Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Maret, 2009

MERAH PERJUANGAN KINI


SUATU PERLAWANAN MERAH KE NEGARA BEBAS

PEMERINTAHAN bukan lah Kepartaian. Dipersilahkan ….. Kita tunggu saja. Tetapi, ada Parlemen dulu. Membentuk. Dari Keberadaan Anggota

 

Lalu, apakah Dewan Perwakilan Rakyat = Suara (Pemilihan) ? Atau, Perwakilan (= Konstitusi) ?Setelah Demokratisasi Kekuasaan (Kedaulatan) di Negara

 

Karena, Calon Presiden  melalui … ajuan Parlemen. Namun, berdasarkan Suara atau Anggota kah ? Mengikuti Tarung Politik Figur !?!

 

<Titik

 

 

 

Individualisme (Politik) terbayang, dan mempersiapkan Penguasaan, berdasarkan “Hukum (memperlakukan”) Undang Undang = Nasional

 

Mungkin Nasionalist Rekasioner melupakan Sistim Negara = Politik ….. ???

 

Dari pertikaian ke pertikaian Ideologisasi – Kekuasaan “ke” Negara tanpa Kerakyatan (Baca, Sosial Demokrasi) atas Pemerintahan

 

Parlemen bukan alat. Memaksakan suatu Pemerintahan berbuat (tunduk di bawah) Kekuasaan Individu individu. Terkuasai = Politis, berlangsung alasan “Tidak Logika”

 

Jebakan Pemerintahan mudah dijatuhkan di Parlemen tidak lah mungkin. Menghadapi Pemilihan = Anggota, yang Berkekuatan “Sama” (Terpilih). Melalui Negara = Bentuk Pemerintahan walaupun jadi Liberal (Merdeka)

 

<Jeda

 

 

 

Kekuatan kekuatan Nasionalisme, yang memang selalu terbentuk dalam Proses Juang, memiliki  Kebebasan Bertujuan. Akan kembali ke Tujuan, Terselenggara KEMANUSIAAN. Menyelesaikan Konsepsi Mekanisasi Kenegaraan

 

Pembentukan Ideologi – Aksi, mengendalikan, karena dipimpin Partai = Ketua ketua, berjuang (lah !) dengan Massa Kerakyatan. Arah. Kehendak tidak individualis. Terorganisasi. Progresif. Melaksanakan suatu Kekuasaan Rakyat

 

1. Ekonomisasi Perdagangan Negara

 

2. Pelaksanaan Hak hak Politik Ekonomik Keuangan Negara

 

3. Pertanian. Swa – Sembada ke Mandiri Pangan

 

4. Program Kehutanan untuk Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Masyarakat

 

5. Nasional Industrialisme

 

Dalam Demokrasi P_olitik membentuk Kenegaraan = Negara (Nasional). Bersama Rakyat di Parlemen (Kuasa). Memperjuangkan Keadilan suatu Falsafah

 

(Tutup

 

 

 

Merah Kiri = Darah

(Manusia)

Isme – Nasional Sosial

 

 

 


SOSIALISME NEGARA


DARI

SOSIALISME (= EKONOMI KE)

“NEGARA”

MEMANG Ideologis (= Ideal – Utopia ?) tetapi Politik juga. Sosialiske (ke = “jadi”) Negara

 

Melalui

 

1. Kebebasan Hak di Tanahnya

 

2. Pembentukan Masyarakat Sosialism

 

     a. Rasionalism Negara – Ekonomi

     b. Pembagian Laba Masyarakat

     c. Nasional Industri Tambang

 

3. Pemerintahan yang Revolusioner

 

Dalam Perjuangan dan Kepartaian (= Partai kah ?). Strategik Politisasi Ekonomik. Kuasa Pemenuhan (= Materialisme) Kebutuhan kebutuhan Manusiawi. Sosial hubungan Isme – Negara karena Ekonomisasi Politis maka ada Putusan putusan Kekuasaan (Demokratik)

 

Kelompok kelompok Nasional pun terarah ke Tujuan Bernegara = Bangsa (Peradaban. Manusia), yang diterjemahkan atas Kependudukan Dunia di Buminya

 

Tampaklah Nasional adalah Kemanusiaan, yang “Berkekuasaan” (Rakyat Miskin). Terpilih = Memilih – Dipilih). Menyelenggarakan Keadilannya atas Perekonomian, berdasarkan Sosial Hak Kelas kelas Masyarakat

 

 

 

SELESAI


DE KAPITALISME (DI) NEGARA


DI LUAR Kita, mulai Terbaca Pergerakan Kiri di Negara negara ke “Bebas”. Pertama, Sosialisme = Kemanusiaan. Yang Kedua, Nasional Kiri

Berlawankan Kapitalisme Dunia

 

1. Kaum Neo Liberalisme. Penguasaan atas

 

    a. Keuangan (Politis) Negara

    b. Sumber sumber Alam

    c. Tenaga Kerja Buruh

 

2. de Politisasi Sosialisme

 

3. Individualisme (“Kuasa”)

 

     a. Milieterisme Negara

     b. Kepemilikan atas Produksi

     c. Monopolisme (Hukum)

 

Pemerintah yang Korup. Terpolitisasi lah Demokrasi = Kekuasaan ke Negara Sosial (Sosialisme ?)

 

1. Melalui Perjuangan Serikat serikat Kelas Pekerja

 

2. Melalui “Partai”. Berulang digagalkan (Di Indonesia : Partai Rakyat Demokratik, PAPERNAS)

 

3. Melalui Pemilihan (dalam Bentuk Program program)

 

<Jeda

 

 

 

Hanyam itu saja. Menjadi acuan Pemerintah Korup itu, yang dihasilkan Isme Kekuasaan. Menguasai Keuangan Ekonomisasi (Modal)

 

Berlangsung Bentuk bentuk Politik Terhadap

 

1. Pembentukan Negara, yang berdasarkan Kedaulatan akyat (Ajaran)

 

2. Pembentukan

 

     a. Parlemen Nasional = Persatuan

     b. Pemerintahan Demokratik  berdasarkan Kekuasaan Rakyat Miskin

     c. Sosial Logika Pertahanan

 

3. Pembentukan Masyarakat Sosialis, berdasarkan Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

Dalam Tahapan tahapan Revolusioner ke suatu Negara – Ide Ssoial (= Kekuasaan. Baca, Sistim) dengan Pemerintahan yang Adil, Transisi Konstitusi

 

<Titik

 

 

 

Apakah Nasional Persatuan ?

Dua Pendapat, yang bertentangan atas Bahasan Negara

 

Pendapat 1. Wilayah. Menjadi Dasar Kekuasaan di mana pun (Baca, Sosial HAK)

 

Pendapat 2. Nasionalisme dalam Pemerintahan

 

Namun, bukan Tafsiran Mempersatukan Kekuasaan kekuasaan di Negara. Atau, Kekuasaan kekuasaan dipersatukan Berdasarkan Satu Kekuasaan untuk menuju suatu Pemerintahan (Kuasa)

 

Jadi konflik (senjata) mengganti Politik. Itu, yang diinginkan Kapitalisme Individu

 

Kekuasaan kekuasaan beda dengan Kekuasaan Rakyat Miskin = suatu Tujuan Rakyat. Untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia

 

Suatu Pemerintahan tidak Dimerdekakan Staf Ahli, yang menghancurkan Sosial. Tetapi, Perjuangan Rakyat di Masyarakat. Melalui Demokratisasi (Proses)

 

Tidak pula dengan Militerisme, namun Kepartaian mungkin Konstitusional. Lewat Pemilihan ke Parlemen. Bersama Program program, yang disetujui Rakyat yang Bebas di Negara Merdeka menyelenggarakan. Atas Wilayah wilayah Kenegaraan = Masyarakat Penduduk

 

Karena,

 

1. Kesatuan Wilayah wilayah

 

2. Kebudayaan = Isme Politik di Negara (Daerah daerah)

 

3. Nasional Industrialisme

 

Nasional Persatuan mungkin diterjemahkan saja membentuk “Negara” ke Ekonomi. Lalu, Sosialisme dibenturkan … atas Kapitalisme

 

Apakah, yang mulai terjadi ? Pertahanan Rakyat Negara

 

Jaringan jaringan Kapitalis dihancurkan. Negara Demokrasi pun Manusiawi. Sederhana. Menyingkirkan Individualist

 

<Tutup

— oOo —


BURUH


BURUH

TENAGA KELAS PEKERJA

MASYARAKAT

PEMBICARAAN tentang Buruh termuat

 

(blak blak an saja)

 

1. Kemiskinan karena Pemiskinan

 

2. Upah yang rendah

 

     a. Tanpa jaminan Hak Keuangan (Transaktif – Rupiah) Negara dalam Ekonomi

     b. Kerja = “Jam Perusahaan”

     c. Tanpa daya Beli kembali Barang Kebutuhan yang lain dari Hasil Industrialisasi

 

3. Pembatasan (Istilah Kapitalisme = Modal)

 

4. Pemberhentian (Istilah Kapitalisme = “Kerja”)

 

5. Pemaksaan (Istilah Kapitalisme = Hukum)

 

6. Masalah Tempat Industri dan Urbanisme (= Pemukiman tak layak)

 

7. Hubungan Ekonomi – Perburuhan “Terorganisasi” Permesinan = Tidak Sosial

 

dst

 

Berhubungan juga dengan Perjuangan Masyarakat Kelas kelas. Menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin”

 

Terselenggarakan

 

1. Pemenuhan Kebutuhan Manusiawi

 

2. Nasional Pemerintahan Rakyat

 

     a. Persatuan

     b. Revolusioner

     c. Demokratik

 

3. Peri Keadilan

 

— oOo —

Pertikaian = Tarung Ekonomi dalam Politisasi Industrial, tidak mungkin lagi terhindarkan …! Antara Sosial = Kemanusiaan melawan Kapitalisme (Individualist). Menyeret Isme Kekuasaan (di) Negara ke Pertempuran

 

     – Liberal (Neo) Imperialis

     – Militerisme – Tyranik

     – Pemerintahan pemerintahan Korup

     – Feodalisme Perdagangan

     – Opurtunik Kaum Ilmiah

     – Penguasa Modal (= Majikan kah ?)

 

Sosial (= Massa) seakan berhadapan ke Negara (= Kekuasaan) ?!? Karena, Terpolitisasi PEMBEBASAN. Siapakah, yang “Bekerja” (= Haknya) dalam Industrialisasi ?

 

1. “Kepemilikan atas” Produksi

 

2. Pembagian Laba Masyarakat

 

3. Sumber sumber Alam

 

“Sebab”, di Masyarakat telah berlaku Aturan aturan Sosial. Menentukan HAK atas “Tenaganya ke Hasil”, maka Terbagi ! Dalam Nasional Industri

 

Mungkinkah Kekuasaan di Negara diterjemahkan Masyarakat, ke Politik Kelas ?

 

Walaupun tampak hubungan Manusia = Masyarakat dalam Industrialisme dengan suatu Negara (untuk) Kesejahteraan

 

Lalu, Sosialis kah ? Tanpa diperjuangkan Rakyat Miskin Kuasa …….

 

Kelas Pekerja Buruh adalah Rakyat. Pembentuk (= Hak) Ekonomi. Salahsatu Kelas Sosial Hak di Tanahnya (Kemerdekaan)

 

 

 

SELESAI


HUBNGAN INDONESIA – AMERIKA


HUBUNGAN INDONESIA AMERIKA

(Mengapa

“Menteri” yang Datang)

TIGA masalah Hubungan Moderen antar Negara negara

 

1. Wilayah (Baca, “Negara”)

 

2. Ekonomi = Industrialisasi. Ke Tujuan

 

    a. Perdagangan. Laba (Keuangan = mata uang)

    b. Sumber sumber Alam  (Bahan baku)

    c. Produksi. Tenaga dan Hasil = Barang

 

3. Pertahanan dan Keamanan

 

 

Berdasarkan Azas azas Sosial. Membicarakan dan diselesaikan. Yaitu, Kerakyatan. Dan, Hubungan Ekonomik

 

Masalah masalah, yang terjadi karena Perbuatan perbuatan tidak sebagaimana kedua azas tersebut. Maka, ada de – Politisasi

 

Pemaksaan keinginan, yang tidak menguntungkan masyarakat. Berlangsung Keuangan – Sepihak (Amerika). Jadi keuntungan keuntungan Kapitalis atas Industrialisasi Dunia. Menguasai Daerah daerah Perekonomian Masyarakat Kepndudukan

 

1. Kepemilikan Uang Negara

 

2. Perdagangan Neo Liberalisme

 

3. Militerisme – Persenjataan

 

<Jeda

 

 

 

Sikap Nasionalisme pun dipertanyakan atas Kebangsaan “di” Amerika. Menampakkan Kuasa = Individu. Terpolitisasi ke dalam Negara Kekuasaan

 

1. Program program Negara = Laba Individual

 

2. Bangunan “Masyarakat” dari Sistim Ekon0mi Individualisme (bukan “Rights”)

 

3. Hubungan Militer (ke) – Internasional

 

<Titik

 

 

 

Sekilas Peranan Militer

 

Beberapa ratus tahun, Persenjataan sudah terbangun di Amerika, mengikuti Kebudayaan Perang Benuati Militer. Membentuk Personil – Tenaga – Organisasi “Terkini”. Sekarang dalam Kepemimpinan Ras Campuran

 

1. Militer – Eropah rusak terpecah. Negara bukan = Daerah

 

2. Militer – Cina dalam Pertikaian Daerah daerah Pangan

 

3. Militer – Afrika, yang tertinggal Teknologi (Pengalaman)

 

Perbedaan dengan Rusia dari Kebangsaan yang “Asal” putus beberapa kali ke “Baru” sampai Kejatuhan Tsar (Bolshevik = Perang Saudara kah ?)

 

Namun, kita jangan melupakan keberadaan Militerisme. Yang terstruktur dalam Kekuasaan – Organisasi (Ketentaraan) Negara Amerika. Didasarkan (karena “bergerak” dalam) Kepentingan kepentinganEkonomisasi Keuangan Pemerintahan melalui …… Parlemen (tanpa bantahan !)

 

<Titik

 

 

 

Pembicaraan Indonesia – Amerika ternyata hanya melanjutkan, yang tersebut di atas (“lain” Perunding). Memang tanpa alasan Barrac Obama tidak ke Indonesia. Tetapi, Pinjaman Ekonomis ditagih (kembali) ke Politik (bentukan) merundingkan uang $ “harus terpakai” atas Negara negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI