Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Februari, 2008

AKSI KEPARTAIAN MASSA


REVOLUSIONER suatu Kepartaian ketika jelajah suara untuk Pimpinan (matarantai Hasil) tampak dalam rangka ke Tujuannya. Jangan ragu ragu. Kebimbangan akan jadi hambatan Politisasi Utopia – Maknawi. Atas Strategi apa pun (Putusan putusan)

 

Aksi aksi Politik yang berbentuk

 

1. Jartingan jaringan Kepemimpinan

 

2. Program program Rakyat

 

3. Dialogika Kepribadian – Masyarakat

 

4. Massa (Kelompok kelompok Sosial, “Penekan”)

 

5. Nilai nilai Sosial

 

6. Kekuatan dalam Organism Politik “Masyarakat Rasional”

 

7. Militansi Nasional – Batini

 

(boleh ditambahkan. Politis)

 

Hubungan Sosial Pemimpin terungkapkan (Partai – Massa – Kemasyarakatan. Berdasarkan Kehendak Rakyat untuk melaksanakan

 

     – Hak hak Sosial

     – Keadilannya

     – Demokrasi Negara

 

Agitasi, Isu – Kontra Isu, Propaganda. Dalam Pergerakan Sosial memaparkan Program program Kepartaian. Dalam Kesdadaran Politik Masyarakat Sosialism

 

<Jeda

 

Perhitungan Olah – Situasi (Perlagaan=) Keadaan. Da;am Tingkatan tingkatan (Eskalisita) HAN Politik Masyarakat. Kemampuan kemampuan Logikal

 

1. Peranan Kepemimpinan Politil

 

2. Lapisan lapisan (jangan baca Kaderisasi) Keanggotaan – Massa

 

    a. Perlindungan

    b. Penyelesaian Babak ke Babak

    c. Pembelaan

 

3. Arah “Sosial ke Bentuk bentuk” Politik

 

Partai selalu tetap Mempertahankan Pemilihnya (Baca, Rakyat). Calon Presiden, Calon calon Keanggotaan Masyarakat di Parlemen Nasional. Memperjuangkan KEKUASAAN RAKYAT di Negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

     


KEMARAHAN DAN PERS


MARAH bukan lah Komoditas. Tersebar ,,,,,,,, Masyarakat daerah “marah” (Contoh !) Borokrat bela “Pelimbah”. Dikemas Pemberitaan Keuangan Industrialism

Ketika Rakyat tuntut Penutupan “Areal”  … segera(Tidak mungkin pindah)

Jikalau memang mempolitisasikan “Isi Berita” (Cetak, Elektronis), Berita berlangsung Politis, Dipertanyakan “Nilai nilai Isme” Pers di Perpolitikan Sosial Ideologik, atau Individualis

<Jeda

Sedangkan “Kejadian” = Berita memang Politik

1. Waktu, Tempat/Ruang (Baca, Proses)

2. Diperbuat

    a. Ke Tujuannya

    b. Sosial, atau Individualis

    c. Dampak dampak, Hasil

3. Pertarungan

Walaupun marah Masyarakat melakukan Politik di Jurnalisme. Kebebasan ……. ! Tanpa Pembatasan sepihak

<Tutup

SELESAI


DIPERINGATKAN


MALAYA dulu pernah Berpolitik. Walaupun “belum Pemerintahan”

 

Karena

 

1. daerah daerah = Politik Kependudukan Sosial

 

2. a. Proses (Kebangsaan) Masyarakat

    b. Rumpun Bahasa (Melayu) = Tidak Adat

    c. Kemasyarakatan Setempat (= Perbuatan)

 

3. Ideplogikalo Perjuangan Kebebasan

 

Maka

 

Tidak akan pernah ditundukkan Adat “atas Rakyat”. Bukan di bawah Individualism “atas Negara”.  Tiada Kemerdekaan Hasil diberi  “atas Pemusuhan Ekonomik”

 

>Jeda

 

 

 

Banyak tulisan Peristiwa. Peperangan Perempuan perempuan(dan Kaum) Sosialis di Semenanjung

 

Imperialism “menimbuni” (Nyata) … Tersembunyilah Revolusioner

 

Salahkah bicara dengan Inggeris tidak ke Kapitalisme Perindustrian Dunia ?!?

 

Memperingatkan Sang Kerajaan …….

 

Bahwa

 

– kata “Malaka” = Sosial (Baca, Isme)

 

– Indonesia

 

   1. Bahasa yang Rumpun

  

   2. Konstitusi

 

   3. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

– Sosialisme Hubungan (= Batinia) Kemasyarakatan Internasional

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 


HUBUNGAN SOSIAL – POLITIK


HUBUNGAN

ANTARA KEMANUSIAAN SOSIAL –

POLITIK

HUBUNGAN Kemanusiaan dalam Sosial (= Rakyat, Masyarakat, Penduduk)

 

1. Manusia ke manusia – Masyarakat

 

2. Masyarakat masyarakat, Kemasyarakatan

 

3. Manusia, Masyarakat, Alamnya

 

Terbentuk Sosial Kelas kelas berdasarkan Hak hak Sosial nya dilaksanakan

 

<Titik

 

     HUBUNGAN

     MANUSIA SOSIAL DALAM

     POLITIK

 

Berdasarkan

 

