Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Mei, 2010

CINA PERANAN RAKYAT


CINA,

PERANAN SUATU RAKYAT.

KE EKONOMI

 

 


RAGU ragu Cina (jangan baca “Taiwan” = Kebangsaan apa !?!) mengadakan Hubungan Ekonomi – Asia didasarkan Keberadaan “Orang Cina”.Mungkinkah tak lagi Sosialisme ? Karena, Perminyakan (Dagang)

 

1. Alat (Kepentingan) Produksi

 

2. Pertanian Sistim (Tenaga)

 

3. kependudukan = Hasil Revolusi

 

Muda kecewa Politis. Pensikapan Ideologisasi Partai kah ? Rangkaian keputusan Parlemen = Rakyat (Anggota). Berlaku Partai (ke = “jadi) Negara” atas Keuangan (jumlah, Program)

 

Lalu, Pemerintahan (Negara yang Republik !?!) “diikat” Tradsisionalisme – Kerakyatan ke Pedagang (kaum) berperanan dalam Internasional Pasar (no Globally Markets/没有全球市场 = Individualisasi). Mengendalikan Struktural – Birokrasi (tempat). Melepaskan antara Putusan – Industrialisasi, menyekat barang yang masuk

 

Posisi ke – sementara – an Pemilikan transisional Negara ke Perlabaan. Sehingga, mengalir “Yuan” (Sungai) Rakyat bergerak (Monetari, Organisatif), walaupun akan “Terpindahkan”. Itu, Kebebasan, Nyonya !

 

Bagaimanakah Cina Sosialis Pemerintahan = Lembaga yang “Isme” (Aanggota ke Wakil, Pemilihan) atas Kekuasaan Ekonomisasi lintas Negara ke Negara ?

 

Yaitu, antara lain

 

–     Laba Asing ke Uang Negara (= Hutang ?)

–       Hubungan denga Para “Orang Cina”

–       Investasi “Luar” (Negara Negara lain)

–       Keuangan Asia, Nasional Industrialisme

–       Putusan Kepartaian di Figural

 

Juga, Kedaulatan Politik (Kebudayaan Manusia – Alam) dan Demokratik, Tani di Wilayah/ Daerah Penghasil = Ekonomik Kerja Lahan lahan Tanam

 

Asia Tenggara = Malaya, Thai, Vietnam (Perkebunan, Tani)

Asia Pasifik = Jepang, Korea Utara (Padi, Gandum)

Asia Tengah = India (Perkebunan, Gandum), Pakistan (Perkebunan)

Asia Timur Tengah = Iran, Irak, Arab (Perkebunan)

Asia INDONESIA, Tani/ Padi

Asia Eropah = Turki (Perkebunan/Anggir, Gandum)

 

Ekonomi Keuangan dalam peta Industrial Sosialisme – Politik ke Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Aturan aturan Sosial. Memperjuangkan Produksi Strategika Masyarakat

 

I. Pembentukan Kelas Buruh Produksi – Tani Kemanusiaan Ekonomik

 

II. Tekno Logika atas Alat Produksi – Tanam (Ketepatan)

 

III. Kebebasan HAKNYA di Tanah ke Peradaban Zaman Manusia (Budaya)

 

 

SOSIALISTA ! Terima kasih

 


BUKU SUATU “NEGARA”


BUKU SUATU “NEGARA”

(Ideas = Logical)

MANUSIA VERSUS INDIVIDUALISME

PARA Pendahulu Kita menyampaikan KEBEBASAN adalah HAK. Manusiawi. Tanahnya di bawah Kebiruan. Terlepas dari “Hukum” – Perang. Berada dalam Kumpulan Saudara saudara se “Keyakinan”

— oOo —

SOCIALISTA ……. !

Percayakah, bahwa Kebenaran dari Pikiran Sosial … (Logika) ? [Saling tepuk ke “Badan” diperlakukan. Suatu kebiasaan Perserikatan. Meng – “ya” kan. Ramai, agak Liar

Legiun legiun kembali menempati Barak barak, yang ditunggui Sang Nenek Pejuang dari Para Cucu (Baca, Penduduk) Demokrasi. Tersenyum Bocah bocah di Kamar. Dibelai Ibu yang ramah

Perempuan perempuan usai bekerja di Pertanian dan Kebun. Mengolah bebijian jadi Makanan. Menyerebak wangi rambut yang menggerai. Dalam hangat udara jelang malam di bukit bukit bebatuan

Dari Pulau itu, menampak Gemintang. Terlihat pijaran Api

Itulah, yang Nasional ! Kata mereka, Tuan tuan Muda yang di Zaman Industrialisasi jutaan Pabrik di seluruh Negara. Para Tetua bersama duduk bersidekap dua lengan tangan. Bertukar pandang ke Orang orang Hitam sedang mengisap gulungan tembakau daun. Teringat “Jiwa yang di Hutan”

Bahasa suatu Kebudayaan. MENYATAKAN. Bukan Pendustaan dulu. Diatur Perbuatan ke HAK Manusia. TUBUHNYA. Ini Retorika Bebas. Ibu akan suka. Inginkah pelukannya lagi ?

Adil adalah Kesucian. Bisiknya. Dalam Masyarakat – Wilayah. Berkeringat. Kerja bukan Duka. KARENA HAK. Mendapatkan Keadilannya ! Terukurkah Uang Individualist atas Produksi, dan Pertanian juta hektar

<Titik

Pertanyaan Filosofis, suatu Benuatika Politik Ekonomisasi di atas Lautan. Terjawab, Bangsa adalah Masyarakat. Terjemahan Ke – Kini – an Sosialisme Produksi = Menyediakan. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

<Jeda

“Ke Demokrasi” bukan kalimat bahasa baru  di Dunia

1. PEMBEBASAN

2. HAK

a. Negara

b. Azasi Manusia (Peradaban)

c. Kuasa

3. Kemerdekaan (FREEDOM Of)

Dalam Revolusi atas Materialisme ke Politisasi = Industri. Membentuk Masyarakat/ Penduduk, “yang Berhak” = Kekuasaan (Home Land. Kedaulatan ?) Negara didasarkan SAMA HAK = Kewajiban. Menjadi Constitutions ke ‘Nation’. Rangkaian Pemerintahan dan Negara Negara “Bagian”. Alami, terpolitisasi

Mulai dari Pemikiran Sosial Logika ke Politik, MAKA Sosialis di Amerika masuk ke Tarung Pasar, yang “Terbuka”. Demi Perhitungan Ekonomik Tenaga Kelas

