Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Januari, 2008

KEINGINAN (= POLITIK) EKONOMI


BIAR kelelahan Si Individual … ! Tertekan !?! Mungkin lihat Perlabaan. Dalam Hasil = Ekonmi Sosialisme, Matarantai Produksi dikelola Materialisme Logika. Perdagangan Nasional Kemasyarakatan Sosialisme di seluruh Dunia. Secara Perhitungan Keuangan

 

1. Nafsu Penguasaan Daerah

 

2. Tidak Terima Kekalahan Lawan Sosial – Akalnya (Manusia)

 

3. Kebendaan dan Monopolisme Pasar

 

Jadi Keinginan Politik. Niat. Atas Ekonomisasi “Negara”

 

<Jeda

 

 

 

Bentuk bentuk Ekonomik Politis Individualisme (dalam Kekecewaan) Ciptaan Kapitalisme, a.l.

 

1. Pembendaan (Tujuan Politik) Tiada Kepemilikan (Baca, “Kekuasaan) Material Ekonomi

 

2. Partai partai hanya Peralatan Ekonomis

 

3. Beda Individual Ekonomik – Kelompok kelompok dalam Persaingan (= Liberalisme)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


SI MISKIN MELAWAN KAPITALIS


KEKUASAAN  Individualisme dukungan Militerisme – Taktis berlangsung namun Terdeteksi Mengendalikan Wilayah wilayah Ekonomis. Tebaran Pasal pasal Hukum Dasar Ilmiah = Jaring jaring Penjerat. Saluran saluran Penguasaan Menuju lagi ke Penghancuran Sosial. Sebar bau “Otak” Binatang Kapitalisme di “Negara”

 

Tampak sudah mulai Perakitan Keuangan Industrialisme dan Pertambangan jelang Pemilihan usai kelak

 

     Merusak Nilai …

     Melukai Rasa …

     Meracuni Jiwa …

 

Jadi “Senjata Pemati Harapan” (Baca, Utopia) Masyarakat …….

 

<Titik

 

 

 

Dulu … “Pengentasan Kemiskinan”, diuji cobakan, Pemusnahan “Miskin” ! Si Miskin sumber Permasalahan ?!? Karena, Miskin lah tidak Terbeli Produksi Industrialisme

 

<titik

 

 

 

Maka, Kenegaraan (= Pemerintahan) MEMBELI KEUANGAN Industrialisme. Dalam “Rancangan Produksi” dari Para Ekonomisasi Perindustrian (Fabrikasi Bahan bahan Baku). Permodalan – Sumber Alam … (laporan Kerahasiaan Militerisme = “Bayaran”)

 

1. Perbankan + Hukum = Investasi 2. Perlabaan

 

    a. Hutang Luar Negeri

    b. Harga

    c. Non Transaktif

 

3. Globalisme atas Persaingan Monopoli (Analogi Bicara Blak blakan Pakar pakar Nasional “Ekonomisasi Politik” di Media media Pers Dunia)

 

<Titik

 

 

 

Masyarakat dalam Penguasaan … Tanpa Hak Sosial Ekonomik. Atasnama “Negara”. Perekonomian Kerakyatan  = Bukan Permodalan – Keuangan

 

1. Barterisasi

 

2. Buruh = Tenaga “Masyarakat Mengerjakan” (Baca, “Kelas”) Produksi

 

3. Tradisionalitas (= “Lahan”) Pertanian

 

Penduduk Tidak Takut Ancaman (dalam Pengamatan Kami “PEMBEBAS”) Senjata Keuangan “Cetakan Pemerintahan” (= Kekuasaan = Negara = Hukum)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI  

 

 


BERAKHIR


PERTENTANGAN

YANG

(SEMAKIN)

BERAKHIR

PERTAHANAN sOSIAL (= Revolusi) berdasarkan Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

1. Kerakyatan

 

2. a. ‘Nation’

    b. Kebebasan (di) atas Tanahnya

    c. Hak

 

3. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

Utopia ke Politik (Materialisasi) “Membebaskan” Rakyat dari Pemiskinan. Untuk Kesejahteraan, Keadilan, Kemakmuran di “Negara”. Kemampuan kemampuan Rakyat mempersiapkan Pertahanan Sosio – Ekonomik

 

Dari Kemerdekaan ke suatu “Persatuan Rakyat” (Demokratik)

 

     – Anti Kapitalisme

     – Anti Imperialisme

     – Anti Militerisme

 

<Jeda

 

Keamanan = Tugas Politik

 

1. Membela Rakyat Yang Miskin

 

2. Mempertahankan Kesatuan Wilayah wilayah

 

3. Melindungi Kependudukan Warga (“Negara”)

 

Dalam Pertarungan Isme di seluruh Dunia. Sosial Lawan Individualis. Tiada Netralitas karena Angkatan Perang = Rakyat (Aturan aturan Sosial). Sosial HAN Kemanusiaan Rakyat di Buminya

 

<Tutup

 

Ditulis

Jam 14.30

27 Januari 2008

 

 

 

TAMBAHAN

Sosial Politik dalam Keadaan “Tidak Kuat” (Militerisme)

 

Karena,

 

1. Penyimpangan “Isme” – Sosial (= Nasional) ke Liberal

 

2. Perekonomian. Masalah Ketergantungan Pinjaman (Dagang)

 

3. Birokratisme atas Industrialisme

 

4. Pangan (Cadangan). Tenaga – Kekurangan Lahan

 

5. Kegagalan Pelaksanaan Hak hak (Sosial) Warga (Baca, Kependudukan di) “Negara”

 

6. “Bentuk Kepemimpinan” Lemah dalam Perpolitikan Internasional (Dunia)

 

7. Belum ada Ketetapan Politis Kewilayahan “Antar Negara”

 

<Titik

 

 

 

 

 

 

 


PASAL PASAL SOSIAL


PASAL PASAL YANG

MENYEDIAKAN

HAK HAK SOSIAL

UNDANG Undang = Politik, Bukan Hukum. Ketentuan ketentuan Peraturan termuat dalam Pasal pasal. Pemikiran untuk Hubungan Sosial – Nilai nilai (= Perbuatan) ke Tujuan Masyarakat

 

     – Bahasa

     – Mengatur

     – Logik

 

Semua patuh (Politis) melaksanakan Keputusan Undang Undang. Apabila memang atas dasar Aturan aturan Sosial dalam Masyarakat (Gerak)

 

<Jeda

 

Kepentingan kepentingan Sosial Pembentukan Undang Undang :

 

1. a. Perbuatan Kebaikan (Manusiawi)

    b. Teratur

 

2. Kepastian Politik dalam rangkaian Pelaksanaan Tujuannya di suatu “Negara” – Ide Sosial

 

<Titik

 

Penyusunan (Tidaksama dengan Pembentukan) Undang Undang. Tentang Pemilihan, yang Dibuat Dewan (Jadi Perwakilan). Pelaksanaan Hak, bukan “Perintah Negara:

 

Bukan Retoris – Ilmiah. Bernegara … Ketentuan Sosial (Dimensional).

