Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Juni, 2010

CATATAN SUATU POLITIK ANTI MILITERISME


[TIBA tiba Kami diminta berbicara lagi “Yang Konstitusif”. “He he ….. Gak, deh ? (Aduh ? Mungkin, tuh … kena tatapan lagi, kan ?). Mengacu saja”. Bagaimana ?’

TIGA Pokok, maka dibentuk Tentara ke Organisasi (di Negara)

1. Nasional

a. Kedaluatan
b. Wilayah wilayuah (= Pokok)
c. Politisasi

2. Keadaan = Proses. Dan, terjadi Peperangan ke Kemerdekaan (= Pokok). Revolusi ? Mungkin (dalam Pembicaraan). Berlaku Kebebasan HAK di Tanahnya

Terjemahan Ideologika Dasar Kemanusiaan (Sila)

3. HAK (= Pokok) ke Pertahanan Rakyat. Konstitusi

Kesimpulan Pengantar di atas, mengacukan, bahwa ke – Tentara – an dalam suatu Pertahanan (Kerakyatan, Ajaran)

Berdasarkan

– Wilayah
– Kemerdekaan
– HAK

Tetapi, HAK apa !?! Berperang, atau Mempertahankan Wilayah wilayah. Jadi kepentingan Rakyat

Kita (Baca, Sosialis) dibahasakan Retorika dalam Perpolitikan, namun Tanpa Kekuasaan (Rakyat. “Isme”, Pemikiran). Pernah Terbuktikan … Sehingga, “atas Perintah ke” diberlakukan. Organisatif = Demokrasi (Politik) Karena, “atas Perintah”, menurut PEMBEBAS, Militerisme itu Organisasi. Berada di bawah suatu Kekuasaan = Pemerintahan ? Individual, atau Kerakyatan ???

<Jeda

HAKNYA dan Militer (Angkatan perang ?) terhubung = Rasionalisme Dialetika (bukan lagi Retoris), MENGUBAH. Ke Pembentuk Negara jua

Kemanusiaan (Pertahanan. Alasan kah ?), Politik “dalam” Kepentingan, Penyelenggaraan Demokrasi dan Kebebasan (Rakyat, Bangsa) untuk Mematuhi – Mentaati – Melaksanakan Komando Perintah (Uraian). Mengapa jadi HAK (ke) Pilihannya ? (Kuasa)

<Tutup

 

 

JELAS DIPERTANYAKAN. SEKIAN


GREEN (AND) LEFT MOVEMENTS


NYARIS Perjuangan Internasional “Hijau” di Dunia tanpa Keputusan keputusan apapun. Hanya Isu isu “Bukan Gerak” Aksi. Pembentukan Kemanusiaan – Lingkungan

 

Mengapa ? Karena, berhubungan dengan Tanah, matarantai Alam Ekologi ke Pangan, dan Negara (Baca, Kekuasaan dalam Putusan). Terpakai Keuangan (Ekonomikal) untuk “Pengubahan” Alam, yang akan dipersiapkan

 

Politik dan Kekuatan mengatasi Rancang Gerak Tempat. Falsafati. Industrialisme = Produksi. Re – Aksi  Alam – Sumber. Atas Hasilnya (Guna). Peranan Tanggung jawab Bernegara. Perbuatan dan Dialektika

 

– Pengelolaan = Strategika Alam

– HAK ke Manfaati Alam

– Masalah Kehancuran Alam

 

Pernyataan dan Sikap berdasarkan Alasan alasan Hubungan Gerakan gerakan Hijau (ke) Pemerintahan. Terpolitisasi. Idealisme ke Progressif. Merangkai Aksi (= Politikal), Massa

 

1. Menyampaikan Ajuan Keseimbangan (Ekologi)

 

2. Melakukan (Program, Kegiatan kegiatan)

 

3. Membuat = Kemampuan/Daya “Pengubah”

 