<Tutup

TERIMA KASIH, “MERAH


AKSI MASSA – SEKSI


AKSI MASSA (KE) AKSI

MENGHADAPI

MILITERISME (PROVOKASI)

PROVOKASI yang represif, didukung Perintah lewat Jaringan jaringan. Memintas ? Ternyata telah diganti. Pelaporan Informatik (Kebocoran ?).Berdasarkan Pengaruh pengaruh (Kepangkatan, Pertemanan Posta Jabatan)

 

Bentuk bentuk Provokatif, antara lain

 

1. Keamanan. Pembangkangan atas “Negara” (Pemerintahan)

 

2. Ekonomi

a. Tuduhan Pengrusakan Ekonomisasi

b. a Politik ke Penyesatan. Ekonomikal

c. Pemeriksaan (= Hukum) Ekonomis

 

3. Penghasutan jadi Kontra Revolusi

 

Masih jua. Ketika Kitalakukan Ubah Taktika Massa ke Strategika = Arah ke Perekonomian Industrialisasi (Keberadaan Kelas) Sosialisme Dunia, dan mempersiapkan Seksi seksi (Aksi)

 

Beberapa Seksi agar dikem angkan Membentuk. Dalam semua Aksi Massa Kita Nasional – “KIRI”

 

Tetapi, maaf … ada Koordinat koordinat (Alam,. Titik – Garis) saling berhubungan = Organisme, maka menghubungkan Horizontali – Vertika dalam menyalurkan Pemikiran Strategikalisasi Kekuasaan Rakyat (Massa), menjadi Keadaanm Revolusioner ke Tujuan

 

Pembentukan Massa jangan Terkuasai suatu Permusuhan itu (atas Militerisme ke “Tentara Perang”) skala Luas = Kuasa, dan Jarak Capai Pendek ke Pimpinan (Ordo), MEMBAHAYAKAN Buruh dalam Massa hanya jadi Anarkhistis Reaktif saja

 

Individualisme (Kaum) “membeli Ajuan Perang” Kota. Ke Tahapan tahapan Pertempuran (Waktu = Sistim atas Tempat). Melalui Internasional. Kita pun ke Unit unit (Komando “Satu)

 

<Jeda

 

 

 

I. Seksi = Organisme (Keputusan, Anggota. Laporan). Penghubung

 

II. Seksi. Dari Pikir ke Terjemahan Kerja (Ideologi. Ke Arah)

 

Catatan : Rangkaian Pemikiran – Dialektika yang Logika Sosial = Isme eke Nasional Pergerakan pergerakan Rakyat (Alur, Keadaan = Nyata) jadi suatu Keputusan keputusan Sosial – Manusiawi (Sekumpulan Orang Masyarakat Ideologi = Anggota anggota, Kelompok kelompok Sosial Grup) dalam Jangka Pendek = antara ke Tujuan Kekuasaan (Perbuatan perbuatan) Rakyat “Miskin” ke Perjuangan yang jangka Menegah, dan Waktu Lama berjangka panjang (Organik organic)

 

III. Seksi dalam artian Ke – Wilayah – an. Ke Pertahanan

 

Arti Persaudaraan ke HAK Azasi (Penghidupan)

Arti Unit unit Demokratik = Wilayah

Arti Kekuasaan = Gerak Rakyat (Demokrasi)

 

<Titik

 

 

 

Saudara saudaraku Demokratik, …….

 

Bersumberkan HAK HAK Revolusi, maka Seksi seksi Kita “melindungi” Pekerja dalam Demokrasi Ekonomi Produksi

 

SEBAB, Hubungan Tenaga Kelas dengan Perekonomian Usaha melepaskan Ketergantungan pada de – Politisasi ke Penguasaan (Militerisme !). Sehingga, berkekuatan Politik Ekonomikal atas “Kemungkinan Industrial”

Membuka, namun Tertutup. Karena, Anti Kapitalisme . Bergerak. Seksi seksi adalah Organisme Perlawanan Rakyat. Bertujuan. Suatu kesetiaan Takdir Kita. Kelas Buruh – Demokratik … Dakam Gugus gugus Juang ke Ekonomi (Rakyat = Massa) Bersama !

 

<Tutup

PROLETARIAT KUASA. SOSIALISTA !

 

 


DEBATE. Sosial Ekonomik


DUA Persoalan ekonomi di Dunia sekarang. Menyeret Amerika dalam Perdebatan

Satu, Sumber Alam ke Produksi

Kedua, Uang. Ke Nilai

– Industrialisasi = Barang. Ke Perdagangan

– Pasar. “Bebas”, atau Terbuka (Berterisme, Aturan)

– Keuangan Negara (Politik)

didasarkan

1. Human Rights

2. Publik. Hubungan ke Hukum

Bentukan bentukan Internasional. Kelembagaan dalam Putusan. Produksi ke Hasil = Budaya. Hukum ? Antara Bangsa ke bangsa = Peradaban. Mungkinkah Keadilan itu dibuat ? Peng – Hukum – an atas Zaman

3. Kekuasaan (Baca, Negara)

Tuan/ Nyonya, yang Terhormat …….

Mengapa didebat ? Hanya karena Tekanan  tekanan “Politik Kaum” Militer. Meskipun perlu. Namun, Bantahan kah atas Social Logics ?!?

1 Demcracy. Ke Perburuhan (HAKNYA)

2. Peradaban. Tani – Budaya (Dasar). Karena, “makanan” (Pengubahan)

3. Keuangan ke Peng – Anggaran = Distribution

Kekuaturan Negara – Rasialisme akan membentuk Pasar. Yang semula Terbuka jadi Ekonomisasi Warna. Berlangsung Ketertutupan di Parlemen (Amerika)

Sesi Perdebatan ke I. Hukum, Pembicaraan (Awal)

1. Imigrasi. Hukum ke “Negara”

2. Transisi Ekonomisasi – Politik

3. Bangsa ke bangsa (federalis)

Sesi Perdebatan ke 2. “Isme”. Ke Tarung Ekonomisasi (“Bebas”)

1. Alat Produksi. Perdagangan

2. Teknologika. Upah, Buruh

3. Pembentukan Industri – Daerah

Sesi Perdebatan ke 3. Kekuasaan, Rasionalisme

1. Kekuasaan, Pertahanan.

2. Internasional. Kekuasaan (Hubungan)

3. Kekuasaan – Nasionalisme

Ketika sadar lah Kita, ternyata bukan hanya dengan Amerika Serikat. Kepentingan kepentingan Kebangsaan. Ekonomi suatu Produksi. Industrialisasi. Hubungan Keuangan – Perdagangan. Berlaku Azas Kepentingan saja. Menyingkirkan Pemahaman Masyarakat sebelum Keberadaan “Negara” mana pun jua di Bumi Manusia

Sekian, Terima kasih.

SELESAI


EKONOMI POLITIK SOSIALISME


EKONOMI = POLITIK. KEKUASAAN

(PEMBICARAAN

ANTARA SOSIALISME)

REKSIKO reksiko Pembentukan Kelas Pekerja dari Kekuasaan Mutlak Rakyat Perjuangan HAK HAK, karena Pemiskinan (Kapitalisme ke) Ekonomikal diterima. Persiapan dalam Gerakan gerakan Revolisoner mempercepat Perkembangan Industrialisasi. Buruh bergerak = Kepentingan kepentingan Ekonomi (Kepemimpinan). Strategika ke Hasil Produktivitas

Didasarkan Hubungan Kerja – Majikan. Ke Perdagangan. Suatu kelas Menengah

1. Pakai – Serap (Keuangan. Beda lah Korupsi)

2. Produksi = HAK.  Ke Distribusi (Baca, Penyaluran – Hitung)

a. Usaha = Kehidupan. Yang Dibebaskan

b. Waktu, Tenaga. (Saling Membutuhkan)

c. Kemampuan Pasar. Uang Beredar

3. Penjaminan Negara – uang. terpolitisasi (dalamTelaah Ekonomis)

<Jeda

Suatu reksiko, yang mengarah de – Struktur Taktika (kelompok). Karena, Pertanahan (Luas, Tani). Berhubungan dengan rangkain Kepentingan Negara – Daerah. Terjemahan Alam ke Produksi dalam bentuk bentuk Fabrikal (mekanisasi). Dimungkinkan Rasionalisasi. Juga, Federalis

[Yang bukan Sosialist akan tidak paham Tulisan Kami. Membaca dari/ke Arah Penolakan]

<Titik

Pekerjaan – Negara (Pembagian) antara Wilayah ke Daerah daerah berhubungan dengan Kekuasaan (Pemerintahan, Kepartaian = Goverment) Ekonomi (Lihat, Eksodus Politik Cina. Wilayah/ Daerah) jelas Terbagi. Kecuali, Organisme Keuangan

– Putusan Internasional  Dagang

– Import (Pelabuhan, Kelautan)

– Ekonomisasi Organik, Perlabaan

– Kebaruan Sistim, yang dibakukan. Bersama (Keanggotaan = Masyarakat. Ke Unit). Menyeluruh. Wilayah dan Penduduk

– Birokrasi. keputusan (ke) Penyaluran

Namun, Reksiko reksiko dapat langsung dijadikan Perubahan Gerak Kuasa, bukan Isolatif Politik, tetapi Ekonomik. Terlepas Rakyat dari Ketergantungan

<Tutup

SALAM PEMBEBASAN, KAMERAD


RETORIKA, EKONOMI – MEREKA


KINI, Internasional Politik berubah. Didasarkan Ekonomik. Membentuk Materika – Perdagangan Dunia. Tetapi, nyaris Produksi tanpa HAK

Karena, Sosialisme pun  Ekonomik. Maka, mengajukan Kekuatan Bertahan Perekonomian

1. Nasional Industrialisme

a. Sumber Alam (Kedaulatan = Wilayah wilayah)

b. Rasionalisme Pasar (Kepemilikan ? Transaktif) Terbuka. Bukan Pasar Bebas

c. Demokrasi (Kekuasaan) Ekonomi ke Produksi – Dagang

2. Pembentukan Masyarakat Sosialisme Dunia (Negara ke Pemerintahan)

3. Produksi, Kepemimpinan – Pemilikan (Masyarakat) di INDONESIA

a. Kepemimpinan (Pembicaraan), dan Pemilikan Masyarakat

b. Hubungan Alat Produksi dengan Teknologika – Buruh (Kelas)

c. Kekuasaan Rakyat – Uang

Menerjemahkan Politik Rakyat Miskin terpolitisasi ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia ke Pertahanan dan Negeri pun berdasar

Suatu rangkaian PEMBEBASAN (= Sosial Manusia) Rakyat di Dunia

– Keuangan Industrialisasi (Anggaran)

– Bagi Perlabaan ke Masyarakat

– Buruh, Pengupahan (Jaminan)

– Penyaluran Hasil Produksi  ke Distribusi Barang Ekonomis Perdagangan

Pertumbuhan Ekonomi jangan lah didasarkan Perdagangan tetapi Tahapan tahapan Kemampuan Masyarakat, karena matarantai Produksi (Nilai, Transaktif – Pakai)

Namun, Sektor sektor (= Anggaran Pembelanjaan Negara. Birokratisasi ?) Ekonomi Internasional ke Pasar memerlukan pasokan Uang ke Perlabaan (efisiensi). Sektor Riil, yang didukung Perbankan, terpolitisasi Parlemen, Kenegaraan – Daerah diperkuat. Ratio – Keuangan = Hubungan. Industrialisasi

1. Putusan putusan Negara. Politik. Nasionalisme ke Perbuatan

2. Pemakaian. Hasil (Kemasyarakatan)

3. Pelaksana. Negara atas Keuangan. Ketaatan

Tidak retorika = Politisasi Ekonomi (mereka) ke Perlakuan atas Negara, acuan Ketakutan saling Curiga ke Pertarungan Monopolisme Liberalistik ke Individualist. Ngoceh dewek setelah belajar Ilmu Politik. Lalu, jadi Dagang Jasa  Politik di Negara mana Tujuan. Menguasai Hukum – Pemerintahan, tetapi blo’on ! Dasar !?! Ngawur … ?

He he he … ! SEKIAN, deh !


SUATU PERSEMBAHAN AKHIR


NUSANTARA

JAYA

PERSEMBAHAN

TERAKHIR.

PANCASILA TERJEMAHAN EKONOMI

PEMIKIRAN ke Titik titik yang telah menempatkan Negara suatu Konstitusi atas Organisasi, namun bukan lah Kelembagaan Hukum karena didasarkan Kemanusiaan dalam Sila Musyawarah ke Pemufakatan

Karena,

Sosial Keadilan MANUSIA

Kekuasaan Rakyat (PERSATUAN)

Bumi, Tanah/ Letak

Pembukaan

“… untuk membentuk … Pemerintahan, … berdasarkan Keadilan Sosial …….

(Baca, SilaPancasila)

“… disusunlah dalam suatu Undang Undang Dasar Negara …….

Terbentuk

“… dalam suatu susunan Negara … INDONESIA …….”.

