Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for 29 April 2008

KEKUASAAN (ATAU PENGKHIANATAN)


MELALUI

1. a. Demokrasi (Rakyat)

 

2. b. Pemilihan

    c. Membentuk Parlemen

 

terpolitisasi “dalam” Konstitusi. Lalu, dipersiapkan lah Pemerintahan “Negara” (samadengan Presiden. Pribadi kah ? Individualisme ?)

 

Betapa cukup sederhana Berke – “Kuasa” – an Dasar Kebebasan (Sistim)

 

<Jeda

 

 

 

Politisasi Kekuasaan “telah Teraturkan”. Hukum – Negara (Politik)

 

     – Rechtsstaat samadengan “Negara”

     – Kekuasaan “Dasar” samadengan Konstitusi

     – Kedaulatan (“di”) Negara samadengan Parlemen

 

Pasal 4 ayat 1 Berkuasa lah Presiden (samadengan Pemerintahan. Staat)

 

Karena, … Pasal 6 A ayat 1. Namun, Pasal 7 A (Pelanggaran Hukum jadi suatu Pengkhianatan !) juncto Pasal 3 ayat 3. Maka, BATAL Pasal 5 ayat 1

Bagaimana Negara andaikan Presiden “Tidak – tak” Terbatas. Macht samadengan Kekuasaan samadengan Negara ? Ternyata, “Kekuasaan” yang Hukum – Negara pun amat Politis juga !?!

 

<Tutup

 

SELESAI

K   E   A   D   A   A   N

(FALSAFATI

POLITIK)

PEMBUKAAN Alinea ke empat “….. membentuk Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi …”

 

Pasal 25 A “….. wilayah yang … Hak haknya …….” juncto Pasal 28 F “….. atas perlindungan Diri, Keluarga, … yang merupakan HAK AZASI …….”

 

Berdasarkan Pasal 30 ayat 2 “….. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan melalui Sistim Pertahanan … Rakyat Semesta”

 

Manakah Kekuasaan dalam Kriteria kriteria Pertahanan seketika Pengkhianatan atas Negara – Hukum ?

 

<Titik

 

 

 

— o0o —