Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Mei, 2008

MEMILIH, MENOLAK PEMILIHAN


DICURANGI = Dasar Penolakan. Akan berlangsung. Merekayasa Sistim = “Pelaksana”, yang Tidak Jujur. Terkendali ?

 

Menguasai Rasa Aman, yang dibutuhkan. Nilai nilai tidak menjadi Pertahanan dalam Kebebasan. Dibiarkan. Jadi Ketergantungan Hukum = Memaksa

 

Sungguh Tidak Adil. Betapa Kekuasaan Tidak Rasional = Tidak Manusiawi = Kejam. Curiga, Penghancuran Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

Mungkin kah ?

 

1. Individualisme = “Negara”. Terpilih ?

 

2. Liberalisme = Kedaulatan ?

 

3. Kapitalisme = Penolong ?

 

<Jeda

 

 

 

Pemilihan bukan lah Tujuan. Melainkan Kekuasaan = Hasil kemudian. Mana kah HasilINdividualisme untuk Masyarakat selain Politik Kerakyatan !?! Pertarungan atas Kelas, menginjak injak Sosial Hak

 

<Tutup

 

 

 

T   O   L   A   K


NASIONALISM DAN POLITIK


NASIONALISM memaksa Politik

 

Tahap 1. Kenegaraan = Pemerintahan. Kekuasaan kah ?

 

Tahap 2. Jadi suatu “Negara”

 

Tahap 3. Ekonomik = Keuangan (Laba)

 

Berdasarkan

 

1. Konstitusi

 

2. Kemerdekaan = Perang. Sosial

 

3. Demokratisasi

 

Proses yang lama ……. Terpolitisasi dalam Tarung Isme

 

1. Dikhotomi Kekuasaan – Pemerintahan

 

2. Jebakan Radikalism = Politis

 

3. Keuangan Negara = Anggaran

 

Maka, Nasionalism Beberapa Eksponen PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK = Sikap. Keadaan

 

<Jeda

 

 

 

“Demokratik” pun tanpa Terjemahan Sosio – Ekonomi (Produksi). KITA BUKAN KAPITALISM ! Apakah Sosialism bukan Kemampuan kemampuan ?!?

 

1. Perjuangan dan Arah Negara  (Sosial) dalam Keberadaan Daerah daerah

 

2. Regenarasi Politik

 

3. Budaya – tani (Pangan) menghadapi Imperialism, yang Individual

 

Nyaris lah Dialektika Materialisme Bukan lagi RAKYAT karena terbentur Logika ala Ilmiah. Bagaimanakah Nasionalism ?

 

Basis basis Massa BERBALIK. Kependudukan bukan Retorika dalam Transformasi Politik Liberalism (Ekonomisasi Produksi). Bekerja untuk Pemodal (saja !)

 

Nilai nilai Juang = Revolusioner (Masyarakat)  Pelaksanaan untuk membentuk Negara (Materialism Historik) didasarkan Isme Nasional (Baca, Nasionalism). Kebersamaan = Nasional Politik di Tanah Bumi Manusia

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 


SIARAN SIARAN SIARAN (KEMAHASISWAAN INDONESIA)


SIARAN

PENYERANGAN suatu Komando “dari Atas”. Kekerasan yang Politis. Kemampuan kemampuan “Perang” Hasil Pendidikan Ketentaraan bukan Polisi

 

“Serbu – Masuk” telah dipersiapkan (Sebelum – sesudah Pemberitaan). Cara cara Baru tetapi Lama sejaman Orde Baru. Mungkinkah Mahasiswa belum terlatih Anti Militerisme

 

Tugas tugas Kepolisian, a.l.

 

1. Mengatasi Kriminal

 

2. Lalin, Wal

 

3. Melaksanakan Hukum

 

Tiada akan Politisasi. Namun, Perjelas Keadaan TOLAK KENAIKANHARGA BBM. Bukan Kriminalisme

 

Pernyataan Polisi : Diadu Polisi Lawan Mahasiswa. Untuk apakah lagi masalah Hak Azasi manusia ….. ? Seragam Polisi bisa dipakai Pihak mana pun. Memang !