Titik Pikir Manusia ke “Ide” Negara menyelenggarakan Hubungan Kekuasaan Rakyat – Keadilan dalam pasal pasal Ekonomi Dasar untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya. Berdasarkan Kebabasannya di Tanah Nusantara

Bentukan bentukan Rasional ke HAKNYA (Produksi, kepentingan kepentingan) Rakyat INDONESIA di Dunia Tujuan Kemakmuran Negara dari usaha Perekonomian Industrialisasi

–          Internasional (Dagang ?) ke Pembentukan Masyarakat Sosialis

–          Nasional Industri = Kemasyarakatan (Baca, Masyarakat ke Kelas)

–          Kepemilikan Masyarakat Sosial Kekuasaan Ekonomisasi

<Jeda

Presiden (= Negara), yang didasarkan Kekuasaan ke Pemerintahan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik INDONESIA mengacukan Sistim = Kekuasaan Uang, mempertanggung jawabkan Pelaksanaan Ekonomi (Aturan ke Perintah), berlaku Negara (Pancasila) Industri

1. Pasal 33 ayat 4 “… atas Demokrasi Ekonomi … BERKEADILAN … Keseimbangan … Kesatuan … Nasional”

2. Tidak Individualisme, tetapi kepemimpinan – Pemilikan Masyarakat (Penjelasan Resmi Undang Undang Dasar Republik INDONESIA)

3. “……. BERHAK … sama dalam Pemerintahan”. (Pasal 28  D ayat 3)

<Tutup

SOSIALISME JAYA !

Sekian.

Terima kasih, Tuan …


TERROR ! TERROR ! TERROR ! KONTRA – BOIKOT !


TEROR, KEKUASAAN PERANG

Pembebasan

KEAMANAN suatu Negara menjamin Tingkatan tingkatan Hidup Kemanusiaan Masyarakat, yang hendak dicapai. Bukan Penguasaan Militeristis

 

Ukuran ukuran Kekuasaan diarahkan ke Sistim = Konstitusif, Pemerintahan, melaksanakan Hukum dalam rangka Ketahanan Nasional  (Baca, Wilayah wilayah). Bukan “Tekanan atas” = Terror Ekonomi

 

Seimbang – Rasional dalam Kemampuan kemampuan Bertahan Rakyat (Sebab) Tenaganya

 

1. Kebijaksanaan

 

2. Perintah

 

3. Keputusan

 

4. Komando (Unit unit ? Lihat juga, Anggaran Dasar PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK)

 

5. Instruksional

 

Dipertahankannya. Sehingga, Kekuasaan (di) Negara selama “Keadaan di bawah” Panglima Tertinggi (Kepemimpinan Peperangan) mampu berlangsung untuk “Membentuk”

 

Unsur unsur Kerakyatan (Negara) suatu Organisme – Pertahanan Rakyat

 

Pergerakan ke pergerakan “Ubah” = Putusan putusan dalam keseimbangan Demokrasi Ekonomisasi (Produksi), tidak saling lepas dari Kedaulatan Sosial = Kuasa

 

Ini , Politik ! Tujuannya yang akan membedakan. Antara Pihak ke pihak. Ber – “Negara” (Negara = “Ide” . Utopia kah ?)

 

Tetapi, ketika Pertahanan diterjemahkan “jadi Kekuasaan”, jikalau terkendalikan Kelompok kelompok (Dari ? Pemerintahan – Militerisme, atau Pihak pihak lain dan Luar), maka diterapkan Taktikalisasi “Demokrasi ke GerakInternasional (Boikot Dagang, Produksi)

 

Karena,

 

–          Ancaman atas Rakyat (dalam Kelas)

–          Kemungkinan “Pecah Kekuasaan”. Lalu, saling berhadapan. Ke Kontra (Tidak kembali Oposisional )

–          Tentara pun tidak Taat ke Rakyat (Demokrasi)

 

 

 

SELESAI

 

 


TANGGAPAN POLITIK KOALISI


TANGGAPAN POLITIK KOALISI

APAKAH Pemerintahan suatu Koalisi Partai partai atau Tidak Bisa ? Bersumberkan dari Undang Undang Dasar Republik INDONESIA Pasal 4 ayat 1 “……. memegang Kekuasaan Pemerintahan.” Karena, Presiden didasarkan Pemilihan Demokratisasi kekuasaan

 

Namun, Kepentingan kepentingan mungkin. Tetapi, berlangsung Pembicaraan sebelum Pemilihan. Terlaksanakan Tidak dengan Partai yang punya Calon Presiden lain juga. Aetelah itu, … politisasi

 

Dalam Parlemen pun tidak diberlakukan Koalisi (Proporsional, Keanggotaan) dan Oposisi. Mengacu Perwakilan (Lihat, Pembukaan). Negara ke Sistim (Konstitusional). Kedaulatan Rakyat di Negara. Bukan Pertarungan ke Militerisasi. Bersama ke Pembentukan Undang Undang

 

1. Kekuasaan Pembentuk (Fungsi)

2. Dua Kamar = Wakil

3. Keseimbangan. Negara – Pemerintahan

 

Tidak satu Kegiatan Penyelenggaraan Kenegaraa, yang diputuskan Partai (Perbandingan Vietnam). Sehingga Partai Politik tidak mampu menarik Calon Presiden di Pemilihan

 

–          Kekuasaan (Politik) di Negara

–          “HAK” (di) Negara. Rasional. Atas Suara Distrikasi

–          Hubungan Pemerintahan (Wilayah) dengan Parlemen

 

Tidak ada “Kekuatan Sama” dalam tarung Politik, kecuali (maksud, Demokrasi) Partai partai gabung ke Partai Calon Presiden

 

Untuk apa Koalisi ??? Terpilih, koq ! Membagi Jabatan/ Kursi ? Di Negara (ke Wakil Presiden kah ? Ha ha. Calon ne sopo, ‘Rek ! Akan ngawur, dunk !). Sementara, Agen agen Politik Sewaan beranggapan saja. Ke Penisbian. Dan, ternyata ? Maksud, Pengamanan Suara ke Pemilihan. Nanti !?!

