Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

FREEDOM 0F (KEBEBASAN) 3


FREEDOM OF (KEBEBASAN)

TERJEMAHAN

BEBAS KE PEMBEBASAN MANUSIA


Ke 3. SUATU AJUAN EKONOMI

PEMENUHAN Kebutuhan kebutuhannya, yang akan berlangsung didasarkan

1. HAK Azasi Manusia

2. Pembebasan Ke Sosialisme

Dialektika Logika ke Tujuannya. Utopia ke Politik = Materialisasi. Di Negara – “Ide”. Ke Ekonomi

– Tani = Budaya. Ke Pangan

– Pemilikan Masyarakat = Usaha

– Produksi (Buruh, Kelas)

Demokratisasi Perekonomian, yang berazaskan Keluarga (suatu HAK Azasi Manusia) ke Pembentukan ‘Nation’ (Kebangsaan) dalam Masyarakat Sosialisme – Internasional, dan bukan Individualisasi Negara

3. Membentuk Ekonomi “Terbuka (Penyaluran”)

<Titik

Kamerad kamerad Merah Indonesia, Organisme Persidangan …

Para Pejuang Gerakan, …

Saudara Panglima panglima Se – darah Rakyat, …

“Arah” Politik Rakyat Miskin ke Kekuasaan di manapun, sampai Rakyat “Miskin” Dunia, yang Berkekuasaan, bukan Para Individualist, Militerisme, Imperialis – Penjajah, tersembunya dalam Perkataan Kuasa

<Titik

Saudara saudara, KETUA UMUM PARTAI PERSATUAN PEMBEBASAN NASIONAL menyatakan, diterjemahkan saja (Konstitusif atas) Undang Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 33

Maksud ? Ke Nasional = Persatuan. Dipersatukan Kekuatan kekuatan Nasional Baru, Demokratik dan PEMBEBASAN ke suatu “Negara”

Politik Ideologisasi Kamerad Agus Jabo berdasarkan Persatuan Rakyat Demokratik. Mengarahkan, menyatakan Arah, dan atau mempersiapkan Massa (= Aksi Massa) ke Arah Kebebasan (Baca, Demokrasi) Ekonomi

ANGGARAN DASAR PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

Pasal 6 “… mewujudkan … sistim … ekonomi … budaya …”

Pasal 15 “… yang memperjuangkan demokrasi …”

Pasal 7 “… revolusi … politik, ekonomi dan budaya …”

<Titik

Pasal 33 ke suatu terjemahan Sosialisme, diperjuangkan sebelum Kemerdekaan sampai terjebak Tarung Isme isme Dunia di Negara, dalam bentuk bentuk Perlawanan Rakyat, yang baru Bebas – Merdeka, atas Militerisme, dibenturkan (Tahun 1965), meskipun telah kehilangan Istilah Perkoperasian ke Sistim Anggaran Pemerintahan Negara Ekonomi (Tanpa Kita ada dalam Sidang sidang Parlemen dan setiap Persidangan Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Kenyataan Politik, bahwa Sosialisme masih saja sedang (sampai kapankah tidak akan ada lagi didepolitisasi terus menerus) sesudah Reformasi Total ke Amandemen Undang Undang Dasar Negara

<Tutup

SELESAI. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s