Rasionalisme Politik suatu Saluran saluran “Daerah” (Teritory) membangun Idealisme Lingkungan. Tetapi, bukan jadi Ultra Kanan. Bertarung antara Pimpinan – “Kekuatan (di”) Bawah digerakkan. Sambungan Negatif , walaupun Kanan juga berniat = Taktis – Aktif, “Kepentingan Program Hutan” (Forrests) ke Perang – Distrikasi Ekonomi

 

<Jeda

 

 

 

Alam (Tanah, Air dan Udara) merangsang MIliter — yang tidak wajib warna hijau — dalam Kepentingan kepentingan Tempur Udara ke Darat – Lautan, berwewenang untuk “memakai” Keseimbangan Ruang Defensita) membutuhkan Pangan, Material – Alat, mencapai Tahapan ke tahapan, akan merusak sekali-gus membangun (= Kesementaraan “Perintah”)  Alami

 

Kedua masalah di atas, bergantung pada Kependudukan, “Orang Negara” = Sosial. Ekonomi ke Politisasi (Kanan). Dan, Kekuasaan Ekonomi Sumber sumber Eksploratif – Militer (Komando) Produksi Alat alat Peperangan (Ketentaraan). TERSERAP PEKERJA (Thesiiska Alam)

 

Sosialis telah lama paham Situasional berkelanjutan itu. Bersumber dari Perjuangan Buruh. Ke Strategikalisasi. Kesepakatan Hijau – Sistim

 

Gerakan gerakan yang “KIRI” dalam Terjemahan ISME – nSosial di Bumi, dan diarahkan Memperjuangkan HAK (manusia = “Alam Berpusat”, Akalnya) . Bukan Penghasutan !!! HAK Alam = Tanahnya … Kehidupannya (Udara, Air)

 

Beberapa Pembahasan (Multi Dialog Bahasa), antara lain

 

Thematikalisasi HAKNYA atas Alam (“di”) Bumi

 

Thematikalisasi Industrialisme Lingkungan ke Penghidupan

 

Thematikalisasi HIDUP dalam Pembentukan  Masyarakat

 

Tampak sungguh Politis dilihat dari Isme = Kegiatan kegiatan Program. Re – Evolusi. Gerak Hidup Alam. Berlaku Sosial Kekuasaan = Pemikiran Zaman Manusia. MEMBEBASKAN PENGUASAAN “DUNIA KAMI”

 

<Tunda

 

 

 

LEFT, AND MOVEMENTS

 

Tani dan Produksi berhubungan dengan Alam (ke Lingkungan) menerjemahkan Pikiran pikirannya ke Rasionalisme – Hidupnya ke Penghidupan (bentukan, jaringan) = Kehidupan

 

Kesatu, PERSAUDARAAN (Wilayah = Komunal. Daratan

 

Kedua, Keseimbangan Alam – Perlakuan “Sistim Edukasi” Genetikak

 

Ketiga, Peradabannya (Kebudayaan)

 

Bentuk bentuk Tanam, yang jjelas Menghasilkan = Kerja, Teknologika (Kebaruan, Waktu. Agar,, dibaca Pengalaman)

 

Pertanian, Lahan (Padi, Gandum/Roti)

Hutan/Kayu dan Kebun kebun

Lautan, Eksploitasi – Mineral (Tumbuhan, “Unsur”)

Simbiotika Natural Materi materi di Luar (Kosmis = Azaly = Tanah ? Besi)

Tanaman ke Farmakologika Obat (atas Racun)

 

Namun, ada Reksiko. Berdampak. Bagaimanakah akan menyelesaikan ? KAMI RAKYAT MISKIN terlepas dari Kenyataan, yang ditanggung Manusia (Badannya = “Lahir) Sosial” Kehidupan

 

<Titik

 

 

 

POLITIK

= DASAR (KAH ?)

LINGKUNGAN

 

Saudara saudaraku, …

Tuan tuan Pembicara, …….

dan Pembaca, …..