1. Kekuasaan Rakyat Miskin memenuhi Kebutuhan kebutuhan/ Pangannya

 

2. a. Dialektika

    b. Logika

    c. Materialism

 

3. These = “Alam (di Pikirannya”)

 

Utopia Sosialisme

Perpolitikan = Materialisasi dalam membentuk Masyarakat (Kebangsaan) = Kemasyarakatan. Jadi suatu Persatuan Kerakyatan Nasional – Wilayah wilayah (= Negara negara) di Dunia untuk kemakmuran, Perdamaian – Sosialisme, Keadilan

 

1. Sosial Ekonomisasi Produksi

 

2. Kebebasan Sosial Politik

 

3. Pertahanan Sosial Manusia

 

Hubungan Sosial di Perpolitikan berlangsung dalam Bentuk bentuk

 

1. Pemikiran Sosial Kemanusiaan

 

2. Kemerdekaan di atas Tanahnya

 

3. Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi

 

4. a. Sosial Kelas kelas

    b. Kepemimpinan Sosial Revolusioner

    c. Pemerintahan Sosial Negara

 

5. Kepatuhan dalam Aturan aturan Sosial

 

— o0o —

Salahsatu “Hubungan Sosial” Kerakyatan Politik Kesatuan – Federalisme. Dibentuk lah Pemerintahan pemerintahan Negara berdasarkan Wilayah wilayah Kemasyarakatan, terpolitisasi dalam Negara – Ide Sosial (= Masyarakat Sosialisme)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

    

 

 

 

 


JANGAN LUPA PENJAJAHAN


JANGAN LUPA PENJAJAHAN

ANDAIKAN memang pernah ada Revolusi dan Kemerdekaan di Nusantara entah kapan kah …

……. ‘Boeng, Pejajahan = Imperialis

……. Lalu, rakyat pasti MELAWAN (Baca, Kebebasan), ‘Boeng !

……. Mereka, ‘Boeng, Perusahaan perusahaan Ekonomi

<Jeda

Produksi Nasional akan Terputus. Bahan bahan Baku “Dibawa Pergi” sementara Modal Tertanam atas Tanah Rakyat

Itu lah, Kapitalisme Politik = Imperialistik Neo Liberal

1. Koloni koloni Uang menjadi = Perbankan,

sedangkan

2. Perdagangan jadi Hutang Masyarakat. Karena Globalisme “Pasar atas Barang barang (= Kebutuhan”) Industrialisasi

Karena

3. Ekspor membentuk Ekonomi keuangan Non Produksi

Ketika HAK HAK SOSIAL pu dalam PEMBEBASAN atas Keadaan sedemikian

<Tutup

SELESAI


SOSIALISME – POLITIK


NASIONALISM,
KELOMPOK KELOMPOK KEPENTINGAN,
SOSIALISM

BANYAK uraian Sosialisme yang Tersamar. Sosial = Ilmiah ? Biar … ! Mengacukan bahwa Filsafat = Sumber dari Pengetahuan pengetahuan dean Bertujuan. Maka Sosialisme mungkin Keilmuan, karena Logik, Sistimatis, Rasional

Lalu, bagaimana kah REVOLUSI ? Bukan … ! Namun Logikal Falsafati

Revolusi dalam Politk. Pembelajaran Sosialisme berlangsung dalam Masyarakat/ Kemasyarakatan. Ajuan Pembebas pun Pikiran Kerakyatan Revolusi

<Jeda

Filsafati Politik KIRI berdasarkan Proses Revolusi Sosial . Dalam Perbandingan Revolusi (Rusia (Bolshevik)

1. Memang Revolusi tetapi Bersenjata

2. Rakyat Diperangi

(Tyranik + Militerisme, bORJUIS, Feodalisme)

3. Proletarian

Maka tidak lah akan berlangsung tanpa Rakyat (= Massa, Kelas Pekerja Masyarakat – Buruh). Mana kah Politik Sosialisme Rusia ? Perjuang Kelas kelas Sosial Kebebasan (dari Beban Permodalan atas) Tanahnya

Tampak Revolujsi revolusi Dunia suatu rangkaian PEMBEBASAN

<Titik

Dua dari Tiga Kekuatan Negara di Satu Titik Aksioma karena ada Pembentukan Pemerintahan Hasil dari Falsafah Politik Revolusi

1. Nasionalism

2. Kelompok kelompok Kepentingan

3. Sosialism

Dalam Revolusi memang akan selalu Terpolitisasi Demokrasi (Kepemimpinan). Memunculkan, yang Termaksud. Sosial = Ilmu. Isme jadi Transisi (Puritan)

– Penyusupan Ilmuwan mereka

– a Politik Sosialisme = Organisasi ? Mungkin saja Negara

– Bukan Revolusioner (Perbuatan)

<Tutup

SELESAI


THE PROPHET OF


KONSEP “Nabi (?)” Politik menjadi Dasar Kepresidenan … di Amerika

Terjemahan atas Demokrasi Liberalisme Ekonomik. The Prophet = Penyelamat Dunia. Dalam Bentukan Kuasa Individualisme

Kewenangan kewenangan Negara MENDUNIA. Keabsahan Ekonomisasi Amerika

1. Bukan lagi Amerika Yang Benua

2. Perintah perintah yang Terpolitisasi atas Penghambaan = Keselamatan

3. Kepemimpinan dari Amerika

Para Calon (Partai Demokrat = Liberal, Partai Republik = Negara, Calon calon Independen = Militerisme)

Diajukan lah – INDIVIDUALISME POLITIK

Dalam Ujud = Individu, mereka SEDANG

1. Melakukan Penguasaan atas Ekonomi

2. Menghancurkan Sosialisme Kemanusiaan

3. Memusnahkan juga Negara negara

di seluruh Dunia, yang akan Terselamatkan. Andaikan jadi Kekuasaan …

Percaya – Tidak, tampak BERSABDA Bukan Kampanye lagi. Atas Dasar Penganutan Individualisme

SEKIAN


PRIBADI – “LAWAN POLITIK”


ULANG LAGI, “PRIBADI

SOSIAL

VERSUS “LAWAN POLITIK”

PEMIMPIN Sosial akan berhadapan dengan “Lawan Politik” (= Individualism)

 

Dalam Perpolitikan hanya “Satu di Kursi Tidak Dua”. Kita telah Siap. Anggota Parlemen pun Kepemimpinan Politis pula

 

Perbedaan di Tujuan Pencalonan. Menuju Kekuasaan Berbeda. Beda Kepartaian = Isme masing masing

 

1. Sosialisme = Kiri MENUJU KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

 

2. Sosialisme juga mengjaukan NASIONAL INDUSTRI (Pertambangan)

 

3. Sosialisme – PEMBEBASAN MEMBENTUK PEMERINTAHAN (Calon Presiden)

 

Rangkaian Logika (karena) Utopi Politik Materialism dalam Dialektika kini

 

“Bukan Rakyat” akan Dibenturkan ke Nasional – Wilayah wilayah (Baca, Demokrasi) melalui Pemilihan berdasarkan Kedaulatan Rakyat Negara

 

<Jeda

 

Untuk Kemenangan Pencalonan. Presiden dan Keanggotaan Masyarakat = Partai di Parlemen Nasional. Program program TRI PANJI RAKYAT

 

Karena Wilayah wilayah = These – Alam maka Hasil jadi Geo Politik Strategik (HAN – Sosial) Lawan Kapitalisme Dunia di Negara

 

Melawan

 

1. Pembodohan atas Manusia Sosial (Rakyat)

 

2. Pemiskinan

 

    a. Kecurangan Ekonomi (Ilmiah) dibuat

    b. Hutang Luar Negeri

    c. Pemerasan lewat Hukum atas Kenegaraan eksploitasi Sumber sumber Alam

 

3. Penghisapan Tenaga Kelas Pekerja Buruh

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

HUBUNGAN

KEPRIBADIAN –

PERLAWANAN

Betapa luas jelajah Tarung Para Calon Kita

 

Berbekal

 

1. Pemikiran Yang Dialektis

 

    a. Logik dan rasionalism

    b. Satu KEBENARAN Tujuan

    c. Kebaikan dan Setia

 

2. PEMBEBASAN

 

3. Pendidikan Sosialisme

 

    a. Utopis

    b. Isme Politik Nasional

    c. Kemasyarakatan

 

Kepribadian = FIGUR Perlawanan terhadap Kapitalis Individualisme

 

 

 

— o0o —

 


SOSIALISME – KEUANGAN – KAPITALISME


EKONOMI Kapitalisme Menengah (Kelas kelas di Masyarakat kah ?)

 

– Koloni koloni (Uang) Industrialisme

– Perdagangan antara Negara negara (Imperialis)

– Elite Politik (Korup)

 

dll.

 

bertumbangan jua ketika Politisasi Ekonomik Sosial Nasional Industrialisme

 

Karena,

 

1. Kenaikan Tingkat Produksi berdasarkan Nilai nilai Penggunaan

 

2. Keuangan untuk Barang barang (= Kebutuhan)

 

    a. Pergerakan Keuangan Industrialisasi

    b. Permintaan

    c. Penyaluran = Ekonomisasi (Produksi)

 

3. Tukar – Beli = Pasar (Barterisme)

 

Dampak dampak Ekonomi atas Kapitalisme :

 

1. Permodalan = Kertas di Pasar (Globalisme)

 

2. Ancaman Deflasi (Fabrikasi)

 

3. Bentuk Sosial – Pasar

 

Mengapa berlangsung sedemikian maka Individualisme Perekonomian Neo Liberal Terjebak

 

1. Rasionalisme Keuangan

 

2. Persaingan Industri Dunia

 

3. Perlabaan untuk Sosial

 

Negara negara Penganut Kapitalisme tidak mampu. Mungkin mempersiapkan Pengendalian Diperalat Kekuatan Militerisme yang memang Bertujuan Menghancurkan …….

 

 

 

SELESAI

Daftar Istilah Politik

————————-

1. Koloni koloni Uang

2. Elite Politik Korup

3. Nasional Industrialisme

4. Nilai nilai Penggunaan

5. Barang barang (= Kebutuhan)

6. Pasar Globalisme

7. Rasionalisme Keuangan

   


BP = KUNCI


LEGISLATIF (Lembaga = Pelembagaan Negara) dalam Trias Politika. Jadi Kelembagaan Politik … ketika Votting Suara (= Kerakyatan, Ajaran)  paling “banyak”

 

Politisasi Demokrasi menerjemahkan Kekuasaan Rakyat  di Negara

 

Salahsatu “Hak dalam Parlemen” bukan Liberalisasi Politik atas Konstitusi = Undang Undang Dasar. Memang juga karena Berfungsi Pembentukan Undang Undang

 

<Titik

 

Suara “Yang Kertas”, dibagikan kembali untuk Kependudukan (Sosial – Subyek Politik di Negara) tentukan Jumlah Kursi = PERWAKILAN

 

Kemudian baru lah tampak Persoalan persoalan, antara lain

 

1. Pembedaan Nasional – Daerah

 

2. Trash = Ambang (Buang kah ? Melukai perasaan Rakyat lagi !?!)

 

3. Sisa (Naik, Hitung, atau ……. Lenyap ???)

 

Ini, tidak masalah kepartaian, bukan … ? Namun, mana Hak = Politik Partai Baru dalam Pembentukan  Negara (= Kenegaraan. Baca, Pemerintahan. Salahsatu unsur Negara)

 

<Jeda

 

Votting, atau Tidak, mengakhiri Masa Kerja Politik. Toh, sama, kan ? Berlangsung Pemilihan. Walaupun ‘Suara Calon” ke mana MENGHILANG kena BP. Bukankah masih ada Rakyat Pemilih ?

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


BAHASA SOSIALISME POLITIK KEPARTAIAN


MEMANG selalu Ketertutupan, tetapi juga Bahasa bahasa “Semua” Yang Manusiawi  dalam Sosialisme karena ada “Perempuan perempuan Masyarakat”

 

1. Terjemahan Pikiran Perempuan

 

2. Pertahanan

 

3. Bentuk bentuk Persaudaraan dalam Sosial Kemasyarakatan Dunia

 

4. Alam

 

5. Sandi sandi Juang Perlawanan Kita

 

Falsafati dan Ideologik Menuju Kekuasaan Rakyat Miskin …….

 

Pendidikan Kepribadian Sosial . Maknawi, Pemahaman Kejiwaan Kebatinan Logika Politik di suatu “Negara”. Isme Perbuatan perbuatan dalam Kepartaian

 

<Jeda

 

Banyak cara mereka menghancurkan … ? Diintai Kata. Berlangsung Tafsiran Bahasa yang Terpolitisasi. Seakan Moral di Peperangan. Ha ha ha !

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


DASAR KESENIAN RAKYAT


DASAR KESENIAN RAKYAT

SENI dalam Proses Kebangsaan Masyarakat. Bukan jadi Sejarah. Namun, Utopia Politisasi Materialisme Kebebasan di Tanahnya

 

1. Perasaan – Alam Thesiskal

 

2. Uraian Juang Batinia dalam Hak hak Sosial Kelas kelas

 

3. Kreasi Idealisme

 

dll

 

Pertentangan “yang Non – Dialektis”, terselesaikan Logika (Rasa) – Harapan

 

<Jeda

 

 

 

SENI

MANUSIA

BUDAYA

BUDAYA Tani untuk Pangannya (Kemanusiaan)

 

– Menentukan Kapan kah

 

– Menunggui Laparnya, Berkeringat

 

– Mengolah Lahannya (Manusia Sosial)

 

– Menanamkan Bibit, Berharap

 

– Menuai (Tenaganya)

 

Seni dari Kerakyatan . Rangkai Perbuatan perbuatan Keindahan Manusiawi Sosial Politik

 

Bebutiran  yang banyak Berbagi, Disimpan, Menyalurkan . Gerak Budaya Pangan

 

Dialektika Hubungan Sosial (Tenaga) – Alam, karena Pikir, Logikanya – Rasa

 

<Tutup

 

 


POLITIK WARNA (KELAS)


MUNGKIN saja Warna Kulit mampu jadi Masyarakat Kelas juga …

 

Berlatar belakang Politik Ekonomik. Memperjuangkan Hak Sosial dalam Berdagang. Alasan alasan Politis

 

1. Rasionalisme Logika Sosial Ekonomi

 

2. Keperluan Jumlah Pangan

 

3. Penyimpangan Materialisme ke “Benda”

 

4. Nilai nilai Kosmostika

 

5. Tanpa Kepemilikan Tanah dalam Produksi Lintas

 

Rasialisme Penindasan atas Kemanusiaan Perempuan perempuan (Baca, A-partheid)

 

– Tidak ada Pekerjaan (Kerja = Hak)

 

– Tiada makan untuk Anak anak

 

– Pendidikan Diskriminasi Keilmuan

 

<Titik

 

Sosial Politik Kemasyarakatan Warna Kulit (Hitam) di Dunia. Mana yang Lawan ? Sungguh bahaya namun memang Perang

 

Karena,

 

1. Ada de Politisasi Kebebasan

 

2. Ada Pengorbanan di Kemenangan (Demokratisasi)

 

3. Ada Pembelaan Pertahanan

 

Kemiskinan – Miskin – Pemiskinan atas Masyarakat Alam jadi Politik Pembodohan bukan hanya Kolonialis tetapi kini Militer Buatan lanjutan Militerisme

 

Maka pengawasan Masyarakat dilaksanakan atas Negara negara. Dalam Kewenangan kewenangan Diplomatik Politis Keamanan Dunia

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


KEPRIBADIAN LAWAN INDIVIDUALIS


PERLAWANAN

KEPRIBADIAN

TARUNG

ISME –

INDIVIDUAL

PRIBADI Sosialisme Terbentuk dari Pendidikan Perempuan. Walau sedang Tanpa Hak di Bawah Penguasaan Ekonomisasi/ Keadaan Pemiskinan. Anak anaka Rakyat Mengenali Saudaranya, atau Lawan

 

1. Yang Membodohinya (Dusta)

 

2. Yang selalu Tidak berikan Pangannya di seluruh Dunia

 

3. Yang Membunuhnya (= Kuasa)

 

Atau, Tidak … ? Tanya Perempuan Sosialis. Ini lah, KEPRIBADIAN. Bukan “Rumpi” di Perpolitikan

 

Bukan Persoalan Ekonomisasi lagi ketika Masyarakat Kelas Buruh masih dalam Industrialisme Produksi

 

Bukan masalah Politisasi Ekonomik ketika Kebudayaan Tani untuk Pangan Kemasyarakatan Manusia

 

Bukan Ekonomi Negara ketika Keuangan jadi Permodalan Individualistik Hukum Keilmuan buatan

 

Rangkaian Alasan alasan Perempuan (Sosialisme) siap duduk di Parlemen karena NASIONAL PERSATUAN KEPARTAIAN

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 


CURIGA PERANG “BUATAN”


KECURIGAAN

POLITIS

ATAS

PERANG

“BUATAN”

Salahsatu Ajuan menyatakan Tentara Bukan Negara. Lalu, dibentuk Militer. Organisasi = Tentara untuk melaksanakan Tugas tugas Perang

 

1. a. Menyerang

   b. Menghancurkan

   c. Membunuh

 

2. Bertempur

 

3. HAN, Dinas Rahasia – Memata matai/ Penyamaran, Kontra

 

4. a. Persenjataan

    b. Material, Amunisi, Pengangkutan

    c. Pangan

 

5. Membuka Daerah daerah, yang Dijamin Pengamanan Bermukim

 

Agar, Tentara bukan “Alat” Penguasaan. Jadi Militerisme. Karena, “Struktur Perintah”, yang Militer Politis (= Kenegaraan)

 

1. Luas Wilayah wilayah Pertempuran (Batas batas Negara)

 

2. Pimpinan (= Kekuasaan kah ? Di) Peperangan, berhubungan langsung dengan Rakyat

 

3. Penyelesaian Pertikaian Organisasi organisasi Militer Dunia

 

Wewenang wewenang Kepemimpinan menentukan Kemenangan berdasarkan “Tempat” Rakyat (Kedaulatan), Diarahkan dan Bertujuan

 

Walau Pembiayaan Militer “karena” Ekonomisasi Keuangan Pemerintahan, tetapi “dari” Industrialisasi Tenaga Masyarakat Produksi

 

Akan tampak lah Peta Kekuatan kekuatan Sosial Politik Ekonomik atas Hubungan dengan Militer (Perang)

 

1. Dasar Pertahanan Sosial

 

2. Politik Kekuasaan Rakyat

 

3. Kemasyarakatan dan Perdamaian

 

Bukan kah Daerah daerah Ekonomis, Industrialisme, Pertambangan dan Pertanian jadi SENGKETA POLITISASI MILITER di seluruh Dunia sampai kapanpun …….

    PERANG

    EKONOMI

    (DI) NEGARA

berdasarkan Isme. Mungkin ….. Saling menghancurkan Cara cara (Perdagangan), berhadapan dengan Pembelotan Kaum Ilmiah

 

1. Menguasai Sumber sumber Alam

 

2. Menguasai Proses Industrialisme

 

3. Menguasai Keuangan Laba Perdagangan

 

Mengapa atas “Negara” (= Masyarakat) ? Keuangan, yang Dicetak. Menjadi Dasar Transaktif Perekonomian berlangsung

 

1. Dilumpuhkan Kekuasaan Politik Negara

 

2. Tahap tahap MIliteris (Tugas tugas Perang)  ketika de Politisasi ISME

 

3. Dilaksanakan Politik Ekonomi Setujuan

 

 

 

     PANGAN

     SEMASA

     PEPERANGAN

Rakyat tetap butuh makanan untuk Anak anak Manusia di Masyarakat, bukan Perdagangan ke Binatang Kapitalisme

 

Apalagi di Masa Peperangan sekarang. Angkatan Bersenjata juga. Untuk Pangannya dalam rangka Pertahanan Rakyat pula

 

Karena Hukum maka “mendapat Hak” (= Warga Negara)

 

1. Ikut, Bernegara

 

2. Dalam suatu Angkatan Perang (Senjata)

 

3. Pertahanan (Sistim) Keamanan

 

Saluran saluran Perintah (Baca, Komando) Tegas dari Kerakyatan Proses Historik Patriotisme Bentuk Kebangsaan Masyarakat Sosialisme

 

 

 

— o0o —

 

 


POLITIK SOSIAL KIRI


POLITIK : Materialisasi Utopia

 

1. Revolusioner

 

2. Demokratik Kerakyatan

 

3. Persaudaraan

 

Bertujuan KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

 

