Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for 24 Agustus 2009

NUSANTARA TANPA PERBATASAN


NUSANTARA

TANPA

PERBATASAN

 

DEMOKRASI ada di Masyarakat. Namun ketika jadi Berbatas Wilayah wilayah Politik

 

maka

 

1. Kedaulatan lenyap di suatu Tempat

 

2. Kecurigaan Dasar Politik

 

3. Pembentukan kembali Hak hak Sosial masing masing

 

Alasan alasan Perpecahan Masyarakat

 

1. Imperialisme (Kuno)

 

2. (Neo) Liberalisme

 

3. Militerisme (Nafsu)

 

Memang tanpa Kejadian Masalah masalah di atas, Demokrasi akan tetap dalam Masyarakat Kesatuan – Wilayah, Falsafati – Tujuan

 

Setelah terjadi Pemisahan, Tahapan tahapan Politik ke arah Ekonomik

 

Tampak Penyebab Demokrasi berhenti di balik Terbedakan satu ‘Kemasyarakatan di Dalam’

 

Yaitu, Proses Kapitalisme – Dunia

 

1. Alam, Rancangan (Kepemilikan)

 

2. Daerah daerah Kapitalisme Penghukuman Ekonomi (Adat) di Tempat tempat ‘Politis Baru’

 

3. Pengendalian KAM Sosial Negara ‘bentukan’ (Devide et-Impera)

 

o0o

 

Mengapa Thema Penulisan kini diungkapkan ?

 

o0o

 

Utopia, Terpolitisasi – Membentuk Materialisasi ke Tujuan. Dalam rangkaian Cara cara Demokratik.

 

Melalui These – Alam sehingga berlangsung suatu Kekuasaan Rakyat. Nasional Kesatuan – Wilayah wilayah di Dunia

 

Pemerintah pemerintah tetap berada di dalam Masyarakat (Politik)

 

1. Logik

 

2. a. Rasa

    b. Falsafati

    c. Batini

 

3. Aturan aturan Sosial

 

Melaksanakan Kerakyatan – Sosial Manusiawi

 

1. Kedaulatan Rakyat dalam Materialisme Sosial – Ekonomik

 

2. Tani. Ke Pangan (Budaya)

 

3. Industrialisme – Politik

 

   a. Sumber sumber Alam untuk Produksi

   b. Penyediaan Barang barang Kebutuhan Masyarakat

   c. Kerja Buruh (Kelas)

 

Utopia dalam Politisasi Wilayah wilayah Kemasyarakatan Dunia

 

o0o

 

Dari Nusantara (= Bahasa ?) ke – “Luar” tiada Batas batas ‘Negara’ – Ide (Konsep)

 

Suatu Demokrasi Masyarakat berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Alam

 

1. Membentuk Kemasyarakatan – Politis Nasional Isme – Sosial

 

2. Politisasi Sosial – Alam

 

3. Hubungan antara Masyarakat masyarakat Sosialisme Internasional

 

Dalam rangka untuk HAN (agar dibaca KETAHANAN !) Proses Kemanusiaan. Membebaskan dari Kemiskinan Ekonomik akibat Penyiksaan Musuhnya

 

 

 

SEKIAN

 


EKONOMI POLITIK – “NEGARA”


PEMERINTAHAN Tidak lah “Negara”. Ini, Revolusioner ! Melalui Partai ? Memang sudah diterima. Berdasarkan Revolusi (Ajaran Kerakyatan). lalu, Pembentukan Kekuasaan (Rakyat)

 

Bukan oleh Kepartaian dibentuk Negara. Tetapi, Kekuasaan Rakyat “Miskin” Pembentuk Dasar. Dan, terbentuk Pemerintahan Rakyat Demokratik. Karena, diadakan Pemilihan. Politik Rakyat Miskin. Karena, Berdaulat di Tanah (Kelahiran) Kita. Mewujudkan Sosialisme Negara

 

[Tidak perlu lagi bicara dengan Politisi politisi Korup di negara – Mereka (= Bukan suatu Pengakuan). Memuakkan ! Menjijikkan … ! Memualkan Perut Manusia Yang lapar !]

 

Suatu Negara mampu mengadakan Ekonomi, didasarkan

 

     – Produksi. Laba ke Masyarakat

     – Tenaga Buruh – Tani

     – Sosial Keuangan (Transaktif)

 

Untuk Pemenuhan Kebutuhannya. Pangan, Sandang – Barang, Perumahan

 

Ekonomi “karena” Politik = Ber Negara, Ber Pemerintahan. Dalam Ber Partai. Yang Terpolitisasi. Kekuasaan Rakyat “Miskin” = Mengatur. Politik Ekonomi ke HAK

 

Gerakan gerakan pun Demokratik, mempersiapkan Ekonomisasi Ideologik Politis

 

1. Tujuan Kekuasaan (di) Negara)

 

     a. Sosial = Kuasa Ekonomi

     b. Sosial Pemerintahan Demokrasi

     c. Sosial Keuangan Negara

 

2. Industrialisme = Produksi

 

     a. Nasionalisasi Industri (Politik)

     b. Tenaga Kelas (Buruh)

     c. Pengelolaan Sumber Alam

 

3. Tani. Ke Pangan (Budaya)

 

     a. Lahan lahan Tanam

     b. Penyaluran (= Distribusi Ekonomik)

     c. Kerja. HAKNYA (Ekonomi)

 

Karena, Perjuangan lewat Demokratisasi ke Pemerintahan tidak selalu Memadai. Tersekat. Berhenti. Rasionalisme ke Hukum, Modernisme ke Yang Punya (atas Alat alat Produksi) versus Kemiskinan, Adat ke Tradisionalisasi (= Bangsa ?)

 

Tanggung jawab Pemerintahan terlepas dari Demokrasi – Negara. Menjadi Kebiasaan lah Negara negara Industri berhubungan hanya dengan Penguasa – Yang “Empu” Uang saja

 

Tampaklah Kekuasaan Rakyat dikendalikan. Keadaan atas Produksi. Maka, Demokratik memperjuangkan, menyalurkan = melakukan Sosial HAK HAKNYA (Kelas), yang bersumber dari Kelas Pekerja Buruh. Di Negara

 

 

 

SELESAI

 

Dalam

Persidangan Tahap 2

(Politik)


SOSIALISME (DEMOKRATIK) = EKONOMISASI DI NEGARA


DEMOKRASI adalah Kekuasaan (Baca, Kekuasaan Rakyat), yang dilaksanakan, terselenggarakan. Lalu, dianuti . Menjadi Ajaran Kerakyatan. Ke Ideologisasi. Rakyat Demokratik

Demokratisasi

 

1. Hak Azasi Manusia

 

2. Kemerdekaan. Suatu PEMBEBASAN

 

3. Pemilih (HAK Politik)

 

Bagaimanakah Hubungan dengan Sosialisme ? Masyarakat. Social Democratic = PEMBEBASAN Manusia dalam Terjemahan Kerakyatan

 

Melalui

 

1. Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

2. Sosial = HAK (Kelas)

 

3. Kepemimpinan Ideologis (Perjuangan)

 

Karena;

 

1. Ke Nasional = Persatuan Rakyat

 

2. Ke Negara – Ide (Pemerintahan)

 

     a. Kemerdekaan

     b. Pemilihan Umum (Kepemimpinan)

     c. Kepartaian

 

3. Ke Ekonomisasi Industrial (Pemenuhan Kebutuhan)

 

Berdasarkan

 

1. Materialisme Logika

 

2. Rasa, Logika Batini.  Membentuk HAK = Kebebasan di Tanahnya

 

3. Tujuannya. Utopia ke Politik

 

Dari Abad ke Abad – Daerah, Demokrasi Diperjuangkannya = Demokratik (Agus Priyono salahsatu Pembebas dalam suatu Pernyataan). Berjatuhan Badani Manusia di Tanahnya. Namun, Rakyat Demokratik terus menggerakkan. Atas Kemungkinan kemungkinan

 

    – Demokratik, Arah Negara

    – Strategi (Saat, Bentukan bentukan, Masa). Ke “Taktikal gerak”

    – Gugus gugus Juang

 

Pergerakan pergerakan Demokrasi (Kerakyatan – Massa) suatu Negara Politik manapun jua di Dunia ke Sosialisme Perekonomian untuk “Banyak” Rakyat

 

Penerusan ke Yang Muda, melanjutkan (Terbaca “Persaudaraan”. Bergerak) dari Perlawanan ke Perlawanan. Internasional Politik (Gerakan gerakan Massa – Kepemimpinan = Pemikiran Dialektis) ke Hak hak Rakyat dalam Kependudukan Masyarakat

 

Demokratik – Buruh – Sosialisme (KIRI) bersumber, berasal dan berdasar Pemikiran  = Sosial Logika, rangkaian Pikiran Demokratisasi ke Tujuan. Akankah Dibenturkan ?  Kebutuhan = Nasional Industrialisasi

 

1. Pemikiran Buruh – Tani Muda di Dunia

 

2. HAK HAK Perempuan Sosialist di Negara

 

     a. Melahirkan (Kodratia. Manusia = Ujud)

     b. Membutuhkan Pangan untuk Anaknya

     c. Meminta Perlindungan (Rasa Aman)

 

3. Jaringan jaringan = Pembentukan Thesiska (ke Rasional)

 

Kemanusiaan = Perlawanannya, Tidak lah Dikorbankan. Ia, Manusia = Sosial. Bertaat Aturan aturan Masyarakatnya. Mematuhinya karena Lapar (Miskin)

 

SEKIAN

 

Dalam

Persidangan Tahap 1

(Politik)

 

 

 

KONTRA – ISU POLITIK EKONOMI

 

APAKAH tiada Pengalaman Sosialisme ? Mungkin saja …….

 

1. Kurang Pembelajaran  Sosialisme (Pikiran, bahan bahan)

 

2. Batasa batasan (Jangan langsung baca “Pembatasan) Ekonomi

 

     a. Rasional Terjemahan yang Bukan Dialektika

     b. Kerahasiaan. Bentuk bentuk Dasar ke Sistim (Perbuatan – Dagang)

     c. Kekuasaan Politik di Negara

 

3. Hukum (Pelarangan)  “Sepihak” atas Ajaran = Perlakuan de Politisasi

 

Suatu Ekonomisasi, yang berhubungan dengan Negara (Konstitusi jadi Putusan). Karena, Sosial Politik ke Industrial. Memenuhi Kebutuhan kebutuhannya Manusiawi. Terjadi atas Keuangan – Perlabaan

 

Ekonomisasi pun Nilai nilai (Pemakaian, Azas Kebersamaan) suatu Demokrasi Kekuasaan jua, yang Adil – Tidak dipolitisasi, melainkan Keadilan Perbuatan/ Cara. Membuat = Produksi. Ke Barang. Dan, membentuk Masyarakat masyarakat Ekonomik. Di Dunia. Suatu Kemasyarakatan Sosialis

 

 

 

Suatu Jawaban

Dalam

Pembicaraan Sidang

 

KEADAAN EKONOMI DUNIA

 

(Demokratik dari “Massa” –

Pergerakan

Ke Ekonomi Politik Industrial)

 

 

 

PERDAGANGAN Dunia dari Abad XIX (Permesinan ke Teknologi – Komputerisasi) ke XXI berlangsung Persaingan Luas untuk Pembuatan Alat alat Produksi. Antara Kapitalis versus Sosial. Dalam rangkaian Ekonomisasi Industrial Politik

 

Isme (Ke) Sosial

 

1. Nasional (Sosial) Demokrasi

 

2. Negara negara Sosialis

 

3. Pemerintahan Nasionalisme

 

Negara Sosialis – Nasional menerapkan Tradisional (bersama Nasionalisme = “Kaum”) ke Pasar Terbuka Internasional (Baca, Kemasyarakatan)

 

Didukung Basis basis (Politik) Nasional Ekonomi Produksi. Dalam Masyarakat Sosialistis. Termaksudkan juga Kekuatan Uang Politis, yang Terserap

 

Perdagangan Kapitalisme (“atas” Merkantilist  = Ekonomi Klasik jadi Pasar pasar Liberal – Bebas) Dunia mengajukan Teoritika Negara Kesejahteraan. Berdasarkan Kuasa dalam Program. Tetapi, Pertanian jadi Korban Terbengkalai. (Bergerak Titik “P” ke Nol. Namun, Jumlah Uang Naik). Memasukkan Tenaga  ke Perhitungan Laba

 

1. Tekanan Negara (= Uang) atas Industrialisasi

 

2. Tuntutan Kebutuhan kebutuhan Dalam Negeri

 

3. Ketergantungan di Pasar = Tarung Internasional (Monopoli)

 

Demokratik (HAK = PEMBEBASAN) bersumber dan menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin” (Logika ke Perbuatannya) memungkinkan Demokratisasi Ekonomi Kerakyatan. Karena, Negara = Strategikal (Ekonomik). menjadi Ideologis (Baca, KIRI)

 

— oOo —

 

 

 

Sungguh tidak mungkin Masyarakat jadi Individual Kapitalist = Pengrusakan Sosial Hubungan Persaudaraan Individu ke Individu (Darah – Kejiwaan – “Sel. Manusiawi”)

 

Melalui,

 

1. Tyranik – Militerisme = Kekuasaan di Negara

 

2. Kapitalisme Penguasaan

 

     a. Individualisasi Kepemilikan Produksi

     b. Penindasan atas Buruh

     c. Lahan Tanam = Kapitalisasi

 

3. Modal – uang ke Perlabaan (Ekonomist kah ? Kuasa Pemerintah Korup)

 

Maju, Demokratik Sosialist Dunia … ! Ke Depan. Kini, Perlawanan = Kerja – tenaga dalam Kelas. Satu Kekuasaan Rakyat

 

 

 

SELESAI