 

Tampak Organisasi = Bangunan, Sistim – Cara cara Kerja. Mekanisme Operatif. Suatu Rangkaian Aturan (= Pelaksanaan) Demokrasi

 

1. Hubungan Sosial – “Negara” (Pemimpin)

 

2. Pemilihan Keaggotaan Masyarakat di Parlemen Nasional

 

3. Salahsatu Saluran Program program

 

Undang Undang wadah “Pasal pasal Hak” Sosial dalam Politisasi

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


SOSIAL VS INDIAVIUALISME : MATERI ISME POLITIK


KE SATU

APAKAH Individualisme ? Samakah dengan yang diuraikan di Kuliah kuliah Filsafat ? Tidak. Ini, Politik. Individualis bukan Manusia di Masyarakat (Kerakyatan)

 

Manusia Berakal. Ujud = Memikirkan. Yang Dituju …Kerakyatannya. Mewujudkan Rakyat Berkuasa (Demokrasi)

 

Suatu Utopia ke Politik Materialisasi dalam Kemasyarakatan Sosialisme

 

1. Kemerdekaan di Tanahnya (Hak)

 

2. Sosial Kelas kelas (Hak hak)

 

    a. Kebutuhan kebutuhan Kebendaan, Sandang, Perumahan

    b. Keadilan

    c. Pertanian – Budaya Pangannya

 

3. Masyarakat Sosialisme

 

Tiga Dasar Pemikiran membedakan Individualisme -Sosial

 

1. Logika Materialisme

 

2. Dialektika

 

3. These – “Alam (di Pikirannya)

 

Terserah Ilmiah (= Kaum ?) Filsafat – Rasionalisme menerjemahkan Isme karena Politik di – Ideologi – kan

 

Indiivualisme dari Kapitalisme. Agar, Kemanusiaan … hancur ! Dalam Pengacauan Akal dalam Logika atas “Materi”

 

 

 

— o0o —

 

 

 

D U A

 

Seolah olah Tidak ada “Keberpihakan Politis” Kaum Rasionalis untuk Rakyat

 

1. Sikap Liberal (Ekonomi)

 

2. Moderat. Partai partai “Program” (Non – Isme)

 

3. “Negara Kekuasaan”, Pemerintahan

 

dalam Kemungkinan kemungkinan Politik Penyusupan langsung Individualisme (secara Taktis)

 

1. Mengendalikan Kekuasaan

 

2. Pengelolaan Keuangan “Negara” dalam Perdagangan Internasional (Pasar Barang)

 

    a. Bentuk bentuk Kepemilikan (= Cara cara)

    b. Permodalan (Kapitalisme)

    c.Persaingan Sepihak (ke Masyarakat)

 

3. Melaksanakan Industrialisasi

 

Kepentingan kepentingan masyarakat terpolitisasi dalam “Negara” :

 

1. Produksi -Kebutuhan kebutuhan Manusiawi (= Masyarakat. Sosio Ekonomi)

 

2. Pertanian (Sosial Kelas. “Hak” = rangkaian Perbuatan di Tanahnya)

 

3. Demokratisasi = Keadilan Politik. Menyelenggarakan Sosial Isme Nasional

 

“Negara” Para Individualis hanya Alat Kapitalisme

 

 

 

SELESAI


KEUANGAN EKONOMI “NEGARA”


UANG dicetak. Mudah kah ? Persoalan persoalan pun muncul. Karena, didasarkan Anggaran. Anggaran = Pembiayaan, bukan Pendapatan ! Non – Ekonomis. Tersalur ke Perdagangan

1. Birokratism

2. Korupsi (= Niat, Hukum)

3. Fasilitasi

Mana kah Usaha “yang Negara” (= Uang) … ? Persilahkan “Negara” Ekonomikarena ada Pemerintahan. Tetapi, Pemerintahan bukan Perusahaan.

Perlabaan dari Ekonomisasi terbagikan ke Masyarakat, bukan Individualism. Di suatu “Negara” Sosial. Pemerintahan melaksanakan (Politik)

1. Hubungan Sosial – Alam

2. Isme

    a. Sosial Kelas kelas

    b. Kemerdekaan (atas) Tanahnya (= Sumber Alam)

    c. Kelas Pekerja (Buruh)

3. Nasional Industri di “Negara”

dalam Per Undang Undang an Hasil Kerja Politik Parlemen Nasional (Keanggotaan Masyarakat di Partai). Program program Kepartaian untuk Rakyat. Atas dasar Pengesahan Politik Calon calon dalam Pemilihan (= Demokrasi)

<jeda

ALokasi Keuangan “Negara” melalui Pembicaraan Kenegaraan – Parlemen. Bukan atasnama Kebebasan Sosial di suatu “Negara”

1. Industrialism dalam matarantai Ekonomi Produksi

2. Pembayaran Laba (mata uang NOminal)

3. Jaminan untuk Pertanian. Rasionalism Keuangan

4. Kekuatan Uang di Pasar pasar Ekonomik (Perdagangan) Hasil Industrialisasi

5. PembiayaanAnggaran Kenegaraan untuk untuk Sarana saran Ekonomisasi

Anggaran Keuangan Pemerintahan didapatkan dari Perekonomian (Hasil)

<Tutup

KEKUATAN

KEUANGAN

KEMASYARAKATAN

 

Kekuatan Uang dapat dibentuk. Dalam Ekonomisasi di Politik. Dasar Kepentingan kepentingan (= suatu Alasan). Kekuatan Tempur atau HAN dalam Kemasyarakatan Sosialisme. Kekuatan yang bukan dibuat Perdagangan (Imperialistik, Kolonial – ism)

 

Isme – Sosial (= Kiri) mempersiapkan

 

1. Bentuk bentuk materialismIndustri di Masyarakat

 

2. Wadahan untuk Transaksi Ekonomi Dunia

 

3. Rasionalism aLokasi Keuangan Ekonomik Politis. Hubungan Sosial – “Negara”

 

<Titik

 

