Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for November, 2008

NEGARA DAN KEPEMIMPINAN


NEGARA DAN KEPEMIMPINAN

(MENGANTARKAN

DIALEKTIKA POLITIK “NEGARA”)

BEBERAPA Sifat Negara ditinjau Politis Nasional – Kiri

Negatif

1. Sifar Berkuasa. Memunculkan Konflik konflik Politik

a. Individualisasi (Baca, Figuralism)

b. Tyranism

c. Pemerintahan = “Negara” (Sentralism)

2. Memaksa, didasarkan Kekuasaan

3. Pensifatan “Hukum Kekuasaan”

Kerakyatan (suatu Terjemahan). Berlangsung Materialisasi Utopia – Politik. Ke Tujuannya. Dalam Penyelenggaraan Kenegaraan dilaksanakan oleh Pemerintahan “Sah” (Demokrasi)

Positif

1. Sosial Negara (Idea)

2. HAN

3. Ekonomisasi Keuangan Negara

4. Daerah

5. Nasional Industrialism di Negara

<Jeda

Sehingga, Rakyat pun (Penduduk) dibebaskan dari Penindasan (Imperialism). Menyelesaikan Pemiskinan karena Ekonomi. Terbentuk lah Sosial “Hak” Kelas

1. Memilih

2. Menyelenggarakan Kebutuhan kebutuhan Masyarakat

3. Mempertahankan

Kepemimpinan bukanlah Penguasaan. Dipersiapkan Sosialism di Negara, karena berdasarkan Logika Batini (Pilih). Dibentuk Demokratik = Pemimpin Rakyat

<Titik

ANCAMAN MILITERISM (DI DUNIA)

Sekali lagi, Militerism … melalui Politik terhadap

1. Kepemimpinan

a. Kekuasaan di Negara = Pemerintahan kah

b. Figuralism <— “Hak” Politik ?

c. Hubungan (kah) Internasional

2. Sosio Ekonomik (Perdagangan. Baca, Anggaran)

3. Daerah

a. Nasionalism. Kesatuan = Bangsa

b. Alasan Politik Keamanan

c. Pemerintahan “atas” Daerah

Ancaman Politis (= Kuasa). Militer Strategi (Kekuatan) Penggunaaan Taktikal _ Kenegaraan ?). Jadi Gerakan gerakan “Arah Ekonomisasi”

1. a. Dari Permodalan ; Lalu, diinvestasikan

b. Atas Sumber Alam

2. c. Keuangan berdasarkan “Perintah”

<Tunda

Para Politisi tidak berperanan di Perekonomian. Axiomatik (Sejajar). Mengakibatkan de – Politisasi, terbengkalai Sosialism (Ekonomi – Konseptual)

“Keadaan” tidak mungkin diabaikan, karena berhbungan dengan Kemasyarakatan – Ekonomi (Produksi. Tenaganya dan Hasil). MEMBAHAYAKAN ! Kemampuan kemampuan Sifat Kerakayan Negara akan berhadapan dan benturkan (Politisasi) Situasional Militerism

Pertentangan Ekonomi di Masyarakat merangsang Keuangan yang Diskriminasi, terkuasai (= Absolutism) “Negara Pemerintahan”. Menghancurkan ! Karena, Penguasa Militerism !!!

SELESAI


“HAK” EKONOMI WARGA


HAK WARGA (NEGARA) EKONOMI POLITIK

Pembebasan

PERUNDINGAN (Dagang), yang terpolitisasi Industrialisme “Negara menghasilkan Hak” Ekonomi Penduduk, didasarkan Beli Kebutuhan (Daya)

 

1. Mempersiapkan “Keadaan = Alam) – Penghidupan

 

2. Menentukan

 

   a. Guna (secara Hukum ?)

   b. Harga (Ekonomisasi Keuangan)

 

Ini lah, Politik Ekonomi atas “Negara” (= Keuangan). Ekonomi pun bukan Kekuasaan. Kemampuan kemampuan (rasionalisasi) warga Negara

 

<Jeda

 

 

 

Tidak Ekonomi – Sepihak. Menghubungkan Kemanusiaan – Alam – “Negara”. Berlangsung “diatur Haknya” melaksanakan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan

 

1. Alam – Manusia – Kebutuhannya

 

2. Rakyat – Negara – Uang

 

3. Alam – Buruh – Produksi (Baca, Usaha)

 

4. Alam (= Daerah daerah) – Masyarakat – Ekonomi

 

5. Alam – Kekuasaan (Demokrasi) – Penghidupan

 

<Titik

 

 

 

Kehancuran Perekonomian suatu Bangsa, yang terjadi karena Memutus Ekonomisasi – Hak Warga (Penduduk). Runtuh lah Kekuasaan itu ! Digantikan Kebebasan di Tanahnya jadi Individualisme (Kempemilikan)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


DAERAH – “NEGARA” (EKONOMI)


DAERAH

 

     1. Kependudukan dan Pemukiman

     2. Wilayah (= Sumber Alam)

     3. Sosial – Budaya, Politik

 

menjadi “Negara”, berdasarkan

 

     1. Kesatuan – Wilayah wilayah

     2. Nasional

        

         a. Pemerintahan

         b. HAN dan Politik

         c. Ekonomisasi

 

     3. Isme – Sosial. Kerakyatan = Masyarakat

 

Terselenggarakan lah Kemakmuran, Keadilan, Kesejahteraan

 

     1. HAK di Tanahnya (Kebebasan)

     2. “Politik (Ekonomi”) Daerah

     3. Pemerintahan. Sistim Negara

 

LIhat (Bagan akan diterbitkan)

 

<Titik

 

 

 

Kegagalan Neo Liberalisme menguasai Daerah daerah, yang terpolitisasi dalam Pemusatan Ekonomi berlangsung atas Keuangan Negara, dipaksakan (= Politik) Hukum, membentuk Kesatuan (Baca, Nasional)

 

     1. Nasional Pemerintahan (Kenegaraan)

     2. Nasional

 

        a. Ekonomi

        b. Industri

        c. Budaya

 

     3. Nasional – Wilayah wilayah

 

< Jeda

 

 

 

Suatu “Negara (Daerah”) membentuk Hubungan Sosial – Alam, di – sebab – kan Ekonomi (= Pemenuhan) Kebutuhan kebutuhan Manusiwai Rakyat banyak. Lalu, dilaksanakan Bersama (Baca, Parlemen Nasional)

 

     1. Keuangan Berkadilan

     2. Kebangsaan. Tradisionalitas Politik

 

         a. Usaha usaha = Perdagangan

         b. Barterisasi. Sistim Distribusi

         c. Rasionalisasi Ekonomi (Proses)

 

     3. Produksi (= Kemampuan) dalam Nasional Industrialisasi

 

Sosialisme (= Demokrasi. Baca Kekuasaan Rakyat). Dalam PolitikDaerah. Boleh saja Pemerintahan = “Alat” di Negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


K O R U P S I


K O R U P S I

dari Al Hussein – Pekalongan

 

 

 

KAUM Politik sedang berhadapan dengan Para Koruptor kah ? Menjadi ciri ciri suatu Negara “Penghutang”. Terpolitisasi Ekonomi Uang Kenegaraan

 

Bentuk bentuk :

 

     1. a. Kekuasaan atas Ekonomisasi

         b. Keuangan “dalam Perintah”

     2. c. Perijinan Sumber (Alam)

 

Didukung faktor faktor Konflik. Mengarah kerjasama, yang tersembunyikan. Dalam Hukum (Sistim) seolah olah oilitik (= Kehendak). Terkendalikan Kepatuhan atas Moral untuk menerima Tujuan Pemakaian, yang “dihitung”

 

<Jeda

 

 

 

Penyelenggaraan “Negara – Ekonomi”. Melalui “Pemerintahan diciptakan Bersama”. Tanpa Nilai nilai Sosial Politis

 

Usaha usaha Keuangan bermunculan … “bebas membeli Produksi” Industrial (Hasil). Diperjualkan. Jadi peragangan Konsmtif – Uang, mengelola (= Penggunaan) Keuangan, yang berlaba. Cuvi Uang Pinjaman

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


SOSIALISME (?) DI AMERIKA


RASIALISME (nyaris !) berakhir, karena Pemilihan (= Kekuasaan) di Amerika. Kekuatan kekuatan “Berperang” (Nafsu) terkendalikan Penduduk atas Kepresidenan

 

1. Si Pemenang (Ras Campuran) tidak mungkin

   memerintahkan Perang dilakukan Militer

   Amerika (Kemerdekaan = Sejarah Pembentukan “Negara”) Serikat

 

2. Sekat sekat politis diberlakukan atas “Hukum” Liberalisasi

 

    a. Mengawasi Keuangan Negara – Ekonomik

    b. Putusan putusan Dagang dicegat

        – Wilayah wilayah Industrial seluruh Dunia

        – Antara Negara negara Bagian (= Zona)

        – Perusahaan perusahaan Keuangan untuk Perdagangan

    c. Membuka Aturan aturan Perbankan (Fe -> Moneter)

 

3. Para Gubernur “harus” menyelenggarakan Program program Kenegaraan

 

Partai Demokrat kah, yang memegang Ekonomi – Kekuasaaan Individual berdasarkan Daerah daerah Pemilih, “menentukan” bentukan bentukan Politik

 

<Jeda

 

 

 

Terjebak lah Kemanusiaan di Perekonomian “untuk membutuhkan” Kekuasaannya … berlangsung.

 

     Teoritika Logika : Politik menjadi

                                 “Cara”

 

     Menakjubkan ! Suatu cara cara diselenggarakan yang bernama   N e  g a r a   (State). Sebab ?

 

     1. Individualisme = Pelaksanaan

 

         a. Memutuskan

         b. Atas Tenaga (= Kerja)

         c. Memiliki

 

     2. Alam (Tempat -> Negara)

 

     3. “HAK” (Demokrasi)

 

         a. Bukan sekedar politik

         b. Masyarakat (Sosial = Politik)

         c. Politik – Nregara -> Industrialisasi

 

Maka, Sosialisme pun terpolitisasi, menembus batasan batasan Ilmiah Politis. Rasional. Hubungan Sosial – Keuangan. Mempersiapkan Dialektika Ekonomi Negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI