Sosial” Kehidupan

 

<Titik

 

 

 

POLITIK

= DASAR (KAH ?)

LINGKUNGAN

 

Saudara saudaraku, …

Tuan tuan Pembicara, …….

dan Pembaca, …..

 

Politik = Kepentingan kepentingan. Bernegara. Apakah :Negara” itu ? Wilayah/Daerah (= Alam) . Ke Organisasi = Kenegaraan. Tanah, Pemilikan Masyarakat (dalam) Kepemimpinan

 

MENYELENGGARAKAN KEPENTINGAN KEPENTINGAN ADALAH SUATU IDEOLOGISASI (DI) NEGARA. Strategika ke Program program. Sedangkan  Pelaksanaan Gerakan Lingkungan itu apa ?!?

 

<Titik

 

 

 

Dua Kepentingan Rakyat memperjuangkan  (Terbaca Perlawanan). Pertama, KEMANUSIAAN = Sosialisme berhubungan dengan Pemenuhan Dasar. Lahan (Alam) , Air. Ke Pangannya

 

– Menghindari – Cegah Pengrusakan (Individualisasi)

– “Membagi” (Tanah, Kependudukan). Pentaaan

– Mempersiapkan Perlindungan, Seimbangan Harmonisasi

 

Kedua, Thesikalisasi Logik Alam. Ke Produksi. Berlangsung. Tahapan tahapan Revolusioner. KEBARUAN (Waktu – Ubah) merangkai Pemikiran = Kemutlakan – Semesta

 

Contoh, Susun Bangun Kuasa. Evolutif. Kehendak, Materialisme (‘Form”)

 

– “Tujuan Alam” (= GERAKNYA)

– Manfaat (Filosofika). Kegunaan

– Sosial ke Pertahanan Manusia

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Kekuasaan YANG HIDUP terhadap Alam (Buatan) ke Politik. M(aterialisasi = Gerak. Utopis ?). POLITIK RAKYAT MISKIN. Perjuangan Kepentingan kepentingan Manusia Sosial HAKNYA (Rakyat)

 

<Tutup

TERIMA KASIH. SELESAI


SOSIAL PERTAHANAN = NEGARA


SOSIAL PERTAHANAN RAKYAT

TERJEMAHAN ATAS KEAMANAN

DALAM ARTIAN “OSME” NEGARA

PEMBEBASAN (Baca, Kemerdekaan) Nasional adalah “Isme” = Politisasi, menganuti Revolusi suatu Kebudayaan. Berlangsung Perubahan (Materialism). Dialektika yang Logikal. Ruang ke Tempat, terjadi Perbuatan dalam Waktu

 

1. Mengubah (Dasar, Persiapan) = Kehidupan

 

a. Tanam

b. Produksi

c. Kerja

 

2. Membenturkan. Pemikiran – Alam. Ke HAKNYA

 

3. Membentuk

 

a. Kekuasaan (Tujuan Rakyat)

b. Pemerintahan yang Revolusioner

c. Sosialisme (= Masyarakat)

d. Nasional Industrialisasi (Produksi)

e. Dagang (= Program, Berter)

 

Ketika Arah sudah dibuat dari Aturan aturan ke Nilai (atas Perbuatan ‘Seorang’) jadi Sistim, dan Sosial = Organisme dalam Ketaatan, dan Patuh. Mematuhi Keadilan pun Pertahanan (Majemuk)

 

1. Keamanan = “Sistim ke” Perang

 

– Kemampuan (Tubuh, Daya)

– Budaya (Seni, Kerakyatan)

– Tangkal Dini (Peradabannya)

 

2. Perpindahan Tempat Kependudukan (Transforma – Urbanis, Non Marjinalisasi) didasarkan Pangan,  Ekonomisasi (Tenaga)

 

3. Bertahan (Hidup, Dialektika). “Isme” = Pertahanan

 

<Jeda

 

 

 

Keamanan ? Strategikalisasi untuk mempertahankan Sosial HAK ke Perbuatan (Manusiawi), dan Produksi  yang ditujukan Alasan alasan Revolusi terbentuknya Kehidupan Manusia Zamani. Berlaku Politik Rakyat “atas Negara ke negara” . Maka, suatu negara. Suatu Negara yang “Bebas” (Kemerdekaan Manusia di Tanahnya = Bumi dalam Kesemestaan) mampu dijadikan Organisatif Perjuangan Kerakyatan

 

Karena, Para DEMOKRATIK Muda, KIRI dan Kepemimpinan Sosialist dalam Pertempuran ke pertempuran mempertahankan Demokrasi adalah Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Dalam Massa (Baca, Politisasi yang Ekonomikal) membentuk Thesiskalisasi di dalam dan menjadi Pergerakan Rakyat Ideologis, Perjuangan “Organik organik Kelas” Buruh (= Pekerja), dan Progresif Sosialisme Milisia

 

Bukan Kebiadaban Perang atas nama Kemanusiaan  Bunuh Manusia/Pikirannya, melakukan (Individualisasi) Penguasaan Alam. Retorika Militerisme. Tentara = “Alat” Perang. Bukan … !!! Itu, bukan Perang Rakyat !

 

<Tutup

 

 

 

SOCIALISTA ! “Silahkan datang …”


“ISME” ATAS MISKIN


“ISME” = POLITISASI ATAS KEMISKINAN

IDEOLOGIKA atas Kemiskinan dibedakan 2 (dua) pemahaman. Sosialisme, atau Kapitalisme (Baca, Individualist). Bukanlah hanya Pertanyaan. Mengakibatkan Manusia (“Ujud”) Tidak Ber – HAK. Tanpa Kebebasan di Tanahnya

 

“Bebas”, Pembaca ……. Ke Acuan Sosialisme Hubungan Masyarakat – Manusia (= Pribadi)

 

1. Tenaganya = (Pemenuhan Kebutuhan)

 

2. Pemilikan Masyarakat ke ‘Nation’. Berhubungan dengan PEMIMPIN (Demokratisasi)

 

a. Sosial = Kebudayaan (Pertanian)

b. Politik – Daerah (Pilihan, Memilih)

c. Ekonomi Industrialisasi (Program)

 

3. Kuasa. Sosial = Kelas

 

<Titik

 

 

 

Atas Kepunyaan (Materialistis). Dijadikan rangklaian Alasan “Miskin” = Terjadi. Kemiskinan = Ukur Politik. Tidak Strategika – Isu. Retorika untuk Ekonomisasi. Dikehendaki Kekuasaan Terjemahan Negara. Memungkinkan “isme” = Perbuatannya ke Bentukan bentukan (“Form”, Ekonomikal)

 

– Kekuasaan = Gerak (Aksi)

– Sistim (Budaya, Ketahanan)

– Azas (bukan Per – Adat – an)

 

membentuk kembali (Reformatif). Berperike – manusia – an. Dari Keadaan MIskin ke  “Memiliki” suatu HAK. Apakah ???

 

HAK Ber – Negara (Kedaulatan, Aturan). Ke Politisasi

 

HAK Ditujukan (Tujuan = Kekuasaannya) untuk “Hidup”. MAKA, berlaku Peradan (Materi ?!?) di Negara

 

HAK Menyelenggarakan  Industri dan Pertanian

 

Ekonomisasi (Relas relasi) yang Politik bukan jadi “Ketegangan Antara”, namun karena didasarkan Dialektisasi – Tanggung jawab menyelesaikan Pemiskinan. Kepemimpinannya – “Milik”

 

Kemiskinan artian Nasional = Politik Demokrasi mencakup Negara Ekonomi yang Rasional (Daerah, Perdagangan, Sektor sektor – “Kerja”) ke Sistim Keputusan = Politisasi dan termaksud Pimpinan ke Kolektivisme dalam bentuk bentuk Sosiaslistis

 

Rakyat Miskin = Politik. Memperjuangkan (Tahapan tahapan Revolusi) Terkuasai kembali HAK Rakyat Berkekuasaan untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Kemanusiaannya (Pangan, Sandang dan Papan)

 

Menghapus Kelas kelas buatan Kapitalis, meletakkan dasar Persamaan, HAK Azasi Manusia (Ekonomi) untuk melaksanakan = Kolektif HAK Rakyat ber – Pemerintahan

 

<Jeda

 

 

 

MANUSIA

TITIK

HISTORIKA

 

Internasionalisme – Agamis belum lagi tersadar tafsir Kemiskinan, bahwa Tidak karena Uang (Beli). Melulu dampak Miskin ke Nasibnya, dan … Kematian. (Bukankah demikian, ‘Bu ?). Jadi a – Politik Kriminalisme

 

Miskin itu nyata dibuat ! Atas Kemanusiaan Masyarakat. Pemiskinan !!! Ekonomi ke Kapitalisme …….

 

— oOo —

 

<Titik

 

 

 

Pemilikan suatu Kekuasaan (?). Penghidupan … Tenaga = HAKNYA (Kelas). Bekerja untuk Manusia Sesama  (Adil, Berbuat). Tderjemahan ke “Individu” = Pribadi. Bersama. Dalam Takdir – Rakyat di seluruh Dunia

 

<Tutup

SEKIAN, TUAN TUAN …

 

 


PEMBICARAAN IDEOLOGIA EKONOMISASI (KEPENTINGAN KEPENTINGAN)


KEPENTINGAN kepentingan, yang terkendalikan HAK dalam Aturan

 

1. Negara. Kekuasaan (ke) Pemerintahan

 

a. Pemerintahan dan “Demokrasi dari” Kekuasaan (Politik Ideologisasi)

b. Keuangan. Nasional ke Industrialisasi

c. Internasional Hubungan Politik (Pemerintahan ke pemerintahan)

 

2. Parlemen Rakyat = Nasional

 

a. Kerakyatan dan Pengawasan

b. Pembentuk Undang Undang

c. Pemilikan, Strategika – Kepatuhan

 

3. Sosial dalam Kepentingannya

 

a. Pembentukan suatu Masyarakat

b. Kemanusiaan HAK = Azasi

 

– Penyelenggaraan Negara (Manusiawi)

– Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

– Kelas, Sosial HAK

 

c. Putusan putusan = Ke – Negara – an

 

<Jeda

 

 

 

Saudara saudaraku di Pertemuan Partai Rakyat dengan DEMOKRATIK dihadiri beberapa Partai  (Kerakyatan) dan Perwakilan Rakyat, yang berada di di Negara negara Demokratik

 

Ke Depan KITA akan mengembangkan Sosial Industri = Ekonomi. Terpolitisasi lah Kepentingan kepentingan (Tarung). Tidak Penguasaan – Kebebasan. Dua Kdepentingan pun Satu. Berke – Kuasa – an. Rakyat = Kepartaian (Perburuhan). Jadi bentuk bentuk Ekonomisasi dan PenyelenggaraanKeuangan diutamakan Hubungan Negara ke negara melaksanakan HAK EkonomiManusia atas Pemerintahan

 

SATU, Kepentingan Rakyat ke Industrialisasi (Produksi)

 

DUA, Kepentingan Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

TIGA, Kepentingan “Isme” ke Undang Undang

 

Rangkaian Perlawanan atas Kapitalisme Individualist Perdagangan Bebas. Ke “Pasar Terbuka” (Baca, Penyaluran = Distribusi). Politik suatu Perjuangan Kepentingan kepentingan Rakyat (di) Negara. Dalam Putusan putusan Kekuasaan Ekonomikal

 

<Tutup

 

 

 

SELAMAT MALAM DAN TERIMA KASIH

 

Anggota anggota Pimpinan,

Kamerad Partai Tua

Perutusan Dewan Rakyat

dan

Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK


CINA PERANAN RAKYAT


CINA,

PERANAN SUATU RAKYAT.

KE EKONOMI

 

 


RAGU ragu Cina (jangan baca “Taiwan” = Kebangsaan apa !?!) mengadakan Hubungan Ekonomi – Asia didasarkan Keberadaan “Orang Cina”.Mungkinkah tak lagi Sosialisme ? Karena, Perminyakan (Dagang)

 

1. Alat (Kepentingan) Produksi

 

2. Pertanian Sistim (Tenaga)

 

3. kependudukan = Hasil Revolusi

 

Muda kecewa Politis. Pensikapan Ideologisasi Partai kah ? Rangkaian keputusan Parlemen = Rakyat (Anggota). Berlaku Partai (ke = “jadi) Negara” atas Keuangan (jumlah, Program)

 

Lalu, Pemerintahan (Negara yang Republik !?!) “diikat” Tradsisionalisme – Kerakyatan ke Pedagang (kaum) berperanan dalam Internasional Pasar (no Globally Markets/没有全球市场 = Individualisasi). Mengendalikan Struktural – Birokrasi (tempat). Melepaskan antara Putusan – Industrialisasi, menyekat barang yang masuk

 

Posisi ke – sementara – an Pemilikan transisional Negara ke Perlabaan. Sehingga, mengalir “Yuan” (Sungai) Rakyat bergerak (Monetari, Organisatif), walaupun akan “Terpindahkan”. Itu, Kebebasan, Nyonya !

 

Bagaimanakah Cina Sosialis Pemerintahan = Lembaga yang “Isme” (Aanggota ke Wakil, Pemilihan) atas Kekuasaan Ekonomisasi lintas Negara ke Negara ?

 

Yaitu, antara lain

 

–     Laba Asing ke Uang Negara (= Hutang ?)

–       Hubungan denga Para “Orang Cina”

–       Investasi “Luar” (Negara Negara lain)

–       Keuangan Asia, Nasional Industrialisme

–       Putusan Kepartaian di Figural

 

Juga, Kedaulatan Politik (Kebudayaan Manusia – Alam) dan Demokratik, Tani di Wilayah/ Daerah Penghasil = Ekonomik Kerja Lahan lahan Tanam

 

Asia Tenggara = Malaya, Thai, Vietnam (Perkebunan, Tani)

Asia Pasifik = Jepang, Korea Utara (Padi, Gandum)

Asia Tengah = India (Perkebunan, Gandum), Pakistan (Perkebunan)

Asia Timur Tengah = Iran, Irak, Arab (Perkebunan)

Asia INDONESIA, Tani/ Padi

Asia Eropah = Turki (Perkebunan/Anggir, Gandum)

 

Ekonomi Keuangan dalam peta Industrial Sosialisme – Politik ke Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Aturan aturan Sosial. Memperjuangkan Produksi Strategika Masyarakat

 

I. Pembentukan Kelas Buruh Produksi – Tani Kemanusiaan Ekonomik

 

II. Tekno Logika atas Alat Produksi – Tanam (Ketepatan)

 

III. Kebebasan HAKNYA di Tanah ke Peradaban Zaman Manusia (Budaya)

 

 

SOSIALISTA ! Terima kasih

 


BUKU SUATU “NEGARA”


BUKU SUATU “NEGARA”

(Ideas = Logical)

MANUSIA VERSUS INDIVIDUALISME

PARA Pendahulu Kita menyampaikan KEBEBASAN adalah HAK. Manusiawi. Tanahnya di bawah Kebiruan. Terlepas dari “Hukum” – Perang. Berada dalam Kumpulan Saudara saudara se “Keyakinan”

— oOo —

SOCIALISTA ……. !

Percayakah, bahwa Kebenaran dari Pikiran Sosial … (Logika) ? [Saling tepuk ke “Badan” diperlakukan. Suatu kebiasaan Perserikatan. Meng – “ya” kan. Ramai, agak Liar

Legiun legiun kembali menempati Barak barak, yang ditunggui Sang Nenek Pejuang dari Para Cucu (Baca, Penduduk) Demokrasi. Tersenyum Bocah bocah di Kamar. Dibelai Ibu yang ramah

Perempuan perempuan usai bekerja di Pertanian dan Kebun. Mengolah bebijian jadi Makanan. Menyerebak wangi rambut yang menggerai. Dalam hangat udara jelang malam di bukit bukit bebatuan

Dari Pulau itu, menampak Gemintang. Terlihat pijaran Api

Itulah, yang Nasional ! Kata mereka, Tuan tuan Muda yang di Zaman Industrialisasi jutaan Pabrik di seluruh Negara. Para Tetua bersama duduk bersidekap dua lengan tangan. Bertukar pandang ke Orang orang Hitam sedang mengisap gulungan tembakau daun. Teringat “Jiwa yang di Hutan”

Bahasa suatu Kebudayaan. MENYATAKAN. Bukan Pendustaan dulu. Diatur Perbuatan ke HAK Manusia. TUBUHNYA. Ini Retorika Bebas. Ibu akan suka. Inginkah pelukannya lagi ?

Adil adalah Kesucian. Bisiknya. Dalam Masyarakat – Wilayah. Berkeringat. Kerja bukan Duka. KARENA HAK. Mendapatkan Keadilannya ! Terukurkah Uang Individualist atas Produksi, dan Pertanian juta hektar

<Titik

Pertanyaan Filosofis, suatu Benuatika Politik Ekonomisasi di atas Lautan. Terjawab, Bangsa adalah Masyarakat. Terjemahan Ke – Kini – an Sosialisme Produksi = Menyediakan. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

<Jeda

“Ke Demokrasi” bukan kalimat bahasa baru  di Dunia

1. PEMBEBASAN

2. HAK

a. Negara

b. Azasi Manusia (Peradaban)

c. Kuasa

3. Kemerdekaan (FREEDOM Of)

Dalam Revolusi atas Materialisme ke Politisasi = Industri. Membentuk Masyarakat/ Penduduk, “yang Berhak” = Kekuasaan (Home Land. Kedaulatan ?) Negara didasarkan SAMA HAK = Kewajiban. Menjadi Constitutions ke ‘Nation’. Rangkaian Pemerintahan dan Negara Negara “Bagian”. Alami, terpolitisasi

Mulai dari Pemikiran Sosial Logika ke Politik, MAKA Sosialis di Amerika masuk ke Tarung Pasar, yang “Terbuka”. Demi Perhitungan Ekonomik Tenaga Kelas

<Tutup

TERIMA KASIH, “MERAH


AKSI MASSA – SEKSI


AKSI MASSA (KE) AKSI

MENGHADAPI

MILITERISME (PROVOKASI)

PROVOKASI yang represif, didukung Perintah lewat Jaringan jaringan. Memintas ? Ternyata telah diganti. Pelaporan Informatik (Kebocoran ?).Berdasarkan Pengaruh pengaruh (Kepangkatan, Pertemanan Posta Jabatan)

 

Bentuk bentuk Provokatif, antara lain

 

1. Keamanan. Pembangkangan atas “Negara” (Pemerintahan)

 

2. Ekonomi

a. Tuduhan Pengrusakan Ekonomisasi

b. a Politik ke Penyesatan. Ekonomikal

c. Pemeriksaan (= Hukum) Ekonomis

 

3. Penghasutan jadi Kontra Revolusi

 