SELESAI


Hubungan dengan Sosialism


HUBUNGAN EKONOMI POLITIK

DENGAN

MASYARAKAT MASYARAKAT SOSIALIS

HUBUNGAN dengan Sosialis didasarkan Kemasyarakatan, Bukan “Negara”. Pemerintahan = Kepemimpinan “dalam” Masyarakat (= Demokratik). Antara Kemasyarakatan Dunia, dibicarakan dalam Parlemen (Politik)

 

Mengapa ? Karena

 

1. Kerakyatan

 

2. Partai = Keanggotaan yang Berpolitik. Kepentingan kepentingan Masyarakat

 

3. Nasional – Wilayah wilayah

 

4. Program program Ekonomisasi

 

5. Hubungan Masyarakat – Pemerintahan (Baca, PEMBELAAN “ISME” – POLITIK)

 

<Titik

 

 

 

Beberapa Kepentingan Politik Kemasyarakatan Internasional Sosialisme

 

1. “Kekuasaan Rakyat” untuk Melaksanakan Kebutuhan kebutuhan Masyarakat

 

     a. Pangannya

     b. Barang (Diproduksi. Alam)

     c. Perumahan

 

2. Pertahanan Kemanusiaan Sosial

 

3. Rangkaian Politisasi dalam Memperjuangkan Kebebasan (di) atas Tanahnya

 

     a. Hak

     b. Keadilan

     c. Demokrasi

 

ke Bentuk bentuk Kerjasama Ekonomi Politis dalam Pertukaran (Baca, Barterisasi) untuk Masyarakat masyarakat di Dunia

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


POLITISASI EKONOMI DAERAH


BELUM ada kriteria kriteria Politik untuk Daerah

 

Namun kemungkinan Politis diajukan

 

1. Bahasa

 

2. Perilaku “Kebudayaan Pertanian karena Alam” (= “Isme”)

 

3. Persaudaraan dalam Kemasyarakatan Dasar (= Tidak Keadatan. Batih kah ? Bukan Hukum)

 

4. “Letak Sosial” Tanah untuk Pangan. Berhubungan dengan

 

     a. Air

     b. Kesuburan

     c. Iklim

 

5. Tradisi dan Kepemimpinan (Baca, Demokrasi – Cara cara)

 

6. Kemampuan kemampuan Admnistrasi Politik “Negara”

 

7. Tingkatan tingkatan Ekonomisasi Kebutuhan kebutuhan Sosial Pedesaan

 

<Titik

 

 

 

Daerah daerah Ekonomik

 

1. Daerah Sumber Alam

 

2. Daerah2 Industrialism

 

     a. – Nasional Industrialisme Produksi Pertambangan

     b. – Perdagangan

         – Pemakaian Hasil (Barang)

 

3. Daerah daerah Perkebunan (dulu Politis)

 

4. Daerah daerah Pertanian (Politik sekarang)

 

     a. Pedesaan (Masyarakat) Tradisi

     b. Lahan lahan Tanam

     c. Penghasil (Saluran saluran Beras. Pangan)

 

5. Daerah Kelautan Ekonomi

 

Berlangsung Sosial Kelas kelas.

 

Rangkaian Proses Juang (= Manusiawi) Kekuasaan Rakyat Miskin

 

Hak hak Sosial di Masyarakat (Baca, Sosialisme)

 

<Titik

 

 

 

Daerah daerah yang Terpolitisasi

 

Karena

 

1. Kependudukan

 

2. Sosial Pembentukan Masyarakat Wilayah wilayah Nasional (“Negara” Sosial)

 

     a. “Negara” (Ber – Parlemen = Sosialism)

     b. Wilayah wilayah Masyarakat (Federalisme)

     c. Daerah (Baca, “Pemerintahan”)

 

3. Pertanian – Budaya Pangan Masyarakat (Proses Ajaran Kerakyatan)

 

Menjadi

 

1. Daerah daerah “Masyarakat” (Baca, Nasional)

 

2. Daerah daerah “Tani”

 

     a. Penghasil

     b. Transito “Distribusi Ekonomis”

     c. Lahan lahan (Cadangan)

 

3. Daerah daerah “Negara”

 

     a. Demokrasi

     b. Pemerintahan

     c. Pertahanan

 

Politisasi Ekonomik Keuangan Daerah daerah “Negara” Sosial

 

1. Nasional Industrialisme (Pertambangan) Sumber Ekonomis Alami. Di Daerah daerah (Nusantara). Salahsatu rangkaian Program PEMBEBASAN

 

2. Keuangan Rasional (= Usaha usaha Masyarakat) atas Lahan lahan Pertanian

 

3. Peran dan Tanggung jawab Parlemen Nasional (ikut serta) dalam rangka Pembentukan “Keuangan Ekonomi Daerah” (Kesatuan – Wilayah wilayah)

 

<Titik

 

 

 

Pertarungan Politisasi “Isme” di Daerah daerah

 

1. Kerakyatan suatu “Masyarakat Kependudukan” (Mukim = Warga “Negara”)

 

2. Hak atas Tanah “nya” (Baca, Manusia)

 

     a. Sumber sumber “Alam Daerah daerah”

     b. Lahan lahan Tanam

     c. Pasar Nasional Ekonomisasi

 

3. Alasan alasan Keuangan “Negara Ekonomi” (masih dalam Perbedaan)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI 


OTB


TINGKATAN tingkatan Keputusan “berlangsung” tidak vertikal saja. Namun dalam “Kesejajaran Politik” juga. Tampak lah Sosial Organism … berbeda dengan suatu “Penguasaan”

 

Hubungan hubungan Perintah “menyalurkan Pemikiran Bersama”. Pembentukan saluran saluran Kepemimpinan di Masyarakat” Tidak Individual. Garis Atas – Bawah memuat “Kerja”  Para Organ

 

<Titik

 

 

 

MELAKSANAKAN

“KERJA

POLITIK”

TANPA

BERBENTUK

NAMUN

TERORGANISASI

Utopia ke Politik (materialisasi) menuju Kekuasaan Rakyat (Miskin). Terlaksanakan = Kerja = Organ Politik

 

1. Organ Keanggotaan (Pelaksana)

 

2. Organ Perintah Non – Administrasi (Rahasia)

 

    a. Melindungi Pemilih

    b. Menyiapkan “Cara”

    c. Menghindari “Serangan”

 

3. Organ Pimpinan (= Ada)

 

<Jeda

 

Kegiatan kegiatan yang Dipertanggung jawabkan Kepartaian (= Nasional)

 

1. Per Undang Undang an (Politis. Bukan Hukum)

 

2. Isme (Baca, Ideologi)

 

3. Keterbukaan = Keabsahan Perlawanan

 

Dasar alur Kepemimpinan (Non – Formal) Masyarakat

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


TIDAK MENYERAH KINI


REVOLUSIONER

YANG

TIDAK

“MENYERAHKAN

TUJUANNYA”.