 

Mungkinkah Bagi Suara Rakyat (Pemilih) ? Dan, kuatir yang ada “Berpindah” ? Wah ! Sontoloyo Tukar Politis ancam Ekonomisasi – Perbankan dipaksakan “masuk” ke Hukum – Kepresidenan

 

 

 

SEKIAN

 

 


POLITIK BUDAYA – INDIVIDUAL


BUDAYA, POLITIK – INDIVIDUAL

BEBERAPA dasar, yang diajukan antara lain “Kaum” Feminis, Politisi, dan Para Ekonom untuk menyelesaikan Kebudayaan – Moderenikal, yang diartika Sepihak atas Ke – Ilmu – an. Menerjemahkan ke Pemahaman (Syarat syarat)

Militer gagal, karena berlangsung Hubungan Negara – Masyarakat dengan Kebudayaan. Logis. Ke suatu pemerintahan. TERTUNTUT Tanah = HAKNYA (Perdamaian)

Pertahanan adalah Gerak. Membuat Kekuatan. Tidak Individualisasi, walaupun Proses (Kejiwaan). Untuk Bersama. Cara ke Hasil = Kebudayaan. (Bagaimanakah Ke – Tentara – an ?). Lalu, dibentuk. Karsa, Rasa ke … Perbuatan

Ajuan Politik – Feminisme – Ekonomist (Baca, Industrialisme = Teknologisasi) tersebut telah menjadi Reaksioner Aatas “Negara”. MENUNTUT. Ke Peradabannya. Suat realitas ? Penghidupan. Ya, ya ! Apakah Idealisme (Pemikiran) ke Niat, atau … Kekecewaan ? Nah ! Itulah, menunjukkan Moderat – Keputusan . Di Perpolitikan. Ke … Skeptisme

Strategikalisasi HAK (Perempuan kah ?) dijadikan Perjuangan Budaya = PERUBAH. Materialism ke Gerakan. Kebaruan Zaman Manusia. Kemutlakan. Masyarakat untuk Kelahirannya

Membentuk Masyarakat, didasarkan Kekuasaan – Aturan Tujuan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (Anak anaknya). Kebudayaan. Bertani, Berke – Kuasa – an, Aturan Berproduksi

Bentukan bentukan Juang dalam Ke – Wilayah – an = “Ruang” (Pikiran). Suatu Kedaulatan – Waktu. Dibenturkan. Budaya Pertanahan/ Tempat. Manakah Universalisasi Peradaban Tanpa Nilai – Alam Kemanusiaan. Tidak lah “Wujud” Hukum

SELESAI. Terima kasih


MAHKAMAH AGUNG AMERIKA


HUKUM –

MAHKAMAH AGUNG AMERIKA

DI DUNIA


MAHKAMAH Agung suatu Lembaga Hukum ? Mungkin saja … tidak. Karena ada “Negara” dalam Penyelenggaraan Keadilan (Manusia)

Hukum itu lah, yang dibuat. Untuk Pelaksanaan Kekuasaan. Namun, Hukum Tidak Kuasa. Menyediakan Dasar  (ke Sistim. “Azas.) berbuat” = Negara (Per – Undang Undang – an) atas Pemerintahan

Memilah “Kekuasaan  Berlaku” dan “Negara Kuasa”. Namun, dalam Filosofika, Tanpa Kekuasaan tiada suatu Negara. Maka, Hubungan Kekuasaan dengan Mahkamah Agung dipertanyakan

Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

1. Perbuatan, Figur (= Politisasi). Section 1. The judicial Power of the United States, shall be vested in one supreme Court, and in such inferior Courts as the Congress may from time to time ordain and establish.

2. Putusan putusan (Keadilan ? Baca, Kekebalan)

3. Kebebasan – Hukum. Ke Pemeriksaan. Section 3. Treason against the United States, shall consist only in levying War against them, or in adhering to their Enemies, giving them Aid and Comfort.

Ketika Demokrasi (Baca, Rakyat) bergerak, maka Sosial = Kuasa. Menuju Keadilannya. (Di Amerika ? Ke Pemerintahan). Menjadi Keputusan Organisatif  Negara. Ke Internasional. Tidak lagi Benuatika. Meletakkan Oposisional = Perbedaan atas Hukum ke Hukum

1. Materialisme, Ke – Benda – an

2. Rasialisme – Negara

3. Nasionalisme ke Peradaban

Bukan hanya Perselisihan – Tengkar, yang didasarkan Kedaulatan = ‘Nation’ (United ?), terpolitisasikan. Lalu, “Mahkamah” telah dijadikan jelmaan Konstitusif atas Perlindungan (Law). Antara Pemerintahan, mekanisasi Lembaga lembaga Negara = Wilayah wilayah, Penduduk Amerika

Section 2. The judicial Power shall extend to all Cases, in Law and Equity, arising under this Constitution, the Laws of the United States, and Treaties made, or which shall be made, under their Authority; to all Cases affecting Ambassadors, other public Ministers and Consuls; to all Cases of admiralty and maritime Jurisdiction;

Sementara, bagimanakah juga Internasional Hukum – Kekuasaan ?

1. Hubungan Kebangsaan – Ekonomisasi

2. Rasionalisme = Politik

3. Putusan putusan Kekuasaan

Pelanggaran pelanggaran HAK Azasi Manusia, Penguasaan HAK HAK Wilayah Wilayah (di) Dunia. Pemerintahan Amerika Serikat dan Militer berlawan Sosial HAK Ekonomi

SELESAI


DEMOKRATIK “HAK” REVOLUSI


DEMOKRATIK, “HAK” REVOLUSI


Terima kasih, Saudara saudaraku telah mengundang ke “Pertemuan” Tahunan. Kini, didasarkan Perdamaian Internasional Sosialis. Ternyata, diterima beberapa Pikiran DEMOKRATIK. Berlaku PERUBAHAN Ke “HAKNYA” = Revolusioner. Perkenankan lah … PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

[Kebanggaan dalam senyuman ratusan Peserta Pertemuan. Sambil berdiri Ketua dan Pimpinan. Dipersilahkan kembali Bicara (Rekaman) dan serentak PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK kepal tangan Kiri genggam ke Depan]

Ke Masyarakat Sosialisme ……. !

Yang Muda Kita pun merasakan Persaudaraan Darah Rakyat. Mengaliri Tubuh tubuh yang Lahir = Kesucian ! Dirinya ! Dari Perempuan Sosialis. Menetes. Maka, ada Revolusi … !

Apakah, yang selalu diperjuangkan DEMOKRATIK ? Adalah, PEMBEBASAN = Manusiawi. Yaitu,

SATU, Kekuasaan Rakyat “Miskin” (Tujuan). Membebaskan Manusia – Rakyat (Masyarakat)

DUA, Pembentukan Masyarakat Sosialisme

–       Kelas (= Tenaganya) Buruh

–       Sosial = Kekuasaan Rakyat

–       Produksi = Kepemilikan Masyarakat

Menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan Manusia

TIGA, Sosial = Kekuasaan (HAK) ke Kelas. Mendirikan Nasional Industri (Produksi)

Politik Rakyat “Miskin”. Pun melalui Rakyat – Massa Aksi (Perijinan ? Di INDONESIA), dan Massa (= Perjuangan) Buruh. Dipersiapkan Kekuatan jadi Bentukan Revolusioner, yang Bersatu. Untuk Bertahan, karena HAK Ekonomik. Bergerak. Dalam Gerak Kuasa Rakyat. Internasional di seluruh Negara. Ke Demokratisasi Pimpinan Massa

Memang Kita Perlawanan ! Demokrasi. “Alat” Rakyat ke Cara. Namun, belum ke Sistim kah ?!? Terkecuali SEBAB berdasarkan Kemanusiaan. Aturan aturan Manusia. Dialektika

[Seru beberapa Kamerad yang duduk di belakang Meja Persidangan. Serentak !]

Pimpinan Sidang, …

Ketua, …

Saudara saudaraku, …

Dalam Perlindungan ke – Kiri – an, Kami tidak menghancurkan Produksi. Seperti … mereka !!! Berkekuatan Persenjataan (maksud, Imperialistis – militerisme) terkuasailah Bangsa bangsa di Dunia, dan Alat alat Produksi ! Di Negara.Untuk Para Individualist Dunia ke Ekonomisasi Uang Perdagangan. Dan, Kita jijik !

–       Penindasan

–       Pemiskinan

–       Penghinaan

–       Pendustaan

–       Pembatasan

–       Penguasaan Sumber Alam

–       Peng – Hukum – an

DEMOKRATIK dalam Kekuasaan – Massa ke Perdamaian. Karena, Politisasi Kebebasannya. Menerjemahkan Pemikiran yang Kiri. Logik ! Kerakyatan dalam Pertarungan hancurkan Kapitalisme di manapun

[Seru beberapa Kamerad yang duduk di belakang Meja Persidangan. Serentak !]

SOSIALISTA … !

SOSIALISTA … !

SOSIALISTA … !

Atau, hilang Kami ??? Kita mampu memilih ! Kembali ke Rakyat jua. Si Anak Perempuan Sosialis. Dari Zaman ke zaman. Bersama. Ia, yang abadi Teringatkan dalam Pemikiran Juang

SEKIAN. Terima kasih

Disampaikan

Kepada Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK


HUBUNGAN KERAJAAN – AMERIKA


HUBUNGAN

KERAJAAN – SERIKA AMERIKA

(PERTIKAIAN)

 

 

 

PEMILIHAN di Inggeris lanjutan Demokrasi yang Lama ke Depan. Antara Liberal, Konservatisme, Labour. Nasional Parlemen masih berdasarkan Sistim Pertanahan (England)

 

Bangsa (dasar Klan klan ? Dan, Tidak Benuatika) ke Pembentukan Ekonomi dan tak akan lagi berhasil. Atas rangkaian Tahapan Kebebasan Ekonomis

 

Ideologisasi Kekuasaan yang membentur Monarkhal Ekonomi (Kepemilikan).Tidak lah mungkin strategik, karena PENOLAKAN Kaum Pekerja

 

KOnflik konflik (Politisasi)

 

1. Konservatif – Liberalisme

 

     – Keuangan (Emas Sang Raja)

     – Goverment = Dalam “Negeri”  ?

     – Perdagangan. Luar “ke Negara”

 

2. Liberal – Buruh (= Kepartaian ?)

 

     – Keuangan (Emas = “Barang”)

     – Wilayah wilayah (Industrialisasi)

     – Hubungan Partai – Parlemen

 

3. Labour (Partai) – Konservatif

 

     – Keuangan, Pasar (Dunia)

     – Per “Ijin” an Kerja (Lampau)

     – Perdana Menteri = Partai ?

 

Negara (= kerajaan. Organisasi ?) ke Pemerintahan (Trias Politika), walaupun berbeda. Namun, karena Ekonomisasi Uang, diterima. Nyaris tidak ada Oposisi dalam artian Partai Politik. Negara = Sistim Pemerintahan. Terjemahan “Kepentingan” (Nasional. Raja – Penduduk)

 

<Titik

 

 

 

       PERTIKAIAN

       DENGAN

       AMERIKA

 

Keberadaan Buruh (Labour ? Pekerjaaan) dalam Negara (“Negara” terbaca Ekonomi), menfacukan Situasional Keuangan Internasional. Ke Industrialisme = Perpolitikan. Sistim yang menekan Liberal di Keadaan Tetap, menolak Pertanian Moderen Ekonomik Amerika

 

1. Tanah bukan Ekonomi berdasarkan Kekuasaan (Perdagangan) Merdeka

 

2. Tani (= perkebunan di Britania) jadi Pembiayaan (Keuangan) Raja

 

     a. Raja = Kerajaan. Suatu pewarisan Tunggal

     b. Hubungan “Politik Raja” ke Uang – Tanah

     c. Pemisahan Kepemilikan Raja, dan Masyarakat

 

3. dasar Kekuasaan (Bangsa, Sifat) dari Hubungan Internasional atas Pertanahan

 

<Titik

 

 

 

Pertanian di Amerika (Historis) suatu Industrial Keuangan Nasional atas Pertanahan, sedangkan Inggeris Raya terlihat “Ikatan” Raja atas Tanah = Negara. Jelas, Hubungan Tanah = Hasil ke Internasional = Agro Ekonomi (Dagang ? Gandum – Roti, kacang, makan Ternak). Jadi Pertikaian mereka

 

<Titik

 

— oOo —

 

 

 

Pertarungan Ekonomisasi Liberalistik versus Penganutan Kapitalis dalam masalah masalah Internasional Uang (= Hukum) Dagang antara Negara negara (kerjasama ? Bukan. Tetapi, Perjanjian Industri – keuangan). Walaupun tanpa Idelogi Negara, itu lah Tarung Kuasa Dunia atas campur tangan Pemerintahan Amerika (Obama) + Penanda tangan dengan Amerika, dan Kerajaan

 

Keuangan “untuk” Pemerintahan dibahas Parlemen di Negara (semua Kepentingan. Partai ?) Inggeris. Politik dua kamar yang bukan Kelembagaan Raja, mengalami “Jarak Buka” (ke) Dollar. Terjalin Multilateral Keuangan Politis. Namun, di Amerika diputus Keuangan = Govermental – Negara negara Bagian (Perang Saudara)

 

1. Kerja Industrialisasi (Union) Wilayah wilayah (Kerajaan ?) Inggeris

 

2. Pajak atas Usaha usaha Pemerintahan, dan Daerah

 

3. Upah ke Sistim Uang Persemakmuran – Raja (lewat parlemen)

 

<Titik

 

 

 

Kesamaan Imperialistik “Negara” menjadi Sumber Pertikaian itu. Industri. Kepentingan Si Pemerintah. Berlatar Sejarah masuk dalam maasing masing Hukum Negara, tersamar Liberal Perdagangan versus Absolutisme Kebendaan

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


EKONOMI = KOMITE ? “ISME” ! (Tulisan ke Dua)


TEKANAN tekanan Mata Uang lain ataas Mata Uang = Negara, “berlaku dalam Perekonomian”, karena didasarkan Kepentingan yang langhsung menjadi Politisasi (banyak Kepentingan). Membentuk Putusan (Bahan bahan)

 

1. Parlemen (Aturan, Kekuasaan)

 

2. Pemerintahan (di) Negara/ Kenegaraan

 

      a. Kebijak kebijakan Negara

      b. Undang Undang (= Negara)

      c. “Isme” Politik. ke Hukum di Negara

 

3.Perintah (Dasar Kepemimpinan)

 

Dalam bentukan bentukan Pelaksanaan Ekonomi Dunia – Keuangan  Negara (Rupiah)

 

       – Anggaran ke Pendapatan Negara

       – Keuangan Industrial (Produksi)

       – Laba (Perdagnagan = Hutang ?)

       – Tanggung jawab Keuangan

       – Rasionalisasi Pertanahan ke Usaha

 

Nilai nilai yang mengacukan Kerakyatan, diatur. Konstitusif ? Tidak Individualisme (Penguasaan). Terbentuk diajukan Keuangan = Putusan, yang Berkeadilan. Rancangan Uang pemakaian

 

Undang Undang Dasar

Republik INDONESIA

 

Pasal 23 ayat 1 “Anggaran pendapatan ……. wujud … keuangan negara …..”

 

juncto

 

Pasal 11 ayat 2 “……. perjanjian internasional …  yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat, … terkait … beban keuangan negara …

MENGHARUSKAN

PERUBAHAN dan … pembentukan …..”

 

KARENA

 

Pasal 28 C ayat 2 “……. berhak … memperjuangkan HAK NYA … Kolektif untuk … masyarakat … negara.”

 

Namun, Hutang tidak lah Anggaran (Pembelanjaan) tanpa ada Produksi. tetapi, mengapa  ? Ke dimasukkan ? Ke Perdagangan (Kurs, Edar). Sementara, Rupiah berada dalam Angka angka Politis (Moneter ?) dalam Industrialisasi tiada Transaksi (= Peng – Anggaran) di Negara antara Mata Uang (Penjualan) ke Mata Uang

<Jeda

Tampak jelas Perekonomian Negara negara, yang saling berhubungan (Keuangan) . dan, Kekuasaan. Internasional. Lewat Politik – Dagang. Diberikan wadahan Keputusan, karena untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

PEMBUKAAN (Alinea ke 4)

 

“……. membentuk suatu pemerintahan … yang …

mencerdaskan …

bangsa, … berdasarkan … kemerdekaan …

disusunlah …

Negara …..”

 

Suatu Pemerintahan untuk menyelenggarakan Kesejahteraan Adil – Damai

 

1. Kedaulatan (Wilayah, Rakyat dan Pemerintahan)

 

2. Kebangsaan dalam Pembentukan Masyarakat (Sosialisme)

 

3. Kebebasan di tanahnya . Ke Ekonomisasi

 

Keperluan keperluan (Baca, Hasil Politik) Nasionalisme, terbaca Sumber Ekonomi (Pasal 33) Negara. Menggerakkan. Suatu Kekuasaan = Gerak. Berkehendak. Bertahap tahap. Berkesinambungan. Matarantau Produksi

 

<Titik

 

 

 

Bukan Gerak Searah. Ekonomis. kekuasaan = Pelaksanaan ke “Komite” ? (Ada Kuasa. “Lapor”). Atas Pemakaian Keuangan Negara lain

 

Perlakuan untuk ke – Ilmu – an bermakna (kah). Pendidikan jadi “Keadaan”. Dikuatirkan Pembentukan Koloni koloni, karena Pakai Uang (Asing). Memutuskan. Birokrasi = Politisasi Ekonomik

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


EKONOMISASI = KOMITE ? ” ISME ! (Tulisan Ke Satu)


EKONOMISASI =

NASIONAL KE “ISME”

POLITIK

 

 

 

NASIONAL = “Isme” . Negara. Yang diterjemahkan Politisasi. Dan, Ideologik

 

1. Sosial = Kuasa. Pemerintahan kah ? Nasionalis. Ideologisasi “atas” Pancasila

 

2. Ekonomisasi. Bagaimana Pemenuhan Dasar

 

     a. Produksi (Kepentingan kepentingan)

     b. Keuangan (Anggaran ke Produksi)

     c. Hasilnya (Pemilikan Masyarakat)

 

3. Kesatuan – Wilayah wilayah (Pasal 25)

 

<Jeda

 

 

 

Ketika Nasionalisme suatu Politik dalam Pemerintahan (Konstitusi. Lihat Pembukaan) menyelenggarakan Negara Ekonomi (Rupiah) terbuka, yang bertanggung jawab (dalam Persidangan ?) melaluiAnggaran (= Uang) Belanja = Industrialisasi ke Pendapatan

 

Berdasarkan

 

1. Kedaulatan Rakyat (Persatuan)

 

2. Kemerdekaan, Rangkaian PEMBEBASAN (ke) Negara

 

3. Kebangsaan. Ke Pembentukan Masyarakat

 

4. Sosial HAK (Kelas). Tenaga = Kependudukan. Ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (untuk) Manusia

 

     – Nasional Industri Tambang

     – Penyediaan Barang (Distribusi)

     – Tani = Budaya. ke Pangan

 

5. Rasional ke Alat Produksi

 

Bukan Koalisi Politik atas Kelompok kelompok Nasionalis, tetapi Isme Politik dalam Kesamaan suatu INDONESIA yang Demokrasi ke Negara

 

Nasional = StrategikalisasiEkonomi. Berke – bangsa – an. Kemampuan kemampuan Tradisional Politik, Daerah serta Partai partai atau Perdagangan (Kekuatan). mencapai Tahapan Pikiran ke HAK Perbuatannya

 

<Titik

 

 

 

      NASIONAL

      EKONOMI =

      KOMITE ?

