Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

TERBUKA


BIAR pun “Perbedaan” sudah Terbuka, Rakyat tetap “Tidak Memilih Individual” – Isme, yang dibuat Kapitalism (di) Negara

Karena, Pendirian “Negara” (= Unsur unsur)

1. Nasional – Wilayah wilayah

2. Demokrasi = suatu “Kekuasaan Rakyat” (Miskin)

    a. Revolusi

    b. Kemerdekaan

    c. Pemilihan

3. Masyarakat (Baca, Sosial)

<Titik

Rakyat bukan “Alat” Individualisme jadi Pemimpin

1. a. “Negara”

   b. Pemerintahan

   c. Daerah

2. Parlemen

3. Organisasi Ketentaraan (= Militer)

4. Organisasi Perlabaan (Ekonomi)

5. Kepartaian

Isme – Sosial (= Anutan, Pemikiran Tentang Masyarakat) dalam

1. Hubungan Sosial yang Berdasarkan Kemanusiaan Politik Ekonomik

    a. Kekuasaan Rakyat “Miskin”

    b. Sosial Kelas kelas

    c. Sosio Ekonomisasi Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan

2. Pertanian – Budaya (Pangan)

3. Hubungan Sosial – Alam

     a. Nasional – Wilayah wilayah

     b. ‘Nation’

     c. “Negara” – Ide Sosial

Ketika “Rakyat yang Berkuasa” maka Terlaksana rangkaian Kepentingan kepentingan Sosial. Individualisme Tidak Memperjuangkan Kebutuhan kebutuhan Manusia

Karena, Individualisme “buatan Kapitalisme” :

1. Tidak Manusiawi (Samadengan Binatang kah ? Kemungkinan “Ujud))

2. Tyranisme (= Penguasaan atas Masyarakat)

3. Didukung Persenjataan (dan Kemampuan Menggunakan = Hubungan Militerisme)

4. Anti Sosial :

    a. Menindas, “Mengancam” (Baca, Ancaman – Perang), Menjajah

    b. – Berdusta

        – Mengkhianatai Kemanusiaan

        – Kecurangan, yang Berulang

    c. Membodohi

5. Neo Liberal, yang Berkekuasaan atas “Barang” Produksi

<Titik

KEADILAN

DI “PARLEMEN

YANG

NASIONAL”

KELAK

Pihak mana yang Bertanggung jawab “atas” Parlemen ? Perwakilan (= Majelis/ Dewan/ Daerah) jadi Pelaksana “Kekuasaan Individual” – Isme ? Bukan (kah ?) Kedaulatan Rakyat Bertujuan Kekuasaan Rakyat Miskin

 

1. Pemilih … kah ?

 

2. Kekuasaan … kah ?

 

3. Negara … kah ?

 

4. a. Ketua … kah ?

    b. Alat alat Kelembagaan … kah ?

    c. Anggota … kah ?

 

5. Persidangan … kah ?

 

<Jeda

 

 

 

Apakah Parlemen akan Berbuat (= Politik) Melaksanakan Keadilan atau Tidak, dalam Proses Terbentuk Undang Undang “Negara”

 

Per Undang Undang an jelas Berbeda dengan Hukum (Delik). Karena, “Pelaksana Konstitusi” (Baca, Kemerdekaan Bukan Proses Hukum, namun Materialisasi “Isme”. Jangan diperdebatkan ke Kami)

 

Kesalahan bisa jadi Politisasi Keuangan Ekonomi “Negara”. Tetapi, Keadilan tidak menghasilkan “Parlemen Tidak Adil”

 

<Titik

 

 

 

Dasar Hak hak “Keanggotaan di Parlemen (Nasional”. Jangan baca jadi Parlemen “Negara”)

 

1. Hubungan “Sosial – Pemilih”

 

2. Kependudukan – Warga “Negara”

 

3. Keanggotaan Masyarakat (di) Partai

 

Maka Keadilan “Yang Logikal” tetap Terpolitisasi (= Materialisme) dalam Program program (Kepartaian Nasional), yang sudah “Disetujui Pemilih” (Rakyat di Masyarakat)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s