Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Anti Kapitalisme

SOSIAL HUBUNGAN PRODUKSI (Tulisan ke Satu)


1.

KEBUTUHAN kebutuhan Masyarakat berdasarkan Kemanusiaan antara lain

– Pangan (Dasar, MANUSIA) ;
– Sandang ;
– Papan dan Barang ;

Lewat Produksi, telah dilakukan BERSAMA. HAK DARI KEWAJIBANNYA MEMENUHI Kebutuhan kebutuhannya (Manusiawi)

<Jeda

Tampaklah Hubungan Sosial (Baca, Materialisasi, Ubah Bentuk/Perubahan) antara Kemanusiaan “atas BENDA” dalam Pemahaman KUASA (= “buatan” – nya)

Kemampuan kemampuan, yang Bersama (derajat, jenis kelamin, dan Nilai), Tenaga Sosial Industrial ke Hasil jadi Pemenuhan untuk DIRINYA, Manusia

2.

Sedangkan ‘Proses’ itu (Mengubah) adalah DIALEKTIS HISTORIKAL, karena ADA TUJUAN, namun Tidak Individualisme (Perlakuan). Benda yang Kebutuhan (jangan baca langsung “Butuh Kebendaan”), meskipun perlu Alat juga, Alat alat/ Peralatan. Secara Ekonomi – Ilmiah/Ke – Ilmu – an dan Pengetahuan, Industrialisasi

Inilah, salahsatu Pembentuk Theori Sosialisme (Engels, Friedrich), dan Non Difinitif, tetapi berkembang sesuai Perubahan yang terjadi. SOCIALISTA !!!

<Tunda

Bersambung (Tulisan ke Dua)


KEKUASAAN BURUH (PERNYATAAN 1 MEI)


KEKUASAAN RAKYAT “MISKIN”

PEKERJA KE KELAS BURUh

PERNYATAAN

HARI BURUH DUNIA

TENAGA Pembentuk Kelas. Berdasarkan Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Buruh adalah Pekerja. Industrial Tani – Pangannya. Karena, dalam rangkaian Produksi. Memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusia

Hubungan Sosial (ke) Ekonomi, dipersiapkan HAKNYA (Azasi). Dan, terpolitisasi

– Kuasa

– Putusan

– HAK

– Kedaulatan (Alam, Rakyat)

– Pemerintahan

Ke Upah HAK  Kerjanya. Dijamin= Ber – Negara (Uang). Bentukan dasar ke Arahnya (Politik)

TUNTUTAN 1 MEI

1. Hapus de – PolitisasiEkonomi  Sosialisme

2. Hapus Individualisasi Kepemilikan atas Perindustrian

3. Hapus Pembatasan Kerja (Kontrak = Imperialisasi)

MENYERUKAN

KENAIKAN UPAH akan mengacukan Tahapan tahapan Revolusioner (DEMOKRATIK, Sosialisme) Ekonomi

Buruh adalah Tenaga. Suatu KELAS di Negara. Seruan ke Nasional Industrialisasi. Menjadi Kemampuan kemampuan Politik Rakyat Miskin. Membentuk Organisme (Pekerjaan). Mengajukan Rasionalisasi (atas Keuangan) Perindustrian (Sumber Alam – Kerja)

Terjemahan (Falsafati) Pertahanan HIDUP = Kemanusiaan. Masyarakat Sosialisme. Menyelenggarakan Demokrasi Ekonomi Produksi

SOSIALISTA ! “Terima kasih …”


KORUPSI = PERBUATAN KE EKONOMI


KORUPSI = PERBUATAN

KE EKONOMI

ANALISA TAKTIS

TAKTIS, bukanlah Pertanyaan. Mengapa terjadi korupsi (di) Negara ke perekonomian, yang sedang berlangsung. Mungkin tidak akan berani tak punya Kekuasaan

1. a. Korupsi suatu rangkaian Perbuatan

b. Memiliki

c. Melakukan = Kuasa atas uang

Biarpun ada Kekuasaan Uang. Uang = Negara (Pencetak). Suatu Kekuasaan karena didasarkanHAK Berbuat. Politik ke Tujuan tetapi bukan Penguasaan

2. Menjadi Kepentingan (Politis)  di Negara

<Jeda

Pendekatan apa, yang dipakai (ilmiah teori empirikal) menyelesaikan ??? Selain Perlakuan Negara. Dijalankan Kekuasaan Uang = Ekonomisasi

1. Putusan Negara ke Laba

2. Produksi = Ekonomis (transaktif)

a. Barang (Kebendaan, Pemakaian)

b. Jaminan Kekuasaan (Negara) Pengupahan Buruh

c. Distribusi (Perdagangan, Barter)

3. Edar = Penyerapan Uang

<Titik

Hubungan Ekonomisasi – Pasar

Tidak mungkin tidak berhubungan keuangan dengan korupsi terhadap ekonomi suatu Negara

Melalui

1. Pemakaian uang (kepentingan. Ini lah, Hukum)

Seolah olah HAK (buatan) atas benda (Keperdataan. Milik, kegunaan – pakai) ke Pidanan berat (Siksa)

2. Internasional Perdagangan Industrial antara matauang. Dan, terkena Kapitalisme ke Pertambangan

Atas satuan harga uang –  ikatan, tanpa kewajiban. Dalam Pasar (Bebas). Tiada manfaati Perdagangan Para Koruptor

a. Kuasa Sepihak, yang berlaku = politik “bukan negara”

b. Stagnansi Gerak Ekonomi dalam labilitas

Membeli (Baca, Uang ke Uang = Ekonomisasi)  bukan berkekuatan = Penyaluran – Terpakai (Pemenuhan Kebutuhan Negara)

c. Masyarakat bukan yang berbuat = Tenaga (Sistim di) Negara

Sehingga, Perbuatan Korup (Uang) ke Ekonomi karena Kuasa (atas) negara. Bertujuan yang axiomatis (Individualisasi) dijadikan Kepentingan Terpolitisasi = Penguasa dalam Ekonomi Kekuasaan. Lalu, dikuasai. Bukan mencegah (Hukum  Negara – Politik). Namun, Kesadaran Perlawanan Bernegara = Kekuasaan Rakyat Negara

<Tutup

SELESAI



NUSANTARA TANPA PERBATASAN


NUSANTARA

TANPA

PERBATASAN

 

DEMOKRASI ada di Masyarakat. Namun ketika jadi Berbatas Wilayah wilayah Politik

 

maka

 

1. Kedaulatan lenyap di suatu Tempat

 

2. Kecurigaan Dasar Politik

 

3. Pembentukan kembali Hak hak Sosial masing masing

 

Alasan alasan Perpecahan Masyarakat

 

1. Imperialisme (Kuno)

 

2. (Neo) Liberalisme

 

3. Militerisme (Nafsu)

 

Memang tanpa Kejadian Masalah masalah di atas, Demokrasi akan tetap dalam Masyarakat Kesatuan – Wilayah, Falsafati – Tujuan

 

Setelah terjadi Pemisahan, Tahapan tahapan Politik ke arah Ekonomik

 

Tampak Penyebab Demokrasi berhenti di balik Terbedakan satu ‘Kemasyarakatan di Dalam’

 

Yaitu, Proses Kapitalisme – Dunia

 

1. Alam, Rancangan (Kepemilikan)

 

2. Daerah daerah Kapitalisme Penghukuman Ekonomi (Adat) di Tempat tempat ‘Politis Baru’

 

3. Pengendalian KAM Sosial Negara ‘bentukan’ (Devide et-Impera)

 

o0o

 

Mengapa Thema Penulisan kini diungkapkan ?

 

o0o

 

Utopia, Terpolitisasi – Membentuk Materialisasi ke Tujuan. Dalam rangkaian Cara cara Demokratik.

 

Melalui These – Alam sehingga berlangsung suatu Kekuasaan Rakyat. Nasional Kesatuan – Wilayah wilayah di Dunia

 

Pemerintah pemerintah tetap berada di dalam Masyarakat (Politik)

 

1. Logik

 

2. a. Rasa

    b. Falsafati

    c. Batini

 

3. Aturan aturan Sosial

 

Melaksanakan Kerakyatan – Sosial Manusiawi

 

1. Kedaulatan Rakyat dalam Materialisme Sosial – Ekonomik

 

2. Tani. Ke Pangan (Budaya)

 

3. Industrialisme – Politik

 

   a. Sumber sumber Alam untuk Produksi

   b. Penyediaan Barang barang Kebutuhan Masyarakat

   c. Kerja Buruh (Kelas)

 

Utopia dalam Politisasi Wilayah wilayah Kemasyarakatan Dunia

 

o0o

 

Dari Nusantara (= Bahasa ?) ke – “Luar” tiada Batas batas ‘Negara’ – Ide (Konsep)

 

Suatu Demokrasi Masyarakat berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Alam

 

1. Membentuk Kemasyarakatan – Politis Nasional Isme – Sosial

 

2. Politisasi Sosial – Alam

 

3. Hubungan antara Masyarakat masyarakat Sosialisme Internasional

 

Dalam rangka untuk HAN (agar dibaca KETAHANAN !) Proses Kemanusiaan. Membebaskan dari Kemiskinan Ekonomik akibat Penyiksaan Musuhnya

 

 

 

SEKIAN

 


SOSIAL – HAK POLITIK 2


ANTARA

SOSIAL – HAK POLITIK

DAERAH

DAERAH

1. Wilayah wilayah (Unsur) suatu “Negara”

 

2. Tempat

 

    a. Kelahiran

    b. Sumber sumber Alam

    c. Pemukiman

 

3. Kependudukan (Politis ?!?) = Masyarakat. Memilih = Demokratisasi Kekuasaan

 

Bentuk bentuk Sosial

 

1. Kepemimpinan. Sustau Pemerintahan = Kemasyarakatan (“Daerah”)

 

2. Kebangsaan. ‘Nation’ – Persatuan

 

    a. Sosial, Alam – Negara

    b. Bangsa = Nilai nilai

    c. Kebudayaan – Tani (Pangan)

 

3. Perjuangan Tenaga Kelas. Di Negara = Penyaluran Keuangan di Masyarakat

 

Dasar

 

1. Sosial Hak, yang Terpolitisasi. Utopia – Materialisme

 

2. Hak Masyarakat = Alam

 

     a. Nasional – Industrialisme

     b. Sosial Pertahanan Daerah

     c. Ekonomisasi Produksi masyarakat

 

3. Sosialisme = Kerakyatan. “Membentuk” Masyarakat Daerah ke Tujuannya

 

 

 

HAK POLITIK – DAERAH

Isme – Nasional tanpa Daerah menjadi Figural, yang Tercemar

 

     – Sikap Individualistis. Tak Berotak

     – Militerisme (Penjajahan)

     – Anti Sosial. Kejam. Tak Berkepribadian

 

dalam perpolitikan, yang Bertujuan Kekuasaan “atas Ekonomi”.  Sedangkan Hak hak menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Kepemimpinan Sosial Perekonomian berdasarkan Hak Kekuasaan Sosial

 

1. Penyelenggaraan Kedaulatan Rakyat

 

    a. Hak Memilih (Politik)

    b. Hak Ber Negara

    c. Hak Membentuk Pemerintahan

 

2. Hak Masyarakat – daerah mendapatkan Hasil Ekonomis Alam

 

3. Pelaksanaan Sosial Kependudukan

 

     a. Hak Pangan (Manusiawi)

     b. Hak Kehidupan (Pribadi)

     c. Hak Mukim (Masyakarakat)

 

Secara Organisme memperjuangkan Hak Masyarakat Kelas. Dijamin, Materialisme Hak (Baca, Pembagian) Laba Produksi. Berbanding “Kuat”. Melaksanakan Keuangan Ekonomik Industrial

 

— oOo —

Kelas Menengah di Perpolitikan

Kelas Menengah = Istilah Politik, yang diterjemahkan Ekonom. Membedakan = Sama (kah ?)