 

Ekonomisasi suatu Komite ? Diajukan karena Kekuasaan (terjemahan Undang Undang Dasar Republik Indonesia. Pasal 4 ayat 1 “……. Kekuasaan … menurut Undang Udang Dasar …..”) di Negara. Lalu, manakah Nasional Produksi ??? Berdasar atas Anggaran ke Sistim ? Membentuk Perdagangan (Mata Uang) ? Tekanan Kapitalisasi

 

Yang tepat, Perekonomian terbentuk untuk meningkatkan Pendhidupan. Ini, Kerakyatanm = Isme. Nasional. Ke Produksi (Hasi;, Ekonomi. Mempersiapkan Effisiensi Uang (Pendapatan). Rasionaliisasi = Usaha

 

— oOo —

 

 

 

Kekuatan kekuatan pun Ekonomikal Negara (Baca, Sumber Alam) ke Pemerintahan akan Revolusioner karena diarahkan Nasionalisme ke Taktika

 

<Tutup

 

 

 

SEKIAN, TERIMA KASIH


SURAT KEPADA AGUS JABO PRIYONO


SURAT UNTUK

KAMERAD AGUS JABO PRIYONO

KETUA UMUM

PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

 

 

 

PARTAI Rakyat Demokratik digerakkan “Yang Muda” lagi. Tanpa retak, walaupun membayang Ekonomi Internasional sedang Terkuasai. Karena, telah lama dihancurkan 3 Keparat di Dunia. Kapitalis – Imperialisasi (ke) Individualist. Atas Pemerintahan Sok Liberal

 

Saya datang ke Kantor bertemu beberapa Pimpinan Organisasi DEMOKRATIK. Namung, di dadaku agak sesak. Bukankah aku Demokratik, atau … tidak lagi ? Sambil merasakan Tujuan “Partai Kita”

 

Damai, tetapi mampukah kurajut terus Harap Pikir Rasa Batini untuk Keadaan “nanti” … seketika mengingat ujung  moncong senjata membidik batok kepala Kami di jalanan, meneriakkan PEMBEBASAN DARAH MANUSIA

 

Kamerad, … Salam Rakyat Miskin. Kemiskinan ?!? Terjadi. Di “Negara”

 

1. Pemiskinan atas Rakyat, karena Negara (Baca, Uang) melepas Produksi untuk Kebutuhannya dibuat Manusia Tenaga Buruh

 

2. Kekuasaan jadi Individualisasi. Penguasaan. Atas Produksi. Ke Laba. Menguasai Alam = Sumber Ekonomi. Dihancurkan Kebutuhan ke Pembendaan (Uang)

 

3. Penyaluran Barang (Contoh, Makanan ke “Benda”. Perdagangan = Laba ?) memenuhi Kebutuhan Rakyat Miskin pun Dikuasai. Itu, bukan Sosialist

 

Tragikal, Kemiskinan pun Ekonomisasi Keuangan Penguasaan ………

 

Gerakan gerakan Demokratik harus KEASLIAN ke PEMBEBASAN … didasarkan Aturan aturan Sosial (Manusia) di Buminya untuk Peradaban, dan Zamaniya Kemanusiaan Baru. Sehingga, bertujuan Kekuasaan Rakyat “Miskin” ke Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia. Adalah, Demokrasi Kekuasaan Rakyat ke Ekonomi Produksi = Masyarakat Sosialisme (Kemanusiaan)

 

MAKA, Kepemimpinannya (Manusiawi) terbentuk, karena Sosial HAK = Kelas. Inilah, Dialektika Materialisme yang menerjemahkan Manusia = Rakyat di Negara. Pemikirannya. Sosial – “Ide” Negara

 

Aksi aksi Massa Rakyat Buruh dan Partai Terjemahan Kekuasaan (dalam Gerak Kuasa) Rakyat atas Kedaulatan (di) Negara suatu Persatuan Rakyat Nasional Kesatuan Wilayah wilayah dan ‘Nation’ ke Ekonomisasi = Negara Demokratisasi (Politika) Kepentingan kepentingan Masyarakat suatu Ketahanan di Negara dalam Kehidupannya = Kemampuan, TENAGA dan Perlawanan (Umum). Ke Internasional. Strategikalisasi Industrialisme

 

Basis basis, yang dibuat Rakyat masih ada

 

         – Pertanian, Lahan Tanam (Basis Tani) ;

         – dan, Daerah daerah (Basis Daerah) ;

         – Kerja, Tenaga = Kelas (Basis Pekerja) ;

 

Dan, Partai Rakyat Demokratik (Anggota = Pembentuk Basis) salahsatu Politik Rakyat Miskin ke Ekonomisasi

 

Sehingga, Kepartaian = PERSATUAN RAKYAT, yang terbentuk mengarah untuk Penghidupan rangkaian Kerja Organisme Politik Ekonomi Produksi (Organik organik) Tenaga ke Hasil. BERKEHENDAK, BERGERAK, BERTUJUAN. Rakyat = KEKUASAAN MASSA

 

 

 

Terimakasih, KAMERAD


KEKUASAAN BURUH (PERNYATAAN 1 MEI)


KEKUASAAN RAKYAT “MISKIN”

PEKERJA KE KELAS BURUh

PERNYATAAN

HARI BURUH DUNIA

TENAGA Pembentuk Kelas. Berdasarkan Kekuasaan Rakyat “Miskin”. Buruh adalah Pekerja. Industrial Tani – Pangannya. Karena, dalam rangkaian Produksi. Memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusia

Hubungan Sosial (ke) Ekonomi, dipersiapkan HAKNYA (Azasi). Dan, terpolitisasi

– Kuasa

– Putusan

– HAK

– Kedaulatan (Alam, Rakyat)

– Pemerintahan

Ke Upah HAK  Kerjanya. Dijamin= Ber – Negara (Uang). Bentukan dasar ke Arahnya (Politik)

TUNTUTAN 1 MEI

1. Hapus de – PolitisasiEkonomi  Sosialisme

2. Hapus Individualisasi Kepemilikan atas Perindustrian

3. Hapus Pembatasan Kerja (Kontrak = Imperialisasi)

MENYERUKAN

KENAIKAN UPAH akan mengacukan Tahapan tahapan Revolusioner (DEMOKRATIK, Sosialisme) Ekonomi

Buruh adalah Tenaga. Suatu KELAS di Negara. Seruan ke Nasional Industrialisasi. Menjadi Kemampuan kemampuan Politik Rakyat Miskin. Membentuk Organisme (Pekerjaan). Mengajukan Rasionalisasi (atas Keuangan) Perindustrian (Sumber Alam – Kerja)

Terjemahan (Falsafati) Pertahanan HIDUP = Kemanusiaan. Masyarakat Sosialisme. Menyelenggarakan Demokrasi Ekonomi Produksi

SOSIALISTA ! “Terima kasih …”