 

 

 

P E M B E B A S

 


SOSIAL PERTAHANAN EKONOMI


POLITISASI

ANALITIKA PERTAHANAN SOSIAL

– EKONOMI

CAMPUR tangan Politik Negara negara Luar atas Nusantara dalam Ambangan

 

Melalui Ekonomi. Terlihat sudah membahayakan …

 

1. Keuangan – “Pinjaman yang” Berlaba

 

2. a. Industrialism

    b. Bergantung. Barang barang Kapitalistis

 

Rancangan Ekonomi bukan mengacukan Nasional Industrialisme. (Lihat Konstitusi Pasal 33) Jadi kesombongan Politik … melaksanakan Liberalisasi (= Pengetahuan) ala Amerika

 

Ha ha ha

 

<Titik

 

 

 

Bak Pekerja Seks “Komersial” dilanggani bergantian … tetapi menanyakan Apakah “Uang Transaksi” Kencan = Ekonomi ?!? Terlanjur lah …sama Pertanyaan Gendak dari Sang Nyonya Tua Kaya … !

 

<Jeda

 

 

 

Cuiiih

 

Mungkinkah dalam Pertahanan Ekonomi ke Luar Negeri boleh ada Penjualan “Hak” (“Westernisasi = Hukum) Sumber Alam – Tanah

 

   – Kekuasaan Pemerintah = Kedaulatan

   – Militerisme = Politik

   – Jabatan = Demokratisasi

 

Pertahanan Sosial belum diterjemahkan juga Kemasyarakatan Wilayah. Hak yang Ekonomik. Kemanusiaan Setempat (Peradaban) terbentuk Sosial Politik = Negara

 

Lapar ? Suatu Budaya dalam kekuasaan Rakyat (Miskin). Dasar Pertahanan Rakyat di Daerah daerah Agraris (Negara). Pembentuk Logika Batini

 

Glk

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


SOSIAL DEMOKRATIK


KARENA Domokrasi

 

1. Pembebasan

 

2. Kemerdekaan di atas Tanahnya

 

3. “Hak”

 

maka Sosial Produksi Ekonomik berdasarkan Kekuasaan Rakyat (= “Miskin”). Rangkaian Politisasi Hak hak Sosial (= Kelas kelas)

 

<Jeda

 

 

 

Logika dalam Dialektika membentuk Perbuatan Revolusioner = Sosial

 

1. pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya (Manusiawi. Pangan, Sandang, Papan)

 

    a. Masyarakat Sosialisme

    b. Sosial Program program Ekonomisasi Keuangan Politis Negara

    c. Materialisme = Industrialisasi

 

2. Kepemimpinan = Demokratik. Dipilih … Melaksanakan, terpolitisasi = “Isme” – Sosial (Kerakyatan)

 

3. Utopia dalam “Negara” – Ide Sosial

 

    a. Nasional – Wilayah wilayah

    b. Kesatuan Federalisme

    c. Pemerintahan yang Sosial

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


“NEGARA” – SOSIAL LIBERAL KAH ?


SOSIAL

LIBERAL = DEMOKRASI (?)

NEGARA

LIBERAL tidak lah “Isme”, yang Politis. Berdasarkan Individualisme (Ekonomi kah ?). Menghancurkan Hubungan = Nilai Sosial. Berlangsung “Keadaan” Negara = Ekonomisasi.Kapitalistik !?! Namun, Keuangan Non Ekonomik

 

Pemerintahan = “Alat”, yang dibentuk dari Demokratisasi …….

 

– Rekayasa Hasil Pemilihan

– Pemilih yang Fiktif

– Kertas Asli = Palsu

 

Bukan karena pembentukan Sosial Politik. Sungguh tidak rasional. De Politisasi jadi Penisbian atas Masyarakat = Tidak Kerakyatan ???

 

<Jeda

 

 

 

Akan tampak Penghancuran KEBEBASAN dalam Perbedaan antara Kehendak Umum = Kepribadian, atau Keinginan keinginan Individualis dalam Kepemimpinan (Baca, Kenegaraan) = “Figur”

 

<Titik

 

 

 

Dalam konflik konflik Ekonomisasi keuangan. Mana kah peranan PERTAHANAN atas Proses Liberalisme ? Masyarakat kah ? Penguasa = Negara kah ?

 

Bagaimana jawaban mengadakan LIberalisasi Kesejahteraan = Sosial ?

Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Rakyat lewat Distribusi Hasil Produksi akan jadi Kapitalisasi Keuangan Negara (Perintah)

 

SELESAI


SOSIAL DIALEKTIKA (PEMBICARAAN)


DIALEKTIKA adalah Pemikiran Sosial Ekonomi. Dalam rangkaian Logika Materialisme. Ke Tujuan “Kekuasaan Rakyat Miskin”. Politik isme – Sosial

 

1. Kelas kelas = Hak

 

2. Utopia. Pembentukan Masyarakat SOSIALISME. Di Dunia

 

3. Keadilan

 

Kebenaran didasarkan Revolusi. Pemikiran – Usaha (= Perbuatan) memenuhi Pangan – Kebutuhan Manusiawi. Yang Dikerjakan Perburuhan

 

Kepemimpinan Sosial Politis

 

1. Demokrasi = Kedaulatan

 

2. a. Pemilihan

    b. Perjuangan Kelas kelas

    c. Kepartaian

 

3. Rasionalisme Pelaksanaan Ekonomisasi “Negara”

 

 

 

Logika atas Kekuasaan = Sosial dalam Politisasi (Bentuk, Cara cara “ber”) Negara

 

1. Memilih

 

2. Menentukan yang Dibutuhkan Bersama (= Rakyat). Dalam Perintah, Kebijakan dan Putusan. Untuk mengolah, menerima Hasil = Kegunaan Manfaati, memakai

 

3. Perbuatan perbuatan = Kemanusiaan dari Aturan aturan Sosial

 

Tidak Individualisme (Baca, “Pembendaan”), namun Demokratik(= Revolusioner. Sosio – Ekonomik)

 

 

 

Apakah SOSIALISME = Kapitalisme hanya karena Materialisme ??? Akal akalan dan “mengakibatkan” Pembodohan lah  ATAS INDONESIA

 

Maknawi Isme yang Dibalik = Materi. Lalu, mana Batinia Manusia mengarahkan “Bentuk” (Peng – Hak – an. Falsafati) !?! Sesuai Thesiska – “Alam (di Pikirannya”, diterjemahkan dalam Produksi (Industrialisasi)

 

Rasa Lapar, Pepadian “jadi” Nasi “DIMAKAN SEMUA (Keadilan) Manusia …….

 

Kapitalisme = Individualisme beda dengan SOSIAL. Tidak ideologik di “Negara”. Pemahaman yang Liberal “atas” Masyarakat/Kemasyarakatan.

 

 

 

SELESAI


PARTAI


TIGA dasar Pembentukan suatu Partai

 

1. a. Tujuan

 

2. Keanggotaan Rakyat Pemilih (Basis basis)

 

    b. Kemampuan kemampuan Sosial Politik Ekonomi (Program program)

    c. “Isme”

 

3. Organisasi

 

Pelaksanaan Demokrasi mempersiapkan Nega – Sosial (Pemerintahan)

 

<Jeda

 

 

 

Nasional Persatuan di Daerah daerah Politik wadah Kekuatan kekuatan Sosial

 

1, Mempersatukan (Kebangsaan)

 

2. Merdeka = Kedaulatan Rakyat

 

    – Hak hak Sosial

    – Kebebasan

    – Hak Azasi Manusia

 

3. Memperjuangkan Kemandirian

 

Tidak jadi beban Politis di atas Kesengsaraan Penduduk. Pemerintahan pun yang Sosial. Kepemimpinan bentukan Partai ke Masa Depan

 

Dalam rangkaian Kebijakan, TERPILIH maka menyusun Kenegaraan Berkekuatan = Politisasi ke Tujuan Negara. Kerakyatan. Kekuasaan Rakyat Miskin

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


KERAKYATAN PERTANIAN (DI) DUNIA


KERAKYATAN PERTANIAN DI DUNIA

TANAH adalah   K e m a n u s i a a n.   Pangan … ! Nasional Industrialisasi (Produksi). Dasar Kekuasaan Rakyat. Dalam Sosial Hak hak (= Kelas kelas)

 

Tahapan tahap Usaha memenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi

 

     – Makanan

     – Pakaian

     – Perumahan

 

Materialisasi Keadilan di Negara. Ketika Penguasa masih menindas Manusia Ekonomik (= Sosial)

 

1. Budaya (Kebiasaan) Tani

 

2. a. Industrialisme – Kerakyatan

    b. Saluran saluran Distribusi

        Sosial

        – Ekonomi (Baca, Pemerataan !)

 

Sumber Alam dan Lahan lahan Tanam bukan lah Kepemilikan Politis Individualisme (Hukum) dengan alasan alasan Keuangan Perlabaan

 

Politisasi Ekonom Negara menyakiti Rakyat, yang sedang Dipermiskin Kapitalisme (= Pemusnahan). menuju Jagad Materi Individualis

 

<Titik

 

 

 

Pertanian = Kejiwaan Organisme Rakyat. Sosial Nasional Politik. Thesiska -“Alam (di Pikirannya”) atas Kesatuan – Wilayah wilayah

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


PERTANIAN DAN INDUSTRIALISASI


PERTANIAN

DAERAH DAERAH EKONOMI –

INDUSTRIALISASI

PERTENTANGAN, yang “sengaja dihasilkan” suatu Kenegaraan (= Pemerintahan), membedakan Lahan dengan Ekonomi, terpolitisasi Materialisme – Kapitalistik

 

     1. a. Bentuk bentuk Perindustrian

         b. Keuangan Non – Transaktif (Pemilikan)

 

    2. c. Laham Tanam rusak dan minimalisasi

 

<Titik

 

 

 

Sosial “Hak hak (= Kelas kelas) Kerja” atas Lahan lahan berlangsung Demokratik memperjuangkan Manfaati Kegunaan Manusiawi, yang memang didasarkan Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

<Jeda

 

 

 

     1. Pangan untuk Masyarakat Tenaga Pekerja Buruh – Tani

 

     2. Materialisme Politis Bahan bahan Baku (Alam)

 

     3.  Kemampuan kemampuan = Daya Beli (Pembelanjaan) Anggaran Keuangan

 

Dipersiapkan dalam Aturan aturan Politik – “Negara” melaksanakan Keuangan Yang Adil. Keseimbangan “atas” Perekonomian – Industrialisasi, yang Rasional. Memenuhi Luas Kebutuhan kebutuhan “diminta Daerah daerah” Kemasyarakatan

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 


DAERAH – KONFLIK – EKONOMI


DAERAH,
SOSIAL KONFLIK KONFLIK
EKONOMIK

NEGARA bukan Organisasi ketika Tanpa Daerah daerah. Pemerintahan Inkonstitusi (= Kacau). Walaupun Politik jadi Hukum “Nasional”

Alasan alasan Kekuasaan

1. Kerakyatan = Penduduk di Daerah

2. Permilih (Distrik ? Luas)

3. Kelembagaan = Demokrasi

Dalam rangka Industrialisasi Ekonomik Produksi untuk Masyarakat Kebangsaan akan munculm rangkaian Konflik konflik

Hubungan Daerah – Ekonomi

Mungkinkah Ekonomisasi = Pelembagaan Keuangan Politis ???

– Vertikkalisasi = Sentralisme

– Menganggarkan. Laba Ekonomis “Negara”

– Penguasaan Wilayah (Monopoli)

Tenaga tenaga Kerja “Diperintah”. Dalam Keadaan Miskin. Proses Ekonomi Sosial dalam Kekuasaan Pengendalian. Industrialisme Perdagangan terhambat di seluruh “Daerah Politik”

Mengapa ???

Ekonomi, yang SEDANG berlangsung tidak didasarkan Nasional – Wilayah wilayah (Baca, Kesatuan), mengacukan Gerak Perekonomian Daerah

<Selesai


LETAK POLITIS TENAGA


LETAK POLITIS TENAGA

TERJEMAHAN “Kelas” Buruh dalam Nasional Industrialisme. Letak Politis di “Negara”. Hubungan Sosial – Keuangan Ekonomisasi Anggaran

 

Keuangan (Jumlah ?) yang dipersiapkan karena KEKUASAAN RAKYAT. Di Parlemen. Kedaulatan Politik Masyarakat. Untuk Ekonomi Produksi. Sumber, Proses = Hasil

 

Tenaga suatu Faktor Produksi. YANG DIBAYAR. Bukan menjadi alat Pemasok Keuntungan Uang untuk KAPITALISME DUNIA. Kemampuan kemampuan Sosial berlangsung dalam Anggaran = Pembelian

 

<Jeda

 

 

 

Tenaga, Indutsrialisasi, Keuangan menghasilkan

 

1. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

 

2. Terbagi. Laba tidak hanya untuk Majikan (= Penguasaan) saja

 

3. Transaksi KeuanganSosial Politik Ekonomik

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


KEUANGAN – PEKERJA INDUSTRIAL


KEUANGAN

PEKERJA INDUSTRIALISME

“NEGARA”

PEMBAYAR Uang Ekonomik. Dalam Transaksi Industrialisme Negara. Matarantai Produksi

 

1. Apakah suatu Negara ?

 

2. Mengapa ?

 

3. Atau, Masyarakat ? (Rasionalisasi)

 

<Jeda

 

 

 

Politik Demokrasi mempersiapkan Keuangan

 

– disalurkan (Edar)

– terpakai

– Laba, gunakan

 

Berlangsung Ekonomisasi Barang TANPA BIARKAN Kebutuhan kebutuhan Sosial (Needs)

 

Organik organik Buruh pun mengarahkan pembentuk barang (fabrikasi)

 

1. Manfaat (Pemakaian, Waktu)

 

2. Kekuatan Produksi – Manusiawi

 

3. Distribusi Perdagangan (laba)

 

Yang terjadi di Pasar. karena, Mekanisme cara (Pelaksanaan) “Anggaran” Kenegaraan – Industrialisme. Letak Politik – Kelas menyalurkan Keuangan di Masyarakat Ekonomi

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


“NEGARA” (DAN) KYAI


NEGARA DAN KYAI

NEGARA = Politisasi (ke) Tujuan. KEMANUSIAAN. Sosial Ekonomik – Produksi. Berhadapan “atas” Kepentingan kepentingan (Baca, Individualisme). Melalui Sosial Demokratisasi Masyarakat. Terlaksana Proses KEPEMIMPINAN Sosial

 

1. Kenegaraan = Pemerintahan (di) Negara

 

2. dalam Parlemen (tidak hanya Legislasi, namun Politik)

 

3. Tradisionalitas – Daerah dan Kebangsaan

 

Perbuatan perbuatan (akan kah ?) berdasarkan Logika Materialisasi Utopia. Tidak karena Nafsu – “Pembendaan = Kekuasaan”. Dalam rangkaian “Putusan BERJIWA” (Hidup) Thesiska – Alam

 

<Jeda

 

 

 

Sakralisasi Pendidikan Kyai, teranutkan (Patuh – Bukan Struksturalistik) karena Pem – Bahasa – an Logika Batini (Politik), maka KEKUASAAN = Sosial Rakyat. Kelas kelas Masyarakat dipersiapkan Regenratif Transformatik Revolusioner

 

<Titik

 

 

 

Kebangsaan “tidak – tanpa selesai” karena Kekuasaan Ekonomisasi Individual Liberal  di Pemerintahan Negara

 

Menciptakan KEMISKINAN berabad abad … menyengsarakan. Pembodohan atas Manusia di Tanahnya (Bumi). Tanpa Masa Depan. Apakah “Hidup” dari Penghinaan ke Penghinaan atas Akalnya (MANUSIA) ???

 

<Tutup

 

 

 

PEMBEBASAN