 

Tidak mungkin lah dari Perpolitikan. Karena, Politik “Memakai” kata Tengah saja. Bermakna antara dua (tidak tiga atau lebih = Pertentangan). Yang “Beda”. Terlihat Perbedaan Mendasar, maka ada “Tengah”

 

Tengah bukan Kelas. Bukan Titik “Pertemuan” = Bukan Persamaan Di antara. Kelas, yang Tengah juga bukan. Tegas lah, Bukan Kelas

 

Namun, Perekonomian (Non – Kelas) Menengah, didapatkan dari Usaha usaha Perekonomian, yang Bertujuan Perlabaan Keuangan (di) Negara tersebutkan (Menjadi) “Kelas” Ekonkmik di Daerah

 

1. Sistim Politik di Negara

 

2. Membentuk Kekuasaan “Ekonomi (Pemerintahan” kah)

 

3. The “Haves”. Berke – Punya – an (Hukum)

 

Memang tidak struktural. Dilaksanakan Bergantung dalam Ekonomi Pasar. Karena, berhubungan dengan Kekuasaan – Uang

 

Kesalahan Politik, yang diperbuat atas Daerah, bahwa ada Penguasaan Keuangan Ekonomi di Daerah, sehingga berlangsung Monopolisme. Serta, menghutangkan. Terjebak, berhutang lagi. Dihancurkan. Dan, Keuangan mereka fanti “Pemilik”. Muncul Kelas Menengah Baru dalam “Pasar di Daerah” (Penjamin). Walaupun mungkin uang belum akan berada di Daerah (jadi Modal). Melainkan beban atas Industrialisasi

 

     – Pemimpin Ekonomis – Uang

     – Para Industrialis Penghutan

     – “Pemasok” Tenaga Murah

     – Penguasa Teknologi Mesin

     – Pelaku “Kekasaran” Ilmiah

 

     dst.

 

“Masyarakat Daerah” tanpa HAK, karena Ekonomi Penguasa. Di Tanah – Produksi Rakyat. Di atas Lahan lahan Tanam Masyarakat

 

Akan Bagaimana kah ?

— Bersambung —

ANTARA

SOSIAL – HAK POLITIK

DAERAH

Bagian III. PERJUANGAN

 

 

 


SOSIALISME & BEBERAPA KEADAAN


SOSIALISME

DAN

 BEBERAPA KEADAAN

 

PERTENTANGAN Isme isme menempatkan Sosialisme di “Keadaan”. Dalam hubungan antara Manusia – kerakyatan dan Alamnya. Suatu Thesiskal Alam. Dari utopia ke Politik (Materialisasi). Membentuk Isme – Sosial Masyarakat.

 

Logika (Kausalitas), yang Bertahap. Revolusioner ! Menuju Kekuasaan Rakyat dalam Masyarakat masyarakat.

 

1. “Nation” ;

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

    a. Parlemen Nasional, Kesatuan Federalisme ;

    b. Demokrasi

  

        –  i. Pemerintahan Sosial (Pemilihan) ;

           ii. maka, ada ‘Negara’ – Ide Sosial ;

        – Program program Ekonomisasi Sosialisme ;

 

    c. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

3. Keadaan (atau, Politik) ;

 

Dari hubungan Keadaan (= Tiga) Politisasi, terjadi Proses Kemanusiaan – dialektis. Di Dunia. Dari Sebab ke Akibat. Terlaksana Hasil hasil Sosial.