Masih jua. Ketika Kitalakukan Ubah Taktika Massa ke Strategika = Arah ke Perekonomian Industrialisasi (Keberadaan Kelas) Sosialisme Dunia, dan mempersiapkan Seksi seksi (Aksi)

 

Beberapa Seksi agar dikem angkan Membentuk. Dalam semua Aksi Massa Kita Nasional – “KIRI”

 

Tetapi, maaf … ada Koordinat koordinat (Alam,. Titik – Garis) saling berhubungan = Organisme, maka menghubungkan Horizontali – Vertika dalam menyalurkan Pemikiran Strategikalisasi Kekuasaan Rakyat (Massa), menjadi Keadaanm Revolusioner ke Tujuan

 

Pembentukan Massa jangan Terkuasai suatu Permusuhan itu (atas Militerisme ke “Tentara Perang”) skala Luas = Kuasa, dan Jarak Capai Pendek ke Pimpinan (Ordo), MEMBAHAYAKAN Buruh dalam Massa hanya jadi Anarkhistis Reaktif saja

 

Individualisme (Kaum) “membeli Ajuan Perang” Kota. Ke Tahapan tahapan Pertempuran (Waktu = Sistim atas Tempat). Melalui Internasional. Kita pun ke Unit unit (Komando “Satu)

 

<Jeda

 

 

 

I. Seksi = Organisme (Keputusan, Anggota. Laporan). Penghubung

 

II. Seksi. Dari Pikir ke Terjemahan Kerja (Ideologi. Ke Arah)

 

Catatan : Rangkaian Pemikiran – Dialektika yang Logika Sosial = Isme eke Nasional Pergerakan pergerakan Rakyat (Alur, Keadaan = Nyata) jadi suatu Keputusan keputusan Sosial – Manusiawi (Sekumpulan Orang Masyarakat Ideologi = Anggota anggota, Kelompok kelompok Sosial Grup) dalam Jangka Pendek = antara ke Tujuan Kekuasaan (Perbuatan perbuatan) Rakyat “Miskin” ke Perjuangan yang jangka Menegah, dan Waktu Lama berjangka panjang (Organik organic)

 

III. Seksi dalam artian Ke – Wilayah – an. Ke Pertahanan

 

Arti Persaudaraan ke HAK Azasi (Penghidupan)

Arti Unit unit Demokratik = Wilayah

Arti Kekuasaan = Gerak Rakyat (Demokrasi)

 

<Titik

 

 

 

Saudara saudaraku Demokratik, …….

 

Bersumberkan HAK HAK Revolusi, maka Seksi seksi Kita “melindungi” Pekerja dalam Demokrasi Ekonomi Produksi

 

SEBAB, Hubungan Tenaga Kelas dengan Perekonomian Usaha melepaskan Ketergantungan pada de – Politisasi ke Penguasaan (Militerisme !). Sehingga, berkekuatan Politik Ekonomikal atas “Kemungkinan Industrial”

Membuka, namun Tertutup. Karena, Anti Kapitalisme . Bergerak. Seksi seksi adalah Organisme Perlawanan Rakyat. Bertujuan. Suatu kesetiaan Takdir Kita. Kelas Buruh – Demokratik … Dakam Gugus gugus Juang ke Ekonomi (Rakyat = Massa) Bersama !

 

<Tutup

PROLETARIAT KUASA. SOSIALISTA !

 

 


TERROR ! TERROR ! TERROR ! KONTRA – BOIKOT !


TEROR, KEKUASAAN PERANG

Pembebasan

KEAMANAN suatu Negara menjamin Tingkatan tingkatan Hidup Kemanusiaan Masyarakat, yang hendak dicapai. Bukan Penguasaan Militeristis

 

Ukuran ukuran Kekuasaan diarahkan ke Sistim = Konstitusif, Pemerintahan, melaksanakan Hukum dalam rangka Ketahanan Nasional  (Baca, Wilayah wilayah). Bukan “Tekanan atas” = Terror Ekonomi

 

Seimbang – Rasional dalam Kemampuan kemampuan Bertahan Rakyat (Sebab) Tenaganya

 

1. Kebijaksanaan

 

2. Perintah

 

3. Keputusan

 

4. Komando (Unit unit ? Lihat juga, Anggaran Dasar PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK)

 

5. Instruksional

 

Dipertahankannya. Sehingga, Kekuasaan (di) Negara selama “Keadaan di bawah” Panglima Tertinggi (Kepemimpinan Peperangan) mampu berlangsung untuk “Membentuk”

 

Unsur unsur Kerakyatan (Negara) suatu Organisme – Pertahanan Rakyat

 

Pergerakan ke pergerakan “Ubah” = Putusan putusan dalam keseimbangan Demokrasi Ekonomisasi (Produksi), tidak saling lepas dari Kedaulatan Sosial = Kuasa

 

Ini , Politik ! Tujuannya yang akan membedakan. Antara Pihak ke pihak. Ber – “Negara” (Negara = “Ide” . Utopia kah ?)

 

Tetapi, ketika Pertahanan diterjemahkan “jadi Kekuasaan”, jikalau terkendalikan Kelompok kelompok (Dari ? Pemerintahan – Militerisme, atau Pihak pihak lain dan Luar), maka diterapkan Taktikalisasi “Demokrasi ke GerakInternasional (Boikot Dagang, Produksi)

 

Karena,

 

–          Ancaman atas Rakyat (dalam Kelas)

–          Kemungkinan “Pecah Kekuasaan”. Lalu, saling berhadapan. Ke Kontra (Tidak kembali Oposisional )

–          Tentara pun tidak Taat ke Rakyat (Demokrasi)

 

 

 

SELESAI

 

 


MAHKAMAH AGUNG AMERIKA


HUKUM –

MAHKAMAH AGUNG AMERIKA

DI DUNIA


MAHKAMAH Agung suatu Lembaga Hukum ? Mungkin saja … tidak. Karena ada “Negara” dalam Penyelenggaraan Keadilan (Manusia)

Hukum itu lah, yang dibuat. Untuk Pelaksanaan Kekuasaan. Namun, Hukum Tidak Kuasa. Menyediakan Dasar  (ke Sistim. “Azas.) berbuat” = Negara (Per – Undang Undang – an) atas Pemerintahan

Memilah “Kekuasaan  Berlaku” dan “Negara Kuasa”. Namun, dalam Filosofika, Tanpa Kekuasaan tiada suatu Negara. Maka, Hubungan Kekuasaan dengan Mahkamah Agung dipertanyakan

Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

1. Perbuatan, Figur (= Politisasi). Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

2. Putusan putusan (Keadilan ? Baca, Kekebalan)

3. Kebebasan – Hukum. Ke Pemeriksaan. Section 3. Treason against the United States, shall consist only in levying War against them, or in adhering to their Enemies, giving them Aid and Comfort.

Ketika Demokrasi (Baca, Rakyat) bergerak, maka Sosial = Kuasa. Menuju Keadilannya. (Di Amerika ? Ke Pemerintahan). Menjadi Keputusan Organisatif  Negara. Ke Internasional. Tidak lagi Benuatika. Meletakkan Oposisional = Perbedaan atas Hukum ke Hukum

1. Materialisme, Ke – Benda – an

2. Rasialisme – Negara

3. Nasionalisme ke Peradaban

Bukan hanya Perselisihan – Tengkar, yang didasarkan Kedaulatan = ‘Nation’ (United ?), terpolitisasikan. Lalu, “Mahkamah” telah dijadikan jelmaan Konstitusif atas Perlindungan (Law). Antara Pemerintahan, mekanisasi Lembaga lembaga Negara = Wilayah wilayah, Penduduk Amerika

Section 2. The judicial Power shall extend to all Cases, in Law and Equity, arising under this Constitution, the Laws of the United States, and Treaties made, or which shall be made, under their Authority; to all Cases affecting Ambassadors, other public Ministers and Consuls; to all Cases of admiralty and maritime Jurisdiction;

Sementara, bagimanakah juga Internasional Hukum – Kekuasaan ?

1. Hubungan Kebangsaan – Ekonomisasi

2. Rasionalisme = Politik

3. Putusan putusan Kekuasaan

Pelanggaran pelanggaran HAK Azasi Manusia, Penguasaan HAK HAK Wilayah Wilayah (di) Dunia. Pemerintahan Amerika Serikat dan Militer berlawan Sosial HAK Ekonomi

SELESAI


HUBUNGAN KERAJAAN – AMERIKA


HUBUNGAN

KERAJAAN – SERIKA AMERIKA

(PERTIKAIAN)

 

 

 

PEMILIHAN di Inggeris lanjutan Demokrasi yang Lama ke Depan. Antara Liberal, Konservatisme, Labour. Nasional Parlemen masih berdasarkan Sistim Pertanahan (England)

 

Bangsa (dasar Klan klan ? Dan, Tidak Benuatika) ke Pembentukan Ekonomi dan tak akan lagi berhasil. Atas rangkaian Tahapan Kebebasan Ekonomis

 

Ideologisasi Kekuasaan yang membentur Monarkhal Ekonomi (Kepemilikan).Tidak lah mungkin strategik, karena PENOLAKAN Kaum Pekerja

 

KOnflik konflik (Politisasi)

 

1. Konservatif – Liberalisme

 

     – Keuangan (Emas Sang Raja)

     – Goverment = Dalam “Negeri”  ?

     – Perdagangan. Luar “ke Negara”

 

2. Liberal – Buruh (= Kepartaian ?)

 

     – Keuangan (Emas = “Barang”)

     – Wilayah wilayah (Industrialisasi)

     – Hubungan Partai – Parlemen

 

3. Labour (Partai) – Konservatif

 

     – Keuangan, Pasar (Dunia)

     – Per “Ijin” an Kerja (Lampau)

     – Perdana Menteri = Partai ?

 

Negara (= kerajaan. Organisasi ?) ke Pemerintahan (Trias Politika), walaupun berbeda. Namun, karena Ekonomisasi Uang, diterima. Nyaris tidak ada Oposisi dalam artian Partai Politik. Negara = Sistim Pemerintahan. Terjemahan “Kepentingan” (Nasional. Raja – Penduduk)

 

<Titik

 

 

 

       PERTIKAIAN

       DENGAN

       AMERIKA

 

Keberadaan Buruh (Labour ? Pekerjaaan) dalam Negara (“Negara” terbaca Ekonomi), menfacukan Situasional Keuangan Internasional. Ke Industrialisme = Perpolitikan. Sistim yang menekan Liberal di Keadaan Tetap, menolak Pertanian Moderen Ekonomik Amerika

 

1. Tanah bukan Ekonomi berdasarkan Kekuasaan (Perdagangan) Merdeka

 

2. Tani (= perkebunan di Britania) jadi Pembiayaan (Keuangan) Raja

 

     a. Raja = Kerajaan. Suatu pewarisan Tunggal

     b. Hubungan “Politik Raja” ke Uang – Tanah

     c. Pemisahan Kepemilikan Raja, dan Masyarakat

 

3. dasar Kekuasaan (Bangsa, Sifat) dari Hubungan Internasional atas Pertanahan

 

<Titik

 

 

 

Pertanian di Amerika (Historis) suatu Industrial Keuangan Nasional atas Pertanahan, sedangkan Inggeris Raya terlihat “Ikatan” Raja atas Tanah = Negara. Jelas, Hubungan Tanah = Hasil ke Internasional = Agro Ekonomi (Dagang ? Gandum – Roti, kacang, makan Ternak). Jadi Pertikaian mereka

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Pertarungan Ekonomisasi Liberalistik versus Penganutan Kapitalis dalam masalah masalah Internasional Uang (= Hukum) Dagang antara Negara negara (kerjasama ? Bukan. Tetapi, Perjanjian Industri – keuangan). Walaupun tanpa Idelogi Negara, itu lah Tarung Kuasa Dunia atas campur tangan Pemerintahan Amerika (Obama) + Penanda tangan dengan Amerika, dan Kerajaan

 

Keuangan “untuk” Pemerintahan dibahas Parlemen di Negara (semua Kepentingan. Partai ?) Inggeris. Politik dua kamar yang bukan Kelembagaan Raja, mengalami “Jarak Buka” (ke) Dollar. Terjalin Multilateral Keuangan Politis. Namun, di Amerika diputus Keuangan = Govermental – Negara negara Bagian (Perang Saudara)

 

1. Kerja Industrialisasi (Union) Wilayah wilayah (Kerajaan ?) Inggeris

 

2. Pajak atas Usaha usaha Pemerintahan, dan Daerah

 

3. Upah ke Sistim Uang Persemakmuran – Raja (lewat parlemen)

 

<Titik

 

 

 

Kesamaan Imperialistik “Negara” menjadi Sumber Pertikaian itu. Industri. Kepentingan Si Pemerintah. Berlatar Sejarah masuk dalam maasing masing Hukum Negara, tersamar Liberal Perdagangan versus Absolutisme Kebendaan

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


EKONOMI = KOMITE ? “ISME” ! (Tulisan ke Dua)


TEKANAN tekanan Mata Uang lain ataas Mata Uang = Negara, “berlaku dalam Perekonomian”, karena didasarkan Kepentingan yang langhsung menjadi Politisasi (banyak Kepentingan). Membentuk Putusan (Bahan bahan)

 

1. Parlemen (Aturan, Kekuasaan)

 

2. Pemerintahan (di) Negara/ Kenegaraan

 

      a. Kebijak kebijakan Negara

      b. Undang Undang (= Negara)

      c. “Isme” Politik. ke Hukum di Negara

 

3.Perintah (Dasar Kepemimpinan)

 

Dalam bentukan bentukan Pelaksanaan Ekonomi Dunia – Keuangan  Negara (Rupiah)

 

       – Anggaran ke Pendapatan Negara

       – Keuangan Industrial (Produksi)

       – Laba (Perdagnagan = Hutang ?)

       – Tanggung jawab Keuangan

       – Rasionalisasi Pertanahan ke Usaha

 

Nilai nilai yang mengacukan Kerakyatan, diatur. Konstitusif ? Tidak Individualisme (Penguasaan). Terbentuk diajukan Keuangan = Putusan, yang Berkeadilan. Rancangan Uang pemakaian

 

Undang Undang Dasar

Republik INDONESIA

 

Pasal 23 ayat 1 “Anggaran pendapatan ……. wujud … keuangan negara …..”

 

juncto

 

Pasal 11 ayat 2 “……. perjanjian internasional …  yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat, … terkait … beban keuangan negara …

MENGHARUSKAN

PERUBAHAN dan … pembentukan …..”

 

KARENA

 

Pasal 28 C ayat 2 “……. berhak … memperjuangkan HAK NYA … Kolektif untuk … masyarakat … negara.”

 

Namun, Hutang tidak lah Anggaran (Pembelanjaan) tanpa ada Produksi. tetapi, mengapa  ? Ke dimasukkan ? Ke Perdagangan (Kurs, Edar). Sementara, Rupiah berada dalam Angka angka Politis (Moneter ?) dalam Industrialisasi tiada Transaksi (= Peng – Anggaran) di Negara antara Mata Uang (Penjualan) ke Mata Uang

<Jeda

Tampak jelas Perekonomian Negara negara, yang saling berhubungan (Keuangan) . dan, Kekuasaan. Internasional. Lewat Politik – Dagang. Diberikan wadahan Keputusan, karena untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

PEMBUKAAN (Alinea ke 4)

 

“……. membentuk suatu pemerintahan … yang …

mencerdaskan …

bangsa, … berdasarkan … kemerdekaan …

disusunlah …

Negara …..”

 

Suatu Pemerintahan untuk menyelenggarakan Kesejahteraan Adil – Damai

 

1. Kedaulatan (Wilayah, Rakyat dan Pemerintahan)

 

2. Kebangsaan dalam Pembentukan Masyarakat (Sosialisme)

 

3. Kebebasan di tanahnya . Ke Ekonomisasi

 

Keperluan keperluan (Baca, Hasil Politik) Nasionalisme, terbaca Sumber Ekonomi (Pasal 33) Negara. Menggerakkan. Suatu Kekuasaan = Gerak. Berkehendak. Bertahap tahap. Berkesinambungan. Matarantau Produksi

 

<Titik

 

 

 

Bukan Gerak Searah. Ekonomis. kekuasaan = Pelaksanaan ke “Komite” ? (Ada Kuasa. “Lapor”). Atas Pemakaian Keuangan Negara lain

 

Perlakuan untuk ke – Ilmu – an bermakna (kah). Pendidikan jadi “Keadaan”. Dikuatirkan Pembentukan Koloni koloni, karena Pakai Uang (Asing). Memutuskan. Birokrasi = Politisasi Ekonomik

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


SURAT KEPADA AGUS JABO PRIYONO


SURAT UNTUK

KAMERAD AGUS JABO PRIYONO

KETUA UMUM

PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

 

 

 

PARTAI Rakyat Demokratik digerakkan “Yang Muda” lagi. Tanpa retak, walaupun membayang Ekonomi Internasional sedang Terkuasai. Karena, telah lama dihancurkan 3 Keparat di Dunia. Kapitalis – Imperialisasi (ke) Individualist. Atas Pemerintahan Sok Liberal

 

Saya datang ke Kantor bertemu beberapa Pimpinan Organisasi DEMOKRATIK. Namung, di dadaku agak sesak. Bukankah aku Demokratik, atau … tidak lagi ? Sambil merasakan Tujuan “Partai Kita”

 

Damai, tetapi mampukah kurajut terus Harap Pikir Rasa Batini untuk Keadaan “nanti” … seketika mengingat ujung  moncong senjata membidik batok kepala Kami di jalanan, meneriakkan PEMBEBASAN DARAH MANUSIA

 

Kamerad, … Salam Rakyat Miskin. Kemiskinan ?!? Terjadi. Di “Negara”

 

1. Pemiskinan atas Rakyat, karena Negara (Baca, Uang) melepas Produksi untuk Kebutuhannya dibuat Manusia Tenaga Buruh

 

2. Kekuasaan jadi Individualisasi. Penguasaan. Atas Produksi. Ke Laba. Menguasai Alam = Sumber Ekonomi. Dihancurkan Kebutuhan ke Pembendaan (Uang)

 

3. Penyaluran Barang (Contoh, Makanan ke “Benda”. Perdagangan = Laba ?) memenuhi Kebutuhan Rakyat Miskin pun Dikuasai. Itu, bukan Sosialist

 

Tragikal, Kemiskinan pun Ekonomisasi Keuangan Penguasaan ………

 

Gerakan gerakan Demokratik harus KEASLIAN ke PEMBEBASAN … didasarkan Aturan aturan Sosial (Manusia) di Buminya untuk Peradaban, dan Zamaniya Kemanusiaan Baru. Sehingga, bertujuan Kekuasaan Rakyat “Miskin” ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia. Adalah, Demokrasi Kekuasaan Rakyat ke Ekonomi Produksi = Masyarakat Sosialisme (Kemanusiaan)