 

Politik = Kepentingan kepentingan. Bernegara. Apakah :Negara” itu ? Wilayah/Daerah (= Alam) . Ke Organisasi = Kenegaraan. Tanah, Pemilikan Masyarakat (dalam) Kepemimpinan

 

MENYELENGGARAKAN KEPENTINGAN KEPENTINGAN ADALAH SUATU IDEOLOGISASI (DI) NEGARA. Strategika ke Program program. Sedangkan  Pelaksanaan Gerakan Lingkungan itu apa ?!?

 

<Titik

 

 

 

Dua Kepentingan Rakyat memperjuangkan  (Terbaca Perlawanan). Pertama, KEMANUSIAAN = Sosialisme berhubungan dengan Pemenuhan Dasar. Lahan (Alam) , Air. Ke Pangannya

 

– Menghindari – Cegah Pengrusakan (Individualisasi)

– “Membagi” (Tanah, Kependudukan). Pentaaan

– Mempersiapkan Perlindungan, Seimbangan Harmonisasi

 

Kedua, Thesikalisasi Logik Alam. Ke Produksi. Berlangsung. Tahapan tahapan Revolusioner. KEBARUAN (Waktu – Ubah) merangkai Pemikiran = Kemutlakan – Semesta

 

Contoh, Susun Bangun Kuasa. Evolutif. Kehendak, Materialisme (‘Form”)

 

– “Tujuan Alam” (= GERAKNYA)

– Manfaat (Filosofika). Kegunaan

– Sosial ke Pertahanan Manusia

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Kekuasaan YANG HIDUP terhadap Alam (Buatan) ke Politik. M(aterialisasi = Gerak. Utopis ?). POLITIK RAKYAT MISKIN. Perjuangan Kepentingan kepentingan Manusia Sosial HAKNYA (Rakyat)

 

<Tutup

TERIMA KASIH. SELESAI


SOSIAL PERTAHANAN = NEGARA


SOSIAL PERTAHANAN RAKYAT

TERJEMAHAN ATAS KEAMANAN

DALAM ARTIAN “OSME” NEGARA

PEMBEBASAN (Baca, Kemerdekaan) Nasional adalah “Isme” = Politisasi, menganuti Revolusi suatu Kebudayaan. Berlangsung Perubahan (Materialism). Dialektika yang Logikal. Ruang ke Tempat, terjadi Perbuatan dalam Waktu

 

1. Mengubah (Dasar, Persiapan) = Kehidupan

 

a. Tanam

b. Produksi

c. Kerja

 

2. Membenturkan. Pemikiran – Alam. Ke HAKNYA

 

3. Membentuk

 

a. Kekuasaan (Tujuan Rakyat)

b. Pemerintahan yang Revolusioner

c. Sosialisme (= Masyarakat)

d. Nasional Industrialisasi (Produksi)

e. Dagang (= Program, Berter)

 

Ketika Arah sudah dibuat dari Aturan aturan ke Nilai (atas Perbuatan ‘Seorang’) jadi Sistim, dan Sosial = Organisme dalam Ketaatan, dan Patuh. Mematuhi Keadilan pun Pertahanan (Majemuk)

 

1. Keamanan = “Sistim ke” Perang

 

– Kemampuan (Tubuh, Daya)

– Budaya (Seni, Kerakyatan)

– Tangkal Dini (Peradabannya)

 

2. Perpindahan Tempat Kependudukan (Transforma – Urbanis, Non Marjinalisasi) didasarkan Pangan,  Ekonomisasi (Tenaga)

 

3. Bertahan (Hidup, Dialektika). “Isme” = Pertahanan

 

<Jeda

 

 

 