 

1. Materialisasi Politik, yang Berkelanjutan (kekuasaan Rakyat Miskin) ;

 

2. Kemampuan kemampuan Batini (Nilai nilai) ;

 

3. Ekonomik Sosial – Isme Nasional ;

 

<Titik

 

MATERIALISME SOSIAL

 

Kebenaran Tujuan Politik menguraikan Pemikiran (Akal) Manusia (beda Terjemahan Ilmiah Pengetahuan Teoritis). Bagai Pertapa sedang merenungi Perbuatan perbuatan nanti.

 

Kebendaan Terpolitisasi (Falsafati), berdasarkan Tujuannya. Mengadakan Kebutuhan kebutuhannya (Manusiawi).

 

Tidak mungkin ada Materialisasi – Politik tanpa Logika – Utopia. Materi – Alam, yang ‘Dibuat’, membentuk, gerak – “Jadi” (= Sesuatu).

 

<Jeda

 

1. Terjalin Sosial – Kemanusiaan – Alam ;

 

2. Teratur. Dalam Logika (Rahasia) ;

 

3. Terbentuk Masyarakat Politik (Demokrasi) ;

 

— o0o —

 

Individualisme bukanlah Masyarakat. Tetapi, Ciptaan Kapitalisme.

 

1. Menguasai Kebutuhan kebutuhan Manusia ;

 

2. Menguasai, jadi Penguasaan – Kuasa (= Berkekuasaan) ;

 

3. Menguasai Wilayah wilayah (Alam ;

 

Sosial, Individualisme berbeda. Masyarakat akan selalu dihancurkan. Dengan Politik Ekonomik. Tetapi, yakinlah Tetap saling memusnahkan juga … ! Karena, beda.

 

Sehingga, ketiga “ADA” (= Keadaan. Di awal pembicaraan kita. Ingat kah ?), berlangsung “Nation” – Kesatuan – Pertanian, mempersiapkan “Keadaan” Sosial pula. Kemanusiaan, Sosial – Isme Nasional.

 

Terbentuk lah Masyarakat Berpemerintahan

 

1. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat ;

 

2. Untuk Kemakmuran Dunia ;

 

3. Hubungan Kemasyarakatan Internasional ;

 

4. ‘Negara’ – Ide Sosial ;

 

5. Ekonomisasi Rasional – Alam ;

 

<Titik

 

Dari uraian di atas, terhubungkan Alam dengan Keadaan. Politik dalam suatu Wilayah wilayah. Berdasarkan Logika These – Alamnya (Anti These kah). Pemikirannya atas Alam untuk Bermasyarakat (Kelahiran, Persaudaraan – Keluarga).

 

1. a. Wilayah wilayah Kependudukan (Pemukiman) Manusia ;

    b. Wilayah wilayah Pertanian Budaya – Pangan ;

    c. Wilayah wilayah Ekonomisasinya (Kebutuhan kebutuhan) ;

 

2. Tempat (Asal). Kelahiran ;

 

3. Daerah daerah Pemerintahan terbentuk Masyarakat Sosialisme ;

 

<Titik

 

 

 

SELESAI

       


RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA


RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA

 

PEMBEBASAN

 

ALAM, Sosialisme Terpolitisasi (untuk) Kekuasaan Rakyat. Atas Dasar ‘Kemanusiaan’ Sosial (di) Dunia.

 

1. Kerakyatan dalam Masyarakat ;

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah ;

 

    a. – Nasional ;

        – Kesatuan Federalisme ;

        – Demokrasi ;

    b. Lingkungan ;

    c. Tempat (Asal) Kelahiran ;

 

3. Pangan ;

 

4. Hubungan Kemasyarakatan Sosialisme Internasional ;

 

    a. Program program Ekonomisasi ;

    b. Perjuangan Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh) ;

    c. Perdagangan Tradisional (Barterisasi) ;

 

5. Tanah, Hak Sosial ;

 

Membentuk Masyarakat masyarakat Sosialisme di seluruh Dunia.