TIDAK

ADA

PERUNDINGAN

KINI

TIGA Keadaan di Peperangan (= Revolusi) :

 

1. Menang

 

2. Menyerah (Lewat Berundingdan Dikhianati)

 

3. Kalah

 

Namun Pertempuran masih berlanjut, Sosial Lawan Individualism

 

<Titik

 

 

 

PERLAWANAN

“ISME”

SOSIAL

 

 

 

Sosialisme lah yang berdasarkan Hubungan Manusiake Manusia. SuatuPemikiran Tentang Masyarakat “nya” (Baca, Manusia). Tujuan Kekuasaan Rakyat. Melaksanakan Kebutuhan kebutuhan Manusia

 

Utopia ke Politik. Materialisasi. Rangkaian PEMBEBASAN …….

 

Mungkinkah Tujuannya akan diserahkan ke “Kaum” Individualisme ? Falsafati Logika dalam Dialektika jadi Dasar Politik. Perlawanan = Isme Sosial. Menghancurkan Individualism – Penguasaan (= Kapitalism)

 

Karena, Peperangan dalam Politik “Negara, maka, lebih dulu Demokratisasi Pembentukan “Masyarakat Politik” (=Pemilih). “Negara”- Ide Sosial.Lalu, dipersiapkan (= Pertempuran)

 

1. Membentuk Masyarakat Sosialisme (Bertujuan)

 

2. Membentuk Parlemen Nasional dalam Kesatuan Wilayah wilayah :

 

     a. Masyarakat = Penduduk = Kebangsaan (Kerakyatan = Sosial)

     b. Alam (Sosial These – “Alam di Pikirannya”)

     c. Kemasyarakatan Wilayah Kesatuan Federalisme

 

3. Membentuk Sosial Pemerintahan Kenegaraan

 

Tampak beda antara Sosial dengan Kekuasaan Individual. Bernegara, menyelenggarakan Tujuan masing masing diperbuat. PEMBEBAS dalam Masyarakat menjadi salahsatu Perlawanan

 

<Titik

 

o0o

Sasaran Penghancuran Kapitalis (melalui Individualisme di “Negara”)

 

1. Dasar Kemanusiaan Sosial

 

    a. Hubungan Sosial – Manusia – Alamnya (= Bumi)

    b. Hak hak Sosial Kebebasan di Tanahnya

    c. Bentuk bentuk “Sosial Kemasyarakatan Dunia”

 

2. Industrialisme (Produksi) untuk Kebutuhan kebutuhan Manusia

 

3. Kebudayaan Tani Pangan (Perilaku dan Nilai nilai Manusiawi)

 

4. Tujuan Kekuasan Rakyat Miskin dalam Aturan aturan Sosial

 

5. Pemikiran Utopi Sosialisme Masyarakat

 

6 Pertahanan Rakyat Sosial (Manusia manusia)

 

7. Ukuran ukuran (= Waktu) Kepemimpinan Sosial

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


MODEREN ? ATAU TRADISIONAL LAGI … MUNGKINKAH ?


MODEREN ?

ATAU, TRADISIONAL … LAGI.

MUNGKIN KAH ?

MODERENISASI berlangsung karena

 

1. Hasil Pemikiran Manusiawi

 

2. Manusia menerjemahkan Alam. These – “Alam (di Pikirannya”)

 

    a. Elektrikal (= Power) Permesinan

   b.  Komputerisasi

   c. Teknologi (dan Bentuk)

 

3. Industrialisme (Kemanusiaan, dalam) Bahasa dari Mekanisasi ke Tekno – Logika

 

Namun, bukan Kebudayaan “dalam Isme”. Hanya Proses Bahasa. Butuh Politisasi agar Manfaat untuk Kemanusiaan Sosial. Kalau Tidak, Kapitalism menghancurkan jadi “Material Waktu”

 

<Titik

 

 

 

SOSIAL – ISME, MODERENISASI

1. Sosialisme = Pemikiran Tentang Masyarakat

 

    a. Logik dalam Dialektika

    b. Hasil

    c. These – “Alam (di Pikirannya”)

 

2. Sosial Kelas kelas

 

    a. Kemerdekaan di atas Tanahnya

    b. Keadilannya

    c. Kerakyata (Haknya, Sosial)

 

3. Hubungan Manusia – Alam Membentuk Masyarakat Sosialisme

 

     a. ‘Nation’. Kemasyarakatan Sosialisme (di Dunia)

     b. “Isme”

     c. Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

Sosial Yang Manusia

 

     – Berpikir untuk suatu Tujuannya

     – Berbuat (= Politik)

     – Berteknologi (= Moderen)

 

Dari Tradisional ke Moderen “Mdempersiapkan Kelas Sosial di “Negara”

 

<Jeda

 

Masyarakat Tradisional sudah membentuk

 

1. Dasar Kemanusiaan Masyarakat

 

2. “Politisasi Demokrasi :

 

    a. Utopia

    b. Konsep Negara Sosial

    c. Kepartaian

 

3. Bentuk Asal Pertanian Nasional – Wilayah wilayah Tanam

 

Melalui

 

     – Revolusi Berpikir (Sosialism)

     – PEMBEBASAN dalam Demokratik (Baca, Kekuasaan Rakyat Miskin)

     – “Keadaan Bertukar” (= Politik)

 

Lanjut kembali Juang Pembentukan Sosial Kelas kelas. “Masyarakat” Sosialisme. Nasional Kiri di “Negara” – Ide Sosial. Lalu, Pembebasan (= Kaum ?) Menerapkan “Bahasa Politik Teknologik”

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 

 


KINI YANG MUDA BERPOLITIK


KINI

YANG

MUDA

BERPOLITIK

BEBERAPA masalah yang dihadapi

 

1. Pertarungan “Isme” (Politik) :

 

    a. Nasional “Isme – Sosial

    b. Kiri

    c. Kapitalisme, Individual – Neo Liberalisme

 

2. Kekuatan Rakyat – Pemilih Muda dan Kepemimpinan Nasional

 

3. Sosio Politik Ekonomi

 

    a. Bentuk Ekonomi Politis

    b. Nasional Industrialisme dan Perburuhan

    c. Keuangan “Negara” (di) Perdagangan

 

dalam Tahapan tahapan Pemikiran Revolusioner

 

