Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SELAMAT DATANG WEBBLOG PARA PEMBEBAS

Terbaru

SOSIAL HUBUNGAN PRODUKSI (Tulisan ke DUA)


“……. Mengubah) adalah DIALEKTIS HISTORIKAL, karena ADA TUJUAN, yang Tidak Individualisme (Perlakuan). Benda yang Kebutuhan (jangan baca langsung “Butuh Kebendaan”), meskipun perlu Alat juga, Alat alat/ Peralatan. Secara Ekonomi – Ilmiah/Ke – Ilmu – an dan Pengetahuan, Industrialisasi

Inilah, salahsatu Pembentuk Theori Sosialisme (Engels, Friedrich), dan Non Difinitif, tetapi berkembang sesuai Perubahan yang terjadi.” SOCIALISTA !!!

<Tunda

3.

MATERIALISME yang Historikal selain Ajuan Kebebasan EKONOMISASI ke PRODUKTIE, mengacukan juga Hubungan KEMANUSIAAN – Uang atas Benda dalam Pemenuhan Kebutuhan, didasarkan suatu HAKNYA. TENAGA !!!

Tenaga adalah EKONOMIS. U-P-A-H = GERAK PRODUKSI (Tenaganya). Bekerja ke Pencapaian Laba (Profitasi)

MANUSIA YANG BEBAS = KERJA. Terjemahan DEMOKRASI (Kekuasaan) ke Pelaksanaan . KEMANUSIAAN SOSIAL Pusat Ekonomisasi

<Tutup

SELESAI. Terima kasih

SOSIAL HUBUNGAN PRODUKSI (Tulisan ke Satu)


1.

KEBUTUHAN kebutuhan Masyarakat berdasarkan Kemanusiaan antara lain

– Pangan (Dasar, MANUSIA) ;
– Sandang ;
– Papan dan Barang ;

Lewat Produksi, telah dilakukan BERSAMA. HAK DARI KEWAJIBANNYA MEMENUHI Kebutuhan kebutuhannya (Manusiawi)

<Jeda

Tampaklah Hubungan Sosial (Baca, Materialisasi, Ubah Bentuk/Perubahan) antara Kemanusiaan “atas BENDA” dalam Pemahaman KUASA (= “buatan” – nya)

Kemampuan kemampuan, yang Bersama (derajat, jenis kelamin, dan Nilai), Tenaga Sosial Industrial ke Hasil jadi Pemenuhan untuk DIRINYA, Manusia

2.

Sedangkan ‘Proses’ itu (Mengubah) adalah DIALEKTIS HISTORIKAL, karena ADA TUJUAN, namun Tidak Individualisme (Perlakuan). Benda yang Kebutuhan (jangan baca langsung “Butuh Kebendaan”), meskipun perlu Alat juga, Alat alat/ Peralatan. Secara Ekonomi – Ilmiah/Ke – Ilmu – an dan Pengetahuan, Industrialisasi

Inilah, salahsatu Pembentuk Theori Sosialisme (Engels, Friedrich), dan Non Difinitif, tetapi berkembang sesuai Perubahan yang terjadi. SOCIALISTA !!!

<Tunda

Bersambung (Tulisan ke Dua)

KECURIGAAN PERSATUAN NASIONAL


KECURIGAAN

DAN

SUATU PERSATUAN NASIONAL

SEBAGAI Penerusan semua Ajaran KIRI, tentu KAMI mencurigai “yang di Dalam” (= mereka. Pembalikan) tidak suka Pemahaman Ajarannya dan Anggota Partai

 

2 Alasan ini

 

1. Tarung antar Politik, namun tidaklah mungkin bersifat luas (Gerakan, Partai, Organisatif)

 

2. Beda Pemikiran (apa !?!). MEMBAHAYAKAN ke Nasional … ! KIRI – Sosialisme adalah berdasarkan Pikiran pikiran (Dialektika Materialisme)

 

Alasan Pertama dan alasan Kedua berhubungan. Maksud, Laga Politik (Isme) tdk mungkin tdk memakai Pemikiran, MAKA terjadi PERBEDAAN Berpikir. Lalu, yang manakah KIRI dan yang manakah Individualisme ?

 

Karena, Gerakan gerakan Rakyat dan DEMOKRATIK. Perjuangan BURUH dan Partai – Aksi Massa ke Tujuan untuk Membentuk Masyarakat Sosialisme, didasarkan BERPIKIR Materialisme Logik – Ideologisasi Kerakyatan, HAK REVOLUSI Para DEMOKRATIK ke Politik Rakyat Miskin dalam Masyarakat dengan Syarat syaratnya

 

1. Kelas (Tenaga, suatu HAK Azasi Manusia) BURUH

 

2. REVOLUSI (HAK = DEMOKRATIK)

 

a. Politik (Sistim) Rakyat

b. Revolusi = Bersama (Kepentingan)

c. Sosial Ekonomik. Pemenuhan

 

3. Kekuasaan ‘RAKYAT MISKIN” (dalam semua Istilah – Bahasa)

 

……. SOSIALISTA !

……. DEMOKRATIK !

……. NASIONAL !

 

 

 

SEKIAN. TERIMA KASIH

ANALYSA KESENIAN PROGRESSIF


ANALYSA

KESENIAN RAKYAT SUATU

“LEMBAGA”

KESENIAN (Rakyat) adalah Lembaga, yang Terbentuk. Budaya, Sistim Masyarakat. Melakukan “Perbuatan”. Berdasarkan Pemikiran ke HAKNYA (= Kuasa, Nilai. Baca, Sosial HAK)

 

– Kepribadian (Didikan, Ideologika)

– Masyarakat/Kemasyarakatan (Proses)

– RASA (Kebenaran, Ajaran)

 

Hubungan (Perlakuan) antara Manusia ke manusia, Sosial – Alamnya

 

Dalam Pembentukan Masyarakat. Menuju, yang diharapkannya. Utopia ke Materialisasi (Politik). Logika (atas) Batin . Dialektis. Thesika – “Alam (di Pikirannya”)

 

Perjuangan (= Kelembagaan ?) Masyarakat suatu Gerakan gerakan Kekuasaan Rakyat

 

1. Tradisionakl (isasi)

 

2. Kebaruan

 

3. Serikat

 

4. Perbuatan (Bentuk bentuk Juang. REVOLUSIONER)

 

– Pengubahan. Cara ke Hasilnya

– Thesikalisasi (Materialisme)

– Pelembagaan. Nilai, Kesetaraan

 

5. Kemampuan kemampuan Seni

 

<Jeda

 

 

 

Rangkaian Pergerakan Rakyat Tertindas. Lalu, mengadakan Perlawanan Terjemahan Keadaannya MEMBEBASKAN DIRI (Hak Azasi Manusia – HIDUP). Menciptakan (Zamani). Rasa, Perbuatan – Karsa Berkebudayaan = NASIONAL (“Isme”). SETIA dalam Tujuan. Berani

 

Melalui,

 

– Bahasa, Pembahasaan. Suara

– Gerakan, Tubuhnya – Olah

– CIPTA, Material (Wadahan)

 

Zaman Kemanusiaan Baru dalam Peradabannya. Pun Kebangsaan (suatu Masyarakat. “Membentuk. Masyarakat Sosialisme). Adalah, Politik RAKYAT MISKIN

 

<Tutup

TERIMA KASIH. SOSIALISTA !

TULISAN KHUSUS : ANTARA DOGMATIKA DAN LOGIKA


ANTARA DOGMATIKA DAN LOGIKA (Pembahasan Suntingan)

 

 

ANTARA Dogmatika dan Logika dalam Dialektika Materialisme. Yang dihubungkan dengan Ajaran Kerakuyatan, mengantarkan Perubahan (di) suatu Negara berdasarkan DEMOKRATIK HAK REVOLUSI

 

Tuan tuan, salahsatu Pemikir di Indonesia (tanpa Penyebutan Nama) MENYATAKAN

 

“… Amerika suka menanamkan Modalnya di Indonesi, tetapi hanya di Perusahaan perusahaan yang … segera menghasilkan Keuntungan … langsung, … dalam Perusahaan Minyak, semua Tambang Minyak … Monopoli ..

“Karena, Imperialisme … tak akan … mendekati Rakyat Indonesia … memberikan Konsesi Politik … Ekonomi, harus melakukan Politik Biadab YANG LAMA …

“… Penderitaan … Buruh Industri, … karena TAK ADA INDUSTRI NASIONAL, Perdagangan Nasional, … BENTROKAN (Baca, dibenturkan = Dialektika) antara Imperialisme dan Rakyat INDONESIA, tak seorang (= Manusia) Indonesia pun akan kehilangan HAKNYA …”

(MENUJU REPUBLIK INDONESIA, 1925)

 

Tuduhan Dogmatika KIRI (Ketentaraan ? ke) “Negara” dibantah. Strategikalisasi Pemikiran ini MEMBERLAKUKAN LOGIKA. Dari Pemusatan ke OFENSIF … REVOLUSIONER

 

“… bertimbun … Buruh Industri dan Petani melarat, yang … MEWUJUDKANKAN TENAGA TENAGA (Ini lah, Pembentukan KELAS, Tuan) … syarat syarat … Ekonomi

mempertahankan .., KEMENANGAN Politik … yang moderen … jika … MEMILIKI KEKUASAAN EKONOMI …”

 

Maksud Pemusatan adalah KEKUASAAN – Perang untuk MERDEKA suatu PEMBEBASAAN dalam Terjemahan Sosial Ekonomi Politik

 

“… kesimpulan, bahwa KITA … menentukan Strategi … BERTAHAN … sebagai Basis basis … Republik Indonesia.”

