Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Oktober, 2007

PENYIMPANGAN KENEGARAAN – AJARAN


PENYIMPANGAN KENEGARAAN

DARI

AJARAN KERAKYATAN

 

1. PEMISAHAN Rakyat – Masyarakat ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Demokrasi (Penafsiran, Teoritis) menjadi “Alat” ;

     b. Hubungan Kekuasaan dengan suatu ‘Negara’ ;

     c. Isme – kapitalisme Terhadap Masyarakat ;

 

2. Rakyat (Tanpa Masyarakat) bukan Kependudukan ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Menempatkan Kerakyatan di Oposisi (Politik) ;

     b. Administrasi Pelaksanaan dari Kedaulatan ‘Negara’ ;

     c. Hukum atas Kependudukan (= Membatasi) ;

 

3. Pemerintahan Beda – Rakyat dan Masyarakat ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Rakyat Tanpa Kedaulatan ;

     b. Kekuasaan (Pemerintahan) Negara ;

     c. Penjajahan ;

 

<Jeda

 

Dampak (kah ?), Dibuat. Perlawanan … !

 

1. Dua gerak Politis, Berbenturan

 

    a. Kebebasan (gerak) di ‘Negara’ ;

    b. Politisasi ‘atas Negara’ ;

 

2. c. Berlanjut dengan Pertukaran (= “Daerah”) ;

 

3. Mempersiapkan “Demokrasi Negara” – Kerakyatan ;

 

<Titik

 

Mengakibatkan,

 

Kerakyatan dalam Masyarakat (baca, Penduduk) melaksanakan “Program program Politik Bertujuan”.

 

Dibentuk,

 

1. Nasional – demokrasi (Parlemen) ;

 

    a. Kesatuan – Federalisme (Wilayah wilayah) ;

    b.  Parlemen Nasional :

 

         – Keanggotaan ;

         – Bukan Kelembagaan Negara (karena Kerakyatan !) ;

         – Kepartaian (Masyarakat, Perwakilan) ;

 

     c. ‘Negara’- Ide (Konsep) ;

 

2. Masyarakat Politik (Pemilihan) ;

 

3. Pemerintahan Sosial – Ekonomik ;

 

Dasar Kedaulatan Rakyat (Tegas Bukan Hukum ‘dalam Negara’) untuk Kemanusiaan.

 

<Tutup

 

SEKIAN

 

 

 

 

3.


MILITERISME – KEKUASAAN


MILITERISME – KEKUASAAN

_______________________

 

(Pembebas)

 

BETAPA angkuh Militerisme “Ketika” Berkuasa. Ternyata di Dunia ADA Mereka … ! Menyeramkan. Klik klik Individual dalam Militer (= Organisasi Ketentaraan).

 

     Tahapan tahapan (dasar)

 

     1. Niat ;

 

     2. Perbuatan perbuatan, yang Terlaksanakan

 

         a. Rancangan ;

         b. Menetapkan Daerah daerah “Tempur” ;

         c. Komando ;

 

     3. Penyerangan ;

 

     Dipergunakanlah

 

     1. ‘Perintah’ ;

 

     2. Pasukan pasukan (= Tentara) ;

 

     3. Senjata ;

 

     Tiga Keadaan (= ‘Ada’)

 

     1. Ada Perintah perintah “Pusat” ke Vertikal ;

 

     2. maka, ada “Peperangan”, berlangsung

 

     3. Ada Ketaatan (= Organisasi)

 

Menembaki karena Bersenjata, melukai dan membunuhi. Disertai Pemukulan, bisa ada Pelecehan atas Perempuan, Penyiksaan. Menguasai Wilayah wilayah (Setempat).

 

     Lalu, Menang atas Rakyat. Di … Dunia !

 

Organisasi, Militerisme – Berbeda. Tetapi, jadi samar. Untuk apa Hasil Perbuatan perbuatan Mereka selalu ? Nyaris Rakyat – Tentara berbeda dalam Tujuan Kekuasaan.

 

     Suatu Kekuasaan Rakyat …

 

Dua Kekuasaan di Dunia. Dalam Wilayah wilayah berhubungan dengan Rakyat (Ajaran). Mungkinkah Kekuasaan ke Tiga ?