<Jeda

 

Logik, masalah masalah “menjadi Pertanyaan”. Mungkin dua Pertanyaan dalam Masalah masalah di atas. Yaitu,

 

Pertama, Apakah Tujuan Yang Muda dalam rangka Politisasi “Negara”

 

Kedua, Ekonomi, yang Diperjuangkan. Bagaimana kah nanti ? Posta Demokratisasi Pemilihan (= Umum)

 

Maka, Jawaban dalam suatu Retorika. Karena, Politis. Revolusioner. Tujuan Politik Sosialis Muda hanyalah Kekuasaan Rakyat Miskin di “Negara”

 

Utopia ke Politik (Materialisasi). Membebaskan Rakyat dari Pemiskinan …

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


TERBUKA


BIAR pun “Perbedaan” sudah Terbuka, Rakyat tetap “Tidak Memilih Individual” – Isme, yang dibuat Kapitalism (di) Negara

Karena, Pendirian “Negara” (= Unsur unsur)

1. Nasional – Wilayah wilayah

2. Demokrasi = suatu “Kekuasaan Rakyat” (Miskin)

    a. Revolusi

    b. Kemerdekaan

    c. Pemilihan

3. Masyarakat (Baca, Sosial)

<Titik

Rakyat bukan “Alat” Individualisme jadi Pemimpin

1. a. “Negara”

   b. Pemerintahan

   c. Daerah

2. Parlemen

3. Organisasi Ketentaraan (= Militer)

4. Organisasi Perlabaan (Ekonomi)

5. Kepartaian

Isme – Sosial (= Anutan, Pemikiran Tentang Masyarakat) dalam

1. Hubungan Sosial yang Berdasarkan Kemanusiaan Politik Ekonomik

    a. Kekuasaan Rakyat “Miskin”

    b. Sosial Kelas kelas

    c. Sosio Ekonomisasi Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan

2. Pertanian – Budaya (Pangan)

3. Hubungan Sosial – Alam

     a. Nasional – Wilayah wilayah

     b. ‘Nation’

     c. “Negara” – Ide Sosial

Ketika “Rakyat yang Berkuasa” maka Terlaksana rangkaian Kepentingan kepentingan Sosial. Individualisme Tidak Memperjuangkan Kebutuhan kebutuhan Manusia

Karena, Individualisme “buatan Kapitalisme” :

1. Tidak Manusiawi (Samadengan Binatang kah ? Kemungkinan “Ujud))

2. Tyranisme (= Penguasaan atas Masyarakat)

3. Didukung Persenjataan (dan Kemampuan Menggunakan = Hubungan Militerisme)

4. Anti Sosial :

    a. Menindas, “Mengancam” (Baca, Ancaman – Perang), Menjajah

    b. – Berdusta

        – Mengkhianatai Kemanusiaan

        – Kecurangan, yang Berulang

    c. Membodohi

5. Neo Liberal, yang Berkekuasaan atas “Barang” Produksi

<Titik

KEADILAN

DI “PARLEMEN

YANG

NASIONAL”

KELAK

Pihak mana yang Bertanggung jawab “atas” Parlemen ? Perwakilan (= Majelis/ Dewan/ Daerah) jadi Pelaksana “Kekuasaan Individual” – Isme ? Bukan (kah ?) Kedaulatan Rakyat Bertujuan Kekuasaan Rakyat Miskin

 

1. Pemilih … kah ?

 

2. Kekuasaan … kah ?

 

3. Negara … kah ?

 

4. a. Ketua … kah ?

    b. Alat alat Kelembagaan … kah ?

    c. Anggota … kah ?

 

5. Persidangan … kah ?

 

<Jeda

 

 

 

Apakah Parlemen akan Berbuat (= Politik) Melaksanakan Keadilan atau Tidak, dalam Proses Terbentuk Undang Undang “Negara”

 

Per Undang Undang an jelas Berbeda dengan Hukum (Delik). Karena, “Pelaksana Konstitusi” (Baca, Kemerdekaan Bukan Proses Hukum, namun Materialisasi “Isme”. Jangan diperdebatkan ke Kami)

 

Kesalahan bisa jadi Politisasi Keuangan Ekonomi “Negara”. Tetapi, Keadilan tidak menghasilkan “Parlemen Tidak Adil”

 

<Titik

 

 

 

Dasar Hak hak “Keanggotaan di Parlemen (Nasional”. Jangan baca jadi Parlemen “Negara”)

 

1. Hubungan “Sosial – Pemilih”

 

2. Kependudukan – Warga “Negara”

 

3. Keanggotaan Masyarakat (di) Partai

 

Maka Keadilan “Yang Logikal” tetap Terpolitisasi (= Materialisme) dalam Program program (Kepartaian Nasional), yang sudah “Disetujui Pemilih” (Rakyat di Masyarakat)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


PIL KADA JAWA BARAT


PIILIHAN

KEPALA DAERAH JAWA

BARAT

NASIONAL – Wilayah wilayah Penduduk dalam Undang Undang Pil KADA. Dasar “Politik Daerah”, mengacukan Demokrasi Yang “Moderen”. Maka, Penduduk = Masyarakat = Bangsa. KERAKYATAN

 

Tampak lah alasan Kepartaian mengelola Politisasi Ekonomi Daerah

 

     1. a. Sosio – Ekonomi Penduduk (= Kebutuhan kebutuhan)

         b. Industri

 

     2. c. Kenegaraan. Ekonomisasi Anggaran(Hubungan Pemerintahan pemerintahan Daerah)

 

Rasional Politik Dialektika Menuju Kekuasaan (Rakyat) di Kependudukan

 

<Jeda

 

Bukan hanya Material. tetapi Kebtuhan Pangan untuk Rakyat Kependudukan – Masyarakat (Baca, Sosialisme) juga

 

Ini lah, KPENITINGAN Politis Masyarakat. SOSIALISM …….

 

Lahan lahan Tanam, Luas – “Perilaku Dasar” – Kemanusiaan. Tenaga Buruh Tani – Alat. Nasional – Isme (“Negara kah ?). Daerah – Barat “yang Pulau” Jawa. Dalam “Negara” Politik

 

<Titik

 

“PEMILIHAN” KEPALA DAERAH

Beberapa “Pertukaran Sosial”, mengadakan Pemilihan Kepala Daerah. Tentu di Jawa Barat. Karena, Sikap Revolusioner Penduduk menganuti Kebudayaan – Tani (Pangan)

 

1. Nasional – Politik “Kesadaran Melepaskan Jakarta” (= Kota – “Negara” ?)

 

2. Bukan “Tempat” Jual – Beli (= Neo Liberalism)) Suara Penduduk untuk Kekuasaan Individualism

 

3. Demokrasi Ekonomi Masyarakat melaksanakan Kedaulatan Rakyat “di Masyarakat”

 

<Tutup

 

SELESAI

 

SELAMAT

BER – PEMERINTAH – AN

LAGI ….

 


TANYA PERCAKAPAN – JAWAB


TANYA

PERCAKAPAN –

JAWAB

“APAKAH Sosialism itu ?” Tanya Pemuda mulai Tua (bukan Perempuan) Anggota Partai Politik. Nyaris salahsatu Pembebas ketawa. Meski kesal karena terima Keadaan mungkin Pura pura – Jujur

 

     Pasti kepala si Anggota berisi Jas – Kursi – Uang

 

Selain Misi dan Visi Partai. Dalam ruangan yang ber AC dingin ….. Huruf huruf di lembaran lembaran Kertas Hukum dan Angka angka. Maklum Anggota Dewan (Jangan kaget)

 

<Jeda

 

     Ketika jawaban “Isme” memungkinkan semakin Kebingungan si Anggota. Terduga lah, “Isem jadi Uang” karena dapat di – “Isme” – kan !?! UANG = MATERI = ISME

 

“Materi – Isme” Rasional di Sosial – Dialektis. Masyarakat – Keuangan Transaktif. Ekonomisasi “uang Masyarakat” (Baca, Kemasyarakatan – Anggota anggota)

 

Bukan hanya Para Individualisme di suatu “Negara”. Untuk melaksanakan Keuangan. Masyarakat pun juga mampu. UANG DITRANSAKSIKAN KE BARANG … Materialisasi = “Memproses Perlabaan dalam” Kebutuhan

 

<Titik

 

     “Jadi nanti bisa Berdagang … karena Anggota Masyarakat ?”

 

     Tampak Perbedaan Individualism, Parlemen – Masyarakat, bias pantul dari Kegembiraan Sang Wakil Partai di Dewan ini. Menakjubkan … Retorika Pembebas telah diterjemahkan (kah ?). Politis, Tanpa Malu

 

     Percakapan Imajinatif Tentang Masyarakat ke Isme … tiba tiba Perdagangan = Uang

 

<Tutup

 

SELESAI

 

 

 


KESETIAAN DALAM REVOLUSI


KESETIAAN

DALAM

REVOLUSI

REVOLUSI mana pun jua, Dipersiapkan dalam Kesetiaan Nyata. Terungkap dari Akal – Jiwa

 

Satu “Pemikiran” Kerakyatan

 

Satu “Rasa” Kerakayatan

 

Satu “Perbuatan” Kerakyatan

 

Revolusi “Berpikir = Rahasia” . Dalam Benak Sosialis Menganutinya “Pemikiran Yang Benar”. Kemanusiaan. Bertahan. Revolusioner

 

<Jeda

 

Berani Militan “karena Yang Benar”. Kebenaran Akal dalam Perbuatan perbuatan (jadi) Kesucian Revolusi Pemikirannya. Tiada Kebimbangan Tujuan Berpikir. Langsung dan Sederhanan

 

Pikiran Yang “Selalu Dibenarkannya”. Dasar Kerakyatan di Masyarakat

 

1. Bertujuan

 

2. Bertahan. Dalam Hasil (= Kecepatan Ubah) di tahap tahap Revolusi

 

3. Persaudaraan

 

Kesetiaan Revolusi di Benak Rakyat (Kemanusiaan) dalam Hubungan Sosial – Alam. ‘Nation’ – Persatuan Kepartaian Mewujudkan Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

<Titik

 

Logika (dalam) Dialektika Menuju Kekuasaan Rakyat Miskin. Bentuk bentuk dan Pelaksanaan “Kekuasaan’ Rakyat (Baca, Ajarannya)

 

“Setia Revolusi Yang Berlanjut” … Tanpa Akhir kelak

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI


BUKAN MILITER VS SIPIL (PERBEDAAN)


BUKAN

MILITER VS SIPIL

(PERBEDAAN)

BEBERAPA alasan Organisasi (Militer) Ketentaraan

 

1. a. Karena, Terbentuk “Negara”

    b. Pembiayaan

    c. Diplomasi Perdamaian Dunia

 

2. KAM di Daerah daerah

 

3. Politisasi (dan Bukan de Politisasi) Kepemimpinan

   

    a. Kedinasan

    b. Tanggung jawab di Peperangan

    c. “Perintah”

 

Numun Bukan dalam rangka Pembentukan suatu Angkatan Perang (= Pertahanan Rakyat – Konstitusi Yang Bukan Hukum “Buatan”)

 

<Jeda

 

Sedangkan “Sipil” ketika berlangsung Perang antara Wilayah. Jaminan “Hak Warga Negara” dalam Keadaan Peperangan (Civil, Utara – Selatan). Beda dengan “Pendudul Bertahan” (= Gerilya di Indonesia. Sejarah kah ?)

 

<Titik

 

Masyarakat pun “Berkemampuan Perang”. Dalam Ajaran Kerakyatan menjadi Sosial Pertahanan (Politik)

 

Dasar

 

1. kemanusiaan

 

2. Kerakyatan (Undang Undang Dasar – Konstitusi)

 

    a. Perang antar Negara (Menguasai)

    b. Penjajahan

    c.Tyranisme

 

3. Revolusi. Kemerdekaan (di) “Tanahnya”

 

<tutup

 

 

 

SELESAI


MENGHORMATI AJARAN DI SUATU “NEGARA”


MENGHORMATI

AJARAN

DI SUATU

“NEGARA”

MUNGKIN India Benuatik (Baca, Geo – Bangsa. Politis). Lalu, India pun “Negara”. Melepaskan Srilanka, Pakistan – Kashmir. Politisasi “Kasta Negeri” (Kahyangan – “Perkampungan”

 

     Kasta bukanlah “Kelas (= Sosialisme) tetapi Persoalan “Ketinggian” Tempat. Pakistan menolak Kasta. Dalam Transisi Pemerintahan, Dibentuk. Kepemimpinan “karena Daratan”. Politik mendirikan “Negara”

 

<Titik

 

 

 

DEMOKRASI, SAKRALISME

     Ada Pemimpin ada Masyarakat ada “Daratan”. Terbentuk lah “Negara” Yang Pakistan

 

1. Tingkat di Atas, Kaya (Berpenidikan. Mampu Biaya “Ilmu”)

 

2. Tingkat Tengah, Militer (= Organisasi suatu “Kaum”. Satria)

 

3. Tingkat Bawah = Politisi

 

     Demokratisasi untuk Pemerintahan “Dipilih Masyarakat” di suatu Daratan …….

