Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

PARTAI BANYAK – SEDIKIT


PARTAI BANYAK

DAN

SEDIKIT PARTAI

(ATAU, KE “KEKUASAAN TUNGGAL”)

MUNGKIN karena Iri melihat sukses Kebebasan a-la Amerika. Lihat, namun tidak mungkin menikmati. Lha ?!? Mungkin (ulang) Beda lah. Koq ?

 

Lalu, apakah Kebebasan = Demokrasi ? (Terserah lah)

 

<Titik

Tiga Kebebasan (Moderen ?)

 

     – Neo Liberal (= Individualist)

     – a. Politik

       b. Demokrasi = “Kekuasaan”

 

yang berhubungan dengan Ekonomisasi Keuangan

 

Di suatu Negara (Pencetak). Tegas, untuk Kepentingan masing masing. Atas suatu Pemerintahan (Baca, Kenegaraan)

 

Namun, Politik mana pun BERNIAT Multi partai (Cara)

 

<Jeda

 

 

 

Dalam Perpolitikan bukan masalah ada Partai atau tidak. Dan, jumlah berapa.  Sama ! Mencapai Kekuasaan. Walaupun Beda Tujuan. Mungkin saja Individualisme dengan Kelompok kelompok Politik – Individu (Kerjasama = Pertukaran). Atau, Kerakyatan (Baca, Kedaulatan Rakyat)

 

Maka, “Kuasa”, yang didapatkan. Tampak kah Isme – Kekuasaan. Berkekuasaan atas Wilayah wilayah, Perdagangan dan Masyarakat/ Kemasyarakatan

 

oOo

Bagaimanakah di Indonesia ?

Undang Undang Dasar Republik Indonesia terbaca Kedaulatan Rakyat (Pembukaan). Ini, jelas Sosial = Kekuasaan. Sehingga, Partai (atau, Partai partai) Politik didirikan Bertujuan Kemakmuran – KEADILAN dan Kesejahteraan Rakyat

 

Sementara “Pembagian” Kekuasaan Rakyat memperkenankan Oposisi Kepartaian (Bentukan Politis) berhadapan ke Kekuasaan = suatu “Pemerintahan didasarkan” Hukum melalui Parlemen (Negara kah ? Rekayasa), diselesaikan Yudikatif (“Pelembagaan”  Adil), berbenturan dengan Kepentingan kepentingan Industrial Perekonomian

 

<Titik

Keuangan dan Program program Ekonomi mengalami Pembahasan bertele tele di Perwakilan Rakyat (Legislatif). Dan, Politikus – Negara mengawasi Penyelenggaraan Keuangan, yang Terpakai. Mungkin saja isenk mengincar (= Politik ? Uang dalam) Ekonomisasi “Struktural Negara Pemerintahan Korup

 

Karena,

 

1. Kedaulatan (di) Negara = Penguasaan

 

2. Pemerintahan = bentukan “Kuasa”

 

3. Partai = “alat” Kekuasaan

 

<Titik

Transaksi Ekonomis tidak diputuskan Manejemen Politik (?), Admnistrasi Kekuasaan = Pemerintahanm, dan atau Kepartaian. Tetapi, Ekonomik !!! Berkata lah SI PENDUSTA menyatakan Keputusan Politik bergantung Perdagangan = Laba = Permodalan)

 

<Titik

Tidak demikian mungkin lah. Berpartai bukan mengadakan Transaksi Keuangan – Negara di dalam

 

     – Eksekutif  (Politik kah ? Lembaga. Kekuasaan = Pemerintahan

     – Yudikatif = “Keadilan”. (Lembaga Hukum Apakah Mahkamah Konstitusi ???)

     – Legislatif (Rakyat = “Lembaga Persidangan” – Umum)

 

Keadilan = Hukum, Tidak lah Dipilih. Karena, “Paksa”. Sehingga, memastikan Mati – Politik Manusia. Terlarang kah Rasionalisme  = “Moral”

 

<Titik

oOo

Satu Partai Politik bukan alat mekanistis Pemerintahan, biarpun “Sah Dibentuk”, karena Kemerdekaan Negara

 

Tetapi, Dasar Isme = Nasional (‘Nation’). Demokratisasi pun = Sistim ke bentuk Negara untuk Kesejahteraan Ekonomi = Tahapan tahapan Perjuangan

 

<Tunda

Tampak reaktif Politik, menerjemahkan Kebebasan secara Negara. Ketika “Adil”  Terbatas. Bukan masalah Perekonomian kah ? Berbagi Kekuasaan, deh. Memang Kepartaian “Bukan Negara” ! Namun, menjadi Tunggal jua Kekuasaan

 

Semua Pemerintahan tetap Memutuskan, yang Diperbuat. Ini, Kenegaraan (= Putusan putusan). Berlaku atas Keuangan – Ekonomisasi

 

<Tutup

SELESAI. “Jangan Hanya

Menggertak !

Karena, Bukan Presiden !”

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s