Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Agustus, 2008

OPOSISI & GOLPUT


MEMBEDAKAN oposisi dan golput, terlihat

 

1. Masalah kekuasaan politik

 

2. Persoalan hak di negara

 

3. Kemampuan = Kekuatan sosial

 

dalam gerak (politisasi), arah dan tujuan. berlangsung karena

 

1. Negara – sistim (Pemerintahan ?)

 

2. Pemilihan (Demokrasi)

 

3. Tarung kekuasaan (dasar)

 

Lalu, oposisional = gagal berkekuasaan (pertarungan). Demokratisasi kah ?

 

<Jeda

 

 

 

Sedangkan golput, bukan atas nama suatu kelompok kelompok politik di Negara. Walaupun bisa untuk mengadakan pertukaran (Sosial “Hak”). Dalam proses Kemanusiaan sosial = peradaban

 

1. Politik kebangsaan di Negara

 

2. Kepentingan kepentingan Nasional ekonomi politis

 

3. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

untuk pembentukan Masyarakat Sosialisme. Diperjuangkan, menyelenggrakanDemokratik Kerakyatan.

 

<Titik

 

 

 

Hubungan sosial Thesiskal antara oposisi – golongan putih terjadi “Logika atas” perjuangan mendapatkan sarana sarana politik di suatu Negara

 

1. Keputusan ekonomik distribusi barang kebutuhan

 

2. Pertanahan, hasil sosial Hak/kepemilikan

 

3. Wewenang “Dalam” Masyarakat

 

4. Pembentuk Sosial Demokrasi (Kekuasaan)

 

5. HAN Rakyat (Tujuannya)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

DAFTAR GOLONGAN PUTIH

 

antara lain

 

1. Masyarakat yang masih TERINTIMIDASI

 

2. Penduduk

 

   a. Tanpa indentitas kependudukan

   b. urban

   c. Hilang nomer Kelahirannya

 

3. Pemilih DICURANGI

 

4. Daerah “diisolasi”

 

5. Penghapusan data politik

 

<Titik


TERPOLITISASI KAH


MUNGKINKAH KAPITALISME

TERPOLITISASI

ISME – NASIONAL (= “NEGARA” ?)

 

JIKA memang bisa, maka runtuhlah Individualisme. Ini, bukan Teoritikal Politis. Karena, dibahas dalam Falsafati Politik. Berlangsung Politisasi. Mengajukan Proses, dan Retorika.

 

1. Sosial Kemanusiaan (Evolutif)

 

2. Logika – Akibat yang Thesiskal (Dialektis)

 

3. )Pembendaan – Materialisasi juga

 

 

Tuan tuan Politisi, …….

 

Suatu Negara yang dibentuk akan melalui Sosial Proses Ideologik. Kerakyatan di Wilayah wilayah (Baca, Daerah). Bukan Individualisme – membendakan Kekuasaan – atas Manusia Sosial, dan dijadikan “Alat”.

 

Menguasai Pembendaan dan atau Materialisasi Sosial Hak yang berada dalam Pemikirannya, Ujudnya, dan Perbuatannya.

 

     Tampak Pensifatan Kenegaraan.

 

Pemerintahan = Individualisme, melaksanakan Kapitalisme Uang. Tertolak ! Ekonomisasi = Kebendaan untuk Penyediaan Kebutuhan kebutuhan Manusia. Tradisional dan Subyektif mendirikan (Revolusioner) Negara Sosial.

 

Dalam Pembentukan Kebangsaan. De – Politisasi Liberalisme atas Daerah daerah Ekonomis. Nasional Syarikat Politik berlangsung melalui Perdagangan dan Barterisasi Kemasyarakatan Dunia. Peradaban, yang Manusiawi terjalin Kebaruan Zaman ke Zaman. Nasional Industrialisme berpusat dari Pemikkiran Tenaganya.

 

Kami bukan Pengkhianat, mendustai Kedaulatan di Negeri Rakyat. Seperti Penganut Kapitalisme yang Individual telah menjarah Kekayaan Alam (= Perekonomian) …….

 

Mampu kah Tuan tuan lihat Hubungan Nasional – Negara ??? Dalam Isme – Sosial. Andaikan tidak, jelas Kalian tidak lain dan tidak bukan, yakni Para Individualis Politik.

 

Tegas lah kami segera melakukan Rasionalisme Logika atas Keilmuan, yang selama ini sedang terpakai (Baca, Pembodohan !) dalam Kapitalisme.

 

Sehingga, mungkin saja Terpolitisasi Kapitalisme karena Demokrasi (Nasionalisme di Negara ?). Berjuan untuk membebaskan Rakyat Yang Miskin.

 

 

 

SELESAI