Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for 24 September 2009

DEMOKRASI (Atau) HUKUM


DEMOKRASI (Atau) HUKUM

 

 

 

ADALAH Demokrasi (Kekuasaan Rakyat). Yang berlangsung. Politisasi

 

1. Ke Tujuannya. Manusiawi, Keadilannya

 

2. Koletivisme (HAK)

 

      a. Pemilihan (Baca, Kepemimpinan)

      b. Kebudayaan. Ke HAK (di) Negara

      c. Kepartaian. Anggora = Masyarakat

 

3. Gerak Kekuasaan (Sistim)

 

Tampak lah Keterbatasan atas Figuralisme suatu Negara. Diberlakukan. Konstitusif Terjemahan Rakyat

 

Bukan Individualisme = Rekayasa Wewenang ke Kuasa. Suatu Kepentingan Individual. Terkuasai Negara. Melepaskan Tanggung jawab Demokratisasi

 

Alasan alasan Politik (Berbuat)

 

1. Perbuatan Diri (Kemauan)

 

2. Negara = Pemerintahan (Keputusan)

 

3. Hukum Sepihak (buatan)

 

Namun, INDONESIA tidak memperkenankan (namun, terbentur) Individualisasi Politik ke – di Negara. Berdasarkan Waktu (Masa Kerja). Terpolitisasi = didasarkan Ajaran kerakyatan atas Pemimpin dalam kepresidenan Lembaga Negara

 

Pertanggung jawaban Seseorang (Presiden) bukan lah Hukum, karena Pilihan Rakyat. Tindak Pidana tidak bisa atas Manusia di “Negara” ke Pemerintahan

 

Bukankah Pidana di INDONESIA BUATAN PENJAJAH ??? Atasnama suatu kerajaan

 

[Itu, Zionisme Terkutuk. Bukan Sosialisme …

 

Zionist = Hukum Kuasa. Dalam Parlemen di berberapa Negara seluruh Dunia. (Hancur lah Individualisme Internasional Kalian !). Ajaran Wilayah wilayah dan Penguasaan Bumi = Emas Ekonomik Keuangan. Baca, Penjajahan !?!]

 

<Jeda

 

 

 

Imperialisme telah menerapkan Hukum Tanpa Hukum. Di INDONESIA ? Persetujuan suatu Kebangsaan. Pasal 11 ayat 2 “….. internasional … yang menimbulkan akibat … luas …” menghendaki Keputusan Rakyat jua. MEMBEBASKANNYA = HAK di Tanahnya (Pemerintahan)

 

Pembukaan UUD RI Alinea ke IV “……. membentuk Pemerintahan Negara Indonesia …”

 

     – Berkedaulatan Rakyat = Kekuasaan. Persatuan

     – Berkeadilan (Sosial = kekuasaan. Masyarakat)

     – Bernegara. kekuasaan Wilayah wilayah

 

Mungkinkah Hukum  buatan Luar mampu mengatur Kekuasaan (Rakyat) Indonesia lewat Kepreidenan – Pemilihan Kerakyatan. Disadari kah, bahwa Kekuasaan (di) Negara berhubungan dengan Ekonomik. Lalu, akan kah terwujud Demokrasi Ekonomi (Produksi), dilaksanakan “dari Luar”. Ke Dalam

 

Demokrasi Ekonomi Produksi

 

1. Pemenuhan kebutuhan Dasar Manusia Sosial

 

2. Kuasa Rakyat (di) Negara. Ke Produksi (Ekonomisasi)

 

      a. Sosial HAK (Alam)

      b. Pemilikan HAK Masyarakat

      c. Tenaga HAK Buruh

 

3. Rakyat Demokratik ke Masyarakat Sosialisme

 

Satu jawaban saja, TIDAK. Kami pun TUNTUT “UBAH LAH” ! Menjadi Perbuatan Isme ke Revolusioner. Zaman ke Peradaban INDONESIA (Baca, Kebangsaan Masyarakat). Berlaku ATURAN KEKUASAAN RAKYAT

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


PRODUKSI, STRATEGIKA NEGARA


SOSIAL

HUBUNGAN NEGARA NEGARA STRATEGI PRODUKSI

DUNIA

 

 

 

MODERINISASI (Post Modernisme, yang terbaca oleh Penulis “Telah Berakhir” Moderen ? Namun, apakah Teknologi saja atau Budaya ke Perilaku – Teknologis) sesuatu yang gagal Tanpa Kemanusiaan atas Negara

 

Sehingga, hanya Pembelian terjadi. Politik = Ekonomi (Perdagangan). Melepaskan Kuasa Berbuat (Produksi)  atas Barang

 

Tantangan !?! Perlu, yang Rasional. Ke “Sistim”

 

1. Alam. Perlindungan Lingkungan

 

2. Pertambahan Tenaga Pekerja

 

3. Kebutuhan. Pembentukan Nilai

 

Dalam Pemenuhan Kebutuhannya Manusia bukanlah diciptakan. Pembentukan Kebendaan saja, = Terkuasai. Liberal kah ? Individualisme. Diperlemah lah Perburuhan (Kelas, Tenaganya)

 

Karena, Teknologika Perbuatan Bertujuan (satu satunya) untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

 

Adalah suatu Pemikiran Manusia Tentang Masyrakatnya (Perkawinan. Syahwati – Lahir ke Tingkah laku = Istiada Budaya Pangan dan Industrial)

 

Tidak Keuangan, yang memutus Sosial = Kebutuhan – Tenaganya. Terpolitisasi jadi Ekonomi Kekuasaan. Menuduh Siasat Pemerintahan (Kekejaman)

 

1. Eksploitasi Tenaga Manusia

 

2. Penguasaan Sumber Alam

 

     a. Dengan Pengetahuan (Teknologi). Amerika (Moderen)

     b. Dengan Pemilikan (Borjuis). Eropa, Australia

     c. Dengan Senjata (Perang). Asia, Afrika

 

3. Aneksasi. Dalam rekayasa Moralitas (Takut)

 

Hubungan antara Negara ke negara tidak lagi karena berdasarkan Masyarakat – Kebutuhan Manusia, dipaksakan menjadi Ekonomisasi Kapitalisme

 

Putusan putusan = Kuasa, membiarkan Budaya Tidak lah Ekonomik

 

Politik Rakyat Miskin ke Strategika dalam Ekonomi (Produks. Fabrikasi = Organisasi Industrial). Investasi Keuangan atas Barang Industri (bukan Permodalan)

 

1. Rasional atas Pemenuhan Bagaimanakah (Alam. ke Pengetahuan)

 

2. Permesinan oleh Buruh. (Ini lah, Materialisme. Ke Peradaban)

 

3. Masyarakat atas Perdagangan (transaksi = Hubungan ke Barang. Pendistribusian)

 

Pul 3

 

 

— oOo —

 

 

 

Pemerintahan pemerintahan Internasional Negara – Industri, …….

 

Sungguh tiba tiba Rakyat telah dihadapkan atas Kuasa Pilihan. Tetapi, juga bisa saja dibenturkannya. Antara Pilihan pilihan. Salahsatu Pilihan Kita Rakyat Dunia … ke Negara. Gerakan Kelas Produksi diarahkan ke Pemerintahan Nasional Ekonomik

 

Sosial = Politik (Kerakyatan). Ke Nasional Industrialisasi Negara negara Sosial Demokrasi

 

1. Rasionalisasi Industri – Keuangan

 

2. Barterisasi. Ke Pasar, yang “Terbuka”

 

Berdasarkan

 

3. Memperluas Produksi Kerja (Wilayah)

 

Industri Kemanusiaan Zaman menggantikan Modernisasi = Teknologik Ekonomis. Berlakunya Nilai nilai Produksi atas Barang

 

 

 

SEKIAN, Para Akademisi