1. Pemikiran Logika Dialektika Manusia Sosial

 

2. Perbuatan perbuatan Sosial dan Ideologik

 

    a. Membentuk Masyarakat Sosialisme

 

          i. Unsur Rakyat Tani

         ii. Unsur Pemikir Sosial

        iii. Unsur Kesatuan Federalisme Pemerintahan pemerintahan Kemasyarakatan Wilayah wilayah

        iv. Unsur Distribusi Perdagangan

         v. Unsur Tenaga Produksi

 

    b. MEMBEBASKAN

    c. Melaksanakan Program program Rakyat

 

3. Dalam PERLAWANAN RAKYAT

 

Tahap tahap Dialektis, Diperhitungkan (Baca These – “Alam”)

 

1. Hubungan Sosial – Alam

 

2. Re – Evolutif yang “Beradab”

 

3. Kebaruan Materi (Produksi)

 

Menyelesaikan Proses Historikal Materi. Dibebaskannya Manusia dari Pembodohan (Menjajahnya)

 

Penindasan …….

 

Penghisapan Tenaga Manusia …….

 

Pemiskinan …….

 

Sempurna Akal, Jiwa, Badani = Kemerdekaan. Karena, Persatuan Rakyat. Maka, tiada Materialisme Dialektik (Kebutuhan kebutuhan) namun hanya lah untuk KEBANGSAAN MANUSIA di “Negara”. Politik Keadilannya (di) Masyarakat …

 

 

 

Sosial Politik : a.l.

– Realisme Kebudayaan

 

– BERDIKARI

 

– ‘Nation’ dan Persatuan

 

– “Pengawasan”

 

– Demokrasi (di) Parlemen

 

– Liberation

 

– HAN (= “Perang) Rakyat”

 

 

 

SELESAI

 

 


KERAKYATAN


KERAKYATAN YANG MANUSIAWI

LAWAN

INDIIVDUALIS

BUMI Manusia akan Terhinakan karena Pemisikinan Rakyat

 

Kemanusiaan Sosial (Pribadi) Tiada Hak hak Politik dan Ekonomik karena masih saja Terkuasai Individualisme Perekonomian

 

Kebutuhan kebutuhan Manusiawi “Bernegara” (= Masyarakat) hanya Obrolan

 

….. Ditertawakan (kah ?)

 

….. Menjadi rangkaian Kebohongan Politik !?!

 

….. Terbiar !

 

<Titik

 

Beberapa Pembentukan Ajaran Kerakyatan di “Negara”, a.l.

 

1. Kerakyatan Yang “Manusia”

 

    a. Hak Azasi Manusia

    b. Sosial Kelas kelas (Baca, Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya)

    c. Kemerdekaan di Tanahnya (PEMBEBASAN)

 

2. KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

 

3. Kedaulatan Rakyat (= Sosial)

 

    a. Unsur Pendirian “Negara”

    b. Dasar “Bentuk Pemerintahan”

    c. Kepartaian (Anggota anggota)

 

Kerakyatan “ADA” dari PEREMPUAN PEREMPUAN SOSIALIS Pengabdian Ujudnya Manusia di Dunia – Alamnya

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


SALAHSATU PEMISKINAN


USAI LAH

KEPERGIAN

PERTEGAS

ISTILAH

“MISKIN”

KEMISKINAN bukan karena Diperbuat Kemasyarakatan tetapi … Hasil

 

Suatu Politik Ekonomisasi atas Sumber sumber Alam. Namun tidak untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Masyarakat (Setempat) di Dunia. Matarantai Industrialisme dalam Penguasaan terus. Ketika Produksi memang “Terlaksanakan (= Sebab) Kelas Pekerja

 

<Jeda

 

Adalah, “Tidak (Miskin”), … Terselenggarakannya Kepentingan kepentingan Manusiawi

 

1. Pangannya (Sosial, kependudukan – Warganegara)

 

2. Sandang dan Keperluan keperluan barang

 

3. Perumahan dan Tempatnya Mukim (Keluarga)

 

Materialisme Politik Utopia Sosial Kelas kelas (= Hak hak)

 

Melalui,

 

1, pembentukan Masyarakat Politik (Demokrasi)

 

2. Program program Kepartaian

 

3. Mendirikan Pemerintahan Yang Sosial

 

Dalam Tahapan tahapan Revolusioner Sosialistis. Sosial “Yang Kiri”, Masyarakat yang Ideologikal. Bukan Individualisme

 

<Titik

 

Sehingga kita tidak Membahas Politisasi “Kaya – Miskin” (Baca, Kesenjangan “Sosial” ?). Karena, Prinsip prinsip KESAMAAN SEDERAJAT MANUSIA di Masyarakatnya. Para Individualisme lah Membedakan Kaya (= Stratifikasi) – Miskin

 

Namun Kelas kelas Perekonomian KAPITALISME (di “Negara”) akan Lenyap walau TIADA PEMILIHAN (Umum). Kelas “Yang Kaya” Termusnahkan. Perbuatan Mereka juga …….

