Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

PERLAWANAN


PERLAWANAN (= DEMOKRATISASI), ATAU

TERKENDALIKAN ?

SOSIALIST VERSUS SUATU “PEREKONOMIAN”

PIKIRAN pikiran Sosialisme harus diterapkan sekarang. Berdasarkan Aturan aturan Sosial. Menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia Sosial (Baca, Rakyat)

Atas Keuangan Negara juga, yang Transaksitif dalam Ekonomisasi

Karena,

1. Perlabaan Industrialisasi ke Masyarakat

2. Keberadaan Pasar untuk Distribusi Ekonomik dan Barterisasi

3. Jaminan Negara untuk Upah Buruh (Kelas Produksi)

dan lain lain

de Politisasi akan tidak mungkin lagi. Walaupun dengan alasan Hukum. Akibat, Sosial Demokrasi (Kekuasaan) atas suatu Negara Ekonomi

Negara bukan lah alat Individualisme. Jadi Pemerintahan = Kuasa. Untuk Kepentingan kepentingan Penguasaaan dari Kapitalis di Dunia

“Kelas” (= Koloni) buatan dihapuskan. Di Tanah yang Bebas. Sehingga, menampak Hak Manusia Ekonomi. Terbentuk Sosial Hak (= Kelas)

<Jeda

Beberapa Kemampuan = Perbuatan mentyelenggarakan Ekonomi (Sosialisme)

1. Utopia ke Materialisme

2. Budaya (Tani) Pangan

3. Tenaga Kelas Pekerja

4. Politisasi

a. Kerakyatan (Hak Politik)

b. Kesatuan – Wilayah wilayah

c. Nasional Persatuan Kiri

5. Saluran saluran Demokratik dalam Kerakyatan

<Titik

Tidak lah untuk, yang dipertukar. Menjadi Kekuasaan = Pemerintahan (Negara ? Dalam Negara ?). Berdasarkan Sistim (Pemerintah). Lalu, membuang Kedaulatan. Menjadi jebakan atas Isme Nasional Kiri. Terperangkap Perdagangan Liberalisme

Berulang ulang Kita telah menyatakan Sosio Ekonomisasi Keuangan (= Negara). Sosial Dialektis = Kekuasaan. Terpolitisasi

Membentuk

1. Ekonomi HAN Masyarakat

2. Industri = Ekonomi Sosialis

3. Negara Ekonomi (Politik)

Bukan ke Individualist – Kelompokan. Berke – Kuasa – an (Dagang). Terjadi lah Ultra – Politik. Menghancurkan Perlawanan atas Kapitalisme (di) Negara

<Titik

SOSIALISME KE TUJUANNYA

Ketika Sosialisme mungkin tidak terpakai, semua Konsep Ekonomi = Individualisme, yang langsung berlaku = Hukum Buatan (di “Parlemen” kah ?!?). Meniadakan Hak hak Rakyat

Bahasa Ekonomi pun lain. TERTUTUP. Antara Konstitutif (jangan baca “Tafsiran”) dengan Retorika Politik berbenturan terus. Dipaksa ke Pidana Ekonomi – Hukum

– Absurditas/ samar ke Hukum (Moral Ekonomi)

– Politisasi Ekonomik (= Liberal. Tarung Kuasa)

– Tanpa jawaban atas Laba Produksi

Namun, Sosialiasme berdasarkan Satu Kekuasaan dalam Masyarakat = Kemasyarakatan, “diperbuat” (Revolusioner), menuju Kekuasaan Rakyat Miskin

Ini lah, Pertahanan Sosialist (Merah, Para Kamerad Hitam, Kuning Emas) …

Dalam Ekonomisasi Politis. Menyediakan, yang dikehendaki Rakyat. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Manusiawi. Berpolitik (Perbuatan), Membentuk Masyarakat Sosialisme

Tujuan dari bentukan bentukan dan Sistim Politik Negara = Bukan sekedar Peran. Tetapi, The Way Of (Kehidupan) atas Perilaku Kepemimpinan

Satu dan lain jaringan Ekonomik, berbeda Peran Para Individualist, MENELANTARKAN … ! Terpelihara mekanisasi Birokrat Korup

Kesetiaan Diri Manusia menghadapi KUasa atas Materi. Berlogika. Melawan. Dibenturkan = Menyelesaikan. Tentang Pangannya = Ketahanan

— oOo —

<Titik

Keterbukaan Sosialist ke Negara, berlangsung dalam beberapa Tahapan Revolusioner. Menerjemahkan dari Utopia ke Politik (Materialisme)

1. Ideologisasi Sosial ke Pertahanan. Menghadapi Etatisme – Puritanik

a. Edukasi ke Isme (= Kepemimpinan)

b. Informatif dan Pelaporan

c. Transformasi (AKSI ke) Politik

2. Sosial Demokratik (Politisasi). Berhadapan dengan Isme – Kekuasaan

a. Kebebasan Politik ke Negara

b. Sosio Ekonomi Keuangan

c. Nasional Industri ke Perekonomian

3. Membebaskan

a. Menolak Tertindas (= Kuli Bangsa Asing)

b. Mengajukan Zaman Baru Manusia

c. Melawan didepolitisasi Masyarakat Sosialisme

Banyak Revolusioner telah berjatuhan dari jaman ke jaman. Terkapar. Kelaparan, Berdarah ! Dihantam senjata dan peluru. Merangkak dari Penjara ke Penjara. Sudah kah cukup uang, yang bertumpuk sambil menikmati Pemiskinan Manusia Revolusi ? Dikorbankan dalam Kekuasaan buatan Kapitalisme ? Mengapa belumj Kita jua ? Entah lah apakah kata kata lagi Kita bicara ? Mereka bukan Kita Satu

<Tutup

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s