 

     1. Kekuasaan Anti – Kerakyatan ;

 

     2. Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

          a. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat ;

          b. Jika ada, ‘Negara’ – Ide Sosial ;

          c. Pemerintahan (Bentukan) demokrasi ;

 

     3. Kekuasaan “Pemerintahan” Militerisme di Dunia ;

 

— o0o —

 

Beberapa alasan Militer memakai Persenjataan Dibeli (Rakyat)

 

     1. Melindungi Rakyat ;

 

     2. (Rancangan) HAN Sosial

 

         a. Pertahanan ;

         b. Melawan

             Musuh, yang telah DITETAPKAN

             BERSAMA ;

         c. KAM untuk Masyarakat ;

 

     3. Ikut Perjuangan Anti Penguasaan Tyranisme Penjajahan

 

 

 

SELESAI

  


SOSIALISME & BEBERAPA KEADAAN


SOSIALISME

DAN

 BEBERAPA KEADAAN

 

PERTENTANGAN Isme isme menempatkan Sosialisme di “Keadaan”. Dalam hubungan antara Manusia – kerakyatan dan Alamnya. Suatu Thesiskal Alam. Dari utopia ke Politik (Materialisasi). Membentuk Isme – Sosial Masyarakat.

 

Logika (Kausalitas), yang Bertahap. Revolusioner ! Menuju Kekuasaan Rakyat dalam Masyarakat masyarakat.

 

1. “Nation” ;

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

    a. Parlemen Nasional, Kesatuan Federalisme ;

    b. Demokrasi

  

        –  i. Pemerintahan Sosial (Pemilihan) ;

           ii. maka, ada ‘Negara’ – Ide Sosial ;

        – Program program Ekonomisasi Sosialisme ;

 

    c. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

3. Keadaan (atau, Politik) ;

 

Dari hubungan Keadaan (= Tiga) Politisasi, terjadi Proses Kemanusiaan – dialektis. Di Dunia. Dari Sebab ke Akibat. Terlaksana Hasil hasil Sosial.

 

1. Materialisasi Politik, yang Berkelanjutan (kekuasaan Rakyat Miskin) ;

 

2. Kemampuan kemampuan Batini (Nilai nilai) ;

 

3. Ekonomik Sosial – Isme Nasional ;

 

<Titik

 

MATERIALISME SOSIAL

 

Kebenaran Tujuan Politik menguraikan Pemikiran (Akal) Manusia (beda Terjemahan Ilmiah Pengetahuan Teoritis). Bagai Pertapa sedang merenungi Perbuatan perbuatan nanti.

 

Kebendaan Terpolitisasi (Falsafati), berdasarkan Tujuannya. Mengadakan Kebutuhan kebutuhannya (Manusiawi).

 

Tidak mungkin ada Materialisasi – Politik tanpa Logika – Utopia. Materi – Alam, yang ‘Dibuat’, membentuk, gerak – “Jadi” (= Sesuatu).

 

<Jeda

 

1. Terjalin Sosial – Kemanusiaan – Alam ;

 

2. Teratur. Dalam Logika (Rahasia) ;

 

3. Terbentuk Masyarakat Politik (Demokrasi) ;

 

— o0o —

 

Individualisme bukanlah Masyarakat. Tetapi, Ciptaan Kapitalisme.

 

1. Menguasai Kebutuhan kebutuhan Manusia ;

 

2. Menguasai, jadi Penguasaan – Kuasa (= Berkekuasaan) ;

 

3. Menguasai Wilayah wilayah (Alam ;

 

Sosial, Individualisme berbeda. Masyarakat akan selalu dihancurkan. Dengan Politik Ekonomik. Tetapi, yakinlah Tetap saling memusnahkan juga … ! Karena, beda.

 

Sehingga, ketiga “ADA” (= Keadaan. Di awal pembicaraan kita. Ingat kah ?), berlangsung “Nation” – Kesatuan – Pertanian, mempersiapkan “Keadaan” Sosial pula. Kemanusiaan, Sosial – Isme Nasional.