 

<Tunda – Titik – Jeda

 

1. a. Sosial Kiri – Nasional dan Kepartaian ;

    b. Kelompok kelompok (Pro) Nasional – Setempat ;

         – Kebenaran ;

         – Progresif, Militansi ke Tujuannya ;

         – Bersama. Pertahanan, Kehati hatian ;

            Mengapa ? Karena,

 

2. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Berlawan, dalam Tahapan tahapan Politik (= Keadaan) dan atau Aksi aksi Massa, yang dipersiapkan.

 

1. Suatu Pemikiran ke Tujuannya (Nilai nilai) ;

 

    a. Ajaran (Tertutup)

    b. Utopis ;

    c. Tanpa Pertukaran Keluar (Hati hati) ;

 

2. Isme Sosial (Setempat) ;

 

3. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Jadi Perlawanan dari Kelompok kelompok Perjuangan Rakyat

 

1. Melawan ;

 

2. Membebaskan

 

     a. Manusia dari Pembodohan ;

     b. Rakyat dari Pemiskinan ;

     c. Masyarakat dari Penguasaan ;

     d. Anak anak Miskin Kelaparan di Dunia ;

     e. Kehinaan Perempuan Sosialis ;

 

3. Menghancurkan

 

     a. Meruntuhkan

          – Penguasaan ;

          – Pemerintahan Yang Korup ;

          – Imperialistik ;

      b. Menjatuhkan Kuasa Isme – Individual ;

      c. Menumbangkan Kekuasaan Kapitalisme

           – (di) Negara ;

           – Ekonomi, Keuangan, Industri ;

           – Politik

 

<Titik

 

ISME – NASIONAL POLITIK

 

Dilaksanakan karena Nasional – Wilayah wilayah (Alam). Melalui Politisasi Utopia (Materialisasi)

 

1. Masyarakat Berkedaulatan Rakyat ;

 

     a. Demokrasi ;

     b. Pemilihan ;

     c. Kepartaian ;

 

2. ‘Nation’ – Peradaban Dunia ;

 

3. Sosialisme Ekonomik (antar Masyarakat) ;

 

4. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

5. “Neg” – Ide Sosial ;

 

    a. Politisasi Kepentingan kepentingan Masyarakat (di Negara) ;

    b. Kependudukan ;

    c. Nasionalisasi Industri Kenegaraan ;

 

— o0o —

 

KEBARUAN ZAMAN MANUSIA

 

 Bukan Isu di Kenyataan atau sekedar Mem – “baru” – kan Zaman.

 

     Tetapi, karena

 

1. Telah diperbodoh Manusia ;

 

2. Pemiskinan atas Rakyat (Anti – Sosial) ;

 

3. Menghina Perempuan (Ibu, Kesucian) Sosialisme ;

 

4. Penguasaan atas Masyarakat ;

 

5. Sampai dibiarkan Kelaparan ;

 

Dengan cara cara

 

1. ‘Menguasai’ Kebutuhan kebutuhannya (= Manusia) ;

 

2. Kepemilikan atas Tanahnya sehingga Tiada Hak Sosial ;

 

    a. Kehilangan Lahan lahan Tani (Pangan) ;

    b. Rusak Sumber Alam ;

    c. Tanpa ‘Daerah’ Kelahiran ;

 

3. Politik Kekuasaan Anti – Rakyat

 

<Titik

 

Di beberapa Wilayah Bumi Terjadi (bentuk bentuk Politik)

 

1. Pengkhianatan atas Kemanusiaan ;

 

2. Penghancuran ‘Nation’ (= Kebangsaan ?) ;

 

3. Dibantai, melalui Peperangan ;

 

Nyaris lah Tiada lagi Hak hak Politik Kemanusiaan Tujuan Kekuasaan Rakyat di Dunia.

 

<Titik

 

Tiga Dasar :

 

1. Kemanusiaannnya ;

 

2. Zaman (Alam, Kesemestaan) ;

 

3. Kebaruan ;

 

Kebaruan Zaman dari These – Alam Hubungan – Kemanusiaan.

