Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Juni, 2008

LOGIKA = KEADAAN (POLITIK)


BEBERAPA syarat maka terjadi KEADAAN Rasional Politik

 

1. Materialisasi logik ke Tujuannya

 

2. Sosial Demokrasi

 

3. Hasil Perekonomian (Manfaati)

 

Dalam proses Kebangsaan “atas Negara”. Pemikiran “di” tahapan tahapan Revolusioner Politik Ekonomisasi (= Produksi). Keseimbangan Perlabaan Industrial.

 

Suatu Hak Dasar dibentuk kembali MANUSIA Sosial

 

<Titik

 

 

 

Tampak lah materialisme (Baca, Dialektika. Kuatir kah ?) dari Utopia ke “Negara”. Perbuatan perbuatan Keadilan Sosial

 

<Jeda

 

 

 

Dari suatu Keadaan membentuk (= Politik) di Masyarakat, yang berhubungan dengan “Keadaan lain”, merangkai Pertahanan Isme – Sosial

 

1. Ikatan   H a k   Pribadi

 

2. Kerakyatan

 

3. Nasional – Wilayah wilayah

 

4. Persatuan

 

5. Kebatinan (Nilai nilai)

 

   a. Lahan lahan Sosial

   b. Moral

   c. Budaya – Tani = Pangan

 

6. Keamanan

 

7. Kebaruan Zaman = Peradaban

 

<Tutup

 

SELESAI

 


KOMISI PEMILIHAN UMUM


KEADILAN

POLITIK =

TOLERANSI

KOMISI Pemilihan Umum menunjukkan Wewenang atas Kerakyatan terhadap Pesertaan Pemilihan Politik melalui Hasi Persidangan mereka

1. Suara = Rakyat. “Hak”

2. Sah – Ti9dak Kursi “Wakil” (Proporsional)

3. Wilayah = Distrik. Pemerintahan

Sedangkan Politisasi Kependudukan Daerah daerah ditetapkan untuk mencapai Tahapan tahapan Kesejahteraan berdasarkan Kepemimpinan Manusiawi (Baca, Nilai nilai)

Hubungan Sosial – Lembaga menjadi Keputusan Negara (Konstitusi)

<Titik

Keadilan = Sosial. Benar ! Namun, Perbuatan. Mungkin hasil dari Perpolitikan jua. Memutuskan Bertujuan. Tidak karena Hukum melainkan Ideologi = Kekuasan Rakyat

Toleransi Kepartaian bisa mengungkapkan Tidak Berdaya Calon “Diatur” Individualisasi Sistim Demokrasi (ala Liberal)

<Tutup

SELESAI


BORJUIS


BORJUISME

ANTI

“NEGARA (EKONOMI

MUNGKINKAH Perbedaan Kaya dan Miskin bukan Politik ?

Suatu “Hak” untuk berusaha mendapatkan Kehidupan yang Layak (Keluarga – Anak) dijaminHak Azasi Manusia

Sehingga bukan pula Kontra Isu Negara, Pemerintahan atas Ekonomisasi Keuangan

“Miskin” Politisasi ketika berhubungan dengan Kekuasaan (Pemerintahan)

1. Pemiskinan

2. Kemiskinan = yang Tidak “Berpunya”

Karena,

a. Perindustrian Individualisme

b. Monopolisme = Laba

c. Kapitalisme Ekonomik

3. Miskin = Tanpa Pangan

<Titik

Cara cara Pemiskinan menindas Kemanusiaan di seluruh Dunia

1. Penjajahan = Kekuasaan Imperialistik

2. Militerisme (Hegemoni) atas Pertanahan

a. Pemaksaan Kerja “Tenaga”

b. Pemerintahan Yang Tyranik

c. Penguasaan Sumber Alam

3. Kepemilikan (Hukum ?) Hasil dari Produksi untuk Masyarakat

Penduduk pun kehilangan Hak hak Sosial = Kelas kelas. Penghancuran Sosialisme (Baca, Wilayah wilayah)

<Jeda

Birokratisme  hanya menengahi Pertikaian Ekonomi saja. Atas dampak Beda Miskin – Kaya, karena Pelaksanaan Keuangan Negara. Tidak dalam Politik. Mengapa ? Kekuasaan yang Industrial

Negara = Penyedia Modal Berlaba Non Transaktif (Hutang Perdagangan)

Keuangan = Liberalisme (Pemilik) Negara. Kemiskinan bukan Ekonomisasi kah ? Hasil Daerah tidak mampu bayar Keuangan Perburuhan