Materialisasi Logika Dialektis Ekonomisasi (= Politik) suatu PERTAHANAN INDONESIA MERDEKA (MANIFESTO JAKARTA, 1945)

 

“… Indonesia … di Masa Depan … akan meng – ada – kan Hasil yang Tiada Ternilai Harganya di Pasar Dunia seperti Minyak Tanah, … Emas … dan lain sebagainya. … Republik Indonesia bisa mendapatkan Mesin, yang dibutuhkan. … untuk Kemerdekaannya. Kemerdekaan … berdasarkan Industri … Sebaliknya Industri … berdasarkan Kemerdekaan pula. … Industri yang … penting untuk KEHIDUPAN DAN PERTAHANANNYA

 

PERTAHANAN INDONESIA MERDEKA

 

“… untuk MEMPERTAHANKAN REPUBLIK INDONESIA … :

 

1 & 2. Persatuan … Rakyat. Persatuan terhadap serangan dari dalam maupun dari luar Negara. Persatuan ini dapat diselenggarakan … Partai …

Kemerdekaan yang penuh … sama … dengan Persatuan … menjalankan ekonomi yang teratur … kekokohan … Indonesia Merdeka

3. Jangan dibolehkan Modal Aasing … menyewa Tanah dan MENGUASAI BAHAN … Tanah – Produksi – Distribusi harus DIKUASAI … NEGARA

4. Ekonomi … dikendalikan (diatur) … dan terencana … “Tidaklah susah untuk Indonesia Merdeka untuk memimpin majikan Bumiputera kearah Kolektivisme dan ekonomi terencana, yang mengatur Hak Milik, Penghasilan, Pembagian Hasil, Upah dan Hidup Sederhana.” (Kutipan)

 

Sehingga, Kawan ! Dan, Progresif Nasionalist …

 

“Walaupun Amerika menamai dirinya demokratis, buat kita tak kurang bahayanya … (SEMANGAT MUDA, 1926). … Boleh jadi pada waktu paling di muka ini berjuta-juta modal Amerika akan masuk ke Indonesia …

“Kalau kita bisa mempersatukan seluruh Indonesia (Isme – Nasional ke Persatuan Rakyat Indonesia) dan … kita bisa memikirkan merebut kemerdekaan dan barulah bisa mempertahankan kemerdekaan itu terhadap … Amerika.”

“Berhubung dengan hal diatas, maka Revolusi Indonesia kelak akan berbeda … Revolusi Indonesia tiadalah akan semata-mata untuk menukar kekuasaan … dengan kuasaan bumi putera (Peperangan Kemerdekaan bangsa), tetapi juga untuk … KEKUASAAN … Buruh Indonesia (putaran-sosial).”

 

TERIMA KASIH. SOSIALISTA !

 

 

CATATAN SUATU POLITIK ANTI MILITERISME


[TIBA tiba Kami diminta berbicara lagi “Yang Konstitusif”. “He he ….. Gak, deh ? (Aduh ? Mungkin, tuh … kena tatapan lagi, kan ?). Mengacu saja”. Bagaimana ?’

TIGA Pokok, maka dibentuk Tentara ke Organisasi (di Negara)

1. Nasional

a. Kedaluatan
b. Wilayah wilayuah (= Pokok)
c. Politisasi

2. Keadaan = Proses. Dan, terjadi Peperangan ke Kemerdekaan (= Pokok). Revolusi ? Mungkin (dalam Pembicaraan). Berlaku Kebebasan HAK di Tanahnya

Terjemahan Ideologika Dasar Kemanusiaan (Sila)

3. HAK (= Pokok) ke Pertahanan Rakyat. Konstitusi

Kesimpulan Pengantar di atas, mengacukan, bahwa ke – Tentara – an dalam suatu Pertahanan (Kerakyatan, Ajaran)

Berdasarkan

– Wilayah
– Kemerdekaan
– HAK

Tetapi, HAK apa !?! Berperang, atau Mempertahankan Wilayah wilayah. Jadi kepentingan Rakyat

Kita (Baca, Sosialis) dibahasakan Retorika dalam Perpolitikan, namun Tanpa Kekuasaan (Rakyat. “Isme”, Pemikiran). Pernah Terbuktikan … Sehingga, “atas Perintah ke” diberlakukan. Organisatif = Demokrasi (Politik) Karena, “atas Perintah”, menurut PEMBEBAS, Militerisme itu Organisasi. Berada di bawah suatu Kekuasaan = Pemerintahan ? Individual, atau Kerakyatan ???

<Jeda

HAKNYA dan Militer (Angkatan perang ?) terhubung = Rasionalisme Dialetika (bukan lagi Retoris), MENGUBAH. Ke Pembentuk Negara jua

Kemanusiaan (Pertahanan. Alasan kah ?), Politik “dalam” Kepentingan, Penyelenggaraan Demokrasi dan Kebebasan (Rakyat, Bangsa) untuk Mematuhi – Mentaati – Melaksanakan Komando Perintah (Uraian). Mengapa jadi HAK (ke) Pilihannya ? (Kuasa)

<Tutup

 

 

JELAS DIPERTANYAKAN. SEKIAN

GREEN (AND) LEFT MOVEMENTS


NYARIS Perjuangan Internasional “Hijau” di Dunia tanpa Keputusan keputusan apapun. Hanya Isu isu “Bukan Gerak” Aksi. Pembentukan Kemanusiaan – Lingkungan

 

Mengapa ? Karena, berhubungan dengan Tanah, matarantai Alam Ekologi ke Pangan, dan Negara (Baca, Kekuasaan dalam Putusan). Terpakai Keuangan (Ekonomikal) untuk “Pengubahan” Alam, yang akan dipersiapkan

 

Politik dan Kekuatan mengatasi Rancang Gerak Tempat. Falsafati. Industrialisme = Produksi. Re – Aksi  Alam – Sumber. Atas Hasilnya (Guna). Peranan Tanggung jawab Bernegara. Perbuatan dan Dialektika

 

– Pengelolaan = Strategika Alam

– HAK ke Manfaati Alam

– Masalah Kehancuran Alam

 

Pernyataan dan Sikap berdasarkan Alasan alasan Hubungan Gerakan gerakan Hijau (ke) Pemerintahan. Terpolitisasi. Idealisme ke Progressif. Merangkai Aksi (= Politikal), Massa

 

1. Menyampaikan Ajuan Keseimbangan (Ekologi)

 

2. Melakukan (Program, Kegiatan kegiatan)

 

3. Membuat = Kemampuan/Daya “Pengubah”

 

Rasionalisme Politik suatu Saluran saluran “Daerah” (Teritory) membangun Idealisme Lingkungan. Tetapi, bukan jadi Ultra Kanan. Bertarung antara Pimpinan – “Kekuatan (di”) Bawah digerakkan. Sambungan Negatif , walaupun Kanan juga berniat = Taktis – Aktif, “Kepentingan Program Hutan” (Forrests) ke Perang – Distrikasi Ekonomi

 

<Jeda

 

 

 

Alam (Tanah, Air dan Udara) merangsang MIliter — yang tidak wajib warna hijau — dalam Kepentingan kepentingan Tempur Udara ke Darat – Lautan, berwewenang untuk “memakai” Keseimbangan Ruang Defensita) membutuhkan Pangan, Material – Alat, mencapai Tahapan ke tahapan, akan merusak sekali-gus membangun (= Kesementaraan “Perintah”)  Alami

 

Kedua masalah di atas, bergantung pada Kependudukan, “Orang Negara” = Sosial. Ekonomi ke Politisasi (Kanan). Dan, Kekuasaan Ekonomi Sumber sumber Eksploratif – Militer (Komando) Produksi Alat alat Peperangan (Ketentaraan). TERSERAP PEKERJA (Thesiiska Alam)

 

Sosialis telah lama paham Situasional berkelanjutan itu. Bersumber dari Perjuangan Buruh. Ke Strategikalisasi. Kesepakatan Hijau – Sistim

 

Gerakan gerakan yang “KIRI” dalam Terjemahan ISME – nSosial di Bumi, dan diarahkan Memperjuangkan HAK (manusia = “Alam Berpusat”, Akalnya) . Bukan Penghasutan !!! HAK Alam = Tanahnya … Kehidupannya (Udara, Air)

 

Beberapa Pembahasan (Multi Dialog Bahasa), antara lain

 

Thematikalisasi HAKNYA atas Alam (“di”) Bumi

 

Thematikalisasi Industrialisme Lingkungan ke Penghidupan

 

Thematikalisasi HIDUP dalam Pembentukan  Masyarakat

 

Tampak sungguh Politis dilihat dari Isme = Kegiatan kegiatan Program. Re – Evolusi. Gerak Hidup Alam. Berlaku Sosial Kekuasaan = Pemikiran Zaman Manusia. MEMBEBASKAN PENGUASAAN “DUNIA KAMI”

 

<Tunda

 

 

 

LEFT, AND MOVEMENTS

 

Tani dan Produksi berhubungan dengan Alam (ke Lingkungan) menerjemahkan Pikiran pikirannya ke Rasionalisme – Hidupnya ke Penghidupan (bentukan, jaringan) = Kehidupan

 

Kesatu, PERSAUDARAAN (Wilayah = Komunal. Daratan

 

Kedua, Keseimbangan Alam – Perlakuan “Sistim Edukasi” Genetikak

 

Ketiga, Peradabannya (Kebudayaan)

 

Bentuk bentuk Tanam, yang jjelas Menghasilkan = Kerja, Teknologika (Kebaruan, Waktu. Agar,, dibaca Pengalaman)

 

Pertanian, Lahan (Padi, Gandum/Roti)

Hutan/Kayu dan Kebun kebun

Lautan, Eksploitasi – Mineral (Tumbuhan, “Unsur”)

Simbiotika Natural Materi materi di Luar (Kosmis = Azaly = Tanah ? Besi)

Tanaman ke Farmakologika Obat (atas Racun)

 

Namun, ada Reksiko. Berdampak. Bagaimanakah akan menyelesaikan ? KAMI RAKYAT MISKIN terlepas dari Kenyataan, yang ditanggung Manusia (Badannya = “Lahir) Sosial” Kehidupan

 

<Titik

 

 

 

POLITIK

= DASAR (KAH ?)

LINGKUNGAN

 

Saudara saudaraku, …

Tuan tuan Pembicara, …….

dan Pembaca, …..

 

Politik = Kepentingan kepentingan. Bernegara. Apakah :Negara” itu ? Wilayah/Daerah (= Alam) . Ke Organisasi = Kenegaraan. Tanah, Pemilikan Masyarakat (dalam) Kepemimpinan

 

MENYELENGGARAKAN KEPENTINGAN KEPENTINGAN ADALAH SUATU IDEOLOGISASI (DI) NEGARA. Strategika ke Program program. Sedangkan  Pelaksanaan Gerakan Lingkungan itu apa ?!?

 

<Titik

 

 

 

Dua Kepentingan Rakyat memperjuangkan  (Terbaca Perlawanan). Pertama, KEMANUSIAAN = Sosialisme berhubungan dengan Pemenuhan Dasar. Lahan (Alam) , Air. Ke Pangannya

 

– Menghindari – Cegah Pengrusakan (Individualisasi)

– “Membagi” (Tanah, Kependudukan). Pentaaan

– Mempersiapkan Perlindungan, Seimbangan Harmonisasi

 

Kedua, Thesikalisasi Logik Alam. Ke Produksi. Berlangsung. Tahapan tahapan Revolusioner. KEBARUAN (Waktu – Ubah) merangkai Pemikiran = Kemutlakan – Semesta

 

Contoh, Susun Bangun Kuasa. Evolutif. Kehendak, Materialisme (‘Form”)

 

– “Tujuan Alam” (= GERAKNYA)

– Manfaat (Filosofika). Kegunaan

– Sosial ke Pertahanan Manusia

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Kekuasaan YANG HIDUP terhadap Alam (Buatan) ke Politik. M(aterialisasi = Gerak. Utopis ?). POLITIK RAKYAT MISKIN. Perjuangan Kepentingan kepentingan Manusia Sosial HAKNYA (Rakyat)

 

<Tutup

TERIMA KASIH. SELESAI

SOSIAL PERTAHANAN = NEGARA


SOSIAL PERTAHANAN RAKYAT

TERJEMAHAN ATAS KEAMANAN

DALAM ARTIAN “OSME” NEGARA

PEMBEBASAN (Baca, Kemerdekaan) Nasional adalah “Isme” = Politisasi, menganuti Revolusi suatu Kebudayaan. Berlangsung Perubahan (Materialism). Dialektika yang Logikal. Ruang ke Tempat, terjadi Perbuatan dalam Waktu

 

1. Mengubah (Dasar, Persiapan) = Kehidupan

 

a. Tanam

b. Produksi

c. Kerja

 

2. Membenturkan. Pemikiran – Alam. Ke HAKNYA

 

3. Membentuk

 

a. Kekuasaan (Tujuan Rakyat)

b. Pemerintahan yang Revolusioner

c. Sosialisme (= Masyarakat)

d. Nasional Industrialisasi (Produksi)

e. Dagang (= Program, Berter)

 

Ketika Arah sudah dibuat dari Aturan aturan ke Nilai (atas Perbuatan ‘Seorang’) jadi Sistim, dan Sosial = Organisme dalam Ketaatan, dan Patuh. Mematuhi Keadilan pun Pertahanan (Majemuk)

 

1. Keamanan = “Sistim ke” Perang

 

– Kemampuan (Tubuh, Daya)

– Budaya (Seni, Kerakyatan)

– Tangkal Dini (Peradabannya)

 

2. Perpindahan Tempat Kependudukan (Transforma – Urbanis, Non Marjinalisasi) didasarkan Pangan,  Ekonomisasi (Tenaga)

 

3. Bertahan (Hidup, Dialektika). “Isme” = Pertahanan

 

<Jeda

 

 

 

Keamanan ? Strategikalisasi untuk mempertahankan Sosial HAK ke Perbuatan (Manusiawi), dan Produksi  yang ditujukan Alasan alasan Revolusi terbentuknya Kehidupan Manusia Zamani. Berlaku Politik Rakyat “atas Negara ke negara” . Maka, suatu negara. Suatu Negara yang “Bebas” (Kemerdekaan Manusia di Tanahnya = Bumi dalam Kesemestaan) mampu dijadikan Organisatif Perjuangan Kerakyatan

 

Karena, Para DEMOKRATIK Muda, KIRI dan Kepemimpinan Sosialist dalam Pertempuran ke pertempuran mempertahankan Demokrasi adalah Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Dalam Massa (Baca, Politisasi yang Ekonomikal) membentuk Thesiskalisasi di dalam dan menjadi Pergerakan Rakyat Ideologis, Perjuangan “Organik organik Kelas” Buruh (= Pekerja), dan Progresif Sosialisme Milisia

 

Bukan Kebiadaban Perang atas nama Kemanusiaan  Bunuh Manusia/Pikirannya, melakukan (Individualisasi) Penguasaan Alam. Retorika Militerisme. Tentara = “Alat” Perang. Bukan … !!! Itu, bukan Perang Rakyat !

 

<Tutup

 

 

 

SOCIALISTA ! “Silahkan datang …”

“ISME” ATAS MISKIN


“ISME” = POLITISASI ATAS KEMISKINAN

IDEOLOGIKA atas Kemiskinan dibedakan 2 (dua) pemahaman. Sosialisme, atau Kapitalisme (Baca, Individualist). Bukanlah hanya Pertanyaan. Mengakibatkan Manusia (“Ujud”) Tidak Ber – HAK. Tanpa Kebebasan di Tanahnya

 

“Bebas”, Pembaca ……. Ke Acuan Sosialisme Hubungan Masyarakat – Manusia (= Pribadi)

 

1. Tenaganya = (Pemenuhan Kebutuhan)

 

2. Pemilikan Masyarakat ke ‘Nation’. Berhubungan dengan PEMIMPIN (Demokratisasi)

 

a. Sosial = Kebudayaan (Pertanian)

b. Politik – Daerah (Pilihan, Memilih)

c. Ekonomi Industrialisasi (Program)

 

3. Kuasa. Sosial = Kelas

 

<Titik

 

 

 

Atas Kepunyaan (Materialistis). Dijadikan rangklaian Alasan “Miskin” = Terjadi. Kemiskinan = Ukur Politik. Tidak Strategika – Isu. Retorika untuk Ekonomisasi. Dikehendaki Kekuasaan Terjemahan Negara. Memungkinkan “isme” = Perbuatannya ke Bentukan bentukan (“Form”, Ekonomikal)

 

– Kekuasaan = Gerak (Aksi)

– Sistim (Budaya, Ketahanan)

– Azas (bukan Per – Adat – an)

 

membentuk kembali (Reformatif). Berperike – manusia – an. Dari Keadaan MIskin ke  “Memiliki” suatu HAK. Apakah ???

 

HAK Ber – Negara (Kedaulatan, Aturan). Ke Politisasi

 

HAK Ditujukan (Tujuan = Kekuasaannya) untuk “Hidup”. MAKA, berlaku Peradan (Materi ?!?) di Negara

 

HAK Menyelenggarakan  Industri dan Pertanian

 

Ekonomisasi (Relas relasi) yang Politik bukan jadi “Ketegangan Antara”, namun karena didasarkan Dialektisasi – Tanggung jawab menyelesaikan Pemiskinan. Kepemimpinannya – “Milik”

 

Kemiskinan artian Nasional = Politik Demokrasi mencakup Negara Ekonomi yang Rasional (Daerah, Perdagangan, Sektor sektor – “Kerja”) ke Sistim Keputusan = Politisasi dan termaksud Pimpinan ke Kolektivisme dalam bentuk bentuk Sosiaslistis

 

Rakyat Miskin = Politik. Memperjuangkan (Tahapan tahapan Revolusi) Terkuasai kembali HAK Rakyat Berkekuasaan untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Kemanusiaannya (Pangan, Sandang dan Papan)

 

Menghapus Kelas kelas buatan Kapitalis, meletakkan dasar Persamaan, HAK Azasi Manusia (Ekonomi) untuk melaksanakan = Kolektif HAK Rakyat ber – Pemerintahan

 

<Jeda

 

 

 

MANUSIA

TITIK

HISTORIKA

 

Internasionalisme – Agamis belum lagi tersadar tafsir Kemiskinan, bahwa Tidak karena Uang (Beli). Melulu dampak Miskin ke Nasibnya, dan … Kematian. (Bukankah demikian, ‘Bu ?). Jadi a – Politik Kriminalisme

 

Miskin itu nyata dibuat ! Atas Kemanusiaan Masyarakat. Pemiskinan !!! Ekonomi ke Kapitalisme …….

 

— oOo —

 

<Titik

 

 

 

Pemilikan suatu Kekuasaan (?). Penghidupan … Tenaga = HAKNYA (Kelas). Bekerja untuk Manusia Sesama  (Adil, Berbuat). Tderjemahan ke “Individu” = Pribadi. Bersama. Dalam Takdir – Rakyat di seluruh Dunia

 

<Tutup

SEKIAN, TUAN TUAN …

 

 

PEMBICARAAN IDEOLOGIA EKONOMISASI (KEPENTINGAN KEPENTINGAN)


KEPENTINGAN kepentingan, yang terkendalikan HAK dalam Aturan

 

1. Negara. Kekuasaan (ke) Pemerintahan

 

a. Pemerintahan dan “Demokrasi dari” Kekuasaan (Politik Ideologisasi)

b. Keuangan. Nasional ke Industrialisasi

c. Internasional Hubungan Politik (Pemerintahan ke pemerintahan)

 

2. Parlemen Rakyat = Nasional

 

a. Kerakyatan dan Pengawasan

b. Pembentuk Undang Undang

c. Pemilikan, Strategika – Kepatuhan

 

3. Sosial dalam Kepentingannya

 

a. Pembentukan suatu Masyarakat

b. Kemanusiaan HAK = Azasi

 

– Penyelenggaraan Negara (Manusiawi)

– Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

– Kelas, Sosial HAK

 

c. Putusan putusan = Ke – Negara – an

 

<Jeda

 

 

 

Saudara saudaraku di Pertemuan Partai Rakyat dengan DEMOKRATIK dihadiri beberapa Partai  (Kerakyatan) dan Perwakilan Rakyat, yang berada di di Negara negara Demokratik

 

Ke Depan KITA akan mengembangkan Sosial Industri = Ekonomi. Terpolitisasi lah Kepentingan kepentingan (Tarung). Tidak Penguasaan – Kebebasan. Dua Kdepentingan pun Satu. Berke – Kuasa – an. Rakyat = Kepartaian (Perburuhan). Jadi bentuk bentuk Ekonomisasi dan PenyelenggaraanKeuangan diutamakan Hubungan Negara ke negara melaksanakan HAK EkonomiManusia atas Pemerintahan

 

SATU, Kepentingan Rakyat ke Industrialisasi (Produksi)

 

DUA, Kepentingan Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

TIGA, Kepentingan “Isme” ke Undang Undang

 

Rangkaian Perlawanan atas Kapitalisme Individualist Perdagangan Bebas. Ke “Pasar Terbuka” (Baca, Penyaluran = Distribusi). Politik suatu Perjuangan Kepentingan kepentingan Rakyat (di) Negara. Dalam Putusan putusan Kekuasaan Ekonomikal

 

<Tutup

 

 

 

SELAMAT MALAM DAN TERIMA KASIH

 

Anggota anggota Pimpinan,

Kamerad Partai Tua

Perutusan Dewan Rakyat

dan

Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK

CINA PERANAN RAKYAT


CINA,

PERANAN SUATU RAKYAT.

KE EKONOMI

 

 


RAGU ragu Cina (jangan baca “Taiwan” = Kebangsaan apa !?!) mengadakan Hubungan Ekonomi – Asia didasarkan Keberadaan “Orang Cina”.Mungkinkah tak lagi Sosialisme ? Karena, Perminyakan (Dagang)

 

1. Alat (Kepentingan) Produksi

 

2. Pertanian Sistim (Tenaga)

 

3. kependudukan = Hasil Revolusi

 

Muda kecewa Politis. Pensikapan Ideologisasi Partai kah ? Rangkaian keputusan Parlemen = Rakyat (Anggota). Berlaku Partai (ke = “jadi) Negara” atas Keuangan (jumlah, Program)

 

Lalu, Pemerintahan (Negara yang Republik !?!) “diikat” Tradsisionalisme – Kerakyatan ke Pedagang (kaum) berperanan dalam Internasional Pasar (no Globally Markets/没有全球市场 = Individualisasi). Mengendalikan Struktural – Birokrasi (tempat). Melepaskan antara Putusan – Industrialisasi, menyekat barang yang masuk

 

Posisi ke – sementara – an Pemilikan transisional Negara ke Perlabaan. Sehingga, mengalir “Yuan” (Sungai) Rakyat bergerak (Monetari, Organisatif), walaupun akan “Terpindahkan”. Itu, Kebebasan, Nyonya !

 

Bagaimanakah Cina Sosialis Pemerintahan = Lembaga yang “Isme” (Aanggota ke Wakil, Pemilihan) atas Kekuasaan Ekonomisasi lintas Negara ke Negara ?

 

Yaitu, antara lain

 

–     Laba Asing ke Uang Negara (= Hutang ?)

–       Hubungan denga Para “Orang Cina”

–       Investasi “Luar” (Negara Negara lain)

–       Keuangan Asia, Nasional Industrialisme

–       Putusan Kepartaian di Figural

 

Juga, Kedaulatan Politik (Kebudayaan Manusia – Alam) dan Demokratik, Tani di Wilayah/ Daerah Penghasil = Ekonomik Kerja Lahan lahan Tanam

 

Asia Tenggara = Malaya, Thai, Vietnam (Perkebunan, Tani)

Asia Pasifik = Jepang, Korea Utara (Padi, Gandum)

Asia Tengah = India (Perkebunan, Gandum), Pakistan (Perkebunan)

Asia Timur Tengah = Iran, Irak, Arab (Perkebunan)

Asia INDONESIA, Tani/ Padi

Asia Eropah = Turki (Perkebunan/Anggir, Gandum)

 

Ekonomi Keuangan dalam peta Industrial Sosialisme – Politik ke Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Aturan aturan Sosial. Memperjuangkan Produksi Strategika Masyarakat

 

I. Pembentukan Kelas Buruh Produksi – Tani Kemanusiaan Ekonomik

 

II. Tekno Logika atas Alat Produksi – Tanam (Ketepatan)

 

III. Kebebasan HAKNYA di Tanah ke Peradaban Zaman Manusia (Budaya)

 

 

SOSIALISTA ! Terima kasih

 

BUKU SUATU “NEGARA”


BUKU SUATU “NEGARA”

(Ideas = Logical)

MANUSIA VERSUS INDIVIDUALISME

PARA Pendahulu Kita menyampaikan KEBEBASAN adalah HAK. Manusiawi. Tanahnya di bawah Kebiruan. Terlepas dari “Hukum” – Perang. Berada dalam Kumpulan Saudara saudara se “Keyakinan”

— oOo —

SOCIALISTA ……. !

Percayakah, bahwa Kebenaran dari Pikiran Sosial … (Logika) ? [Saling tepuk ke “Badan” diperlakukan. Suatu kebiasaan Perserikatan. Meng – “ya” kan. Ramai, agak Liar

Legiun legiun kembali menempati Barak barak, yang ditunggui Sang Nenek Pejuang dari Para Cucu (Baca, Penduduk) Demokrasi. Tersenyum Bocah bocah di Kamar. Dibelai Ibu yang ramah

Perempuan perempuan usai bekerja di Pertanian dan Kebun. Mengolah bebijian jadi Makanan. Menyerebak wangi rambut yang menggerai. Dalam hangat udara jelang malam di bukit bukit bebatuan

Dari Pulau itu, menampak Gemintang. Terlihat pijaran Api

Itulah, yang Nasional ! Kata mereka, Tuan tuan Muda yang di Zaman Industrialisasi jutaan Pabrik di seluruh Negara. Para Tetua bersama duduk bersidekap dua lengan tangan. Bertukar pandang ke Orang orang Hitam sedang mengisap gulungan tembakau daun. Teringat “Jiwa yang di Hutan”

Bahasa suatu Kebudayaan. MENYATAKAN. Bukan Pendustaan dulu. Diatur Perbuatan ke HAK Manusia. TUBUHNYA. Ini Retorika Bebas. Ibu akan suka. Inginkah pelukannya lagi ?

Adil adalah Kesucian. Bisiknya. Dalam Masyarakat – Wilayah. Berkeringat. Kerja bukan Duka. KARENA HAK. Mendapatkan Keadilannya ! Terukurkah Uang Individualist atas Produksi, dan Pertanian juta hektar

<Titik

Pertanyaan Filosofis, suatu Benuatika Politik Ekonomisasi di atas Lautan. Terjawab, Bangsa adalah Masyarakat. Terjemahan Ke – Kini – an Sosialisme Produksi = Menyediakan. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

<Jeda

“Ke Demokrasi” bukan kalimat bahasa baru  di Dunia

1. PEMBEBASAN

2. HAK

a. Negara

b. Azasi Manusia (Peradaban)

c. Kuasa

3. Kemerdekaan (FREEDOM Of)

Dalam Revolusi atas Materialisme ke Politisasi = Industri. Membentuk Masyarakat/ Penduduk, “yang Berhak” = Kekuasaan (Home Land. Kedaulatan ?) Negara didasarkan SAMA HAK = Kewajiban. Menjadi Constitutions ke ‘Nation’. Rangkaian Pemerintahan dan Negara Negara “Bagian”. Alami, terpolitisasi

Mulai dari Pemikiran Sosial Logika ke Politik, MAKA Sosialis di Amerika masuk ke Tarung Pasar, yang “Terbuka”. Demi Perhitungan Ekonomik Tenaga Kelas

<Tutup

TERIMA KASIH, “MERAH

AKSI MASSA – SEKSI


AKSI MASSA (KE) AKSI

MENGHADAPI

MILITERISME (PROVOKASI)

PROVOKASI yang represif, didukung Perintah lewat Jaringan jaringan. Memintas ? Ternyata telah diganti. Pelaporan Informatik (Kebocoran ?).Berdasarkan Pengaruh pengaruh (Kepangkatan, Pertemanan Posta Jabatan)

 

Bentuk bentuk Provokatif, antara lain

 

1. Keamanan. Pembangkangan atas “Negara” (Pemerintahan)

 

2. Ekonomi

a. Tuduhan Pengrusakan Ekonomisasi

b. a Politik ke Penyesatan. Ekonomikal

c. Pemeriksaan (= Hukum) Ekonomis

 

3. Penghasutan jadi Kontra Revolusi

 

Masih jua. Ketika Kitalakukan Ubah Taktika Massa ke Strategika = Arah ke Perekonomian Industrialisasi (Keberadaan Kelas) Sosialisme Dunia, dan mempersiapkan Seksi seksi (Aksi)

 

Beberapa Seksi agar dikem angkan Membentuk. Dalam semua Aksi Massa Kita Nasional – “KIRI”

 

Tetapi, maaf … ada Koordinat koordinat (Alam,. Titik – Garis) saling berhubungan = Organisme, maka menghubungkan Horizontali – Vertika dalam menyalurkan Pemikiran Strategikalisasi Kekuasaan Rakyat (Massa), menjadi Keadaanm Revolusioner ke Tujuan

 

Pembentukan Massa jangan Terkuasai suatu Permusuhan itu (atas Militerisme ke “Tentara Perang”) skala Luas = Kuasa, dan Jarak Capai Pendek ke Pimpinan (Ordo), MEMBAHAYAKAN Buruh dalam Massa hanya jadi Anarkhistis Reaktif saja

 

Individualisme (Kaum) “membeli Ajuan Perang” Kota. Ke Tahapan tahapan Pertempuran (Waktu = Sistim atas Tempat). Melalui Internasional. Kita pun ke Unit unit (Komando “Satu)

 

<Jeda

 

 

 

I. Seksi = Organisme (Keputusan, Anggota. Laporan). Penghubung

 

II. Seksi. Dari Pikir ke Terjemahan Kerja (Ideologi. Ke Arah)

 

Catatan : Rangkaian Pemikiran – Dialektika yang Logika Sosial = Isme eke Nasional Pergerakan pergerakan Rakyat (Alur, Keadaan = Nyata) jadi suatu Keputusan keputusan Sosial – Manusiawi (Sekumpulan Orang Masyarakat Ideologi = Anggota anggota, Kelompok kelompok Sosial Grup) dalam Jangka Pendek = antara ke Tujuan Kekuasaan (Perbuatan perbuatan) Rakyat “Miskin” ke Perjuangan yang jangka Menegah, dan Waktu Lama berjangka panjang (Organik organic)

 

III. Seksi dalam artian Ke – Wilayah – an. Ke Pertahanan

 

Arti Persaudaraan ke HAK Azasi (Penghidupan)

Arti Unit unit Demokratik = Wilayah

Arti Kekuasaan = Gerak Rakyat (Demokrasi)

 

<Titik

 

 

 

Saudara saudaraku Demokratik, …….

 

Bersumberkan HAK HAK Revolusi, maka Seksi seksi Kita “melindungi” Pekerja dalam Demokrasi Ekonomi Produksi

 

SEBAB, Hubungan Tenaga Kelas dengan Perekonomian Usaha melepaskan Ketergantungan pada de – Politisasi ke Penguasaan (Militerisme !). Sehingga, berkekuatan Politik Ekonomikal atas “Kemungkinan Industrial”

Membuka, namun Tertutup. Karena, Anti Kapitalisme . Bergerak. Seksi seksi adalah Organisme Perlawanan Rakyat. Bertujuan. Suatu kesetiaan Takdir Kita. Kelas Buruh – Demokratik … Dakam Gugus gugus Juang ke Ekonomi (Rakyat = Massa) Bersama !

 

<Tutup

PROLETARIAT KUASA. SOSIALISTA !

 

 

DEBATE. Sosial Ekonomik


DUA Persoalan ekonomi di Dunia sekarang. Menyeret Amerika dalam Perdebatan

Satu, Sumber Alam ke Produksi

Kedua, Uang. Ke Nilai

– Industrialisasi = Barang. Ke Perdagangan

– Pasar. “Bebas”, atau Terbuka (Berterisme, Aturan)

– Keuangan Negara (Politik)

didasarkan

1. Human Rights

2. Publik. Hubungan ke Hukum

Bentukan bentukan Internasional. Kelembagaan dalam Putusan. Produksi ke Hasil = Budaya. Hukum ? Antara Bangsa ke bangsa = Peradaban. Mungkinkah Keadilan itu dibuat ? Peng – Hukum – an atas Zaman

3. Kekuasaan (Baca, Negara)

Tuan/ Nyonya, yang Terhormat …….

Mengapa didebat ? Hanya karena Tekanan  tekanan “Politik Kaum” Militer. Meskipun perlu. Namun, Bantahan kah atas Social Logics ?!?

1 Demcracy. Ke Perburuhan (HAKNYA)

2. Peradaban. Tani – Budaya (Dasar). Karena, “makanan” (Pengubahan)

3. Keuangan ke Peng – Anggaran = Distribution

Kekuaturan Negara – Rasialisme akan membentuk Pasar. Yang semula Terbuka jadi Ekonomisasi Warna. Berlangsung Ketertutupan di Parlemen (Amerika)

Sesi Perdebatan ke I. Hukum, Pembicaraan (Awal)

1. Imigrasi. Hukum ke “Negara”

2. Transisi Ekonomisasi – Politik

3. Bangsa ke bangsa (federalis)

Sesi Perdebatan ke 2. “Isme”. Ke Tarung Ekonomisasi (“Bebas”)

1. Alat Produksi. Perdagangan

2. Teknologika. Upah, Buruh

3. Pembentukan Industri – Daerah

Sesi Perdebatan ke 3. Kekuasaan, Rasionalisme

1. Kekuasaan, Pertahanan.

2. Internasional. Kekuasaan (Hubungan)

3. Kekuasaan – Nasionalisme

Ketika sadar lah Kita, ternyata bukan hanya dengan Amerika Serikat. Kepentingan kepentingan Kebangsaan. Ekonomi suatu Produksi. Industrialisasi. Hubungan Keuangan – Perdagangan. Berlaku Azas Kepentingan saja. Menyingkirkan Pemahaman Masyarakat sebelum Keberadaan “Negara” mana pun jua di Bumi Manusia

Sekian, Terima kasih.

SELESAI

EKONOMI POLITIK SOSIALISME


EKONOMI = POLITIK. KEKUASAAN

(PEMBICARAAN

ANTARA SOSIALISME)

REKSIKO reksiko Pembentukan Kelas Pekerja dari Kekuasaan Mutlak Rakyat Perjuangan HAK HAK, karena Pemiskinan (Kapitalisme ke) Ekonomikal diterima. Persiapan dalam Gerakan gerakan Revolisoner mempercepat Perkembangan Industrialisasi. Buruh bergerak = Kepentingan kepentingan Ekonomi (Kepemimpinan). Strategika ke Hasil Produktivitas

Didasarkan Hubungan Kerja – Majikan. Ke Perdagangan. Suatu kelas Menengah

1. Pakai – Serap (Keuangan. Beda lah Korupsi)

2. Produksi = HAK.  Ke Distribusi (Baca, Penyaluran – Hitung)

a. Usaha = Kehidupan. Yang Dibebaskan

b. Waktu, Tenaga. (Saling Membutuhkan)

c. Kemampuan Pasar. Uang Beredar

3. Penjaminan Negara – uang. terpolitisasi (dalamTelaah Ekonomis)

<Jeda

Suatu reksiko, yang mengarah de – Struktur Taktika (kelompok). Karena, Pertanahan (Luas, Tani). Berhubungan dengan rangkain Kepentingan Negara – Daerah. Terjemahan Alam ke Produksi dalam bentuk bentuk Fabrikal (mekanisasi). Dimungkinkan Rasionalisasi. Juga, Federalis

[Yang bukan Sosialist akan tidak paham Tulisan Kami. Membaca dari/ke Arah Penolakan]

<Titik

Pekerjaan – Negara (Pembagian) antara Wilayah ke Daerah daerah berhubungan dengan Kekuasaan (Pemerintahan, Kepartaian = Goverment) Ekonomi (Lihat, Eksodus Politik Cina. Wilayah/ Daerah) jelas Terbagi. Kecuali, Organisme Keuangan

– Putusan Internasional  Dagang

– Import (Pelabuhan, Kelautan)

– Ekonomisasi Organik, Perlabaan

– Kebaruan Sistim, yang dibakukan. Bersama (Keanggotaan = Masyarakat. Ke Unit). Menyeluruh. Wilayah dan Penduduk

– Birokrasi. keputusan (ke) Penyaluran

Namun, Reksiko reksiko dapat langsung dijadikan Perubahan Gerak Kuasa, bukan Isolatif Politik, tetapi Ekonomik. Terlepas Rakyat dari Ketergantungan

<Tutup

SALAM PEMBEBASAN, KAMERAD

RETORIKA, EKONOMI – MEREKA


KINI, Internasional Politik berubah. Didasarkan Ekonomik. Membentuk Materika – Perdagangan Dunia. Tetapi, nyaris Produksi tanpa HAK

Karena, Sosialisme pun  Ekonomik. Maka, mengajukan Kekuatan Bertahan Perekonomian

1. Nasional Industrialisme

a. Sumber Alam (Kedaulatan = Wilayah wilayah)

b. Rasionalisme Pasar (Kepemilikan ? Transaktif) Terbuka. Bukan Pasar Bebas

c. Demokrasi (Kekuasaan) Ekonomi ke Produksi – Dagang

2. Pembentukan Masyarakat Sosialisme Dunia (Negara ke Pemerintahan)

3. Produksi, Kepemimpinan – Pemilikan (Masyarakat) di INDONESIA

a. Kepemimpinan (Pembicaraan), dan Pemilikan Masyarakat

b. Hubungan Alat Produksi dengan Teknologika – Buruh (Kelas)

c. Kekuasaan Rakyat – Uang

Menerjemahkan Politik Rakyat Miskin terpolitisasi ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia ke Pertahanan dan Negeri pun berdasar

Suatu rangkaian PEMBEBASAN (= Sosial Manusia) Rakyat di Dunia

– Keuangan Industrialisasi (Anggaran)

– Bagi Perlabaan ke Masyarakat

– Buruh, Pengupahan (Jaminan)

– Penyaluran Hasil Produksi  ke Distribusi Barang Ekonomis Perdagangan

Pertumbuhan Ekonomi jangan lah didasarkan Perdagangan tetapi Tahapan tahapan Kemampuan Masyarakat, karena matarantai Produksi (Nilai, Transaktif – Pakai)

Namun, Sektor sektor (= Anggaran Pembelanjaan Negara. Birokratisasi ?) Ekonomi Internasional ke Pasar memerlukan pasokan Uang ke Perlabaan (efisiensi). Sektor Riil, yang didukung Perbankan, terpolitisasi Parlemen, Kenegaraan – Daerah diperkuat. Ratio – Keuangan = Hubungan. Industrialisasi

1. Putusan putusan Negara. Politik. Nasionalisme ke Perbuatan

2. Pemakaian. Hasil (Kemasyarakatan)

3. Pelaksana. Negara atas Keuangan. Ketaatan

Tidak retorika = Politisasi Ekonomi (mereka) ke Perlakuan atas Negara, acuan Ketakutan saling Curiga ke Pertarungan Monopolisme Liberalistik ke Individualist. Ngoceh dewek setelah belajar Ilmu Politik. Lalu, jadi Dagang Jasa  Politik di Negara mana Tujuan. Menguasai Hukum – Pemerintahan, tetapi blo’on ! Dasar !?! Ngawur … ?

He he he … ! SEKIAN, deh !

SUATU PERSEMBAHAN AKHIR


NUSANTARA

JAYA

PERSEMBAHAN

TERAKHIR.

PANCASILA TERJEMAHAN EKONOMI

PEMIKIRAN ke Titik titik yang telah menempatkan Negara suatu Konstitusi atas Organisasi, namun bukan lah Kelembagaan Hukum karena didasarkan Kemanusiaan dalam Sila Musyawarah ke Pemufakatan

Karena,

Sosial Keadilan MANUSIA

Kekuasaan Rakyat (PERSATUAN)

Bumi, Tanah/ Letak

Pembukaan

“… untuk membentuk … Pemerintahan, … berdasarkan Keadilan Sosial …….

(Baca, SilaPancasila)

“… disusunlah dalam suatu Undang Undang Dasar Negara …….

Terbentuk

“… dalam suatu susunan Negara … INDONESIA …….”.

Titik Pikir Manusia ke “Ide” Negara menyelenggarakan Hubungan Kekuasaan Rakyat – Keadilan dalam pasal pasal Ekonomi Dasar untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya. Berdasarkan Kebabasannya di Tanah Nusantara

Bentukan bentukan Rasional ke HAKNYA (Produksi, kepentingan kepentingan) Rakyat INDONESIA di Dunia Tujuan Kemakmuran Negara dari usaha Perekonomian Industrialisasi

–          Internasional (Dagang ?) ke Pembentukan Masyarakat Sosialis

–          Nasional Industri = Kemasyarakatan (Baca, Masyarakat ke Kelas)

–          Kepemilikan Masyarakat Sosial Kekuasaan Ekonomisasi

<Jeda

Presiden (= Negara), yang didasarkan Kekuasaan ke Pemerintahan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA mengacukan Sistim = Kekuasaan Uang, mempertanggung jawabkan Pelaksanaan Ekonomi (Aturan ke Perintah), berlaku Negara (Pancasila) Industri

1. Pasal 33 ayat 4 “… atas Demokrasi Ekonomi … BERKEADILAN … Keseimbangan … Kesatuan … Nasional”

2. Tidak Individualisme, tetapi kepemimpinan – Pemilikan Masyarakat (Penjelasan Resmi Undang Undang Dasar Republik INDONESIA)

3. “……. BERHAK … sama dalam Pemerintahan”. (Pasal 28  D ayat 3)

<Tutup

SOSIALISME JAYA !

Sekian.

Terima kasih, Tuan …

TERROR ! TERROR ! TERROR ! KONTRA – BOIKOT !


TEROR, KEKUASAAN PERANG

Pembebasan

KEAMANAN suatu Negara menjamin Tingkatan tingkatan Hidup Kemanusiaan Masyarakat, yang hendak dicapai. Bukan Penguasaan Militeristis

 

Ukuran ukuran Kekuasaan diarahkan ke Sistim = Konstitusif, Pemerintahan, melaksanakan Hukum dalam rangka Ketahanan Nasional  (Baca, Wilayah wilayah). Bukan “Tekanan atas” = Terror Ekonomi

 

Seimbang – Rasional dalam Kemampuan kemampuan Bertahan Rakyat (Sebab) Tenaganya

 

1. Kebijaksanaan

 

2. Perintah

 

3. Keputusan

 

4. Komando (Unit unit ? Lihat juga, Anggaran Dasar PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK)

 

5. Instruksional

 

Dipertahankannya. Sehingga, Kekuasaan (di) Negara selama “Keadaan di bawah” Panglima Tertinggi (Kepemimpinan Peperangan) mampu berlangsung untuk “Membentuk”

 

Unsur unsur Kerakyatan (Negara) suatu Organisme – Pertahanan Rakyat

 

Pergerakan ke pergerakan “Ubah” = Putusan putusan dalam keseimbangan Demokrasi Ekonomisasi (Produksi), tidak saling lepas dari Kedaulatan Sosial = Kuasa

 

Ini , Politik ! Tujuannya yang akan membedakan. Antara Pihak ke pihak. Ber – “Negara” (Negara = “Ide” . Utopia kah ?)

 

Tetapi, ketika Pertahanan diterjemahkan “jadi Kekuasaan”, jikalau terkendalikan Kelompok kelompok (Dari ? Pemerintahan – Militerisme, atau Pihak pihak lain dan Luar), maka diterapkan Taktikalisasi “Demokrasi ke GerakInternasional (Boikot Dagang, Produksi)

 

Karena,

 

–          Ancaman atas Rakyat (dalam Kelas)

–          Kemungkinan “Pecah Kekuasaan”. Lalu, saling berhadapan. Ke Kontra (Tidak kembali Oposisional )

–          Tentara pun tidak Taat ke Rakyat (Demokrasi)

 

 

 

SELESAI

 

 

TANGGAPAN POLITIK KOALISI


TANGGAPAN POLITIK KOALISI

APAKAH Pemerintahan suatu Koalisi Partai partai atau Tidak Bisa ? Bersumberkan dari Undang Undang Dasar Republik INDONESIA Pasal 4 ayat 1 “……. memegang Kekuasaan Pemerintahan.” Karena, Presiden didasarkan Pemilihan Demokratisasi kekuasaan

 

Namun, Kepentingan kepentingan mungkin. Tetapi, berlangsung Pembicaraan sebelum Pemilihan. Terlaksanakan Tidak dengan Partai yang punya Calon Presiden lain juga. Aetelah itu, … politisasi

 

Dalam Parlemen pun tidak diberlakukan Koalisi (Proporsional, Keanggotaan) dan Oposisi. Mengacu Perwakilan (Lihat, Pembukaan). Negara ke Sistim (Konstitusional). Kedaulatan Rakyat di Negara. Bukan Pertarungan ke Militerisasi. Bersama ke Pembentukan Undang Undang

 

1. Kekuasaan Pembentuk (Fungsi)

2. Dua Kamar = Wakil

3. Keseimbangan. Negara – Pemerintahan

 

Tidak satu Kegiatan Penyelenggaraan Kenegaraa, yang diputuskan Partai (Perbandingan Vietnam). Sehingga Partai Politik tidak mampu menarik Calon Presiden di Pemilihan

 

–          Kekuasaan (Politik) di Negara

–          “HAK” (di) Negara. Rasional. Atas Suara Distrikasi

–          Hubungan Pemerintahan (Wilayah) dengan Parlemen

 

Tidak ada “Kekuatan Sama” dalam tarung Politik, kecuali (maksud, Demokrasi) Partai partai gabung ke Partai Calon Presiden

 

Untuk apa Koalisi ??? Terpilih, koq ! Membagi Jabatan/ Kursi ? Di Negara (ke Wakil Presiden kah ? Ha ha. Calon ne sopo, ‘Rek ! Akan ngawur, dunk !). Sementara, Agen agen Politik Sewaan beranggapan saja. Ke Penisbian. Dan, ternyata ? Maksud, Pengamanan Suara ke Pemilihan. Nanti !?!

 

Mungkinkah Bagi Suara Rakyat (Pemilih) ? Dan, kuatir yang ada “Berpindah” ? Wah ! Sontoloyo Tukar Politis ancam Ekonomisasi – Perbankan dipaksakan “masuk” ke Hukum – Kepresidenan

 

 

 

SEKIAN

 

 

POLITIK BUDAYA – INDIVIDUAL


BUDAYA, POLITIK – INDIVIDUAL

BEBERAPA dasar, yang diajukan antara lain “Kaum” Feminis, Politisi, dan Para Ekonom untuk menyelesaikan Kebudayaan – Moderenikal, yang diartika Sepihak atas Ke – Ilmu – an. Menerjemahkan ke Pemahaman (Syarat syarat)

Militer gagal, karena berlangsung Hubungan Negara – Masyarakat dengan Kebudayaan. Logis. Ke suatu pemerintahan. TERTUNTUT Tanah = HAKNYA (Perdamaian)

Pertahanan adalah Gerak. Membuat Kekuatan. Tidak Individualisasi, walaupun Proses (Kejiwaan). Untuk Bersama. Cara ke Hasil = Kebudayaan. (Bagaimanakah Ke – Tentara – an ?). Lalu, dibentuk. Karsa, Rasa ke … Perbuatan

Ajuan Politik – Feminisme – Ekonomist (Baca, Industrialisme = Teknologisasi) tersebut telah menjadi Reaksioner Aatas “Negara”. MENUNTUT. Ke Peradabannya. Suat realitas ? Penghidupan. Ya, ya ! Apakah Idealisme (Pemikiran) ke Niat, atau … Kekecewaan ? Nah ! Itulah, menunjukkan Moderat – Keputusan . Di Perpolitikan. Ke … Skeptisme

Strategikalisasi HAK (Perempuan kah ?) dijadikan Perjuangan Budaya = PERUBAH. Materialism ke Gerakan. Kebaruan Zaman Manusia. Kemutlakan. Masyarakat untuk Kelahirannya

Membentuk Masyarakat, didasarkan Kekuasaan – Aturan Tujuan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (Anak anaknya). Kebudayaan. Bertani, Berke – Kuasa – an, Aturan Berproduksi

Bentukan bentukan Juang dalam Ke – Wilayah – an = “Ruang” (Pikiran). Suatu Kedaulatan – Waktu. Dibenturkan. Budaya Pertanahan/ Tempat. Manakah Universalisasi Peradaban Tanpa Nilai – Alam Kemanusiaan. Tidak lah “Wujud” Hukum

SELESAI. Terima kasih

MAHKAMAH AGUNG AMERIKA


HUKUM –

MAHKAMAH AGUNG AMERIKA

DI DUNIA


MAHKAMAH Agung suatu Lembaga Hukum ? Mungkin saja … tidak. Karena ada “Negara” dalam Penyelenggaraan Keadilan (Manusia)

Hukum itu lah, yang dibuat. Untuk Pelaksanaan Kekuasaan. Namun, Hukum Tidak Kuasa. Menyediakan Dasar  (ke Sistim. “Azas.) berbuat” = Negara (Per – Undang Undang – an) atas Pemerintahan

Memilah “Kekuasaan  Berlaku” dan “Negara Kuasa”. Namun, dalam Filosofika, Tanpa Kekuasaan tiada suatu Negara. Maka, Hubungan Kekuasaan dengan Mahkamah Agung dipertanyakan

Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

1. Perbuatan, Figur (= Politisasi). Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

2. Putusan putusan (Keadilan ? Baca, Kekebalan)

3. Kebebasan – Hukum. Ke Pemeriksaan. Section 3. Treason against the United States, shall consist only in levying War against them, or in adhering to their Enemies, giving them Aid and Comfort.

Ketika Demokrasi (Baca, Rakyat) bergerak, maka Sosial = Kuasa. Menuju Keadilannya. (Di Amerika ? Ke Pemerintahan). Menjadi Keputusan Organisatif  Negara. Ke Internasional. Tidak lagi Benuatika. Meletakkan Oposisional = Perbedaan atas Hukum ke Hukum

1. Materialisme, Ke – Benda – an

2. Rasialisme – Negara

3. Nasionalisme ke Peradaban

Bukan hanya Perselisihan – Tengkar, yang didasarkan Kedaulatan = ‘Nation’ (United ?), terpolitisasikan. Lalu, “Mahkamah” telah dijadikan jelmaan Konstitusif atas Perlindungan (Law). Antara Pemerintahan, mekanisasi Lembaga lembaga Negara = Wilayah wilayah, Penduduk Amerika

Section 2. The judicial Power shall extend to all Cases, in Law and Equity, arising under this Constitution, the Laws of the United States, and Treaties made, or which shall be made, under their Authority; to all Cases affecting Ambassadors, other public Ministers and Consuls; to all Cases of admiralty and maritime Jurisdiction;

Sementara, bagimanakah juga Internasional Hukum – Kekuasaan ?

1. Hubungan Kebangsaan – Ekonomisasi

2. Rasionalisme = Politik

3. Putusan putusan Kekuasaan

Pelanggaran pelanggaran HAK Azasi Manusia, Penguasaan HAK HAK Wilayah Wilayah (di) Dunia. Pemerintahan Amerika Serikat dan Militer berlawan Sosial HAK Ekonomi

SELESAI

DEMOKRATIK “HAK” REVOLUSI


DEMOKRATIK, “HAK” REVOLUSI


Terima kasih, Saudara saudaraku telah mengundang ke “Pertemuan” Tahunan. Kini, didasarkan Perdamaian Internasional Sosialis. Ternyata, diterima beberapa Pikiran DEMOKRATIK. Berlaku PERUBAHAN Ke “HAKNYA” = Revolusioner. Perkenankan lah … PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

[Kebanggaan dalam senyuman ratusan Peserta Pertemuan. Sambil berdiri Ketua dan Pimpinan. Dipersilahkan kembali Bicara (Rekaman) dan serentak PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK kepal tangan Kiri genggam ke Depan]

Ke Masyarakat Sosialisme ……. !

Yang Muda Kita pun merasakan Persaudaraan Darah Rakyat. Mengaliri Tubuh tubuh yang Lahir = Kesucian ! Dirinya ! Dari Perempuan Sosialis. Menetes. Maka, ada Revolusi … !

Apakah, yang selalu diperjuangkan DEMOKRATIK ? Adalah, PEMBEBASAN = Manusiawi. Yaitu,

SATU, Kekuasaan Rakyat “Miskin” (Tujuan). Membebaskan Manusia – Rakyat (Masyarakat)

DUA, Pembentukan Masyarakat Sosialisme

–       Kelas (= Tenaganya) Buruh

–       Sosial = Kekuasaan Rakyat

–       Produksi = Kepemilikan Masyarakat

Menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan Manusia

TIGA, Sosial = Kekuasaan (HAK) ke Kelas. Mendirikan Nasional Industri (Produksi)

Politik Rakyat “Miskin”. Pun melalui Rakyat – Massa Aksi (Perijinan ? Di INDONESIA), dan Massa (= Perjuangan) Buruh. Dipersiapkan Kekuatan jadi Bentukan Revolusioner, yang Bersatu. Untuk Bertahan, karena HAK Ekonomik. Bergerak. Dalam Gerak Kuasa Rakyat. Internasional di seluruh Negara. Ke Demokratisasi Pimpinan Massa

Memang Kita Perlawanan ! Demokrasi. “Alat” Rakyat ke Cara. Namun, belum ke Sistim kah ?!? Terkecuali SEBAB berdasarkan Kemanusiaan. Aturan aturan Manusia. Dialektika

[Seru beberapa Kamerad yang duduk di belakang Meja Persidangan. Serentak !]

Pimpinan Sidang, …

Ketua, …

Saudara saudaraku, …

Dalam Perlindungan ke – Kiri – an, Kami tidak menghancurkan Produksi. Seperti … mereka !!! Berkekuatan Persenjataan (maksud, Imperialistis – militerisme) terkuasailah Bangsa bangsa di Dunia, dan Alat alat Produksi ! Di Negara.Untuk Para Individualist Dunia ke Ekonomisasi Uang Perdagangan. Dan, Kita jijik !

–       Penindasan

–       Pemiskinan

–       Penghinaan

–       Pendustaan

–       Pembatasan

–       Penguasaan Sumber Alam

–       Peng – Hukum – an

DEMOKRATIK dalam Kekuasaan – Massa ke Perdamaian. Karena, Politisasi Kebebasannya. Menerjemahkan Pemikiran yang Kiri. Logik ! Kerakyatan dalam Pertarungan hancurkan Kapitalisme di manapun

[Seru beberapa Kamerad yang duduk di belakang Meja Persidangan. Serentak !]

SOSIALISTA … !

SOSIALISTA … !

SOSIALISTA … !

Atau, hilang Kami ??? Kita mampu memilih ! Kembali ke Rakyat jua. Si Anak Perempuan Sosialis. Dari Zaman ke zaman. Bersama. Ia, yang abadi Teringatkan dalam Pemikiran Juang

SEKIAN. Terima kasih

Disampaikan

Kepada Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK

HUBUNGAN KERAJAAN – AMERIKA


HUBUNGAN

KERAJAAN – SERIKA AMERIKA

(PERTIKAIAN)

 

 

 

PEMILIHAN di Inggeris lanjutan Demokrasi yang Lama ke Depan. Antara Liberal, Konservatisme, Labour. Nasional Parlemen masih berdasarkan Sistim Pertanahan (England)

 

Bangsa (dasar Klan klan ? Dan, Tidak Benuatika) ke Pembentukan Ekonomi dan tak akan lagi berhasil. Atas rangkaian Tahapan Kebebasan Ekonomis

 

Ideologisasi Kekuasaan yang membentur Monarkhal Ekonomi (Kepemilikan).Tidak lah mungkin strategik, karena PENOLAKAN Kaum Pekerja

 

KOnflik konflik (Politisasi)

 

1. Konservatif – Liberalisme

 

     – Keuangan (Emas Sang Raja)

     – Goverment = Dalam “Negeri”  ?

     – Perdagangan. Luar “ke Negara”

 

2. Liberal – Buruh (= Kepartaian ?)

 

     – Keuangan (Emas = “Barang”)

     – Wilayah wilayah (Industrialisasi)

     – Hubungan Partai – Parlemen

 

3. Labour (Partai) – Konservatif

 

     – Keuangan, Pasar (Dunia)

     – Per “Ijin” an Kerja (Lampau)

     – Perdana Menteri = Partai ?

 

Negara (= kerajaan. Organisasi ?) ke Pemerintahan (Trias Politika), walaupun berbeda. Namun, karena Ekonomisasi Uang, diterima. Nyaris tidak ada Oposisi dalam artian Partai Politik. Negara = Sistim Pemerintahan. Terjemahan “Kepentingan” (Nasional. Raja – Penduduk)

 

<Titik

 

 

 

       PERTIKAIAN

       DENGAN

       AMERIKA

 

Keberadaan Buruh (Labour ? Pekerjaaan) dalam Negara (“Negara” terbaca Ekonomi), menfacukan Situasional Keuangan Internasional. Ke Industrialisme = Perpolitikan. Sistim yang menekan Liberal di Keadaan Tetap, menolak Pertanian Moderen Ekonomik Amerika

 

1. Tanah bukan Ekonomi berdasarkan Kekuasaan (Perdagangan) Merdeka

 

2. Tani (= perkebunan di Britania) jadi Pembiayaan (Keuangan) Raja

 

     a. Raja = Kerajaan. Suatu pewarisan Tunggal

     b. Hubungan “Politik Raja” ke Uang – Tanah

     c. Pemisahan Kepemilikan Raja, dan Masyarakat

 

3. dasar Kekuasaan (Bangsa, Sifat) dari Hubungan Internasional atas Pertanahan

 

<Titik

 

 

 

Pertanian di Amerika (Historis) suatu Industrial Keuangan Nasional atas Pertanahan, sedangkan Inggeris Raya terlihat “Ikatan” Raja atas Tanah = Negara. Jelas, Hubungan Tanah = Hasil ke Internasional = Agro Ekonomi (Dagang ? Gandum – Roti, kacang, makan Ternak). Jadi Pertikaian mereka

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Pertarungan Ekonomisasi Liberalistik versus Penganutan Kapitalis dalam masalah masalah Internasional Uang (= Hukum) Dagang antara Negara negara (kerjasama ? Bukan. Tetapi, Perjanjian Industri – keuangan). Walaupun tanpa Idelogi Negara, itu lah Tarung Kuasa Dunia atas campur tangan Pemerintahan Amerika (Obama) + Penanda tangan dengan Amerika, dan Kerajaan

 

Keuangan “untuk” Pemerintahan dibahas Parlemen di Negara (semua Kepentingan. Partai ?) Inggeris. Politik dua kamar yang bukan Kelembagaan Raja, mengalami “Jarak Buka” (ke) Dollar. Terjalin Multilateral Keuangan Politis. Namun, di Amerika diputus Keuangan = Govermental – Negara negara Bagian (Perang Saudara)

 

1. Kerja Industrialisasi (Union) Wilayah wilayah (Kerajaan ?) Inggeris

 

2. Pajak atas Usaha usaha Pemerintahan, dan Daerah

 

3. Upah ke Sistim Uang Persemakmuran – Raja (lewat parlemen)

 

<Titik

 

 

 

Kesamaan Imperialistik “Negara” menjadi Sumber Pertikaian itu. Industri. Kepentingan Si Pemerintah. Berlatar Sejarah masuk dalam maasing masing Hukum Negara, tersamar Liberal Perdagangan versus Absolutisme Kebendaan

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

EKONOMI = KOMITE ? “ISME” ! (Tulisan ke Dua)


TEKANAN tekanan Mata Uang lain ataas Mata Uang = Negara, “berlaku dalam Perekonomian”, karena didasarkan Kepentingan yang langhsung menjadi Politisasi (banyak Kepentingan). Membentuk Putusan (Bahan bahan)

 

1. Parlemen (Aturan, Kekuasaan)

 

2. Pemerintahan (di) Negara/ Kenegaraan

 

      a. Kebijak kebijakan Negara

      b. Undang Undang (= Negara)

      c. “Isme” Politik. ke Hukum di Negara

 

3.Perintah (Dasar Kepemimpinan)

 

Dalam bentukan bentukan Pelaksanaan Ekonomi Dunia – Keuangan  Negara (Rupiah)

 

       – Anggaran ke Pendapatan Negara

       – Keuangan Industrial (Produksi)

       – Laba (Perdagnagan = Hutang ?)

       – Tanggung jawab Keuangan

       – Rasionalisasi Pertanahan ke Usaha

 

Nilai nilai yang mengacukan Kerakyatan, diatur. Konstitusif ? Tidak Individualisme (Penguasaan). Terbentuk diajukan Keuangan = Putusan, yang Berkeadilan. Rancangan Uang pemakaian

 

Undang Undang Dasar

Republik INDONESIA

 

Pasal 23 ayat 1 “Anggaran pendapatan ……. wujud … keuangan negara …..”

 

juncto

 

Pasal 11 ayat 2 “……. perjanjian internasional …  yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat, … terkait … beban keuangan negara …

MENGHARUSKAN

PERUBAHAN dan … pembentukan …..”

 

KARENA

 

Pasal 28 C ayat 2 “……. berhak … memperjuangkan HAK NYA … Kolektif untuk … masyarakat … negara.”

 

Namun, Hutang tidak lah Anggaran (Pembelanjaan) tanpa ada Produksi. tetapi, mengapa  ? Ke dimasukkan ? Ke Perdagangan (Kurs, Edar). Sementara, Rupiah berada dalam Angka angka Politis (Moneter ?) dalam Industrialisasi tiada Transaksi (= Peng – Anggaran) di Negara antara Mata Uang (Penjualan) ke Mata Uang

<Jeda

Tampak jelas Perekonomian Negara negara, yang saling berhubungan (Keuangan) . dan, Kekuasaan. Internasional. Lewat Politik – Dagang. Diberikan wadahan Keputusan, karena untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

PEMBUKAAN (Alinea ke 4)

 

“……. membentuk suatu pemerintahan … yang …

mencerdaskan …

bangsa, … berdasarkan … kemerdekaan …

disusunlah …

Negara …..”

 

Suatu Pemerintahan untuk menyelenggarakan Kesejahteraan Adil – Damai

 

1. Kedaulatan (Wilayah, Rakyat dan Pemerintahan)

 

2. Kebangsaan dalam Pembentukan Masyarakat (Sosialisme)

 

3. Kebebasan di tanahnya . Ke Ekonomisasi

 

Keperluan keperluan (Baca, Hasil Politik) Nasionalisme, terbaca Sumber Ekonomi (Pasal 33) Negara. Menggerakkan. Suatu Kekuasaan = Gerak. Berkehendak. Bertahap tahap. Berkesinambungan. Matarantau Produksi

 

<Titik

 

 

 

Bukan Gerak Searah. Ekonomis. kekuasaan = Pelaksanaan ke “Komite” ? (Ada Kuasa. “Lapor”). Atas Pemakaian Keuangan Negara lain

 

Perlakuan untuk ke – Ilmu – an bermakna (kah). Pendidikan jadi “Keadaan”. Dikuatirkan Pembentukan Koloni koloni, karena Pakai Uang (Asing). Memutuskan. Birokrasi = Politisasi Ekonomik

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

EKONOMISASI = KOMITE ? ” ISME ! (Tulisan Ke Satu)


EKONOMISASI =

NASIONAL KE “ISME”

POLITIK

 

 

 

NASIONAL = “Isme” . Negara. Yang diterjemahkan Politisasi. Dan, Ideologik

 

1. Sosial = Kuasa. Pemerintahan kah ? Nasionalis. Ideologisasi “atas” Pancasila

 

2. Ekonomisasi. Bagaimana Pemenuhan Dasar

 

     a. Produksi (Kepentingan kepentingan)

     b. Keuangan (Anggaran ke Produksi)

     c. Hasilnya (Pemilikan Masyarakat)

 

3. Kesatuan – Wilayah wilayah (Pasal 25)

 

<Jeda

 

 

 

Ketika Nasionalisme suatu Politik dalam Pemerintahan (Konstitusi. Lihat Pembukaan) menyelenggarakan Negara Ekonomi (Rupiah) terbuka, yang bertanggung jawab (dalam Persidangan ?) melaluiAnggaran (= Uang) Belanja = Industrialisasi ke Pendapatan

 

Berdasarkan

 

1. Kedaulatan Rakyat (Persatuan)

 

2. Kemerdekaan, Rangkaian PEMBEBASAN (ke) Negara

 

3. Kebangsaan. Ke Pembentukan Masyarakat

 

4. Sosial HAK (Kelas). Tenaga = Kependudukan. Ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (untuk) Manusia

 

     – Nasional Industri Tambang

     – Penyediaan Barang (Distribusi)

     – Tani = Budaya. ke Pangan

 

5. Rasional ke Alat Produksi

 

Bukan Koalisi Politik atas Kelompok kelompok Nasionalis, tetapi Isme Politik dalam Kesamaan suatu INDONESIA yang Demokrasi ke Negara

 

Nasional = StrategikalisasiEkonomi. Berke – bangsa – an. Kemampuan kemampuan Tradisional Politik, Daerah serta Partai partai atau Perdagangan (Kekuatan). mencapai Tahapan Pikiran ke HAK Perbuatannya

 

<Titik

 

 

 

      NASIONAL

      EKONOMI =

      KOMITE ?

 

Ekonomisasi suatu Komite ? Diajukan karena Kekuasaan (terjemahan Undang Undang Dasar Republik Indonesia. Pasal 4 ayat 1 “……. Kekuasaan … menurut Undang Udang Dasar …..”) di Negara. Lalu, manakah Nasional Produksi ??? Berdasar atas Anggaran ke Sistim ? Membentuk Perdagangan (Mata Uang) ? Tekanan Kapitalisasi

 

Yang tepat, Perekonomian terbentuk untuk meningkatkan Pendhidupan. Ini, Kerakyatanm = Isme. Nasional. Ke Produksi (Hasi;, Ekonomi. Mempersiapkan Effisiensi Uang (Pendapatan). Rasionaliisasi = Usaha

 

— oOo —

 

 

 

Kekuatan kekuatan pun Ekonomikal Negara (Baca, Sumber Alam) ke Pemerintahan akan Revolusioner karena diarahkan Nasionalisme ke Taktika

 

<Tutup

 

 

 

SEKIAN, TERIMA KASIH

%d blogger menyukai ini: