Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Oktober, 2009

ENYAHKAN MILITERISME ! USIR …….


ENYAHKAN MILITERISME ! USIR …….

 

BERDARAH

THAILAND

MERAUNG

 

 

 

TERDENGAR jelas … meledak ledak tembakan dan beruntun. Pasti lah, terarahkan

<Titik

Beberapa gerakan Politis mendorong Demonstrasi di Ibu Kota. Terpecah lah Nasional ! Sang Perdana Menteri memerintahkan Keputusan Penggunaan Senjata

Darurat Kota tidak berikan wewenang Parlemen untk mengadakan Pertukaran. Berlangsung politisasi sepihak (dari dua “Kelompok”). Dihancurkan Oposisi Anti Kekuasaan Pemerintahan

Karena

1. Kepentingan Politik Asing

2. Kepentingan Liberalisasi Ekonomi. Beda Program program kedua Pemerintahan (Lama = ke Baru). Reaksi Massa atas Politik Kekuasaan

 

   a. Arah Pertambangan (Minyak)

   b. Penguasaan atas Industrialisasi

   c. Pemaksaan Kerja Buruh

3. Kepentingan Militerisme

<Jeda

Duar ! Tzank … ! Blaaar ! Tubuh Manusia pun roboh. (“Aaakgh … !). Ditembak ! Tepat, di alur KOMANDO ! Menggeletak ! Berdarah ! Memuncrat. Apakah, yang sudah tertembak, menembak juga dengan “Senjata” ??? Tzing, tang ! Thzamb !

Pembunuhan ! Pembunuhan ! Pembunuhan ! Berdasarkan apakah Ia Manusia Terbunuh ? Terluka ? Tersakiti ? Mempertahankan Dirinya ? Terhina lah Kemanusiaan di Kerajaan Muangthai !

      Beranikah Militerisme menembak Diri mereka sendiri ???

Untuk Kehormatan Bangsa …  Agar, tidak akan dikatakan mengkhianati Manusia karena … Dollar !?! Biar Pemerintahan pemerintahan itu terus saling menghancurkan ! Dengan memperalat Militerisme Tentara

 

DISERUKAN

 

Tarik seluruh Kekuatan Massa Rakyat

Bertahan lah

di atas Tanah Juang

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


DEMOKRASI ATAU LIBERAL


SETELAH Pemerintahan di Indonesia dilepas Peng – “Hukum” – an Persidangan atas Terpilih Presiden diselenggarakan melalui Pemungutan Suara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Baca, Parlemen. Tanpa Dewan Perwakilan Rakyat. Tegas), bergeraklah Kekuasaan ke Pemerintahan (di) Negara

 

Namun, apakah strategikal, yang diterjemahkan suatu Individualisasi – Negara ?

 

1. Partai ke Figur = Pimpinan (Hubungan Negara)

 

2. Sentralisme “Pemerintah” ? Pemusatan Kekuatan

 

     a. Terjemahan atas ‘Pemegang’ Kekuasaan (= Negara)

     b. Pembatasan Kekuasaan “Negara” = Demokrasi. Ke Presiden

     c. Atas Pemerintahan di Daerah daerah (= Hubungan)

 

3. Hubungan Kekuasaan – Pembentukan Undang Undang

 

Atau,

 

berdasarkan Pemerintahan “dalam” suatu susunan = Negara. Menjadi Penganutan Individu. Maka, “TERBUKA”

 

Jelaskah ada Perundingan untuk Terjemahan HAK Azasi Manusia. Didasarkan Politisasi “Kekuasaan Demokrasi”

 

Karena, warisan HAK Suara Politis ke Ekonomik Negara. Monopolisme ke Persaingan. Kekuatan Beli (Materialisme, Pembentukan) Tenaga Produksi

 

<Jeda

 

 

 

Industrialisasi bukanlah Pembendaan. Terpakai = Nasional = Kerakyatan = Politik, memerlukan Keuangan (Pemerintahan ?) ke Jaringan jaringan Ekonomisasi (Produksi, Dagang)

 

1. Butuh, Alat alat Produksi (mekanistis)

 

2. Sistim = Kuasa, Perdagangan ke Distribusi (Pemenuhan)

 

    a. Pasar, “Wewenang”. Ke Perlabaan

    b. Perwakilan (Ekonomi) Daerah

    c. Lembaga, Pra sarana (Kelola)

 

3. Kemampuan Permintaan (Jual, Struktur – “Gerak”)

 

Demokrasi = Kekuasaan Ekonomi dilaksanakan tidak hanya Program, tetapi Keadilan dalam tahapan Bernegara. Ini, Ideologik ke Perbuatan. Menyelenggarakan (Politik, Kuasa) Pemerintahan atas Keuangan Industrial