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


KEKUATAN KEKUATAN NASIONAL


KEKUATAN KEKUATAN

NASIONAL

DI PEMILIHAN-HUKUM

AKAN KAH Pemilihan nanti berdasarkan Hukum – Demokrasi. Terjemahan Trias “Politika Negara” Kekuasaan

 

1. Kekuasaan Hukum = Yudikatif

 

2. Kekuasaan Pembentuk= Legislatif. Terwakilkan (= Lembaga) Keanggotaan Politik

 

3. Kekuasaan Pelaksanaan = Eksekutif

 

<Jeda

 

Mengapa Dibiarkan saja ?!? Karena, Politis = Bertujuan ! Ketika Politik Masyarakat melihat

 

1. Kebebasan dari Penguasaan (Militerisme)

 

2. Kejujuran dalam Per – Undang Undang – an  Pasal pasal Sosial

 

3. Regenerasi Politik

 

Kekuatan kekuatan Nasional pun dalam Politisasi Negara =Pemerintahan (salahsatu unsur Pendirian)

 

1.Pro Kemerdekaan

 

2. Nasionalisme-Kepartaian

 

3. Kebangsaan

 

4. Nasionaldalam Sosial

 

5. Daerah (Federalisme?)

 

Menang atau Trasher, mempersiapkan CalonPresiden masing masing akan Terpilih Berdasarkan(“atas” Hukum, di) Negara

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


PERKUMPULAN KEPARTAIAN INDIVIDUALISM


PERKUMPULAN

KEPARTAIAN

INDIVIDUALISM

TERNAYA Para Individualis mampu Berkumpul. Jadi Partai partai atas Dasar Hukum Negara.

 

Di Negara negara Liberalism melaksanakan Pemilihan Kepemimpinan untuk Disetujui Penduduk karena sudah mengadakan Perjanjian (= Program program)

 

1. Memilih = Bebas (Dicalonkan)

 

2. Dibolehkan

 

    a. Cari makan (- Perut)

    b. Kawin Beranak – pinak

    c. Tidur (Beli Pemukiman)

 

3. Bekerja = Tenaga Industri Produksi

 

Maka Pemerintahan yang Terbentuk adalah Kekuasaan Pimpinan

 

Retorika atas Nasionalism (Kesatuan Tempat =Unsur). Akan Sah karena Kekuasaan dari Politik

 

1. Membuat Hukum

 

2. MelakukanEkonomil

 

3. Menguasai Negara

 

<Jeda

 

Tetapi, ….. ehemmm ! MANA HAK HAK RAKYAT dari suatu Pemilihan, heh PENGUASA !?!

 

1. “Hak Politik” akibat Demokrasi

 

2. Perlabaan untuk Masyarakat “Hak Ekonomisasi”

 

3. Keadilan Hak Azasi Manusia – Sosial

 

<Titik

 

Tampak Kekuatan mereka membentuk Ekonomi Pemerintahan Individualism

 

1. Ekonomi

 

    a. Jaringan jaringan Perdagangan Neo Liberalism

    b. Koloni koloni Uang dari Industrialism

    c. Suksesi Pemimpin (Anggaran – Costs of Politic)

 

2. Penguasaan Daerah daerah (Baca, Militerism)

 

3. Negara

 

    a. Fasilitasi Hukum Kekuasaan

    b. Birokratism

    c. Stratifikasi Feodalism (Keadatan kah >)

 

    Saluran saluran Penumpukan Modal Ekonomi (Baca, Kapitalism)

 

Kumpulankumpulan Para Individualism pun jadi”Kekuasaan Dunia” ,,,,,,,

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 


JANGAN MENYERAHKAN “HAK”


JANGAN MENYERAHKAN “HAK”

 

 

 

PEMILIHAN = Demokrasi. Menyadari Betapa Kecurangan yang Berlapis lapis Menantang. Kita Tabah jua. Diperjuangkan terus sampai Tetesan Darah Penghabisan Tanpa Ketakutan Memenangkan

 

Dalam Keyakinan Rakyat tidak akan pernah Kalah

 

Karenamemang sedang dalam Pertempuran pertempuran dari Pertarungan Isme isme di mana pun

 

PERLAWANAN, … Menggetar lah Bumi ! BEBASKAN Manusia dari Pembodohan. Berlangsung Saat ke Saat Berpikir. Jangan Menyerahkan “Hak”

 

Kekuasaan Rakyat Miskin melaksanakan Pemenuhan Kebutuhan Manusiawi

 

<Jeda

 

1. Jebakan jebakan Keuangan

 

2. Sodoran Kursi “Legislatif” = Bukan lah Parlemen

 

3. Perundingan perundingan ke Hukum

 

4. Tekanan tekanan “Penguasaan”

 

5. Bujukan = Fitnah, Pemaksaan

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 

 


ISME – KEJIWAAN SOSIAL


SPIRITUAL

– ISME

DI PERPOLITIKAN

KARENA

     1. Pikirannya

 

     2. Jiwanya

 

     3. Darahnya

 

maka

 

Manusia tidak mungkin Tunduk di Bawah Individual (buatan) Kapitalisme

 

<Titik

 

Mata lihat perwujudannya … Seujud Hidup akan Tetap dalam proses Kelahirannya sehingga “Ada” Masyarakat. Selalu berujud  kembali. Anak anak Manusia

 

Kesuciannya

 

1. Tujuan Pikir Manusia

 

2. Perbuatan

 

3. Kejiwaan (Benar – Salah)

 

Jiwa yang Sosial. Terbebaskan Penguasaan atas Akalnya

 

— o0o —

Adakah yang (lebih) Rahasia selain Pemikiran Manusia ?

 

Isme – Kejiwaan Sosial berdasarkan Logika Batini jua. Membentuk = Rasionalisme, yang Dipersiapkan. Kerakyatan dalam Hubungan  Sosial – Badani

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


AGRO


AGRO DAN PERDAGANGAN

DARI manakah Uang dipergunakan dalam Agro – Perdagangan ?

 

Mungkin

 

1. Keuangan Pemerintahan “Negara” (baca, Program program Pertanian)

 

2. Keuangan Luar Negeri

 

    a. Kepentingan “Liberalisasi Uang”

    b. Politisasi Ekonomik Negara negara Sosialis

    c. Koloni Dagang (Merkantilisme – Pasar)

 

3. Keuangan Insvestasi Perdagangan

 

Dalam hubungan Ekonomi Politik antara Kenegaraan (Pemerintahan), Swasta – Kemasyarakatan

 

<Titik

 

a – Lokasi

 

1. Pembayaran Lahan lahan tanam (Sertifikasi – Jenis Pemakaian)

 

2. Pembibitan. Sosio – Ekonomik Pasar (= “Barang”)

 

3. a. Perbankan (= Negara Moderen ?)

    b. Pembelian Laba Usaha Kerjasama

    c. Pengupahan

 

4. Anggaran Pembiayaan (Manejerial)

 

5. Distribusi Ekonomis Daerah daerah (Permintaan. Baca, Ekspor)

 

<Titik

 

Suatu Pertarungan Dagang terjadi lagi dalam Agrikultur. Antara Sosialisme Lawan Kapitalisme – Individu. Keuangan BUKAN “MODAL DIPERDAGANGKAN”. Karena, Tradisionalitas di “Negara”

 

1. Kepentingan kepentingan Pemerintahan melaksanakan Pemenuhan kebutuhan kebutuhan Masyarakat

 

2. Kemampuan kemampuan Pemerintahan dalam Program Agraris Ekonomik

 

    a. Fasilitasi Ekspor ke “Luar”

    b. Pemerintahan = Ulayat (“Hak” tanpa Keadatan)  Daerah Sosial

    c. Revitalisasi Lahan

 

3. Perlabaan Keuangan Pemerintahan suatu “Negara”

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 

 

 

 


LOGIKA KESALAHAN HUKUM


LOGIKA KESALAHAN HUKUM

KEKUATAN pembentukan Hukum melalui Dewan Perwakilan RAKYAT. (Dalam Undang Undang Dasar/ Konstitusi. Karena, Kedaulatan Rakyat). Jelas Hukum TIDAK MERAKYAT = Kesalahan. Maka, Benar kah ?

 

     1. Bukan Kemanusiaannya (Rakyat)

 

     2. Jadi Pemaksaan untuk diperbuat. Atas Kemauan Individualism

 

     3. de Politisasi ke Tujuannya di “Negara”

 

<Jeda

 

Adalah, suatu ATURAN ATURAN SOSIAL Rakyat Masyarakat. Logika Sosial materialism. Dasar = Perbuatan perbuatan Sosial Kenegaraan

 

<Titik

 

Tidak lah Ilmiah Pembenaran Dibayar ! Namun Pertukaran pertukaran memungkinkan Pelaksanaan Keilmuan Filsafat. Disingkirkan Pengetahuan (Ilmu ?) Kapitalism

 

Terpolitisasi Keadilan berlangsung Logik Sosial Dialektis membentuk. Per Undang Undang an atas dasar Kepentingan kepentingan Rakyat

 

<Tutup

 

SELESAI

 

 


KESADARAN MANUSIA SOSIAL


KESADARAN SOSIAL

DAN

NASIONAL POLITIK

BEBERAPA kesadaran untuk menyadari Dirinya Manusia Sosial

 

     1. a. Kelahirannya

         b. Hubungan Kemanusiaan – Sesama

 

     2. c. Kelas Sosial = Hak (Kesadaran Politik)

 

Politisasi Utopia yang bertujuan Kekuasaan Rakyat, agar terpenuhi Kebutuhan kebutuhan Manusiawi berlangsung di Masyarakat Sosialisme

 

1. Menjadi Isme

 

2. Melalui Revolusi (Berpikir)

 

     a. Dialektis

     b. Logika – Materialisme

     c. These – “Alam (di Pikirannya”)

 

3. Membebaskan Rakyat

 

Akan tampak Keadaan Nasional Isme – Politik dalam “Tahapan tahapan Revolusioner Pembentukan” Kemasyarakatan Manusia Sosialisme di seluruh Dunia

 

1. Waktu dan Perubahan

 

2. Materialisasi

 

3. Nilai nilai Rasional (Baca, Hasil)

 

<Jeda

 

1. Pertanian Kebudayaan (Pangan. Mengolah. Pemikiran, Tenaga – Alam)

 

2. Penghapusan Eksploitasi atas Kelas Buruh

 

    a. Kekuasaan (kah ?) atas Produksi

    b. Kepemilikan Sumber Alam

    c. Distribusi Monopolistik Dagang

 

3. Demokratisasi Program program atas Keuangan

 

dalam rangkaian These Logika Sosial Materi (= Isme)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI