Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SOSIALISME (DEMOKRATIK) = EKONOMISASI DI NEGARA


DEMOKRASI adalah Kekuasaan (Baca, Kekuasaan Rakyat), yang dilaksanakan, terselenggarakan. Lalu, dianuti . Menjadi Ajaran Kerakyatan. Ke Ideologisasi. Rakyat Demokratik

Demokratisasi

 

1. Hak Azasi Manusia

 

2. Kemerdekaan. Suatu PEMBEBASAN

 

3. Pemilih (HAK Politik)

 

Bagaimanakah Hubungan dengan Sosialisme ? Masyarakat. Social Democratic = PEMBEBASAN Manusia dalam Terjemahan Kerakyatan

 

Melalui

 

1. Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

2. Sosial = HAK (Kelas)

 

3. Kepemimpinan Ideologis (Perjuangan)

 

Karena;

 

1. Ke Nasional = Persatuan Rakyat

 

2. Ke Negara – Ide (Pemerintahan)

 

     a. Kemerdekaan

     b. Pemilihan Umum (Kepemimpinan)

     c. Kepartaian

 

3. Ke Ekonomisasi Industrial (Pemenuhan Kebutuhan)

 

Berdasarkan

 

1. Materialisme Logika

 

2. Rasa, Logika Batini.  Membentuk HAK = Kebebasan di Tanahnya

 

3. Tujuannya. Utopia ke Politik

 

Dari Abad ke Abad – Daerah, Demokrasi Diperjuangkannya = Demokratik (Agus Priyono salahsatu Pembebas dalam suatu Pernyataan). Berjatuhan Badani Manusia di Tanahnya. Namun, Rakyat Demokratik terus menggerakkan. Atas Kemungkinan kemungkinan

 

    – Demokratik, Arah Negara

    – Strategi (Saat, Bentukan bentukan, Masa). Ke “Taktikal gerak”

    – Gugus gugus Juang

 

Pergerakan pergerakan Demokrasi (Kerakyatan – Massa) suatu Negara Politik manapun jua di Dunia ke Sosialisme Perekonomian untuk “Banyak” Rakyat

 

Penerusan ke Yang Muda, melanjutkan (Terbaca “Persaudaraan”. Bergerak) dari Perlawanan ke Perlawanan. Internasional Politik (Gerakan gerakan Massa – Kepemimpinan = Pemikiran Dialektis) ke Hak hak Rakyat dalam Kependudukan Masyarakat

 

Demokratik – Buruh – Sosialisme (KIRI) bersumber, berasal dan berdasar Pemikiran  = Sosial Logika, rangkaian Pikiran Demokratisasi ke Tujuan. Akankah Dibenturkan ?  Kebutuhan = Nasional Industrialisasi

 

1. Pemikiran Buruh – Tani Muda di Dunia

 

2. HAK HAK Perempuan Sosialist di Negara

 

     a. Melahirkan (Kodratia. Manusia = Ujud)

     b. Membutuhkan Pangan untuk Anaknya

     c. Meminta Perlindungan (Rasa Aman)

 

3. Jaringan jaringan = Pembentukan Thesiska (ke Rasional)

 

Kemanusiaan = Perlawanannya, Tidak lah Dikorbankan. Ia, Manusia = Sosial. Bertaat Aturan aturan Masyarakatnya. Mematuhinya karena Lapar (Miskin)

 

SEKIAN

 

Dalam

Persidangan Tahap 1

(Politik)

 

 

 

KONTRA – ISU POLITIK EKONOMI

 

APAKAH tiada Pengalaman Sosialisme ? Mungkin saja …….

 

1. Kurang Pembelajaran  Sosialisme (Pikiran, bahan bahan)

 

2. Batasa batasan (Jangan langsung baca “Pembatasan) Ekonomi

 

     a. Rasional Terjemahan yang Bukan Dialektika

     b. Kerahasiaan. Bentuk bentuk Dasar ke Sistim (Perbuatan – Dagang)

     c. Kekuasaan Politik di Negara

 

3. Hukum (Pelarangan)  “Sepihak” atas Ajaran = Perlakuan de Politisasi

 

Suatu Ekonomisasi, yang berhubungan dengan Negara (Konstitusi jadi Putusan). Karena, Sosial Politik ke Industrial. Memenuhi Kebutuhan kebutuhannya Manusiawi. Terjadi atas Keuangan – Perlabaan

 

Ekonomisasi pun Nilai nilai (Pemakaian, Azas Kebersamaan) suatu Demokrasi Kekuasaan jua, yang Adil – Tidak dipolitisasi, melainkan Keadilan Perbuatan/ Cara. Membuat = Produksi. Ke Barang. Dan, membentuk Masyarakat masyarakat Ekonomik. Di Dunia. Suatu Kemasyarakatan Sosialis

 

 

 

Suatu Jawaban

Dalam

Pembicaraan Sidang

 

KEADAAN EKONOMI DUNIA

 

(Demokratik dari “Massa” –

Pergerakan

Ke Ekonomi Politik Industrial)

 

 

 

PERDAGANGAN Dunia dari Abad XIX (Permesinan ke Teknologi – Komputerisasi) ke XXI berlangsung Persaingan Luas untuk Pembuatan Alat alat Produksi. Antara Kapitalis versus Sosial. Dalam rangkaian Ekonomisasi Industrial Politik

 

Isme (Ke) Sosial

 

1. Nasional (Sosial) Demokrasi

 

2. Negara negara Sosialis

 

3. Pemerintahan Nasionalisme

 

Negara Sosialis – Nasional menerapkan Tradisional (bersama Nasionalisme = “Kaum”) ke Pasar Terbuka Internasional (Baca, Kemasyarakatan)

 

Didukung Basis basis (Politik) Nasional Ekonomi Produksi. Dalam Masyarakat Sosialistis. Termaksudkan juga Kekuatan Uang Politis, yang Terserap

 

Perdagangan Kapitalisme (“atas” Merkantilist  = Ekonomi Klasik jadi Pasar pasar Liberal – Bebas) Dunia mengajukan Teoritika Negara Kesejahteraan. Berdasarkan Kuasa dalam Program. Tetapi, Pertanian jadi Korban Terbengkalai. (Bergerak Titik “P” ke Nol. Namun, Jumlah Uang Naik). Memasukkan Tenaga  ke Perhitungan Laba

 

1. Tekanan Negara (= Uang) atas Industrialisasi

 

2. Tuntutan Kebutuhan kebutuhan Dalam Negeri

 

3. Ketergantungan di Pasar = Tarung Internasional (Monopoli)

 

Demokratik (HAK = PEMBEBASAN) bersumber dan menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin” (Logika ke Perbuatannya) memungkinkan Demokratisasi Ekonomi Kerakyatan. Karena, Negara = Strategikal (Ekonomik). menjadi Ideologis (Baca, KIRI)

 

— oOo —

 

 

 

Sungguh tidak mungkin Masyarakat jadi Individual Kapitalist = Pengrusakan Sosial Hubungan Persaudaraan Individu ke Individu (Darah – Kejiwaan – “Sel. Manusiawi”)

 

Melalui,

 

1. Tyranik – Militerisme = Kekuasaan di Negara

 

2. Kapitalisme Penguasaan

 

     a. Individualisasi Kepemilikan Produksi

     b. Penindasan atas Buruh

     c. Lahan Tanam = Kapitalisasi

 

3. Modal – uang ke Perlabaan (Ekonomist kah ? Kuasa Pemerintah Korup)

 

Maju, Demokratik Sosialist Dunia … ! Ke Depan. Kini, Perlawanan = Kerja – tenaga dalam Kelas. Satu Kekuasaan Rakyat

 

 

 

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s