Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

KERJA – PAKSA (KONTRAK)


KERJA – PAKSA, YANG

DIPERJANJIKAN

SOSIAL KONTRAK EKONOMI

(Tanggapan Politik atas Ilmiah Ekonomik)

TENAGA adalah Kelas Produksi (Buruh, Tani) suatu HAK Manusia berdasarkan Kemanusiaannya memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi. Terpolitisasilah Konstitusi ke Demokrasi Ekonomi

1. Kekuasaan Rakyat di Negara

2. Politik Rakyat Miskin

a. Utopia. Ke Pembentukan Masyarakat Sosialisme

b. Kolektivisme. Pemilikan Masyarakat = Sosial HAK Negara

berlangsung dengan Kepemilikan Masyarakat. Diterjemahkan

– Kebebasan = HAK di Tanahnya

– Kesatuan Wilayah wilayah

– Penghidupan, Keluarga (Azas)

dst. Termasuk Landreform (Pertanian)

c. Berserikat, menyatakan Pikiran, Pendapatnya, Perbuatan

<Jeda

Kecurangan Perdagangan (ke Laba) diperjanjikan Ekonomi – Negara atas Pekerjaan tanpa membicarakan dengan perserikatan Buruh

– Usaha. Ke Jumlah Tenaga

– Mesin, Pembagian Organistika

– Bentuk. Ke Hasil (Guna)

– Waktu

– Sepihak ? Pemutusan Kerja

Seolah olah Kelas Buruh = Sepihak menuntut Kenaikan Upah saja. Tidak ! Sungguh bukan demikian. Ditindas dalam Imperialisasi Zaman. Buruh = Perbudakan, yang ekonomis diperjual – belikan. Politik atas Badaninya – Waktu, ke Upah. Atau, diberhentikan. Sepihak = Tidak Manusiawi

Tanpa jaminan Negara (Uang, Pencetakan = Kebangsaan). Lalu, Marjinalistisasi (Penduduk, Keluarganya – Anak Manusia) Tanpa HAK yang Ekonomi di Dunia

Pendekatan Sosial Politik Kelas Buruh = Tenaga Masyarakat pun diajukan

1. Tenaganya untuk Kehidupan (HAK Azasi)

2. Kelas = HAK Kemanusiaan (Sosialisme)

a. materialisme HAK

b. Kerja Usaha. Ke Sistim

i.     Sumber sumber Alam = ke Bahan Baku

ii.   Pengusahaan Hutan, Perkebunan dan Kelautan

iii. Lahan lahan Tanam untuk pangan

c. Kepemimpinan (= Politik) Usaha

3. Usaha, Industrialisasi = Produksi (matarantai Perjuangan Rakyat)

Dalam Perekonomian suatu Negara (Lihat Undang Undang Dasar Republik Indonesia juga Pasal 33 itu)

“……. cabang cabang produksi

“……. bersama

“……. untuk kemakmuran rakyat

Kalau tidak, maka “……. penindasan …” = Individualisasi Berke – Kuasa – an

Lalu, mengapa diajukan Penjatahan (Quotasi) Jumlah Kerja oleh Perusahaan perusahaan atas Tenaga Manusia di Negara, bukan Pembukaan Usaha = Kerja Ekonomik ???

<Titik

Wahai, Tuan tuan Politikus, Peng – “Usaha” dan para Ekonom (= Pendidik) ………

Menurut disiplin Ilmu, bahwa Tulisan ini Sosialisme. Terjawablah, YA ! Tetapi, berdasarkan apa Teoritikal Sejarah kah menyatakan itu ? Hanya Sosialisme yang menghubungkan Ekonomi dengan Pekerja(Tenaga Kelas Produksi) dalam Industrialisasi di Negara

Adalah Sosialisme dalam Bahasa Konstitusi  di Negara negara Kerakyatan (Ajaran) ke suatu Negara – “Ide” Sosial

<Tutup

SEKIAN, TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s