 

1. Manusia, Kerakyatannya (Politik) ;

 

2. Berpikir

 

     a.Logika Kausalitas Dialektika ;

     b. Alam (dalam Pikirannya) ;

     c. Re – evolusi ;

 

3. Hubungan – kebaruan Zamannya ;

 

Tampak dalam Perbuatan perbuatannya (Kemanusiaan)

 

1. Sosial – Politisasi Tujuannya ;

 

2. Keadilannya ;

 

3. Penerapan Ilmu Pengetahuannya (Alam) Teknologik ;

 

4. Pertaniannya ;

 

5. Rangkaian Pembebasan di Duniannya ;

 

6. HAN ;

 

7. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

 

<Titik

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 


NUSANTARA TANPA PERBATASAN


NUSANTARA

TANPA

PERBATASAN

 

DEMOKRASI ada di Masyarakat. Namun ketika jadi Berbatas Wilayah wilayah Politik

 

maka

 

1. Kedaulatan lenyap di suatu Tempat

 

2. Kecurigaan Dasar Politik

 

3. Pembentukan kembali Hak hak Sosial masing masing

 

Alasan alasan Perpecahan Masyarakat

 

1. Imperialisme (Kuno)

 

2. (Neo) Liberalisme

 

3. Militerisme (Nafsu)

 

Memang tanpa Kejadian Masalah masalah di atas, Demokrasi akan tetap dalam Masyarakat Kesatuan – Wilayah, Falsafati – Tujuan

 

Setelah terjadi Pemisahan, Tahapan tahapan Politik ke arah Ekonomik

 

Tampak Penyebab Demokrasi berhenti di balik Terbedakan satu ‘Kemasyarakatan di Dalam’

 

Yaitu, Proses Kapitalisme – Dunia

 

1. Alam, Rancangan (Kepemilikan)

 

2. Daerah daerah Kapitalisme Penghukuman Ekonomi (Adat) di Tempat tempat ‘Politis Baru’

 

3. Pengendalian KAM Sosial Negara ‘bentukan’ (Devide et-Impera)

 

o0o

 

Mengapa Thema Penulisan kini diungkapkan ?

 

o0o

 

Utopia, Terpolitisasi – Membentuk Materialisasi ke Tujuan. Dalam rangkaian Cara cara Demokratik.

 

Melalui These – Alam sehingga berlangsung suatu Kekuasaan Rakyat. Nasional Kesatuan – Wilayah wilayah di Dunia

 

Pemerintah pemerintah tetap berada di dalam Masyarakat (Politik)

 

1. Logik

 

2. a. Rasa

    b. Falsafati

    c. Batini

 

3. Aturan aturan Sosial

 

Melaksanakan Kerakyatan – Sosial Manusia

 

1. Kedaulatan Rakyat dalam Materialisme Sosial – Ekonomik

 

2. Pangan, Budaya – Pangan

 

3. Industrialisme – Politik

 

   a. Sumber sumber Alam untuk Produksi

   b. Penyediaan Barang barang Kebutuhan Masyarakat

   c. Kerja Buruh (Kelas)

 

Utopia dalam Politisasi Wilayah wilayah Kemasyarakatan Dunia

 

o0o

 

Dari Nusantara (= bahasa) ke – “Luar” tiada Batas batas ‘Negara’ – Ide (Konsep)

 

Suatu Demokrasi Masyarakat berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Alam

 

1. Membentuk Kemasyarakatan – Politis Nasional Isme – Sosial

 

2. Politisasi Sosial – Alam

 

3. Hubungan antara Masyarakat masyarakat Sosialisme Internasional

 

Dalam rangka untuk HAN (agar dibaca KETAHANAN !) Proses Kemanusiaan. Membebaskan dari Kemiskinan Ekonomik akibat Penyiksaan Musuhnya

 

 

 

SEKIAN