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


Conservatism versus ECONOMY (SCIENCE) Modern


MARKET, by the Conservative opposition made the Academics. Used the money “from” Profit (Profit = Economy). Subscribe (explain?) Smith, Adam. Money = Things = Tool. Command based politicized State (Trade)

 

Education in Theory states “Not in the Market”

 

Liberalization seemed to stop. Moment. Worries over Mastery (Financing “for”). Use the circuit in Foreign Currency or the market. (Submission reason is) 

  
Executors Economy (do not read a conservatism. Money – Gold) came into politicization “Modern Power”

 

College Graduates rely on the decision of the decision of the State Finance. Conservatism is not. So, terbaliklah “Prejudice” in Liberalization

 

Reasons for Political reasons

 

1. Materialism. To Money

 

2. Trade = Economic Costs

 

      a. Subdivisions

      b. Spending (conservatism, characteristic features)

      c. Calculation

 

3. Business, “Use” (Money) 

 

The dispute had started to show when the World Economic walloping taxable International Money Back swelling. Pressure occurs to a State 

However, the possibility of many 

    – “Centralization” by State

    – Financial Program (Power)

    – Distribution. Materials, Results

 

    etc.

 

For Growth (Read, Benefits Costs). “Goods to result” in a Poverty for Community Economic Not only positional (Full) transactive course of trade, Ekonomisasi Finance, and Governance (= Decision State) Liberal Economic System is not any, but the provider. Then, without understanding their Trade Agreement (Conservatism – Scientific). We’ll see … ….


EKONOM KONSERVATISME VERSUS MODEREN EKONOMIK ILMU


PASAR, oleh Konservatif dijadikan Perlawanan atas Akademisi. Memakai uang “dari” Laba (Keuntungan = Ekonomisasi). Menganuti (menjelaskan ?) Smith, Adam. Uang = Benda = Alat. Terpolitisasi didasarkan Perintah Negara (Dagang)

 

Pendidikan dalam Teoritika menyatakan “Tidak dalam Pasar”

 

Tampak Liberalisasi akan berhenti. Sejenak. Kekuatiran atas Penguasaan (Pembiayaan “untuk”). Rangkaian Pemakaian Uang di Luar atau Dalam Pasar. (Pengajuan Alasan apakah)

 

<Titik

 

 

 

Pelaku Ekonomi (jangan baca suatu Konservatisme. Uang – Emas) masuk ke Politisasi “Kekuasaan Moderen”

 

Para Lulusan “Perguruan” mengandalkan Putusan putusan Keuangan Negara. Konservatis tidak. Maka, terbaliklah “Prasangka” dalam Liberalisasi

 

Alasan alasan Politis

 

1. Materialisme. Ke Uang

 

2. Dagang = Ekonomik Uang

 

     a. Pembagian

     b. Pembelanjaan (Konservatisme, ciri ciri)

     c. Perhitungan

 

3. Usaha, “Pakai” (Uang)

 

<Jeda

 

 

 

Pertikaian itu mulai menampak ketika Perekonomian Dunia kena Hajaran Balik Pembengkakan Uang Internasional. Terjadi Tekanan ke suatu Negara

 

Namun, kemungkinan banyak

 

   – “Pemusatan” oleh Negara

   – Program Keuangan (Kekuasaan)

   – Pembagian. Materi, Hasil

 

   dsb

 

Untuk Pertumbuhan (Baca, Keuntungan Uang). “Barang ke Hasil” dalam suatu Kemiskinan karena Masyarakat Tidak Ekonomis hanya Posisional (Kendali) Transaktif saja atas Perdagangan, Ekonomisasi Keuangan, dan Pemerintahan (= Keputusan Negara) Liberal manapun Bukan Sistim Ekonomi, tetapi Penyedia. Lalu, tanpa Kesepakatan Dagang Pemahaman mereka (Konservatisme – Ilmiah). Lihat saja nanti …….

 

<Tutup

 

 

 

SEKIAN. TERIMA KASIH


PERGAULAN KE IDEOLOGIKA = NEGARA


GAUL di bawah suatu Kekuasaan (Rakyat) berlangsung

 

   1. Bertanya

 

   2. Mengajukan. Tidak Sepihak = yang terbaca “Isme”

 

        a. Berpikir

        b. HAK Berpendapat (Azasi)

        c. Berbuat

 

Walaupun mungkin sedang terjadi Politisasi (Keputusan Olah Strategilisasi ke Material) masing masing. Bersikap. Bukanlah Paksaan a-la Hukum. Tetapi, (akan) membentuk

 

   3. Bicara = Hubungan Rasional. Dianuti. Beberapa Titik ke Akhir

 

Bentukan bentukan Pemikiran suatu Terjemahan Ideologisasi Demokratis tidak Retoris menyekat Ajaran Kerakyatan di manapun. Menampak Kesadaran Diri (Kelompok ? Taktikal) dalam Perbuatan perbuatan. Mempertahankan HAK Demokratik Rakyat

 

INDONESIA bukan untuk Menguasai HIDUP. Tyrani. Namun, didasarkan Sosial Kemanusiaan (Kekeluargaan ) Azas Penghidupan di Tanahnyaatas Kebangsaan ke Zaman Baru Manusia di Bumi dalam Tahapan tahapan Revolusioner Dunia

 

Maka Pergaulan, yang terbentuk berdasarkan SOSIAL – ALAM = MANUSIAWI. Keadilannya. Kemampuan kemampuan Politik memperkuat Kolektivisme (Nasional)

 

<Jeda

 

 

 

Perlakuan perlakuan tidak Konstitusif (Yang Tertulis/Tidak) atas Perseorangan mengacukan Politik (= KEHENDAK) Rakyat

 

Pasal 28 D ayat 3

 

HAK ke Pemerintahan untuk menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

 

juncto Pasal 28 C ayat 1

 

Pasal 28 H ayat 2

 

Manfaat (Baca, Produksi) berdasarkan Keadilan – Persamaan HAK

 

Dasar Politik Gaul. Disetujui. Terpolitisasi. “Dengan” Parlemen. Lalu, dibicarakan (dalam Negeri. Tetapi, mengapa ke Luar saja ? Entah lah)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


DEMOKRASI (YANG) POLITIK


DEMOKRASI adalah satu Kekuasaan HAK Rakyat

 

1. Kemanusiaan = HAK (Azasi)

 

2. Kuasa = HAK Rakyat

 

     a. Sosial = HAK (Kedaulatan)

     b. Sosial “Kelas” (Masyarakat). Membebaskan

     c. Sosial Ekonomi (Kolektif)

 

3. Kebebasan = HAK di Tanahnya

 

diterjemahkan MEMBEBASKAN = DEMOKRATIK. Berbuat. Utopia (Cita cita, Harapan, Tujuannya) ke Politik. Materialisasi (“Adanya” = Logika)

 

Perbuatan perbuatan Revolusioner (Ajaran. Baca, Gerak Kuasa). MMEBBEBASKAN, merubah, membenturkan. Maka, berlangsung PEMBEBASAN. Terjadi Dialektika yang Logik oleh Masyarakat

 

Dalam bentuk bentuk Politik ke “Sistim”. Ini lah, Rasional. Cara. Ke Sosial – Produksi Ekonomisasi. Di Dunia ! Pembentukan Masyarakat Sosialisme

 

<Titik

 

 

 

1. Kepemimpinan = Pilihan Kerakyatan

 

2. Program program = Negara

 

     a. Sosial ke Pemerintahan (Kenegaraan)

     b. Pembentukan Masyarakat (Politisasi)

     c. Demokrasi Ekonomi ke Tenaga

 

3. Persatua Rakyat ke ‘Nation’

 

Karena, Pemerintahan Demokrasi menyelenggara (Pelaksanaan) Kebutuhan Rakyat. Berdasarkan Kekuasaannya (Sosial Manusiawi)

 

     – ke Tujuannya = Nilai nilai

     – Kuasa “atas Perintah”

     – Equality (Sama. Kesetiaan)

     – Tugas = Dasar Kerja

     – Pengawasan Diri (Gerakan)

     – Tanggung jawab Ideologik

     – Rasional (Telaah Arah)

 

[Harap Pimpinan Ketua PERSATUAN RAKYAT DEMOKRATIK terima dengan Syarat syarat DEMOKRATIK untuk Keadaan apapun jua dan Hasilnya ke Depan]

 

<Jeda

 

 

 

Namun, Demokratisasi Kekuasaan Rakyat ke Pemerintahan dihadapkan beberapa Persoalan lama

 

1. Hubungan Rakyat – Keuangan

 

2. Kepemimpinan (Partai – Figur)

 

     a. Kepemimpinan, Pribadi, Rakyat

     b. Isme = Ideologisasi dan Pengalaman

     c. Sistim Pemerintahan – Kepartaian

 

3. Perempuan – Fungsi Genital

 

Melahirkan (Kodratia). Dibebaskan atas beberapa Kerja (Perintah “dalam Keluarga = Hubungan” Budaya), tetapi Bertugas

 

Kekuatan kekuatan Demokrasi pun mengadakan Keseimbangan antara Parlemen – Kekuasaan, yang didasarkan Kebangsaan dalam Masyarakat. Berlawan Individualisasi Kekuasaan Negara – Militerisme

 

Memisahkan Kekuasaan Rakyat – Negara

 

Memungkinkan Kesalahan = Tidak Logika

 

Menguasai Hidup Manusia Bebas

 

Tegas, Bukan Demokrasi. Menjadi Negara Tidak DEMOKRATIK. Yaitu, “Pemerintahan pemerintahan”, yang Terkuasai. Jadi “Alat” = Kuasa

 

Untuk itu lah, Pemimpin (Lelaki, Perempuan) suatu Figur dalam Kolektivisme = HAK (Demokrasi) Negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


HEALTHCARE (KESEHATAN)


HEALTHCARE TELAH

DISEPAKATI.

MANAKAH SOSIAL “HAK”

 

 

 

PRESIDEN itu menang !?! Berhadapanlah $ atas perdagangan … Terkejut Kaum Liberal. Ke Negara. Barrack Obama “memerintahkan”. Tanpa ancaman (kata)

 

Kemenangan ? Ada penolakan

 

1. Pembentukan Kebangsaan (United Of = Kuasa)

 

2. Union (Demokrasi) di Parlemen

 

3. Rasionalisme ke Politik (= States) atas Ekonomi

 

Suatu alasan alasa, Partai Republik terima “Usia” (Baca, Tenaga) Kesehatan dalamPerekonomian Negara. Untuk pertama kali ! Partai yang selalu memantabkan Liberalisasi oleh Kepartaian

 

<Jeda

 

 

 

Seolah olah Kapitalisme “lepas” Negara. Karena, Pembiayaan Kependudukan

 

<Titik

 

 

 

Beberapa Dasar “Persetujuan”

 

1. ‘Nation’ = HAK (Pikiran)

 

    a. Tubuh. Ke Pembentuk Bangsa

    b. Lahir. Pengetahuan ke Ketahanan

    c. Ekonomi = Sistim (kah). Ke HAKNYA

 

2. “”Ide” = Kemerdekaan Negara

 

3. Tekanam Pemilih Konstitusi

 

    a. Negara ke Pelayanan (Admnistrasi)

    b. Atas “Keuangan = Bebas”

    c. KOntra Isu Sosialis (di Kampanye)

 

<Titik

 

 

 

Bagaimanakah dengan Perang (Amerika dalam Keadaan Perang, dan Damai) … ??? Kesehatan – Ekonomi Program. Ke Bentukan brntukan Strategikal (Militerisasi

 

1. Pengobatan (Waktu, Terjemahan)

 

2. Kemampuan (“Lama”,ke Baru)

 

3. Sarana sarana (= Negara)

 

Saudara saudaraku se – Gerakan, …….

 

Keputusan Politik, yang didasarkan Kekuasaan apapun ke Peperangan, terasa ….. ragu ragu. Andaikan dipaksakan ? Kehilangan Arah Perbuatan

 

<Tutup

 

 

 

TERIMA KASIH, KETUA

 

 


PERTANIAN INDUSTRIALISASI – TANAM (2)


HUBUNGAN dengan Produksi Lahan, Cara dan Penyaluran, terbentuk karena Sosial HAK dalam Pembicaraan Thematika

 

Berdasarkan

 

1. Materialisme Logika

 

2. Thesika “Alam (di Pikirannya”)

 

    a. HAK Sosial – Lahan

    b. Kebebasan HAK di Tanahnya

    c. HAK = Kolektivisme

 

Kepemilikan Lahan Produksi Tanam = Perbuatan. Pun Kemanusiaan HAK Azasinya. Pemenuhan = Kuasa Ekonomikal. Sosial (ke) Aturan aturan (Kolektif) untuk Manusia – Negara

 

3. Pangan = Kebudayaan Tani

 

Hasil (bentuk Ubah) diterjemahkannya dari Butuh ke Permintaan. Terpolitisasi. Demokrasi (Kekuasaan = HAK). Disalurkan, Produksi oleh Ekonomi

 

1. Tradisionalisasi (jaringan ke) Barterisasi

 

2. Pembagian Daerah daerah

 

    a. Penghasil (Simpan – Pakai)

    b. Wilayah Tanam = Rasional

    c. Pemakai = Tenaga. HAKNYA

 

3. Sosial Ekonomi ke Penghidupannya

 

Suatu Pelanggaran HAK Azasi Manusia, jadi Material yang Melawan (namun, agar jangan terbaca Pembenturan Dialektis)Kekuasaan Rasional Negara. Mengabaikan Moralitas, membuang NIlai nilai = Kepatuhan, menghancurkan Peradaban

 

Pemerintahan lepas dari Kekuasaan (Baca, Pertahanan Rakyat) di Daerah daerah. Mengganti Kedaulatan ke Individualisme

 

<Titik

 

 

 

Produksi Tani adalah Demokrasi Ekonomi. MEMBUKA Industrialisasi, yang mampu mengendalikan Penggunaan Anggaran ke Ekonomik, bertahap tahap Capai Kemakmuran Perekonomian di Buminya

 

<Titik

 

 

 

Pembahasan di atas Pertanian Industri (= Tanam) mengajukan

 

SATU, Sosial = Kekuasaan Negara Ekonomi ke rangkaian Perbuatannya

 

DUA, Produksi (atas Lahan)  Tani ke Pemenuhan Kebutuhan

 

Strategi Ekonomika Pertanian Rakyat di Dunia

 

0 Pengelolaan Bumi Tanah Manusia Zaman

0 Produksi Tani  (Industrialisme, Tenaga)

0 Pangan Dunia dan Penyediaan Lahan

 

Konsep Tani ke Program (Anggaran ?) Pertanian

 

Kebudayaan dan Taktika Politik Tani

 

0 Mekanisme = Cara ke Ekonomisasi Pertanian

0 Sistim Tani = Politik oleh Masyarakat

0 Pembentukan Usaha Tanam dan Penyaluran

 

Sehingga, suatu Negara = Wilayah wilayah  (Pertanahan) adalah Penyedia Lahan lahan Produksi Tanam untuk Rakyat MIskin Dunia

 

<Tutup


“Qom Nuke” = WAR ?


“Qom Nuke” = WAR

(Comments)

Not Economy in Pittsburgh

 

 

First world DISPLAY Barrack Obama (Racism? Go to White) by collecting some Government (do not read Pro) Beneficiaries of State Americans Dollar Economy. Production to Business (Industrialization) Basic Multilateral each dialogical 

 

President of the United (= National Land. States, State state), which Obama spoke at the meeting Nuclear Economics 

However, Nuclear Ownership in large quantities, any American Super Power. Not suspicion, before meeting with Israel which is also Africa. Attacked, Iran accused the State Military (= religious?). Endangered (whether) the United Nations, which declared candidacy Economy Campaign

 

1. The influence of power weapons. To Economics. In Asia and the World

 

2. American Nuclear balance – Russia (not the name of socialism)

 

3. Discussion of Finance “Economic Assistance” (American Leaders)

 

Experience, the “New” Socialism Society surprising. Apparently related Destroying Weapons of Economics – War in the World. Which has been the agreement of Civil – Military

 

No involvement of Population – Economics – Weapons (East, South – West = Agreement). Benefits are for Barrack Obama and America later?

 

For International Peace = The nation? For American Peace? (Yes! But, how the State is in the impoverishment of the country?)

 

Socialism is very understanding “Help” (Market? Non Loan?) Economics. Exchange = Without Menace, aims based Social Class RIGHTS

 

1. Nuclear in Qom. “To” American? Being Outside. Economics is not

 

2. Government of the Sovereign each able to speak. To Tehran

 

3. Economic (= US $) Help. This, Obstacles. In some countries (Production) 

   

Hopefully peace will not be damaged by the Economic diplomacy – one-sided “anti” American Nuclear President Barrack Obama (Mixed Racism) in their talk in Place / Old Town Historical meeting between politicians – statesmen – Party. Intelligence (also Espionage) with the Military for termination in the second World War in tough economic year 

 

 

 

So. Respect

to

Martyr Resistance

 


PERTANIAN – INDUSTRIALISASI TANAM (I)


INDUSTRIALISASI Pertanian, karena berhubungan dengan Pembentukan Masyarakat. Masyarakat Ekonomik – Agraris. Budaya ke Politik = “Negara”

 

Suatu Kekuasaan, yang diterjemahkan. Atas Wilayah wilayah

 

   – Ke “Alat”

   – Lahan = Industrialisasi Tanam

   – Tenaga

 

Pemerintahan (ada Negara) membuat Ekonomisasi. Terpolitisasi lah Keuangan. Dalam Parlemen (Konstitusional) Nasional. Mungkinkah vitalisasi (Pembuatan Alat) tanpa Rasionalisasi Tanam ? Ke Sistim. Kekuasaan Pertanahan (HAK = Budaya). Menguatkan Tahapan tahapan Penyaluran

 

1. Wilayah Tanam (Pembagian)

 

2. Cara

 

     a. Pengetahuan dan Pengalaman

     b. Teknologisasi

     c. Waktu, Kemampuan – Jaringan

 

3. Kebutuhan. Tenaga dan Ekonomik (= Distribusi)

 

Mengapa Industri ? (Pernyataan. Jangan langsung baca Produksi). Diakibatkan (Sebab ?) memakai Tenaga ke Usaha = Kelas. Mengerjakan

 

<Titik

 

 

 

Kekuasaan terjemahan Sosialistis. Menyediakan Pangan untuk Kemanusiaan Dunia dalam Masyarakatnya di Negara. Bukan Kuasa atas Kebutuhan “Makan” (= Perbuatan). Memper – jual beli – kan. Fabrikasi Benda – Jadi. Perdagangan. Memberikan Laba ke Individualisme. Terjebak oleh Kapitalist ke Pemiskinan

 

Tegas, jadi Pelemahan. Memper – alat – kan Uang (Kapitalisasi. Peninggalan istilah Penguasa Si Jenderal. Dulu). Mengurangi Anggaran. Lalu, Tak Seimbang. Ke Penghasilan (Hasil = Industrialisme) Rakyat Penduduk. Menyudutkan Masyarakat dalam Ketergantungan. Memaksa. Suatu Ke – Tidak Adil – an

 

<Tunda

 

 

 

BERSAMBUNG


KABINET ?


KOQ ? KABINET ? HMMM

Pergerakan Rakyat Daerah

(Front)

KONSTITUSI (baca, Politik) menyatakan Pemerintahan. Diterjemahkan ? Ada Negara (Ide kah ?). Karena,

1, Kemerdekaan. Di Tanahnya (= Revolusioner)

Melalui

2. Demokratisasi (Kekuasaan) = Pembentukan

a. Kepemimpinan (Politik. Tradisionalisasi)

b. Undang Undang (suatu Bentuk Negara = Organisasi – Pemerintah)

c. Pemilihan Umum dan Sistim Kepartaian

3. Kolektivisme = “HAK”. Terjemahan ‘Gerak Kuasa”

Di Indonesia, Pemerintahan = Presiden. Dibantu Menteri menteri. Dan, Pemerintahan di Daerah

{Dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah masing masing. Qyasif Presidensil = Kenegaraan. Bukan Parlementer, tetapi tidak Otonomik karena Otonomisasi hanyalah Ekonomi dalam rangka Pengelolaan Keuangan (Negara) ke Anggaran = Pendapatan – Belanja untuk Daerah daerah. Sistim Pemerintahan (Moderen) ke Negara Ekonomi

<Jeda

Tugas tugas Presiden pun didasarkan Kekuasaan (Demokrasi = Rakyat. Ke) Pemerintahan (di) Negara. Bersama Dewan Perwakilan Rakyat membuat Undang Undang, melaksanakan (Kepala Negara = Perintah, Menteri menteri) ke Perbuatan – Atur. Menetapkan Putusan putusan Negara

– Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

– Politik = Kehendak Rakyat

– Sosial = Kekuasaan – Pertahanan

dst.

Ini, bukanlah Kompromistis. Dibedakan = “Membeda” Kekuasaan Negara ke Pemerintahan. Berbeda akibat Tujuan Sebab. Perbedaan = Kuasa dan Tidak

Nisbi, tidak Politis. Menuduh = de – Politisasi Isme. Wah ! Taktis kah ? He he he …

<Tutup

SELESAI


SOSIAL DEMOKRASI = KEBEBASAN DAN LIBERAL


PARTAI, yang moderen diterjemahkan = Pem – Bahasa – an ke Tiga Dasar

 

1. Sosial, karena Pemilih

 

2. Demokrasi = Kekuasaan (Tujuan)

 

     a. Sosial Demokrasi (Rakyat)

     b. Demokrasi – Liberal (Negara)

     c. Liberal (= Multi) ke Pemerintahan

 

3. Liberal = Kebebasan (Politik)

 

Dalam terjemahan Konstitutsi atas masing masing Negara. “HAK”  – Tidak Monarkial. Suatu Kekuasaan Politik Rakyat (Ajaran). Rasionalisme ke Politisasi karena Peran – Keberadaan – Fungsi Masyarakat dalam hubungan Sistim Kekuasaan di Negara

 

1. Memilih

 

2. Ber Negara. Pemerintahan dibentuk

 

     a. Organisasi (Negara = Pemerintahan ?)

     b. Keuangan, Ekonomi (Sistim)

     c. Pertahanan dan Keamanan

 

3. Pencalonan

 

Ketiga Pemahaman di atas berkumpul dalam suatu Parlemen. Diperjuangkan Keanggotaan (Kepartaian – Pribadi ) melalui Pemilihan, sehingga Pemerintahan bukan bentukan tetapi Kehendak (Majelis Rakyat. Mengangkat, memberhentikan. Baca, Perwakilan) dan meminta Pertanggung jawaban (Individual)

