Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

DIMISKINKAN, MEMBENTUK “NASIONAL”


DIMISKINKAN

MEMBENTUK

KELOMPOK KELOMPOK NASIONAL

 

SAMA dengan Pembodohan- Kebodohan atas Manusia. Sebab, DIMISKINKAN. Melupa … (= Bodoh kah ?) Tampak di Kedirian Politisi, yang semula Berawal Juang Menjadi Pasrah karena Miskin Harta – Uang

 

1. Tertekan Sulit mencari Uang tidak mampu Berhutang

 

2. Membagi dua Perbuatan :

 

    a. – Ekonomisasi

        – Berdagang

    b. Politis

 

3. Menyerah. Politik Ditinggalkan

 

Kami (Pembebas) MUAK melihat Politikus politikus Muda Cari Uang dari Berpolitik

 

    Uang Recehan dalam

 

   – Money Laundry dalam Hutang LN atau Rekayasa – Isu Perdagangan Asset

   – Perdukunan Internasional Ekonomis, sampai dengan

   – Money Politics Para Politikus Tua Kotoryang Tidak Bermoral

 

<Titik

 

Tidak mungkin Kita “Memiliki” Keuangan Dicetak ‘Neg’. Masyarakat pun sedang dalam Pemiskinan pula. Sampai Tidak Makan … dll, dsb, dst. Wajarlah semampu Kita cari rejeki juga selalu. Namun Politik tetap Memperjuangkan Kekuasan Rakyat Miskin.

 

Kemenangan Rakyat karena Berkuasa, Masyarakat akan Sejahtera dalam Tahapan tahapan “Hasil Kemakmuran”  Kita Diperlakukan Adil – Manusiawi – Sama.

 

1. Tersedia Pangan Tidak lagi Dibeli

 

2. Mendapatkan Kewenangan kewenangan (Baca, Hak sahk Sosial) Politik Sosio Ekonomik Bermasyarakat

 

3. Jaminan Keuangan (“Negara” -Sosial) UpahLayak untuk Buruh Nasional

 

<Titik

 

Kedlompok kelompok Nasional Terpolitisasi jadi Basis basis Sosialisme. Bukan hanya Konstituen. Pemilih Yang Sadar. Berpolitik membentuk Persatuan Rakyat di Masyarakat. Didasarkan

 

1. Kerakyatan (Ajaran Sosial)

 

2. Isme – Politik

 

3. Nasional – Wilayah wilayah

 

<Tutup

 

 

Komentar ditutup.