Maka, bagaimana

1. Miskin = Politik Rakyat

2. Peranan Kekayaan Boruisme dalam Ekonomi Pemerintahan

3. Konsumerisme = Nilai

<Tutup

SELESAI

Sedang Kaum Borjuis “mengu – uang – kan” Barang (Foya foya !!!) Absolutisme Kekuasaan = Ekonomi (?), terkendalikan Lahan lahan Produksi, berdasarkan Kepemilikan Individu = Harta Kekayaan (Baca, Liberalisme)

<Titik


KEPARTAIAN, PEMILIHAN DAN SOSIALISME


MEMANG bukan rekayasa. Ternyata Hasil suatu Pemilihan menjadi “Hak” Politik Negara

 

1. Pemilih

 

2. Pemerintahan (baca, Kenegaraan)

 

   a. Menyelenggarakan Pemerintahan

   b. Keputusan Parlemen = Negara

   c. Melaksanakan Konstitusi

 

3. Ekonomisasi = Keuangan Negara

 

Terjemahan Sosial Hubungan Kekuasaan, Politik dan Negara

 

Tampak lah Kepartaian = Organisasi dibuat seolah olah bukan “Isme” namun Kemasyarakat, yang Berideologi yakniM Ideologi Negara, melalui Per Undang Undang an, karena dibentuk dalam Kekuasaan (di) Negara

 

Beda dengan Nasional Sosialisme

 

<Titik

 

 

 

Sosialisme bukan “Organisasi” (Kepartaian). Tidak = “Partai” Negara. Walau “Negara Partai” pun akan capai Sosialisme

 

1. a. Sosialisme (= Politik) bertujuan KEKUASAAN RAKYAT Miskin

    b. Dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan

 

2. c. Manusia yang Sosial. Berakal. TIDAK Individualisme

 

Masyarakat Sosialisme terbentuk karena Logika Dialektis

 

1. Aturan aturan Sosial

 

2. Thesiskal “Alam (di Pikirannya”)

 

3. Utopia. Materialisasi = Politik

 

<Jeda

 

 

 

Sedangkan Politik Kepartaian suatu Proses Kekuasaan Rakyat

 

1. Kepemimpinan = Sosiali Demokratik (ideologik)

 

2. nasional – Wilayah wilayah

 

3. Program program Sosialisme Ekonomik dan Keuangan

 

Sehingga, negara lah = Organisasi berdasarkan KedaulatanRakyat (Sosial). Pemerintahan yang terbentuk jadi Politisasi = “Alat” (Baca, Demokratisasi = Kekuasaan) melaksanakan kepentingan kepentingan Rakyat

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


KIRI – TENGAH = “ISME”


KIRI – TENGAH = “ISME” ? Terjadi. Di beberapa Negara Korban Kapitalisme. Menjatuhkan Pemerintahan Yang Korup. Berdasarkan Kekuasaan Politik Massa. Membentuk Kekuasaan “Rakyat Negara” masing masing dibangun dari Sosial Demokratik

 

1. Wilayah wilayah Negara = Kedaulatan Sosial (Baca, Kependudukan)

 

a. Politik Rakyat Miskin

b. Nasional Industrialisme

c. Anti Militerisme (Kekuasaan ?)

 

2. Perjuangan Sosial Hak = Kelas di Masyarakat

 

Kontra Isu Kerakyatan atas Jaminan Hak hak “dari Negara” untuk Kelas Pekerja Buruh

 

<Jeda

 

 

 

BUkan karena peranan Partai partai, yang memang bergantung pada Keuangan Negara = Pemerintahan Ekonomik, dijadikan Kelemahan Sosial Politis, teratur untuk Kepentingan Modal Perusahaan perusahaan Asing, bertarung sesama lupa Industrialisasi Produksi Kebutuhan kebutuhan Rakyat

 

Kekuatan kekuatan Rakyat pun menjalin Sosial Hubungan Politik. Dipertukarkan Suara Demokratis, digerakkan Perekonomian – Basis basis, “menyerap” Saluran saluran Keuangan

 

Tanpa bentuk bentuk Hukum Negara tetapi Pelapisan NIlai, Rasa Keadilan Manusia, Naluri Pertahanan Rakyat

 

<Titik

 

 

 

Negara = Pemerintahan. “Alat”, memang. Karena dari Proses. Bagaimana Rakyat menggunakan ? Untuk Kepentingan Manusiawi. Dialektika jadi Politik. Materialism. Maka, Perbuatan = Hak

 

1, Keuangan = Sosial Ekonomik

 

2. Produksi = Tenaga (Kepemilikan)

 

3. Pertanian = Kebudayaan (Pangan)

 

Tanpa Hidup maka Tiada Pergerakan. Gerakan ke Tujuan Hidup. Gerak Manusia Hidup Bebas TANPA PENINDASAN

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI