Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

TERPOLITISASI KAH


MUNGKINKAH KAPITALISME

TERPOLITISASI

ISME – NASIONAL (= “NEGARA” ?)

 

JIKA memang bisa, maka runtuhlah Individualisme. Ini, bukan Teoritikal Politis. Karena, dibahas dalam Falsafati Politik. Berlangsung Politisasi. Mengajukan Proses, dan Retorika.

 

1. Sosial Kemanusiaan (Evolutif)

 

2. Logika – Akibat yang Thesiskal (Dialektis)

 

3. )Pembendaan – Materialisasi juga

 

 

Tuan tuan Politisi, …….

 

Suatu Negara yang dibentuk akan melalui Sosial Proses Ideologik. Kerakyatan di Wilayah wilayah (Baca, Daerah). Bukan Individualisme – membendakan Kekuasaan – atas Manusia Sosial, dan dijadikan “Alat”.

 

Menguasai Pembendaan dan atau Materialisasi Sosial Hak yang berada dalam Pemikirannya, Ujudnya, dan Perbuatannya.

 

     Tampak Pensifatan Kenegaraan.

 

Pemerintahan = Individualisme, melaksanakan Kapitalisme Uang. Tertolak ! Ekonomisasi = Kebendaan untuk Penyediaan Kebutuhan kebutuhan Manusia. Tradisional dan Subyektif mendirikan (Revolusioner) Negara Sosial.

 

Dalam Pembentukan Kebangsaan. De – Politisasi Liberalisme atas Daerah daerah Ekonomis. Nasional Syarikat Politik berlangsung melalui Perdagangan dan Barterisasi Kemasyarakatan Dunia. Peradaban, yang Manusiawi terjalin Kebaruan Zaman ke Zaman. Nasional Industrialisme berpusat dari Pemikkiran Tenaganya.

 

Kami bukan Pengkhianat, mendustai Kedaulatan di Negeri Rakyat. Seperti Penganut Kapitalisme yang Individual telah menjarah Kekayaan Alam (= Perekonomian) …….

 

Mampu kah Tuan tuan lihat Hubungan Nasional – Negara ??? Dalam Isme – Sosial. Andaikan tidak, jelas Kalian tidak lain dan tidak bukan, yakni Para Individualis Politik.

 

Tegas lah kami segera melakukan Rasionalisme Logika atas Keilmuan, yang selama ini sedang terpakai (Baca, Pembodohan !) dalam Kapitalisme.

 

Sehingga, mungkin saja Terpolitisasi Kapitalisme karena Demokrasi (Nasionalisme di Negara ?). Berjuan untuk membebaskan Rakyat Yang Miskin.

 

 

 

SELESAI

2 responses

  1. Zul Azmi Sibuea

    Bicara politik, kita mesti mengurai benang kusutnya mulai dari

    Kerancuan berpikir (kerancuan filsafat sekuler)
    Karena ketiadaan tempat bagi moral, etika, keberagamaan. kebertuhanan dalam faham sekuler, kita tidak lagi tahu kemana akan mengadu.

    Mau atau tidak mau kita sedang digiring secara intensif kedalam faham sekuler (pemisahan moral dengan ilmu/ratio) , individualistic (social darwinisme – kebijakan menyakiti tetangga sendiri untuk bertahan hidup) , kapitalistik (sebagai budak) yang berasal dari system filsafat barat. Free – fight competition.

    11 Agustus 2008 pukul 7:43 am

    • Darwinisme ? Bukan. Kapitalisme. Terima kasih.

      8 Juni 2010 pukul 8:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s