Keamanan ? Strategikalisasi untuk mempertahankan Sosial HAK ke Perbuatan (Manusiawi), dan Produksi  yang ditujukan Alasan alasan Revolusi terbentuknya Kehidupan Manusia Zamani. Berlaku Politik Rakyat “atas Negara ke negara” . Maka, suatu negara. Suatu Negara yang “Bebas” (Kemerdekaan Manusia di Tanahnya = Bumi dalam Kesemestaan) mampu dijadikan Organisatif Perjuangan Kerakyatan

 

Karena, Para DEMOKRATIK Muda, KIRI dan Kepemimpinan Sosialist dalam Pertempuran ke pertempuran mempertahankan Demokrasi adalah Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Dalam Massa (Baca, Politisasi yang Ekonomikal) membentuk Thesiskalisasi di dalam dan menjadi Pergerakan Rakyat Ideologis, Perjuangan “Organik organik Kelas” Buruh (= Pekerja), dan Progresif Sosialisme Milisia

 

Bukan Kebiadaban Perang atas nama Kemanusiaan  Bunuh Manusia/Pikirannya, melakukan (Individualisasi) Penguasaan Alam. Retorika Militerisme. Tentara = “Alat” Perang. Bukan … !!! Itu, bukan Perang Rakyat !

 

<Tutup

 

 

 

SOCIALISTA ! “Silahkan datang …”


“ISME” ATAS MISKIN


“ISME” = POLITISASI ATAS KEMISKINAN

IDEOLOGIKA atas Kemiskinan dibedakan 2 (dua) pemahaman. Sosialisme, atau Kapitalisme (Baca, Individualist). Bukanlah hanya Pertanyaan. Mengakibatkan Manusia (“Ujud”) Tidak Ber – HAK. Tanpa Kebebasan di Tanahnya

 

“Bebas”, Pembaca ……. Ke Acuan Sosialisme Hubungan Masyarakat – Manusia (= Pribadi)

 

1. Tenaganya = (Pemenuhan Kebutuhan)

 

2. Pemilikan Masyarakat ke ‘Nation’. Berhubungan dengan PEMIMPIN (Demokratisasi)

 

a. Sosial = Kebudayaan (Pertanian)

b. Politik – Daerah (Pilihan, Memilih)

c. Ekonomi Industrialisasi (Program)

 

3. Kuasa. Sosial = Kelas

 

<Titik

 

 

 

Atas Kepunyaan (Materialistis). Dijadikan rangklaian Alasan “Miskin” = Terjadi. Kemiskinan = Ukur Politik. Tidak Strategika – Isu. Retorika untuk Ekonomisasi. Dikehendaki Kekuasaan Terjemahan Negara. Memungkinkan “isme” = Perbuatannya ke Bentukan bentukan (“Form”, Ekonomikal)

 

– Kekuasaan = Gerak (Aksi)

– Sistim (Budaya, Ketahanan)

– Azas (bukan Per – Adat – an)

 

membentuk kembali (Reformatif). Berperike – manusia – an. Dari Keadaan MIskin ke  “Memiliki” suatu HAK. Apakah ???

 

HAK Ber – Negara (Kedaulatan, Aturan). Ke Politisasi

 

HAK Ditujukan (Tujuan = Kekuasaannya) untuk “Hidup”. MAKA, berlaku Peradan (Materi ?!?) di Negara

 

HAK Menyelenggarakan  Industri dan Pertanian

 

Ekonomisasi (Relas relasi) yang Politik bukan jadi “Ketegangan Antara”, namun karena didasarkan Dialektisasi – Tanggung jawab menyelesaikan Pemiskinan. Kepemimpinannya – “Milik”

 

Kemiskinan artian Nasional = Politik Demokrasi mencakup Negara Ekonomi yang Rasional (Daerah, Perdagangan, Sektor sektor – “Kerja”) ke Sistim Keputusan = Politisasi dan termaksud Pimpinan ke Kolektivisme dalam bentuk bentuk Sosiaslistis

 

Rakyat Miskin = Politik. Memperjuangkan (Tahapan tahapan Revolusi) Terkuasai kembali HAK Rakyat Berkekuasaan untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Kemanusiaannya (Pangan, Sandang dan Papan)

 

Menghapus Kelas kelas buatan Kapitalis, meletakkan dasar Persamaan, HAK Azasi Manusia (Ekonomi) untuk melaksanakan = Kolektif HAK Rakyat ber – Pemerintahan

 

<Jeda

 

 

 

MANUSIA

TITIK

HISTORIKA

 

Internasionalisme – Agamis belum lagi tersadar tafsir Kemiskinan, bahwa Tidak karena Uang (Beli). Melulu dampak Miskin ke Nasibnya, dan … Kematian. (Bukankah demikian, ‘Bu ?). Jadi a – Politik Kriminalisme

 

Miskin itu nyata dibuat ! Atas Kemanusiaan Masyarakat. Pemiskinan !!! Ekonomi ke Kapitalisme …….

 

— oOo —

 

<Titik

 

 

 

Pemilikan suatu Kekuasaan (?). Penghidupan … Tenaga = HAKNYA (Kelas). Bekerja untuk Manusia Sesama  (Adil, Berbuat). Tderjemahan ke “Individu” = Pribadi. Bersama. Dalam Takdir – Rakyat di seluruh Dunia

 

<Tutup

SEKIAN, TUAN TUAN …

 

 


PEMBICARAAN IDEOLOGIA EKONOMISASI (KEPENTINGAN KEPENTINGAN)


KEPENTINGAN kepentingan, yang terkendalikan HAK dalam Aturan

 

1. Negara. Kekuasaan (ke) Pemerintahan

 

a. Pemerintahan dan “Demokrasi dari” Kekuasaan (Politik Ideologisasi)

b. Keuangan. Nasional ke Industrialisasi

c. Internasional Hubungan Politik (Pemerintahan ke pemerintahan)

 

2. Parlemen Rakyat = Nasional

 

a. Kerakyatan dan Pengawasan

b. Pembentuk Undang Undang

c. Pemilikan, Strategika – Kepatuhan

 

3. Sosial dalam Kepentingannya

 

a. Pembentukan suatu Masyarakat

b. Kemanusiaan HAK = Azasi

 

– Penyelenggaraan Negara (Manusiawi)

– Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

– Kelas, Sosial HAK

 

c. Putusan putusan = Ke – Negara – an

 

<Jeda

 

 

 

Saudara saudaraku di Pertemuan Partai Rakyat dengan DEMOKRATIK dihadiri beberapa Partai  (Kerakyatan) dan Perwakilan Rakyat, yang berada di di Negara negara Demokratik

 

Ke Depan KITA akan mengembangkan Sosial Industri = Ekonomi. Terpolitisasi lah Kepentingan kepentingan (Tarung). Tidak Penguasaan – Kebebasan. Dua Kdepentingan pun Satu. Berke – Kuasa – an. Rakyat = Kepartaian (Perburuhan). Jadi bentuk bentuk Ekonomisasi dan PenyelenggaraanKeuangan diutamakan Hubungan Negara ke negara melaksanakan HAK EkonomiManusia atas Pemerintahan

 

SATU, Kepentingan Rakyat ke Industrialisasi (Produksi)

 

DUA, Kepentingan Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

TIGA, Kepentingan “Isme” ke Undang Undang

 

Rangkaian Perlawanan atas Kapitalisme Individualist Perdagangan Bebas. Ke “Pasar Terbuka” (Baca, Penyaluran = Distribusi). Politik suatu Perjuangan Kepentingan kepentingan Rakyat (di) Negara. Dalam Putusan putusan Kekuasaan Ekonomikal

 

<Tutup

 

 

 

SELAMAT MALAM DAN TERIMA KASIH

 

Anggota anggota Pimpinan,

Kamerad Partai Tua

Perutusan Dewan Rakyat

dan

Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK