Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SOSIALIST KE BAHASA POLITIK


SOSIALIST KE BAHASA POLITIK

SEOLAH olah Sosial dilarang untuk Sosialisme membahasakannya. Dalam ucapan dan tulisan. Dikekang jadi de – Politisasi Strategik

Dua Lawan yang berbuat demikian = Menguasai suatu “Negara” (Tujuan)

1. a. Kapitalisme

2. b. Individualist

c. Militerisme

Hanya Bahasa Ideologi kah  dalam Buku ? Tanpa terjemahan ke Tujuannya. Sosialisme adalah Masyarakat (Manusia. Pemikirannya ke Perbuatan)

Mengapa kejam tidak Manusiawi ? Mungkinkah Rakyat pun terbeli “dalam Kepentingan” Penguasaan ? Tyran ke Tyran bagaikan Berke – “Kuasa” – an !?!

Apakah, yang “mesti ne” dibangun tanpa Masyarakat ? Sambil berbondong bondong “Anggota Beliau” mengerjakan (Sentralistik, Strukturalisme ke Infra Struktur. Bentuk bentuk Dasar =) Ekonomi – Perjanjian Negara atas Negeri

<Titik

Uang masuk kantong (ke) Yang Kuasa, tetapi Sumber Alam = Bahan bahan Baku Dasar untuk Industrialisasi Dunia Kapitalis dalam Perhitungan Modal ke “Barang” dan Ekspor mungkin kiriman sampah Material ke Langit jadi serpihan serpihan campuran gas … racun (di udara Bumi) atas “Negara Bukan Mereka” (Baca, Wilayah wilayah = Kepunyaan Individual ke Individualist)

‘Duh, Gusti (- Ku, Diri. Pengabdian) … sakit karena Drama Penghinaan ini

<Titik

Masyarakat tidak lah Bodoh … ! Adalah, Kami “Manusia = Rakyat. Dilahirkannya”. Di Bumi, Tanah Kami. Mengapa Rakyat Yang “Miskin” tidak Yang Berkuasa ? Ini Kami Sosialist ! ‘KIRI”

Kerakyatan adalah Ideologisasi vukan Retorikal Terpolitisasi Kuasa atas Negara. Mempersiapkan, merangkaikan = Pemikirannya. Ke Perbuatan perbuatan. Membentuk. Politik Rakyat Miskin

UNDANG UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA

Berdasarkan

“……. kemerdekaan ialah hak …” (Pembukaan UUD RI Alinea ke I)

“……. merdeka, … berdaulat, adil dan makmur.” (Pembukaan UUD RI Alinea ke III)

“……. dunia berdasarkan … kemerdekaan, perdamaian … keadilan …” (Pembukaan UUD RI Alinea ke IV)

Maka,

Pasal 11 ayat 2 “……. membuat … akibat yang luas mendasar bagi kehidupan rakyat … mengharuskan perubahan …”

Karena,

Pasal 28 A “……. berhak … mempertahankan hidup dan kehidupannya”

Pasal 28 I ayat 1 “Hak … hidup, … sebagai pribadi … adalah hak … manusia …”

Pasal 28 J ayat 2 “……. hak dan kebebasannya … tunduk … untuk masyarakat demokratis”

Sehingga,

Pasal 1 ayat 2 “Kedaulatan berada di … rakyat …”

Itu lah, Kedaulatan Rakyat. Menuruti Sosialisme (Politisasi)

Pasal 28 B ayat 1 “……. berhak membentuk … melanjutkan keturunan …”

Diterjemahkan

– Tanah Kelahirannya (Manusia)

– “Hidup”

– Sosial Haknya (Pembentukan)

Untuk

Pasal 28 C ayat 1 “……. pemenuhan kebutuhan dasarnya …”

Pasal 28 G ayat 2 “……. berhak untuk bebas dari … perlakuan yang merendahkan … manusia …”

Pasal 28 H ayat 2 “……. mencapai persamaan dan keadilan”

Melalui

1. Kolektif

Pasal 28 C ayat 1 “……. haknya secara kolektif …”

2. Pemerintahan

Pasal 28 D ayat 3 “……. kesempatan yang sama dalam pemerintahan”

3. Keamanan

Pasal 28 G ayat 1 “……. perlindungan diri … dan berhak atas rasa aman …”

4. Demokrasi

Pasal 28 I ayat 5 “……. melindungi hak … yang demokratis, … diatur …”

5. Kebangsaan

Pasal 28 J ayat 1 “……. kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

<Titik

Sosialisme, yang dibahasakan bernegara. Terserah Nilai nilai = Kuasa, menerjemahkannya. Dibenturkan, berlangsung Materialisme Dialogika. Diajukan Manusia dalam Isme ke Politik

<Tutup

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s