Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

KEKUASAAN RAKYAT (DI)INDONESIA


 

 

 

 

 

 

 

PEMAHAMAN atas Kekuasaan dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Hasil Amandeer Kerakyatan

 

1.    Kedaulatan Rakyat (Ajaran)

 

UUD RI    Pasal 1 ayat 2

 

2.    Kekuasaan Pemerintahan Negara. Menyelenggarakan

 

UUD RI Pembukaan alinea ke IV  “……. membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia, … untuk Memajukan Kesejahteraan Umum, … yang berdasarkan Kemerdekaan, … dan Keadilan …..”

 

UUD RI    Pasal 4 ayat 1 jo Pasal 7 jo Pasal 17 ayat 1

UUD RI    Pasal 5

UUD RI    Pasal 11 ayat 2

UUD RI    Pasal 12

UUD RI    Pasal 18 ayat 5 jo Pasal 18 A ayat 1 jo Pasal 18 B ayat 1

 

Pasal 28 D ayat 28 D ayat 3. “… dalam Pemerintahan.”

 

3.    Demokrasi (= Pemilihan)

 

UUD RI    Pasal  6 A

UUD RI    Pasal  19 ayat 1

UUD RI    Pasal  22 E ayat 1

 

Pembentukan Kekuasaan, yang Bertujuan Menyelenggarakan Kesejahteraan, Keadilan dan Kemakmuran Rakyat. Dilaksanakan oleh Negara (= Pemerintahan. UUD RI 1945 Pasal 33 ayat 3)

 

Skema Kekuasaan “Negara”

 

 skema-kekuasaan-di-negara

 

 

Tidak Individualisme. Menuju Sosialisme (Kerakyatan). Tampaklah Sosial HAK Kelas di Negara. Berdasarkan Kemerdekaan = Pembebasan di Tanahnya (Manusia). Historikal ? Materialisme. Menjadi Proses Kebangsaan di Masyarakat

 

 

 

 

 

KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

 

 

            Tidak samadengan Kemiskinan. Walaupun ada Pemiskinan. Karena, Kapitalisme Ekonomi. Di Negara

 

Mungkin, diterjemahkan :

 

1.    Kemanusiaan

 

2.    a.   Kelas kelas dalam Sosialisme

 

b.  Sosial = Hak (Kelas)

 

Pasal 28 C ayat 2 “….. Dirinya dalam memperjuangkan HAKNYA secara Kolektif ………”

 

c.   “Sama” di Masyarakat (Perpolitikan)

 

3.    Proletariat

 

Kiri – Tengah (Baca, Isme. “Kekuasaan” ?) akan terlihat Terjemahan Negara – Politik, mengacukan Sosial = Kekuasaan (di) Negara, berlangsung dalam Penyelenggaraan Strategikal Kenegaraan (di Parlemen !)  

 

<Tunda

 

 

 

1.    Keadilan

 

2.  Hak Azasi Manusia. Pasal 28 I ayat 4, ayat 5 dan ayat 6. Dst.

 

3.    Sosial Ideologi – Ekonomi

 

Namun, belum Pembicaraan Buruh (Tenaga). (Pasal 28 D ayat 2. Dalam Hubungan Perdagangan). Tengah agak Bebas atas Kekuasaan “dari” Perekonomian

 

Melalui

 

    1.  Demokrasi = Kekuasaan

 

    2.   Sosial Ekonomi (akan) berdasarkan Keberadaan Kelas Produksi

 

    3.  Pembentukan Masyarakat Sosialistik

 

Dialektika Logika – Kekuasaan Rakyat Miskin dalam Kekuasaan Rakyat, yang “diperbuat” (= Materialisasi Utopia. Politik) berdasarkan Kekuasaan Menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Manusia di Indonesia

 

<Titik

 

 

 

KEKUASAAN RAKYAT (PEMILIHAN)

 

 

UUD RI Tahun 1945

 

       Pasal 22 E

       Pasal 6 A ayat 1 “….. dipilih … secara langsung oleh Rakyat.”

       Pasal 19 ayat 1 “ ….. melalui Pemilihan …….”

 

Masyarakat (Warganegara = Kependudukan. Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 28 D ayat 4), Memilih, Terbentuk suatu Pemerintahan Negara (Baca, Kenegaraan), berdasarkan Pasal 1 ayat 2 melaksanakan Kehendak Rakyat Pemilih

 

Ini lah, Kekuasaan ! “Cara” menyelenggarakan Demokrasi (Konstitusi)

 

<Titik

 

 

 

Cara dan Perbuatan

 

1.    Kekuasaan Sosial Ekonomi dalam Pelaksanaan

 

a.    Mengerjakan

b.    Memperoleh Hasil  Manfaati Kegunaan Sumber Alam

c.    Mem – “bagi”

 

Pasal 28 J ayat 1 “Setiap Orang wajib menghormati Hak Azasi Manusia Orang lain dalam tertib Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.

 

2.    Kekuasaan Sosial Politik. Unsur unsur

 

a.    Kebebasan = HAK di Tanahnya

b.    ‘Nation’

 

– Pembentukan Kebangsaan Masyarakat

– Budaya Tani Pangan

– “Kebaruan” Zamani Manusia

 

                        c. Kesatuan – Federalisme

 

3.    Sosial Kekuasaan – Negara. Bentuk bentuk

 

a.    Pemerintahan Demokratik

b.    Sosial Pertahanan = Keamanan.

Mempertahankan Hidup Kemanusiaan – Sosial.

(Pasal 28 G)

c.    Anti Kapitalisme

 

Bukan suatu Kekuasaan Hukum – Negara. Parlemen tidak buat Hukum, tetapi Per – Undang Undang – an. Beda, tidak sama

 

 

Perlawanan Undang Undang atas Hukum

 

 

Negara bukan lah Hukum. Didirikan, Terselenggara dan dibentuk  melalui Politik = Keputusan, maka berlangsung suatu Kekuasaan (Baca, Rakyat) di atas Wilayah wilayah. Hukum tidak mampu mengadakan Kekuasaan termaksud, karena Pembatasan Ideologis. Undang Undang = Hasil Politisasi (Idea). Dari “Ada”  Kekuasaan. Dan, Tunduk dalam artian Pelaksanaan Konstitusi (Negara). Namun, apakah Konstitusi lebih Tinggi di atas Kerakyatan walau Tujuan Negara dalam Undang Undang Dasar (Pasal pasal Konstitutif)

 

Sehingga, Undang Undang pun dibuat (= Materialisasi Pasal 5 ayat 1 jo Pasal 20 ayat 1 dan ayat 5) untuk mencapai Tujuan Kerakyatan, yang diterjemahkan “Presiden Bersama Legislatif”

 

<Titik

 

 

 

            Pembentukan Undang Undang berdasarkan

 

1.    Tujuan dalam Kekuasaan

2.    Konstitusional. Tidak Hukum

 

3.    Politik suatu “Negara”

 

Pelanggaran Undang Undang diperbuat oleh Presiden, maka berlaku rangkaian Kekuasaan Negara menyelesaikan. Bukan “Tuntutan ke Sanctum” berdasarkan Hukum. Tetapi, akan Dilaksanakan Aturan aturan – Politis

 

<Jeda

 

 

 

            Kekuasaan = Rakyat, yang Berke – Kuasa – an untuk Menyelenggarakan Hak hak Kemanusiaannya. UUD RI Pasal 27 ayat 2 “Tiap tiap Warganegara Berhak atas pekerjaan dan Penghidupannya yang layak bagi Kemanusiaan.”, Pasal 28 A “Setiap Orang berhak untuk Hidup serta berhak mempertahankan Hidup dan Kehidupannya”. Dan, Pasal 28 B ayat 2. “Setiap anak berhak atas kelangsungan Hidup, tumbuh dan berkembang …….”. Di “Negara”. Atas Kepemimpinan yang Terpilih Demokratis di Indonesia

 

<Tutup

 

 

 

 

 

SELESAI

 

Daftar Istilah Politik

 

1.         Hasil Amandeer Kerakyatan

2.         Pembentukan Tujuan Kekuasaan

3.         “Negara” Demokrasi

4.         Keberadaan Kelas Produksi

5.         Sosialisme = RAKYAT

6.         Sosial HAK Kelas

7.         Kemerdekaan = Pembebasan di Tanahnya

8.         Proses Kebangsaan di Masyarakat

9.         Sama” di Masyarakat Politik

10.       Sosial Ideologi – Ekonomi

11.       Kekuasaan “dari” Perekonomian

12.       Sosial Ekonomi Produksi

13.       Dialektika Logika – Kekuasaan

14.       Materialisasi Utopia Politik

15.       Demokrasi Konstitusi

16.       Kebebasan = HAK di Tanahnya

17.       “Kebaruan” Zamani Manusia

18.       Kesatuan – Federalisme

19.       Pemerintahan Demokratik

20.       Hidup Kemanusiaan – Sosial

21.       Perlawanan Undang Undang

22.       Hasil Politisasi Idea

23.       Pelanggaran Undang Undang

24.       Hak hak Kemanusiaan

25.       Tuntutan ke Sanctum = Hukum

 

 

 

— o0o —

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s