 

     Tempat tempat Sakral Para Pemerintahan. Namun, Terdengar Ledakan … ? Berbunyi. “Ter” – Tembak kah ? Mana Sakralisasi Bumi ? Karena dalam Pemilihan tampak Persenjataan  – “Kode kode Operasi” Militer

 

<Jeda

 

Apakah Demokrasi  dengan Persenjataan  … atau karena Kesakralan “Daratannya (Kelahiran) ??? Ketika Masyarakat mulai “Memilih”  Kepemimpinan (= Pelembagaan Kesuciannya)

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


POSTA PEMILIHAN (UMUM)


POSTA

PEMILIHAN

PENGAMATAN

DAN

ANALISA

PEMILIHAN Bukan “Alat’ Individualisme untuk :

 

1. Berkekuasaan

 

2. Perwakilan (untuk “Yang Mengatas namakan”) Rakyat di suatu “Negara”

 

3. Pengusaha pengusaha “Ekonomisasi Uang” Hasil Korupsi

 

Namun Demokratisasi ke Tujuan Kekuasaan Rakyat ……

 

Tidak melalui

 

1. Partai Bentukan “Dagang Suara” Penduduk

 

2. Jual – Beli Kursi (mulai Pendaftaran)

 

3. Intimidasi – Kekerasan, de – Politisasi Sosialisme

 

Samadengan Tiada Pemilihan “dari Rakyat” lagi

 

Kita bicara Pemilihan Didasarkan Nasional Politik “Isme”

 

Hasil Politisasi “Tahapan tahapan” Demokrasi Pembentukan :

 

1. Pemerintahan Yang Sosial

 

2. Parlemen Nasional (= Keanggotaan “Masyarakat Negara”)

 

     Memperjuangkan

      a. Hak hak Sosial

      b. Sosio Ekonomin Nasional – Program program. “Tri Panji Rakyat”

      c. Pertanian – Budaya (Pangannya)

 

3. Masyarakat Sosialisme

 

Logik “Dasar Pencapaian Kehendak” Masyarakat dalam Pemilihan 2009

 

<Jeda

 

Dari “Utopia ke Politik” (Materialisasi) tampak Kemungkinan kemungkinan Berlangsung dari (= setelah) Pemilihan

 

1. “Masyarakat Terbentuk” Politik

 

      Karena,

 

      a. Bertujuan (Baca, Memilih)

      b. Kelas kelas Sosial – Pelaksanaan Haknya

      c. Ada Wilayah wilayah Kependudukannya (Partai)

 

2. Dalam Keadaan Strategik Politik Ekonomi Masyarakat Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat “atas Negara”. Sistim Pemerintahan (= Kenegaraan) menyelenggarakan Kepentingan kepentingan Masyarakat

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 


JANGAN MEMPERSULIT, ‘BUNG !


UNDANG UNDANG PEMILIHAN

“JANGAN

MEMPERSULIT,

‘BUNG !”

PEMILIHAN nanti Terjemahan Demokrasi Moderen. Lebih luas dan Dalam dari Kedaulatan Rakyat. Pelaksanaan Ajaran Kerakyatan.

 

Karena, akan langsung MENUJU KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

 

Tiga Isme jadi Peserta dalam Bentuk Partai partai

 

1. Pro Kemerdekaan (Baca, Nasionalis)

 

2. a. ‘Nasional’

    b. “Kiri”

    c. Sosial (= Sosialisme)

 

3. Isme – Negara (Dasar)

 

Diajukanlah Pencalonan Kepemimpinan “Negara”. Membentuk Pemerintahan Yang Sosial. Calon calon Anggota Parlemen dari Masyarakat. Lalu, Pemerintahan Yang Sosial melaksanakan Program program Rakyat. Dari “Yang Sudah Terpilih”

 

Pemilih “Kependudukan” (= Bahasa) mengacukan Nasional – Wilayah wilayah. Materialisme Falsafati Sosial Kerakyatan Demokrasi = Kemerdekaan suatu “Negara”. Jangan lupa “Semua Memilih”. Dalam Pertahanan juga

 

<Titik

 

Jangan sampai hanya karena Uang (= Oknum oknum, Rekayasa Individualisme) maka rusak terus Demokrasi sekarang

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

 

 

 

Kalau TidakPaham tanyalah saja

Apakah

Penguasa Individual Kapitalis

Cegah

 


POLITISASI KEBEBASAN TIDAK


POLITISASI KEBEBASAN TIDAK
NEO
LIBERALISME (KEKUASAAN)

GEJALA gejala Liberalisasi Ekonomik sekarang Tidak hasil Demokrasi tetapi “Keadaan” Ekonomisasi Perdagangan

1. Pasar Terbuka (Ekonomis)

2. Peredaran Jumlah Keuangan

3. Produksi Dinaikkan (= Laba)

Semula “Kebebasan” di Perekonomian, berdasarkan Sosial Hubungan Demokrasi. Kemerdekaan Tanahnya (Bangsa bangsa) di Dunia

“Tiba tiba” Hukum menyediakan Perlabaan Individualisme …….

Hanya karena Perdagangan Luar Negeri. Bukan dalam Terjemahan Program program “Sosio – Ekonomi Kemakmuran” (= kebutuhan kebutuhan Manusiawi)

<Titik

Dampak Liberalisasi Ekonomik

1. Pemakaian Keuangan Negara

2. Menjadi Neo Liberalisme

a. Pasar (= harga) Bebas
b. Monopolism
c. Kepemilikan Non – Sosial

3. Korupsi

Laba pun Terpolitisasi. Dari Neo Liberalisme jadi Kekuasaan Individual – Kapitalisme. Terjadi lah PERLAWANAN …….

<Titik

SUATU
PERLAWANAN
EKONOMI

Perlawanan salahsatu Bentuk Politik dalam “Kebebasan Rakyat” (= Sosial). Yang Berdasarkan KEMANUSIAAN ….. Kemampuan kemampuan “Manusia menyelenggarakan Sosial” Ekonomi Demokrasi

<Titik

1. a. Perjuangan Kerakyatan – Manusia melaksanakan Keadilan Politiksasi Ekonomi
b. Pemenuhan Pangan dan Kebutuhan kebutuhan Sandang, Barang dan Papan

2. Sosial Hak hak (Baca, “Nasional”) Masyarakat dalam produksi Industrialisme “Negara”

<Titik

Sungguh perlu “Keseimbangan dalam Ekonomisasi”. Keseimbangan Sosial kah ? Politik kah ? Dalam Politik yang dimungkinkan “Keseimbangan Sosial (= Perbuatan” Ekonomi)

1. Keuangan Yang Rasional

2. Nasionalisasi

3. “Berbagi”

4. Pelaksanaan Kerjasama Didasarkan Sosial “Isme” – Politik. Untuk Kemasyarakatan (Masyarakat masyarakat) di Dunia

5. Pilihan Yang Bijak (= Program program)

<Tutup

SELESAI


HAN Sosial :


HUBUNGAN Manusia – kekuasaaan (= Rakyat Yang Miskin) di Tanahnya. Sosial diterjemahkan Politik Utopia ke Politik (Materialisasi) Masyarakat untuk Memperjuangkan (= Pertahanan) Kemanusiaannya di Alam. Dalam Kelas kelas (= Hak hak) Sosial (Baca, Kerakyatan)

Pemikiran rangkaian Kepentingan kepentingan Manusiawi

     1. Untuk Pangannya (Tanam)

     2.Produksi. Kelas Pekerja Masyarakat – Buruh

     3. Keadilan (Rasa) dalam Proses Demokrasi

These – “Alam (di Pikirannya”) “berlangsung di Tanahnya – Bumi” = Sosial

— o0o —

1. a. Dalam Tujuannya (Kerakyatan)

 

2. b. Revolusioner Sikap Juang (Bertahan) Isme – Politik (= Sosialism)

    c. Mem – “Bebas” – kan

 

Beberapa “Kemampuan (Manusiawi”) dari HAN Sosial  Kerakyatan dalam Masyarakat

 

 

 

SELESAI


PEMBENTUKAN NASIONAL KIRI


PEMBENTUKAN NASIONAL – KIRI

 

 

NASIONAL berdasarkan Tanahnya

 

Kesatuan Wilayah wilayah Alam Manusia Sosial (Rakyat yang Berkekuasaan = kedaulatan)

 

Dalam Perbuatan perbuatan Kesatuan :

 

1. Masyarakat/ kemasyarakatan Penduduk

 

2. Pertaian – Budaya Pangan

 

    a. Hubungan Sosial – alam

    b. Kemerdekaan di atas Tanahnya

    c. f : Sosial

 

3. Kenegaraan (Baca, Pemerintahan)

 

Jadi Isme Politik. Membentuk

 

1. Masyarakat Sosialisme

 

2. Demokrasi. Politisasi Negara

 

    a. Masyarakat Politik (Pemilih)

    b. – “Negara” – Ide Sosial

        – Pemerintahan Yang Sosial

        – Kesatuan Federalisme

   c. Parlemen Nasional (= Rakyat)

 

3. Nation dalam Peradaban Manusia Zaman

 

 

 

”   K I R I   “

 

 

Yang Dinamakan “Kiri”

 

1. Kekuasaan Rakyat Miskin (= suatu Tujuannya)

 

2. a. Sosial Kelas kelas (= hak hak)

    b. PEMBEBASAN

    c. Perjuangan Kelas Pekerja Masyarakat (= Buruh)

 

3. Logika (di “dalam) Dialektika. Revolusioner. Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

 

 

— o0o —

 

 

 

Kiri Yang Nasional Membebaskan  Kemanusiaan – Rakyat – Masyarakat

 

Dalam rangkaian Pembebasan

 

1. Manusia dari Pembodohan

 

2. a. Rakyat dari Pemiskinan

    b. Anak anak dari Lapar karena Miskin

    c. Masyarakat dari Penguasaan

 

3. Penghinaan atas Perempuan (= Kaum) Sosialis

 

 

 

Partai Kiri “Organisme Rakyat” . Karena, Kekuasaan (= Rakyat). Nasional – Persatuan di Wilayah wilayah” Kerakyatan” (Anggota anggota) di Masyarakat

 

1. Program program Kepartaian untuk Rakyat

 

2. Hubungan Sosial antara Kemasyarakatan Sosialisme di Dunia

 

3. Anti Kapitalisme

 

Maka tampak Jaringan jaringan Sosial PEMBEBASAN Rakyat …… ! Langsung. Aksi aksi Politik. Ke Tujuannya …

 

 

 

Bentuk bentuk Politik

 

1. Demokrasi ke Tujuan Kekuasaan Rakyat Miskin

 

2. Perjuangan

 

    a. Buruh

    b. Sosial Kelas kelas (Hak hak)

    c. Program program Rakyat (Partai. Tri Panji Rakyat)

 

3. PEMBEBASAN

 

4. Perlawanan Terhadap

 

    a. Kapitalism

    b. – Individualism

        – Liberalism

        – Feodalism

        – Imprialism

        – MIliterism

    c. Tyranik. Pemerintahan Yang Korup. Birokratism

 

5. Hubungan dengan Kelompok kelompok Nasional

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ISME NASIONAL PERS


DEMOKRASI
DAN
(ISME)
NASIONAL
PERS

KEADILAN, berdasarkan Hubungan Sosial antara Manusia – manusia. Bukan Individualisme, menghapuskan Hak hak Sosial

1. a. Jadi “Kekuasaan”.
Lalu,
b. Terbentuk Hukum

2. c. Politisasi “Negara” (= Liberal)

<Jeda

Keadilan “Yang Politik” dalam Pemberitaan Pers = Pelaksanaan Ajaran Kerakyatan

Untuk Kepenitngan kepentingan “masyarakat Negara”

1. Dasar Tujuan “Kekuasaan Rakyat” Miskin (Wings Left)

2. “Keadilan Pangan” untuk Manusia – Sosial

3. ‘Nation’ – Persatuan (= Isme)

4. Membentuk Masyarakat Sosialisme

5. Kelas kelas Sosial (dalam Hak haknya)

a. Revolusioner
b. Membebaskan
c. Demokratik

6. Kemerdekaan

7. Kemasyarakatan dan Persamaan

<Titik

Tanggung jawab Sosial – Kebebasan Pers “untuk Masyarakat”

1. Tidak kepada Negara Hukum “Buatan”

2. Tidak untuk Individualisme – Ekonomik

3. Tidak kepada Penguasaan (atas Masyarakat)

Isme Politis dalam Tahapan tahapan Nasional Pers di Negara

1. a. Rasional
b. Yang Logik

2. Memperjuangkan Kebenaran Tujuan Rakyat

<Tutup

SEKIAN