 

MAKA, Kepemimpinannya (Manusiawi) terbentuk, karena Sosial HAK = Kelas. Inilah, Dialektika Materialisme yang menerjemahkan Manusia = Rakyat di Negara. Pemikirannya. Sosial – “Ide” Negara

 

Aksi aksi Massa Rakyat Buruh dan Partai Terjemahan Kekuasaan (dalam Gerak Kuasa) Rakyat atas Kedaulatan (di) Negara suatu Persatuan Rakyat Nasional Kesatuan Wilayah wilayah dan ‘Nation’ ke Ekonomisasi = Negara Demokratisasi (Politika) Kepentingan kepentingan Masyarakat suatu Ketahanan di Negara dalam Kehidupannya = Kemampuan, TENAGA dan Perlawanan (Umum). Ke Internasional. Strategikalisasi Industrialisme

 

Basis basis, yang dibuat Rakyat masih ada

 

         – Pertanian, Lahan Tanam (Basis Tani) ;

         – dan, Daerah daerah (Basis Daerah) ;

         – Kerja, Tenaga = Kelas (Basis Pekerja) ;

 

Dan, Partai Rakyat Demokratik (Anggota = Pembentuk Basis) salahsatu Politik Rakyat Miskin ke Ekonomisasi

 

Sehingga, Kepartaian = PERSATUAN RAKYAT, yang terbentuk mengarah untuk Penghidupan rangkaian Kerja Organisme Politik Ekonomi Produksi (Organik organik) Tenaga ke Hasil. BERKEHENDAK, BERGERAK, BERTUJUAN. Rakyat = KEKUASAAN MASSA

 

 

 

Terimakasih, KAMERAD


KUASA PERDANA MENTERI


“KUASA” PERDANA MENTERI


DEMOKRASI (= Rakyat) sedang “dipakai”. Untuk menjatuhkan Perdana Menteri = Negara. Tetapi, di Perjalanan akan ada “Hukum Politik” di Siam (Kerajaan), tiba tiba berlaku. Lewat Parlemen ? Alasan ? Militerisme ? Kekuasaan ke Pergantian

1. Pertukaran Militer (Kekuasaan ?)

2. Internasional Hubungan Keuangan atas Kemungkinan kemungkinan Pembuktian (Politik – Ekonomi)

Bukti bukti Politik

–       Penguasaan Arus Bawah Demonstrasi (Massa kah ?)

–       Pemerintahan yang mana kah Terjemahan atas Komando Pasukan ?

Bukti Ekonomi

–       Penyaluran Minyak Bumi (Industrialisasi kah ? Perbankan, Import)

3. Perdagangan (= Uang Kerajaan ?)

<Jeda

Jaringan jaringan (Ekonomi ke Politik) dari “Dalam” tidak lagi seperti biasa menunggu yang di “Luar”. Sementara. Memungkinkan Nasionalis Tradisional menekan Feodalist – Para Bankir ? Di sekitar Menteri yang Penjilat Raja. Bak Menteri menteri Kerajaan. Putch dalam Posisi Tukar ke Sistim

Karena,

1. Hubungan Negara – Kerajaan

2. Politik Ekonomi Kerajaan

3. Pemerintahan bukanlah Kerajaan

Namun, Aksi Murni berkehendak mengendalikan “Kursi” Perdana Menteri. Terjebak Tarung Kekuasaan Dua. Tentara, atau … Kerajaan

Bukan suatu Dilematika. Memilih ? Kekuatan kekuatan ke Demokratisasi. Antara Massa Aksi (= Merah), Tengah Lawan Netralitas (Hijau = Pemerintahan di “dalam” Kerajaan). Rasional Ekonomi ? Berbeda. Karena, didasarkan Wilayah wilayah “Bebas”

Uang bukan Tujuan. Terbuanglah Kemampuan kemampuan Aksi. Melawan Jaringan jaringan Kekuasaan Ekonomi (dari Para Perdana Menteri ?) di Muangthai. Perdana Menteri = Figuralisme. Ber – “Pangkat” ? Negara tidak punya Kelembagaan Presiden

1. Kuasa

2. Negara

3. Politik

4. Pemerintahan = Menteri menteri

5. Daerah

<Titik

Penguasaan atas Massa ? Mengajukan pengertian Aksi = “Badani”. Berhadapan ke Militer artian Politisasi. “Perintah” masih Sang Komandan. Ke Sasaran. Matarantai … ke Negara. Dikendalikan Raja. Atas “Hukum (Negara” = Tidak Kekuasaan) di Kerajaan

<Tutup

“KIRI” BUKAN “NEGARA”

TETAPI

KEKUASAAN RAKYAT “MISKIN”


MANUSIA DAN KEPEMILIKAN


MANUSIA, KEPEMILIKAN

SESEORANG

(SUATU PRIBADI)

 

Tulisan yang Pre – Retorika Logikal ke “Pembentuk Ubah” Rasional

 

Oleh : PEMBEBAS

 

 

 

HAK HAK di Indonesia berhubungan dengan (= didasarkan) Tanahnya menjadi Sosial HAK Kelas

 

1. Kemanusiaan dalam HAK Azasi Manusia

 

    a. Hidup

    b. Pikir = ebebasan (Diri)

    c. Persamaan

 

2. HAK HAK di “Negara”

 

    a. Sosial Keadilan = HAK

    b. Sama dalam/ ke Pemerintrahan

    c. Kolektivisme (Pimpin)

 

3. Kepemilikan

 

    a. Pemilikan Masyarakat (Produksi)

 

Penjelasan Resmi

Undang Undang Dasar

Republik Indonesia

 

II. ……. pokok pokok pikiran … terkandung …

 

….. yang tertulis … maupun … tidak …

 

Pasal 33

 

“……. demokrasi ekonomi produksi dikerjakan

… semua,

… di bawah pimpinan …

atau

… PEMILIKAN masyarakat.

 

“….. adalah pokok pokok kemakmuran …

SEBAB

…DIPERGUNAKAN …

 

“Kalau tidak …

produksi … ke yang berkuasa

dan

RAKYAT BANYAK ditindas …”

 

    b. HAK Manusia = Sosial. Ke “Milik” = Seorang dalam Pribadinya

 

         – Tenaga, Upah. Ke Hasil

 

Undang Undang Dasar Republik Indonesia

 

Pasal 28 D ayat 1. “…..  BERHAK … MENDAPAT imbalan …

yang adil …

layak

dalam hubungan kerja.”

 

“Mendapat” = dari Sosial ke HAK (Kelas, Tenaganya) untuk memakai (baca, Ekonomik. Transaktif. Keuangan atas Barang) dan menggunakan

 

Pasal 28 G ayat 1. “….. ber HAK … benda …….”

 

Cukup jelas, HAK = yang telah dimiliki (atas Kebendaan – Produksinya)

 

Pasal 28 J ayat 1. “….. HAK … sebagai pribadi …….”

 

         – Tempat tinggal. rumah

 

Pasal 28 H ayat 1 “….. sejahtera lahir … batin, bertempat tinggal …….”

 

          – Pendidikan, dan Kesehatan (Manusiawi = HAK)

 

     c. Pengetahuan (Budaya ), Teknologi – ka

4. Pertahanan ke Rasa “Aman”

5. Produksi

     a. Barang

     b. Budaya – Tani. Ke Pangannya

     c. Tanam

<Titik

 

       HUBUNGAN

       HAKNYA DALAM MASYARAKAT

       KE “ORANG”

Karena, Tanah adalah Dasar = Pembentuk HAK HAK Kemanusiaan = Sosial (“Perbuatan Nilai”) ke Orang

Satu, Kebebasan di atas Tanahnya. Dari

1. Penguasaan/ Militerisme

2 Individualisme (Kuasa ?)

    – Penguasa (an)

    – Tyranik

    – Monopoli

    – Militerisme (= Perintah)

    – Korupsi

    dll dalam Perbuatan

3. Kapitalisme (Dunia)

Apakah Tujuannya ? Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Dasar/ Pokok Manusia (pangan/ makan, sandang/ pakaian dengan barang dan rumah/ papan)

Dua, Kemerdekaan (Ia adalah Manusia. Lahir = Sosial) Kuasa di Tanahnya

<Jeda

HAK Pribadi (Sosial, Pendidikan – Budaya. Baca, Perempuan Sosialis) Manusia = Seorang, terbentuk. Karena Sosial Hubungan

1. Manusia ke Manusia (Kebutuhan kebutuhan ke Pertahanan)

2. Manusia = Anggota Masyarakat (Penghidupan ke HAK)

     Berbeda

     a. Individualis dengan Individualis. Persaingan karena Beda ke “Milik Kuasa atas”

     b. Individualis dengan Kelompok (Para Individualis. Hubungan kah ? Semu) Kepentingan ke Individualisasi)

     c. Individualisme dengan Manusia. Penyerangan yang Reaktif. Atas Kebutuhan kebutuhannya

3. Manusia dengan Negara = Kepentingan kepentingannya

Untuk Pembentukan Masyarakat (Sosialisme) Negara. Maka, berlangsung

      – Pemikiran ke Sosial (Alamiah)

      – Aturan aturan = Kemasyarakatan

(Tradisionalisasi  “Negeri” = Tanahnya. Ke – Bangsa – an. Bukan “Adat” – Jajahan)

      – Hubungan Perbuatan – Nilai

<Titik

Sosialisme telah memperjuangkan HAK HAKNYA (Manusia), dilakukan berabad abad dalam bentukan bentukan Setempat dan (ke) Internasional. Terjadi lah Penyerangan balik atas Kekuasaan/ Ekonomi Penindasan di Dunia

1. Penguasaan Wilayah ke Hasil

2. Penghisapan Tenaga (Buruh)

3. Perampasan Kepemilikan Tani

4. Perdagangan (Globalis, Korupsi)

5. Penjajahan atas Bangsa

6. Perbudakan

7. “Pemerasan HAK” Perempuan

Pemikiran (Materi ?) ke Dialektika dianuti. Ke Logika atas Materialisme. Dalam mencapai Tahapan tahapan Perubahan. Utopia ke Materialisasi Politik. Ke Tujuannya. Yaitu, Sosial (Manusia) = Kekuasaan. KEKUASAAN RAKYAT “MISKIN”. Memenuhi Kebutuhan, adalah Kekuasaan. Membentuk Masyarakat Sosialis Kita

Negara bukanlah suatu Tujuan yang jadi “Alat”. Negara = Organisasi (Kekuasaan ?). Negara suatu Wilayah wilayah (Rakyat)

Materi materi Politik (dalam) tulisan selalu Kami ungkap. Materialisme Sosial Dialektika ke elas atas Perekonomian. Berdasarkan (= Terjemahan Falsafati) Konstitusif kah ??? Tertulis Pemikirannya. Ke Per – Undang Undang – an = Rules, atau “Hukum buatan”. Untuk menyelenggarakan Kekuasaan (di) Tanahnya ke Pemenuhan

 

1. Kemanusiaan adalah Pikiran. Ke Tujuan (Sosial)

 

2. Pemilikan Masyarakat = HAKNYA dalam Sosial Negara di Indonesia

 

3. Kepemimpinan suatu Pribadi

 

Hubungan antara Manusia (Pribadi =) Sosial Masyarakat dalam HAKNYA ke Ekonomi. Strategikalisasi DEMOKRATIK (Kerakyatan) menghadapi Kekuasaan Individualisme. Berlaku. Yang dibentuk Perjuangan (Kaum) Buruh

 

<Tutup

 

 

 

KAWAN, TERIMA KASIH ………”

 

 

 


PUTUSAN BATIN RAKYAT


KEJIWAAN Masyarakat nyaris dirusak ! Ketika mendengar dan membaca (= Hasil Pendidikan Kebangsaan), MENYAKSIKAN Perbuatan Koruptor koruptor berulang terus. Memisahkan Rakyat – Negara dengan Pembentukan TUJUAN

Mampukah ini semua dilihat jadi Penghancuran Nilai atas Ekonomi ? Nilai ? Adalah HAK ke Perbuatannya

Suatu rangkaian kegiatan tidak lagi berlangsung untuk Kepentingan Masyarakat

1. Uang, Pemenuhan Kebutuhan

Bertentangan dengan

2. Ekonomi ke Individualisasi Keuangan (lewat Perbankan)

a. Liberalisasi

b. Hukum

c. a Politik

Apa hubungan Masyarakat dengan Amerika tiba tiba ke Pembenaran= Liberal (?) = Kebijakan = Politik atas Uang Ekonomik ?!?

Terhadap

3. Kekuasaan ke Sistim (Putusan) = Birokratisme

Sidang Rakyat (ke) Nasional, …

Pimpinan Majelis, …

dan

Parlemen Jalanan

PERSATUAN RAKYAT, yang Kitadirikan PERNAH mendapat Dukungan (diterima) penuh Kelompok kelompok Nasionalis untuk Sosialisme = Pergerakan ke Negara. ITU NASIONALISME … ! Berlawan Ekonomisasi Asing. Pertahanan ? YA ! Sehingga, Militer juga bicarakan

Dua Sasaran Politis

Pertama, DEMOKRASI (di) Negara

Kedua, Ekonomi Terjemahan Kemerdekaan (HAK)

<Jeda

Saudara saudaraku DEMOKRATIK, …

Menyerahkan untuk dipolitissasi = Pembicaraan dan jadi Keputusan Sah dari Pimpina ke Anggota anggota (Majelis, Kelembagaan) karena Keanggotaannya RAKYAT — lewat Parlemen, Wakil wakilnya ke Pemilihan — tak lain Materialisme = Keadaan tanpa Politik, namun beda dengan Sosial = Aturan ke Pembatasan, hanya karena Perekonomian saja, maka Perbuatan ke Hukum dan Kekuasaan pun Individualistis, Yang Berke – Kuasa – an

Terkecuali,

– Pengkhianatan (atas Negara = Rakyat ke Permusuhan)

– Korupsi (ke Ekonomisasi = Uang)

– Pidana Berat lain (= PelanggaranHAK Azasi Manusia kah)

Suatu catatan, Konstitusif dalam Bahasan Politik (Rasionalisme) bukan lah Hukum atas Hubungan Negara – Pemerintahan (Satu Partai)

Walau Pembuktian dan Bukti bukti diatur dalam Ke – Majelis – an, kita belum SETUJU. Sebab ? Korupsi = “Cara”. Bernegara ? Jelas Kami Sepakat

<Titik

Cara mereka harus DIHANCURKAN Satu Keputusan Batini. Dan, Kita mampu ! Setuju kah … ?

Saya minta kepada PARA KAMERAD untuk berdiri … Mengepal … Lagi, diacungkan ke atas. Tangan yang Kiri … PEMBEBASAN !

Terimakasih, Kawan … Mari kita berjuang. Lawan penindasan a-la Neo Lib ! Si Koruptor !

<Tutup

SEKIAN. (Naskah telah

Disampaikan

Rapat ke Persidangan Rakyat)


GO TO HELL


JENDERAL Tua Amerika menggelar lagi Kesombongan di Asia setelah kurun abad lalu dikalahkan (di) Nam, Afghanistan dan Iran. Tanpa melupakan Tidak Bermalu salahsatu Presiden Amerika  yang Tidak mengakui Asal Ras (Eropa) dulu, menyerobot Minyak Teluk lewat Kerajaan Berpedang Saudi Arabia = transito area masuk ke Iraqi

 

Tidak pernah Si Amerika mampu berani ke Asia Tenggara, namun  tiba tiba pamer Ketentaraan (= Ilmu) yang usang dan “bodoh”

Lewat Kerajaan lagi ! Mengintai … !Karena, dijadikan Daerah Kekuasaan Militerisasi. Terdengar decak, tepuk dan sorak kekaguman Para Penjilat Bokong Amerika. Disediakan Kebutuhan kebutuhan Perang Benuatika

 

1. Sisa Melayu deengan gincu kuning

 

2. Pedagang (masa ke masa) Kerajaan di Muangthai

 

3. Beberapa Suku (Adat) di Semenanjung Korea

 

4. Dan, Pengusaha pengusaha (Minyak) Asia

 

5. Militerisme (= Pecundang) di Asia Tenggara

 

6. “Masyarakat” Campuran Tanpa Kebangsaan Pilipina (Rasisme Amerika)

 

7. Politisi Imperialistis (Warisan. Eropa, Australia)

 

Apakah INDONESIA ikut Latihan itu ??? Memojokkan Nasional (Suku = Bangsa ke Pasukan) dan Penganutan Isme Politik, ke Perbatasan Samudera. Dibongkar Tembok Perang Kemerdekaan

 

 

TIDAK ! SEKIAN, ‘BUNG !

 

 

 

(Terjemahan Google ke Belanda)

ALGEMENE Oude American Pride gehouden in Azië weer na een periode van eeuwen geleden werd verslagen (in) Nam, Afghanistan en Iran. Zonder te vergeten is niet een van de belangrijkste gevoel van schaamte dat geen enkele Amerikaanse president erkend Herkomst Race (Europa) de eerste plaats, Barging via de Gulf Oil zwaarden Koninkrijk Saoedi-Arabië = transitzone in de Iraakse

 

De Amerikanen nooit zou durven te Zuidoost-Azië, maar opeens blijkt Army (= wetenschap) is verouderd en “dom”

Door het Koninkrijk weer! Loer … ! Omdat, gemaakt door de regionale Power militarisering. Er was een klikkend geluid, klappen en juichen hielenlikkers bewondering voor de Amerikaanse Bottom. Eisen mits Benuatika Oorlog behoeften

1. Tijd Maleiers met gele lippenstift

2. Traders (door de tijd) in het Koninkrijk Thailand

3. Sommige stammen (traditioneel) op het Koreaanse schiereiland

4. En, Ondernemer ondernemer (Olie) Azië

5. Militarisme (= loser) in Zuidoost-Azië

6. “Maatschappij” Philippine Nationalisme Zonder Mengsel (racisme Verenigde Staten)

7. Imperialistische politici (Peninggalan. Europa, Australië)

Is INDONESIË gaan uitoefenen? Nationale diskrediet (Interest = Natie aan het leger) en de naleving Politieke isme, aan de Indiase grens. Wall gesloopt Onafhankelijkheidsoorlog

NEE! Dus, ‘BUNG!

 

 

 

(Terjemahan Google ke Inggeris)

GENERAL Old American Pride held in Asia again after a period of centuries ago, reports at Nam, Afghanistan and Iran. Without forgetting is not one of the most important sense of shame that no U.S. president acknowledged Origin Race (Europe) First, the Gulf Oil Barging through swords = Kingdom of Saudi Arabia in the transit zone Iraqi

 

The Americans would never dare to Southeast Asia, but appears suddenly Army (= science) is outdated and “stupid”

The Kingdom again! Lure … ! Because, by the Regional Power militarization. There was a clicking sound, clapping and cheering sycophants admiration for the American Bottom. Requirements provided Benuatika War needs

1. Time Irish Male with yellow lipstick

2. Traders (by time) in the Kingdom of Thailand

3. Some strains (traditional) on the Korean Peninsula

4. And, Entrepreneurs (Oil) Asia

5. Militarism (= loser) in Southeast Asia

6. “Society” Philippine Nationalism Without Mixture (Racism United States)

7. Imperialist politicians (Peninggalan. Europe, Australia)

Is INDONESIA do it? National discredited (Interest = Nation in the Army) and compliance Political ism, to the Indian border. Wall demolished Independence War

NO! So, “BUNG!


NEGARA YANG MODEREN


TERJEMAHAN Sosial Politik suatu Negara = Masyarakat yang Moderen ke Ekonomisasi

1. Konstitusi. Pembentukan “Negara”

a. Undang Undang Dasar (Tertulis ?)

b. Memuat HAK Azasi Manusia

c. Kekuasaan Rakyat ke Pemerintahan

2. Ekonomi. Ke Industrialisasi

a. Keuangan = Negara ke Admnistrasi

b. Produksi. Tekno Logika

c. Perdagangan. Internasional, Kemasyarakatan

3. Masyarakat. Peradaban (Kebudayaan)

a. Ke Hasil Penyediaan (Bentuk)

b. Kultur – Agri (Tanah)

c. Pembentukan Nilai ke Aturan

Nasional Industri = Tehsikal “Alam (di Pikirannya”) Sosial Hubungan Ekonomi Politik antara Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Rakyat “Miskin” (Penduduk) dengan Alam

Menjadi Negara Ekonomi ke Pemerintahan, didasarkan Hubungan Rakyat dan Negara, MAKAberkedaulatan

Pemahaman Kuasa dari ‘Nation’ (Persatuan)

Pertahanan Rakyat. Nasional = Kesatuan (Politik)

Wilayah/Daerah dalam Kebangsaan (Lahir)

Kebebasan dalam Modernisme, yang diminta Law ke Struggling of Power (Undang Undang) menyelenggrakan Keadilan (Undang Undang Dasar. Produksi, Kepemilikan, Tenaga) melalui rangkaian PEMBEBASAN Nasional Membebaskan Manusia ke HAK Ekonomi

<Jeda

Pengertian Modernisme didasarkan Liberalisme atas Negara dengan mendirikan Pemerintahan, berlaku Industrialisasi Kuasa Ekonomi

Individualisasi Negara ke Sistim dikendalikan = Terpusat Uang (Pemerintahan/Kenegaraan), dipakai Laba Perdagangan Internasional

Kedaulatan hanyalah Politisasi Retorik atas Sumber Ekonomi di Daerah – Wilayah bykan jadi HAK Negara

Terjadi karena berbuat (Baca, melakukan)

1. Penguasaan HYAK Manusia, melakukan Pemilikan atas Industrial

2. Peniosbian Demokratisasi Kekuassaan Sosial = Nasional (di Parlemen juga)

a. de Politisasi Sosialisme

b. Militerisme ke Perdagangan

c. Kapitaslime (di) Negara

3. Penghancuran Zamani dalam Tujuan Kekuasaan

Untuk apa Negara yang Bebas ke Ekonomi dalam Modernisasi semula terbaca Kemakmuran = Alam untuk mengadakan Kesejahteraan Rakyat Manusia ??? Lalu, suatu Kekuasaan dari Individualist ke Individualist terus ? Perlakuan Teknologis Modernisasi ke Perdagangan Kapitalistis >

<Tutup




SELESAI



Bagian ke 2. MANA YANG RAKYAT !?!


DARI Tugas tugas Internasional dan di Negara (Tanggung jawab, Pembentukan) Sosialisme (Bagian ke 1), BAHWA Rakyat adalah MANUSIA

BERPIKIR. Hidup, atas Kewajiban

Ber – PRODUKSI. HAKNYA. Nasional ke Pemerintahan

– Pemenuhan

– Penghidupan

– Pertahanan

BERKETURUNAN = Masyarakat (Perempuan Sosialis)

<Jeda

Gugus gugus Juang Rakyat dalam Masyarakat, yang dibentuk di setiap kurun waktu menjadi Pergerakan Nasional ke Peradaban terjalin Nilai nilai Sosial Ekonomi Politik didasarkan Aturan aturan (Kesetiaan)

Manusia Rakyat ke Gerak Demokratik (Kerakyatan, HAK) untuk Perubahan

– Kesucian

– Seimbang

– Wajib

Tingkatan tingkatan Keseimbangan ke Perubahan (ada Pemimpin = Organisasi, Massa , Perwakilan. Dalam Masyarakat karena Bentuk bentuk Ubah. Baca, Perubahan) suatu Politik Tempur  (Demokratik = Anggota anggota, Setara) jadi Putusan putusan Sosial (Unit unit,  Persamaan, dan Kerja) di Peperangan Ekonomi untuk HAK HAK Industrial = Usaha, Produksi ke Hasil atas Perdagangan/Distribusi

– Harapannya, Cita cita

– Massa (ke) Aksi = Perbuatan

– Jaringan dan Penekan

Ini, Terjemahan Sosial Demokrasi  = Negara. Merangkai Anutan (Sadar, Progresif, Militan) ke Pengertian Rakyat dan Kekuasaan (di) Dunia. Terlahir. Bukan rekayasa suara = Rakyat dan Kecurangan

<Tutup




SELESAI. “Bicara apa kau ?” (PEMBEBAS)


Bagian ke 1. MANA YANG RAKYAT !?!


ZAMAN zaman lampau menghujati suatu Kemenangan semu atas Kerakyatan. Dan, Rakyat biarkan … ! Rakyat bertahan. Rakyat yang mana ??? (Tantangmu, hai Pesaing “Isme” ?). PEMBEBAS jawab, dan terlihat RAKYAT YANG MISKIN !!! Rakyat, yang dimiskinkan ! Dalam Pemiskinan di INDONESIA

1. Liberalisme. Ke Penjajahan

2. Politik = Hukum. Ke Anti – Sosial

a. Sok Kuasa

b. Korup

c. Individualist

dll.

3. Kapitalisme. Ke de – Politisasi

Jujur lah ! Apa mereka INDONESIA ? Rakyat ? Atau kah, sama … Penguasaan !?! Atas Negara negara (Baca, Penduduk = Masyarakat) di Dunia ?

<Titik

Rakyat itu … BURUH ! Rakyat itu … TENAGA ! Rakyat itu … PETANI ! MEMENUHI KEBUTUHAN KEBUTUHAN MANUSIA! Memperjuangkan Sosial Kelas (HAK HAKNYA) suatu Masyarakat. Karena, menyelenggarakan Kekuasaannya. KEKUASAAN RAKYAT “MISKIN”. Di Bumi

Penyediaan makan untuk Rakyat INDONESIA ! Ini lah, Kuasa = Tujuan. Mengadakan Produksi didistribusikan. Sandang dan Barang

Bukan Laba = Keuangan Si Pedagang dari tahun ke tahun …

MAKA Rakyat, yang Berdaulat = Sosial = Pertahanan = Kekuasaan. Atas Ekonomi, Uang (Negara) ke Industrialisasi. Dan, membentuk Pemerintahan. Itu lah, NASIONAL

<Tunda




SEKIAN


TANI = NASIONAL (PRODUKSI)


(MEMPERINGATKAN … !)

BUDAYA ke Pertanian, dan Terpolitisasi ke Nasional dalam Hubungan sambungan Bentukan Pemikiran, akselarasi dan Penyederhanaan. Isme = Dasar Negara Politik

1. a. Sosial Kependudukan ke Pemerintahan

b. Nasionalisme (Baca, Kedaulatan.  Terjemahan Wilayah/Daerah)

2. c. Rakyat adalah Negara (Demokratisasi Kekuasaan)

Unsur unsur Politis

– Nilai nilai Tujuan

– Aturan aturan Masyarakat

– Ke Sistim (Pertahanan, Cara)

membentuk “karena Diubah”. Industrialisme ke Pasar. Berlaku Keadaan (Wilayah/Daerah, Penduduk dan Pemenuhan Kebutuhannya)

– Tanam, Eksplorasi (Produksi)

– Lahan (Bengkok = Ulayat, Bagi Hasil =  Sewa, Pakai Sendiri = Milik, dan HAK =) Sumber Alam

– Tenaga. Ke Hasil (Pemakaian)

<Jeda

Sehingga Tani = Kebudayaannya. Diproduksi. Walaupun bukan dagangan. Karena, Tenaga (Pekerjaan). lahan ke Pangan yang memerlukan Keuangan (Ekonomi ?) Negara

– Pertanahan. HAK (Atur)

– Upah (Petani = Buruh)

– Alat (Strategilasasi, Produksi)

MAKA Pangan = Distribusi dipertanggung jawabkan = Ketahanan (Kuasa) jua. Bukan Kapitalisasi Uang. Berdasar Tanah ke Produksi (HAKNYA)

Undang Undang Dasar Republik Indonesia

Pembukaan

“……. pergerakan rakyat ... ke Negara, … yang merdeka, bersatu, …, adil dan makmur …..”

Pasal 33 ayat 4

“……. nasional berdasarkan … demokrasi ekonomi … efisiensi berkeadilan, …, kemandirian …..”

Penjelasan Resmi UUD

Pasal 23 menyatakan bahwa dalam hal menetapkan pendapatan dan belanja, kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat lebih kuat daripada kedudukan permerintah. Ini tanda kedaulatan rakyat.

Oleh karena penetapan belanja mengenai hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri, maka segala tindakan yang menempatkan beban kepada rakyat, seperti pajak dan lain-lainnya, harus ditetapkan dengan undang-undang yaitu dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

juncto

Pasal 28 A

“Setiap orang berhak hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”

Pasal 28 D

“… berkerja … mendapat imbalan dan perlakuan yang adil … dalam hubungan kerja”

Pasal 28 ayat 3

“Indentitas budaya dan hak masyarakat tradisional … selaras dengan … zaman dan peradaban”

<Tutup

SEKIAN. Terima kasih


MANUSIA DAN KESUCIAN


MANUSIA DAN KESUCIAN.

PERGERAKAN

(JAWABAN KEPADA INDIVIDUALIST)

 

 

 

MENGAPA kini dibuka ? Beberapa Penyebab Sepihak (Baca, Manusia). Mencapai PEMBEBASAN. Dalam Gerak Ujudnya keberadaan di Bumi

 

1. Hidup

 

2. Kebebasan Berpikir

 

3. HAKNYA

 

Membebaskan Manusia dari Pembodohan, Penguasaan atas Kehidupannya dan Pemiskinan yang disengaja

 

<Jeda

 

 

 

HAK Kita, yang dilanggar di dalam Masyarakat (Kemanusiaan). Jadi penghinaan atas Perempuan Sosialis. Atas kelahiran Manusia di Tanahnya

 

Suatu pertimbangan bahasa terjemahan Dialektika – Logika Batin

 

Tersebar perang (paham tetapi bukan isme). Ke Kontra. Karena, Kekuasaan telah dipaksakan. Maka Individualisme fasar Kebebasan. Menghancurkan dunia jaman kita

Sudah berabad abad, bertahun tahun, berhari hari dalam peredaran kesemestaan alam

 

Permusuhan atas Kemanusiaan . Melalui

 

1. Mati

 

2. Lapar.Ke Rasa(Hinaan)

 

3. Miskin

 

<Titik

 

 

 

     KE PERTANIAN !

     SERUAN

     DEMOKRATIK

Para Kamerad, bagaimanakah kita menerjemahkan tersebut di atas oleh Pemikiran. Dalam gerakan gerakan. Rangkaian Gerak Pikir. Logik, Kebebasan suatu Perbuatan

 

Kekuasaan Rakyat Miskin untuk pembentukan Masyarakat Sosialis berdasarkan Tani ke Pangan. TIDAK DIKUASAI adalah Kemerdekaan Manusiawi.

1. Rebut Pertanian, Perkebunan dan Wilayah wilayah Hutan di benua benua Eropa ke Amerika dan Australia

 

2. Mulai Revolusi Tanah di Benua Afrika

 

3. Buka jaringan jaringan Kekuasaan Rakyat atas Lahan Tanam di Asia

 

Perlawanan yang demokrasi. Di tanahnya. Sosial politik ekonomi. Berlaku aturan aturan masyarakat. Disesuaikan. Budaya Tanam = HAKNYA. Mempertahankan . Tanah ke Hasil Pangannya

 

— oOo —

 

 

 

Seruan Demokratik = Politisasi. Berlangsung Kekuasaan Rakyat. Ke Pertanian !

 

< Titik

 

 

 

Hubungan antara kemanusiaan, HAK dalam pergerakan. Menjadi satu kesucian Dirinya. Membutuhkan Pangan, Keadilan untuk Tenaga. Dan, meneruskan kehidupan. Melahirkan dan Dilahirkan. Berketurunan. Pikiran ke Anak (Manusia).

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

HUMAN and holiness.

MOVEMENTS

(ANSWERS TO Individualist)

 

WHY now open? Some Causes of unilateral (Read, Human). Achieving EXEMPTION. Motion realization in existence on Earth.

1. Live
2. Freedom Thinking
3. Right

Man freed from ignorance, Mastery of Life and the deliberate impoverishment.

Our RIGHTS, which is violated in the Community (Humanities). So insult to the Socialist Women. On human birth in his land.

A consideration of language translation inner logic of dialectics
Scattered war (understood but not ism). To the Contra. Because, power has been imposed. So basic Individualism Freedom. Destroy the world of humans.

Already centuries, many years, was in circulation on the day of natural universals.

Hostility of Humanity. Through

1. Death
2. Famine. To taste (insults)
3. Poverty

      TO AGRICULTURAL …
      DEMOCRATIC APPEAL.

The Comrade, how do we translate the above by the idea. In movements. Think their range of motion. Logic, freedom of action.
The power of poor people in the establishment of socialism (the community) based on agriculture to the food. NOT MASTERED the Human Independence.

. Take back agriculture, plantations and forested areas in continental Europe to the American continent and Australia
2. Land revolution began in the continent of Africa
3. Open networking power of the people on the land planted in Asia

Resistance of democracy. In the soil. Political and social economy. Applicable rules of society. Adjusted. Culture planting was RIGHTS. Maintain. Land to the results of its food.
Politicization Democratic Appeal. Progress of people’s power. To the farm!
The relationship between humanity, RIGHT in the movement. Becoming a Self purity.Need food, justice for workers. And, to continue living. Childbirth and birth. Pure. To the child’s mind (human).


SOSIAL, POLITIK UANG


BUKANLAH Keputusan Panitia Khusus, yang diutamakan. Tetapi, Pemerintahan untuk menyelenggarakan Keuangan Dasar (Begrooting, terbaca HAK) dalam Parlemen. Berlangsung Pembentukan “Negara” (= Uang. Ke Anggaran). Lalu, Ekonomisasi. Tidak Pembiayaan saja. Diterimanya Pemasukan = Laba Masyarakat

Dari

1. Industrialisme ke Perlabaan oleh Masyarakat

2. Pekerja Buruh (Upah, Jaminan) Produksi

3. Tani, Pertanahan ke Hasil Tanam (Pemilikan)

Suatu Perekonomian Demokratis. Dalam HAK = Putusan. Ini, Kenegaraan. Dan, terpolitisasi. Tidak Liberal ke Fasis

– “Individu”

– Tyrani, Militerisme

– Birokratik

Terus terang, hanya di INDONESIA karena berhubungan dengan Undang Undang Dasar Republik INDONESIA (Wilayah wilayah Negara)

1. Sumber sumber Alam (Nasional Industrial)

2. Daerah daerah Asal Tenaga Kerja

3. Lahan lahan Pertanian (Tanam = “Kelas”)

<Jeda

Tetapi, PANSUS itu di Dewan PERWAKILAN RAKYAT menyelesaikan Korupsi atas INDONESIA. Atau, Kita (= Cara), yang HENTIKAN ? (Bahasa Agitatif Politik). Berlakukah Kekuasaan Rakyat = Pemerintahan ? Melalui Ajaran = Sistim Negara. Menjadi Lama, Pertarungan Rakyat atas Musuh

Berdampak

1. Penyingkiran Koruptor dari Kekuasaan di Negara

2. Strategikal = tahap tahap Demokratisasi ke Pemilihan

3. Perdagangan tidak Ekonomi Individualisme

<Tutup

SEKIAN.

(“KAMI Tidak takut

Pembalasan !”)


KENDALI ADALAH POLITIK


KENDALI

ADALAH POLITIK (KE) HUKUM

EKONOMI

 

 

 

TIGA Pengendalian, yang dilakukan. Terjadi karebna ada KITA. diterjemahkan Politik. Ke Cara cara

 

1. Pengendalian Bersama. Kekuasaan kah

 

[Didasarkan Undang Undang Dasar Republik Indonesia, Pasal 11 ayat 2 “….. akibat … yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan … dengan persetujuan … Rakyat  …….“]

 

2. Umum. Pengendalian Konstitusional

 

       – Kendali Pertahanan Negara (Dal Neg)

       – Kendali Pengawasan (Organisatif, Dal Was)

       – Kendali Konstitusi = Nasional (ke, atas) Hukum

 

3. Khusus. Pengendalian = Strategika Politik Keamanan (Dal KAM)

 

Atas “Perekonomian di” Negara. Ke Nasional Industrialisasi (Produksi). Tahapan tahapan Revolusioner

 

Walaupun Keuangan hanya melalui Anggaran Negara (Perdagangan ?)

 

MAKA, Produksi kembali untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar. Manusiawi, Sosial HAK. Dan, bukan Perlabaan Uang Individualist berdasarkan Hukum Nasional = buatan Sepihak

 

<Jeda

 

 

 

Kekuasaan Rakyat akan mengawasi Penyelenggaraan = Usaha usaha (Baca, Industrialisasi) Demokrasi Ekonomi

 

Sosial ke Produksi, yang berhubungan Ekonomisasi Uang (= Negara)

 

1. Kerja = Sistim, rangkaian (Produksi, Hasil) dalam Pemilikan

 

2. Tenaga ke HAK (Kelas)

 

3. Upah dan Penjaminan Uang Negara

 

<Titik

 

 

 

Bagaimanakah mungkin Sosialisme, yang Filsafat juga ini tidak Politik di suatu Negara, bahwa Pemikiran adalah Kendali

 

<Tutup

 

 

 

SEKIAN. Terima kasih