 

1. Kepemimpinan

 

2. Ekonomisasi Keuangan (Putusan)

 

     a. Produksi (Kebutuhan Dasar)

     b. Negara. Ke Usaha (Perlabaan)

     c. Anggaran (Biaya, Pemasukan)

 

3. Pemerintahan

 

Kekuatan Militer tidak lah memihak ke Liberal = Kuasa Pemerintahan, yang filosofis didasarkan Negara ke Tujuan Ekonomik, terbentuk. Maka, Tentara hanya dianggap jadi Beban Keuangan Politis Non – Ekonomisasi

 

 

 

     Hubungan

     “Isme” –

     Partai

 

 

Telaah Isme Partai partai ketiga dasar Kepartaian Moderen dengan Kedaulatan atas Wilayah wilayah – Kependudukan = Masyarakat Penduduk – Warga Negara

 

        – Nasionalisme  (= Kerakyatan)

        – Federalisme. Ke “Presidente”

        – Kekuasaan. Isme di Negara

 

Namun, Keputusan keputusan di Negara perlu Putusan Kekuasaan. Demokratisasi. Lalu, Kebijaksanaan = Penguasaan yang Tertinggi di Negara. Atas Pemerintahan = Kepartaian. Menguasai Wilayah wilayah Negara  dan Bukan Rakyat Orang Perseorang. Karena Pemimpin akan kembali di Masyarakat

 

Sosial (= Isme) Demokrasi Kekuasaan menolak Individualisme Politik suatu Negara yang Moderen (Partai – Negara) berdasarkan Kebebasan = HAK Negara

 

 

 

SELESAI


EROPA, PERLAWANAN BANGSA


DI ATAS Tanah Pertanian Zaman = Wilayah wilayah Netral. Terima kasih kepada Rakyat di Yunani … untuk Kemenangan Politik Sosialisme. Di dunia ada Pemiskinan. Ternyata, karena Pembodohan juga. Berlangsung atas Peradaban Lampau Pengetahuan Kemanusiaan

 

1. Pengalaman (di Daerah daerah)

 

2. Kebudayaan di Tanahnya. Ke Ekonomisasi

 

    a. Produksi. Industrialisme

    b. Sumber Alam – Kelautan.

         Manusia Semesta Laut. Astronomika. Teknologikal Permesinan – Minyak

     c. Pertanian. Rasionalisme

 

3. Demokratisasi. Ke Internasional Perdagangan

 

<Titik

 

 

 

Genetikalisasi – Netralitas Militer. Mendukung Perdamaian Dunia = Kependudukan. Berdasarkan Negara Pulau ke Ekonomi = Sistim Benuatik

 

Materialisme Negara. DIterjemahkan. Suatu Kebangsaan (= Isme kah). Ke Pemerintahan. Sosial – Publika

 

Masyarakat Kependudukan Tradisionalisasi memilahkan Peradaban, Kemanusiaan – Modernisasi. Mengadakan Ekonomil Peralihan Sukuistis. Melalui Politik ke “Cara cara”

 

1. Perekonomian Liberalist ke Negara

 

Atau,

 

2. Ekonomi Negara ke Kelas

 

3. Kebangsaan = Ideologisasi ke Pemerintahan

 

<Jeda

 

 

 

Lalu, Pilihan mampu ditentukan. ‘Nation’. Terbentuk = Demokratisasi. Dipersiapkan. Sosialisme ke Kelas Menengah. Industri Kota – Daerah

 

1. Memakai = Nasionalisasi Hasil Perminyakan

 

2. Membentuk Usaha oleh Politik

 

3. Memperluas Distribusi Ekonomis Si Petani

 

Sosialisme, yang berhadapan ke Pilihan pilihan Ekonomik. Menggerakkan Kelas Menengah, membuka Ekonomi Kolektif Pimpinan

 

<Tutup

 

 

 

SEKIAN


NEGARA EKONOMI DUNIA


POLITIK

(KE) NEGARA EKONOMI

SUATU

DUNIA YANG

MANUSIAWI

 

 

 

BEBERAPA masalah (akan) Terberat lima tahun ke Depan. Berdemokrasi. Mempersiapkan Gerak Kuasa Rakyat

 

Rakyat Lawan de – Politisasi Sosialisme. Menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin”

 

Tidak Negara = Pemerintahan, menyelesaikan sebelum Berbuat. Dialektis Logik. Ke Rasional. Membentuk Masyarakat Sosialisme

 

1. Masalah Sosial Kekuasaan= HAK Kelas

 

    a. Demokratisasi HAK Ekonomik

    b. Bentuk bentuk Kelas

         – Penyesuaian

         – Penerimaan HAK = Kelas (Dirumuskan)

         – Perpindahan

    c. Perburuhan dalam HAK

 

2. Masalah Kepemilikan Masyarakat. Pemenuhan Kebutuhan (= Produksi). Bukan sekedar Perlabaan

 

3. Masalah Pangan (Pertanian)

 

     a. Kolektivisme = HAK

     b. Budaya Tani. Ke Sistim

          – Tenaga

          – Alat (= Produksi),yang dipunyainya

          – Daerah

     c. Tanam (Landreform ?)

 

<Titik

 

 

 

Sosialisme = Rakyat ke Negara negara di Dunia, yang terbentuk (Kepemimpinan ?) mungkinkah tanpa berdasarkan Demokrasi (= Kekuasaan Rakyat) mendapat Persetujuan Konstitusi atas Keputusan Rakyat

 

Bukan jadi uraian tanpa Nilai = Sosial Kemanusiaannya. Ini, Politis. Tetapi, berhubungan Ekonomi = Pertahanan Rakyat

 

<Titik

 

 

 

Kekuasaan atas Parlemen (Keanggotaan) pun mampu “diakhiri”. Keputusan Pemilihan Tanpa Sanctum. Tentu Para Kamerad mengerti. Suatu Kedaulatan = Negeri

 

1. Tingkatan tingkatan Keb utuhan (Dunia), yang bertambah

 

2. Jumlah Pertambahan Tenaga

 

Lalu, perlu Keputusan keputusan untuk Tahapan tahapan Pencapaian oleh Perwakilan (Rakyat, Kepartaian atau Perseorangan Anggota Masyarakat)

 

3. Bergerak Kehendak atas Alam. Ke Produksi. Tambah Nilai = Usaha

 

[Catatan : Lihat Ekonomis Grafik Kependudukan. Termaksud Produksi – Tanaga – Kebutuhan. Terima kasih.Itu lah, Sosial Ekonomi]

 

<Titik

 

 

 

Kamerad kamerad Persidangan, …….

 

Sosial HAK dalam membentuk Kelas = Jawaban masalah masalah, yang tersebut di atas. Namun, belum menuntaskan Tugas Demokratik Sosialist. Mendobrak sekat sekat Curiga. Memungkinkan Kepemimpinan Bukan Politik

 

     – Tidak Perintah Rakyat

     – Tidak Revolusioner (“Isme”

     – Tidak Edukatif Politik

 

Hanya urus Ekonomisasi. Mementingkan Personalisasi Kekuasaan = Strategik atas Negara

 

MAKA, Kekuasaan Rakyat dihadapkan lagi keKerugian Ekonomikal dalam Produksi Kelas Tenaga atas Kerja Industrial Fabrikasi di seluruh Negara. Non – Kemakmuran. Merusak Hubungan Kerakyatan – Masyarakat

 

   Rakyat bukanlah yang Berkekuasaan  Ekonomi, tetapi SiPenguasa

  

  Keberadaan Rakyat tidak berdasarkan Wilayah wilayah (Pemerintahan)

 

  Ketika

 

  0 Rasional versi Kekuasaan Semu

  0 Kendali Waktu Laba

  0 Ada Pembiayaan Uang

  0 Kerja di bawah Kepunyaan

  0 Pribadi (Budaya) = Hukum

 

  Rakyat tidak mampu berpemerintahan. Manipulasi Kekuasaan Politik

 

dst. nya

 

HAK HAK dalam Sosial Kelas membentuk Masyarakat Politik = HAK bersumberkan Kemanusiaan (Azasinya). Diperuntukkan Kaum Buruh. Nasionalisasi = Kebutuhannya adalah Perekonomian. Terpakai, ipergunakan. Ke Pembentukan Internasional Ekonomi

 

1. Masyarakat Ekonomi (dari Nasional – Kelas Produksi)

 

2. Masyarakat Politik. Suatu Kependudukan = Negara

 

    – Bangsa. Kepemimpinan = Masyarakatnya

    – Warga (suatu) Negara

    – Kebudayaan (= Nilai) Pertanian

 

3. Masyarakat (di) Daerah (Kekuasaan oleh Rakyat)

 

Pergerakan (dalam Hubungan antara) Masyarakat masyarakat Internasional = Kemasyarakatan Sosialisme, agar “punya” Pemerintahan pemerintahan bentukan Sosial Demokrasi, yang ditujukan menyelenggrakan Produksi Ekonomik Rakyat

 

<Tutup

 

 

 

SOCIALISTA ! Terima kasih.

Disampaikan

Untuk PersidanganSub Asia