Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

NEGARA AGAMA – KEKUASAAN NEGARA (PEMERINTAHAN)


AGAMA bukanlah “Alat”. Tetapi, Imani. Dan, tidak mungkin ada Penyerahan Kekuasaan (= Nya). Atau, berbagi (dibaca, Menjadi)

 

Karena, Penyampaiannya untuk Dipercayai

 

Sehingga, bukan lah untuk membentuk “Negara” = Berke – Kuasa – an. Pemerintahan lah, yang “dibentuk” (Kuasa dari Pembentuk). Politisasi = Sistim. Namun, apakah ?

 

— oOo —

 

 

 

Nyaris kita keasikan Retorika saling mempertahankan. Sebagaimana Si Kakek Guru dengan Cucu = Si Murid. Yang berbeda “Hitungan Waktu Idea”

 

Diperbincangkan, menemukan Kebenaran dari das Sein (“di” manakah) ke das Solen (mana, ya ?). Mendamaikan Pertikaian Kekuasaan dari Yang di Kepala – Yang di Dada. Menentukan Kesucian Dusta Politik

 

Mestilah hanya Satu Kekuasaan Mendirikan, yang bernama “Negara” itu. Negara Kekuasaan, atau Negara Demokrasi yang kemudian jadi Kekuasaan

 

Kekuasaan apa pun di Negara, dari Pembentuk Negara, juga berkemampuan membentuk Pemerintahan (bentukan) Negara. Karena, suatu “Ide”. Dari ada ke ada. Dibebaskannya = Politea. Ke Materialisme

 

Ada di mana ? Suatu tempat, jawaban. Ketika Manusia berketurunan = Masyarakat (Sosial). Pedesaam ke Kota. (Lalu, akan ditangkap Filosof itu, karena mengajarkan Kekuasaan Dirinya. Ke Politisasi)

 

Suatu Pembicaraan Tujuan. Negara ?!? Atau, ber Negara. Sederhana saja, Negara suatu Ide yang Sosial. Menuju Kebenaran Manusia Sosial

 

1. Sosial = Kekuasaan di Negara

 

a. Dari Rakyat ke Pemerintahan menjadi Negara = Demokrasi

b. Sosial = Pembentuk (Kuasa) menjadi Negara – Ide Sosial

 

2. Pemenuhan Kebutuhan Rakyat menjadi Negara Ekonomik (Produksi)

 

Sejauh apa Pertarungan Tafsiran Nasional (Kepentingan kepentingan) antara Penganuti (hati hati, agar baca Politikus) Keagamaan dengan Isme – Kekuasaan (selain Demokrasi)

 

Tentu Negara ke Pemerintahan janganlah Pemaksaan terhadap Manusia. Berdasarkan de – Materi (= Tanpa) Sosial. Diterjemahkan Konseptualisme Politik. Menuju Kepuasan Sifati Individualisme dalam Putusan Negara. Mengandalkan, memakai Bentukan bentukan Kuasa

 

Dalam Perbuatan Kemanusiaannya, menjadi suatu Negara Sosial bukan hanya dianggap Penyedia Material, namun

 

1. Sosial Pertahanan Manusia

 

2. Membentuk

 

a. Demokrasi (Kekuasaan) ke Ekonomi

b. Sosial Produksi (Kebutuhan)

c. Nasional Industrialisme

 

3. Politik Rakyat ke Masyarakat Sosialisme

 

dst

 

Sosial Falsafati Politik ber Negara , karena didirikannya (oleh) Manusia = Pembentuk. Maka, adalah Kekuasaan jua (Logika). Dan, berkedaulatan = Materialisasi ke Tujuannya (Sosial)

 

 

 

SELESAI

One response

  1. Maka Negara (Indonesia) bukan punya agama tertentu, dan rakyatnya mempunyai agama masing-masing, sejak dulu kala sebelum agama ada, itu maksudnya?!

    20 Juli 2009 pukul 8:06 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s