 

Terbentuk lah Masyarakat Berpemerintahan

 

1. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat ;

 

2. Untuk Kemakmuran Dunia ;

 

3. Hubungan Kemasyarakatan Internasional ;

 

4. ‘Negara’ – Ide Sosial ;

 

5. Ekonomisasi Rasional – Alam ;

 

<Titik

 

Dari uraian di atas, terhubungkan Alam dengan Keadaan. Politik dalam suatu Wilayah wilayah. Berdasarkan Logika These – Alamnya (Anti These kah). Pemikirannya atas Alam untuk Bermasyarakat (Kelahiran, Persaudaraan – Keluarga).

 

1. a. Wilayah wilayah Kependudukan (Pemukiman) Manusia ;

    b. Wilayah wilayah Pertanian Budaya – Pangan ;

    c. Wilayah wilayah Ekonomisasinya (Kebutuhan kebutuhan) ;

 

2. Tempat (Asal). Kelahiran ;

 

3. Daerah daerah Pemerintahan terbentuk Masyarakat Sosialisme ;

 

<Titik

 

 

 

SELESAI

       


RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA


RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA

 

PEMBEBASAN

 

ALAM, Sosialisme Terpolitisasi (untuk) Kekuasaan Rakyat. Atas Dasar ‘Kemanusiaan’ Sosial (di) Dunia.

 

1. Kerakyatan dalam Masyarakat ;

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah ;

 

    a. – Nasional ;

        – Kesatuan Federalisme ;

        – Demokrasi ;

    b. Lingkungan ;

    c. Tempat (Asal) Kelahiran ;

 

3. Pangan ;

 

4. Hubungan Kemasyarakatan Sosialisme Internasional ;

 

    a. Program program Ekonomisasi ;

    b. Perjuangan Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh) ;

    c. Perdagangan Tradisional (Barterisasi) ;

 

5. Tanah, Hak Sosial ;

 

Membentuk Masyarakat masyarakat Sosialisme di seluruh Dunia.

 

<Tunda – Titik – Jeda

 

1. a. Sosial Kiri – Nasional dan Kepartaian ;

    b. Kelompok kelompok (Pro) Nasional – Setempat ;

         – Kebenaran ;

         – Progresif, Militansi ke Tujuannya ;

         – Bersama. Pertahanan, Kehati hatian ;

            Mengapa ? Karena,

 

2. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Berlawan, dalam Tahapan tahapan Politik (= Keadaan) dan atau Aksi aksi Massa, yang dipersiapkan.

 

1. Suatu Pemikiran ke Tujuannya (Nilai nilai) ;

 

    a. Ajaran (Tertutup)

    b. Utopis ;

    c. Tanpa Pertukaran Keluar (Hati hati) ;

 

2. Isme Sosial (Setempat) ;

 

3. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Jadi Perlawanan dari Kelompok kelompok Perjuangan Rakyat

 

1. Melawan ;

 

2. Membebaskan

 

     a. Manusia dari Pembodohan ;

     b. Rakyat dari Pemiskinan ;

     c. Masyarakat dari Penguasaan ;

     d. Anak anak Miskin Kelaparan di Dunia ;

     e. Kehinaan Perempuan Sosialis ;

 

3. Menghancurkan

 

     a. Meruntuhkan

          – Penguasaan ;

          – Pemerintahan Yang Korup ;

          – Imperialistik ;

      b. Menjatuhkan Kuasa Isme – Individual ;

      c. Menumbangkan Kekuasaan Kapitalisme

           – (di) Negara ;

           – Ekonomi, Keuangan, Industri ;

           – Politik

 

<Titik

 

ISME – NASIONAL POLITIK

 

Dilaksanakan karena Nasional – Wilayah wilayah (Alam). Melalui Politisasi Utopia (Materialisasi)

 

1. Masyarakat Berkedaulatan Rakyat ;

 

     a. Demokrasi ;

     b. Pemilihan ;

     c. Kepartaian ;

 

2. ‘Nation’ – Peradaban Dunia ;

 

3. Sosialisme Ekonomik (antar Masyarakat) ;

 

4. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

5. “Neg” – Ide Sosial ;

 

    a. Politisasi Kepentingan kepentingan Masyarakat (di Negara) ;

    b. Kependudukan ;

    c. Nasionalisasi Industri Kenegaraan ;

 

— o0o —

 

KEBARUAN ZAMAN MANUSIA

 

 Bukan Isu di Kenyataan atau sekedar Mem – “baru” – kan Zaman.

 

     Tetapi, karena

 

1. Telah diperbodoh Manusia ;

 

2. Pemiskinan atas Rakyat (Anti – Sosial) ;

 

3. Menghina Perempuan (Ibu, Kesucian) Sosialisme ;

 

4. Penguasaan atas Masyarakat ;

 

5. Sampai dibiarkan Kelaparan ;

 

Dengan cara cara

 

1. ‘Menguasai’ Kebutuhan kebutuhannya (= Manusia) ;

 

2. Kepemilikan atas Tanahnya sehingga Tiada Hak Sosial ;

 

    a. Kehilangan Lahan lahan Tani (Pangan) ;

    b. Rusak Sumber Alam ;

    c. Tanpa ‘Daerah’ Kelahiran ;

 

3. Politik Kekuasaan Anti – Rakyat

 

<Titik

 

Di beberapa Wilayah Bumi Terjadi (bentuk bentuk Politik)

 

1. Pengkhianatan atas Kemanusiaan ;

 

2. Penghancuran ‘Nation’ (= Kebangsaan ?) ;

 

3. Dibantai, melalui Peperangan ;

 

Nyaris lah Tiada lagi Hak hak Politik Kemanusiaan Tujuan Kekuasaan Rakyat di Dunia.

 

<Titik

 

Tiga Dasar :

 

1. Kemanusiaannnya ;

 

2. Zaman (Alam, Kesemestaan) ;

 

3. Kebaruan ;

 

Kebaruan Zaman dari These – Alam Hubungan – Kemanusiaan.

 

1. Manusia, Kerakyatannya (Politik) ;

 

2. Berpikir

 

     a.Logika Kausalitas Dialektika ;

     b. Alam (dalam Pikirannya) ;

     c. Re – evolusi ;

 

3. Hubungan – kebaruan Zamannya ;

 

Tampak dalam Perbuatan perbuatannya (Kemanusiaan)

 

1. Sosial – Politisasi Tujuannya ;

 

2. Keadilannya ;

 

3. Penerapan Ilmu Pengetahuannya (Alam) Teknologik ;

 

4. Pertaniannya ;

 

5. Rangkaian Pembebasan di Duniannya ;

 

6. HAN ;

 

7. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

 

<Titik

 

 

 

SELESAI

 

 

 

 


PERLAWANAN SOSIAL (BEBAS)


 JUDUL

——

 

 

 

PERLAWANAN SOSIAL. ‘BEBAS’

TERHADAP

POLITIK EKONOMISASI PERMODALAN

 

 

 

POLITISASI

————–

 

Menyiapkan

Keadaan Politik Anti Kapitalis

di ‘Negara’ – Ide Sosial

 

 

 

STRATEGIK

————–

 

Pembatalan Hukum Ekonomisasi

Modal

Individualisme – Keuangan

 

1. Hukum Tanah Jaminan

 

    Bentuk : Penguasaan

 

 

2. Hukum Tanam Modal

 

    Bentuk : Kapitalism

 

 

3. Hukum Perbankan (Kepemilikan)

 

     Bentuk : (= Psikis. Dampak) Korupsi

 

 

 

<Tunda

 

 

 

PERLAWANAN SOSIAL. ‘BEBAS’

TERHADAP

POLITIK EKONOMISASI PERMODALAN

 

 

 

PERANG Keuangan, yang dicanangkan Individualisme (Sepihak. Hukum atasnama Nasional) berdampak Ekonomisasi Tidak Rasional.

 

     Mengacaukan Keuangan Dicetak.

 

Terbebankan suatu Pembayaran dalam Nasional Produksi. Karena, Kapitalisme berlangsung atas Permodalan Uang selama Pelunasan Ekonomik Non – Transaktif dari Pemeritahan suatu Negara.

 

     Masyarakat pun tidak akan pernah dalam Proses Ekonomi Uang Kenegaraan.

 

<Jeda

 

1. Hukum  Individual atas Tanah – Jaminan ;

 

2. Hukum Tanam Modal (Industrialis) ke dalam Bentuk Keputusan keputusan Pelaksanaan Strukturalisme Keuangan Govremental Administrasi ;

 

3. Hukum atas Perbankan (suatu ‘Kepemilikan’) ;

 

— o0o —

 

Bahasan sementara Bukan Solutif namun Politis Balik. Berdasarkan Tujuan Kerakyatan sedang Terlaksana. Utopia ke Politik (Materialisasi).

 

     Dengan suatu alasan Politisasi keuangan.

 

1. Keseimbangan Rancangan Keuangan

 

2. Berkeadilan

 

3. Keuangan Rasional (Politik)

 

Mengungkapkan Keadaan Terambangkan. Tidak Sosialisme ! Lama … Berlangsung Pertempuran pertempuran di Ekonomisasi Politik Dunia.

 

1. Politil

 

2. Parlemen

 

    a. Fungsi

 

        – Kepartaian

        – Sosial Masyarakat Pengawasan

        – Keuangan

 

     b. Legislatif Bukan Kelembagaan Pembuat Hukum

 

      c. Keanggotaan Hasil Pemilihan

 

3. Demokrasi Bentuk Pemerintahan

 

— o0o —

 

 

 

HUBUNGAN POLITIK – KEUANGAN

 

1. Sumber Keuangan Masyarakat

 

2. Rasional

 

    a. Nasionalisasi

   

    b. Hapus Hutang hutang Luar Negeri 

 

     c. Tabungan

 

3. Sosio Perdagangan Kenegaraan

 

Terpolitisasi Dermokratik dalam Kemasyarakatan melalui

 

1. Pemerintahan ‘Negara’ – Sosial

 

2. Pembentukan Masyarakat Industri

 

    a. Perlindungan Sumber Alam

 

    b. Lingkungan Industri – Sosial

 

        – Perdagangan Tradisi Sosialisme Internasional (Barterisasi)

        – Pembagian Laba dengan Masyarakat (Kelas Buruh)

        – Nasionalisasi Industri/Pertambangan

 

     c. Menuntaskan Ekonomi Program program Sosial – Ekonomi Nasional yang Tertunda

 

3. Pertukaran Politik Ekonomi

 

— o0o —

 

Pembicaraan kita Politis. Mempersiapkan

 

1. Demokratisasi Ekonomi Keuangan

 

2. de – Politisasi Keuangan Negara untuk Permodalan Individualisme (= Kapitalis)

 

     a. Industri

     b. Pertambangan

     c. Perdagangan

     d. Perbankan

     e. Anggaran

 

3. Hubungan Kemasyarakatan Sosialisme Dunia

 

Setelah beberapa Masa dalam Penghancuran Sosialisme

 

1. Rennaissance (Keluhuran). Diadu dengan Pengatahuan – Ilmiah ;

 

2. Semasa Mesin ke Teknologi. Tertindas Kelas Buruh Masyarakat ;

 

3. Posta Jaman Moderen. Diperangi suatu Negara (buatan kah ?)

 

Bagaimana mungkin Dasar – Filosofis – Tujuan Pendirian Negara semula karena Sosialisme … tiba tiba lain ?

 

Sehingga, permodalan, yang diciptakan dalam Proses Kekuasaan jadi Penyekat kini sudah merupakan Bagian Ekonomisasi Keuangan.

 

Wajarlah pula Kita mengembalikan Arah Berdasarkan Kerakyatan Dilaksanakan dalam Sosialisme Menuju suatu Kekuasaan Rakyat.

 

<Jeda

 

Karena, Politis (= Tulisan), Diperjuangkan Pembatalan Ekonomisasi Hukum Modal atas Uang Negara, berlanjut Demokrasi dan Reaktif.

 

<Tutup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


N E G A R A


BUKAN Ciptaan Nafsu Penguasaan tetapi

KARENA

 

1. Ada Masyarakat Sosial

 

2. Hubungan dengan Politik

 

     a. Demokrasi

     b. Kemerdekaan

     c. Keadilan

 

3. (Berlangsung) Pemerintahan

 

Terlaksana

 

1. Kenegaraan (Govermental, Administrasi)

 

2. Ekonomisasi

 

     a. Keuangan

     b. Nasional – Industrialisme

 

          – Bahan bahan Baku

          – Produksi

          – Tenaga tenaga Kerja

 

          Untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Masyarakat

 

      c. Perdagangan

 

3. Pertanian

 

Lalu, jadi ‘Negara’ – Ide Sosial berdasarkan

 

1. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat

 

2. ‘Nation’

 

3. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

     a. Masyarakat

     b. Federalisme, Pemerintahan pemerintahan di Daerah

     c. Penduduk (Warga Negara)

 

4. Pertanian – Budaya Pangan

 

5. Sosio – Kemasyarakatan Ekonomik

 

<jeda

 

Terpolitisasi Tujuan Kekuasaan Rakyat Miskin

 

1. Logika Kausalitas Dialektika

 

2. Revolusioner

 

3. Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

Melalui

 

1. Membebaskan Rakyat dari Pemiskinan

 

2. Persatuan Kepartaian Rakyat

 

     a. Parlemen Nasional (bentuk)

     b. Pemilih

     c. Pemerintahan Yang Demokratik

 

3. Masyarakat Sosialisme

 

‘Keadaan Politisasi’ (= Sistim) antara Masyarakat, Pemerintahan – Negara, Terjalin dalam dua Kerja Negara Politik

 

1. Demokrasi

 

    a. Hak Dipilih (Azasi)

    b. Keanggotaan (Masyarakat) di Parlemen

    c. Pemilihan

 

2. Pemerintahan dibentuk Masyarakat

 

Melaksanakan rangkaian Kepentingan kepentingan Masyarakat dalam Tahapan tahapan Politik

 

Berakibat (Logik)

 

1. Bukan ‘Kekuasaan Negara’ (= Machststaats)

 

2. Pemilihan

 

3. Terbatasi (Waktu) Pemerintahan Negara

 

Maka Negara bukan suatu Penguasaan atas Masyarakat karena Pemerintahan ‘Bentuk’ (Partai)

 

SELESAI

 

 


NUSANTARA TANPA PERBATASAN


NUSANTARA

TANPA

PERBATASAN

 

DEMOKRASI ada di Masyarakat. Namun ketika jadi Berbatas Wilayah wilayah Politik

 

maka

 

1. Kedaulatan lenyap di suatu Tempat

 

2. Kecurigaan Dasar Politik

 

3. Pembentukan kembali Hak hak Sosial masing masing

 

Alasan alasan Perpecahan Masyarakat

 

1. Imperialisme (Kuno)

 

2. (Neo) Liberalisme

 

3. Militerisme (Nafsu)

 

Memang tanpa Kejadian Masalah masalah di atas, Demokrasi akan tetap dalam Masyarakat Kesatuan – Wilayah, Falsafati – Tujuan

 

Setelah terjadi Pemisahan, Tahapan tahapan Politik ke arah Ekonomik

 

Tampak Penyebab Demokrasi berhenti di balik Terbedakan satu ‘Kemasyarakatan di Dalam’

 

Yaitu, Proses Kapitalisme – Dunia

 

1. Alam, Rancangan (Kepemilikan)

 

2. Daerah daerah Kapitalisme Penghukuman Ekonomi (Adat) di Tempat tempat ‘Politis Baru’

 

3. Pengendalian KAM Sosial Negara ‘bentukan’ (Devide et-Impera)

 

o0o

 

Mengapa Thema Penulisan kini diungkapkan ?

 

o0o

 

Utopia, Terpolitisasi – Membentuk Materialisasi ke Tujuan. Dalam rangkaian Cara cara Demokratik.

 

Melalui These – Alam sehingga berlangsung suatu Kekuasaan Rakyat. Nasional Kesatuan – Wilayah wilayah di Dunia

 

Pemerintah pemerintah tetap berada di dalam Masyarakat (Politik)

 

1. Logik

 

2. a. Rasa

    b. Falsafati

    c. Batini

 

3. Aturan aturan Sosial

 

Melaksanakan Kerakyatan – Sosial Manusia

 

1. Kedaulatan Rakyat dalam Materialisme Sosial – Ekonomik

 

2. Pangan, Budaya – Pangan

 

3. Industrialisme – Politik

 

   a. Sumber sumber Alam untuk Produksi

   b. Penyediaan Barang barang Kebutuhan Masyarakat

   c. Kerja Buruh (Kelas)

 

Utopia dalam Politisasi Wilayah wilayah Kemasyarakatan Dunia

 

o0o

 

Dari Nusantara (= bahasa) ke – “Luar” tiada Batas batas ‘Negara’ – Ide (Konsep)

 

Suatu Demokrasi Masyarakat berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Alam

 

1. Membentuk Kemasyarakatan – Politis Nasional Isme – Sosial

 

2. Politisasi Sosial – Alam

 

3. Hubungan antara Masyarakat masyarakat Sosialisme Internasional

 

Dalam rangka untuk HAN (agar dibaca KETAHANAN !) Proses Kemanusiaan. Membebaskan dari Kemiskinan Ekonomik akibat Penyiksaan Musuhnya

 

 

 

SEKIAN

 


FALSAFATI MEMBEBASKAN


FALSAFATI

 (MEMBEBASKAN)

 SUATU TUJUAN POLITIK

 

<titik

 

KEMANUSIAAN

 

1. Berpikir. Kebaruan Zaman Manusia

 

a. Logika (Kausalitas) Dialektika

b. Batini

c. Re-evolusi (Manusiawi)

 

2. Membebaskan Rakyat dari Pemiskinan

 

3. Alam

 

a. Hubungan Manusia – Alam

b. These – “Alam (di Pikiran”)

c. Pertanian – Budaya Pangan

 

<titik

 

KERAKYATAN

 

1. Kekuasaan Rakyat Miskin

 

2.

 

a. Ajaran

b. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat

c. Partai

 

3. Nation

 

<titik

 

POLITIK :  UTOPIA KE POLITIK (MATERIALISASI)

 

1. Bertujuan

 

2. Dasar Kerakyatan (Ajaran

 

3. Membentuk

 

a. Masyarakat Sosialisme

b. Masyarakat (bentukan) Politik

c. Kependudukan – Mukim (Komunal)

 

4. Nasional – Wilayah wilayah

 

5. HAN

 

Melalui

 

1. Kepartaian

 

2. Demokrasi

 

a. Pemilihan

b. Membentuk Parlemen

c. Theoritikal Ilmiah (= Ilmu Pengetahuan) Politis

 

3. Politisasi

 

Demokrasi dan Pemilihan

 

1. Perwakilan Sosialisme Teoritikal Politis

 

2. Massa Aksi – Massa

 

3. Program program (Taktis)

 

<jeda

 

POLITISASI

 

1. Ideologi

 

a. Anti Kapitalisme

b. Politik (AKsi) Massa

 c. Isme – Sosial HAN

 

2. Demokrasi

 

a. Perlawanan yang Resmi

b. Pemilihan

c. Bentuk Parlemen Nasional

 

3. Politik Sosio – Ekonomik

 

a. Penyediaan Kebutuhan kebutuhan

b. Kelas Pekerja – Buruh

c. Keuangan

 

    – Rasionalism

    – Penghapusan Hutang hutang Luar Negeri

    – Pengawasan

d. Nasionalisasi Industri Pertambangan

e. Perdagangan Tradisional (Barterisasi)

 

4. Pemerintahan

 

a. Pemerintahan Yang Demokrasi

b. Kesatuan Federalisme

c. “Negara” – Ide Sosial

 

5. Dunia

 

a. Sosial

b. Kebangsaan Proses Masyarakat

c. Perdamaian

 

<titik

 

Tampak lah dari uraian kami di atas

 

1. Tujuan “Kekuasaan Rakyat”

 

2. Pembebas Berpolitik

 

Didasarkan

 

a. Filsafati Logika Kausalitas dalam Dialektika

b. Utopia ke Politik (Materialisasi)

c. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat

 

MEMBEBASKAN

a. Manusia dari Pembodohan

b. Rakyat dari Pemiskinan

c. Anak dari Kelaparan

d. Penghinaan atas Perempuan (= Kaum) Sosialis

 e. Penindasan Tyranisme di seluruh Dunia

 

“Kebaruan Zaman” Manusia. Berpikir. Logika Kausalitas Dialektika

 

a. Kemanusiaan – pemikirannya, Alam

b. Kerakyatan “Manusia – Politik”

c. Sosial, Pertanian – Budaya Pangan (Manusiawi)

 

Dibentuklah

 

a. Masyarakat Sosialisme

b. Nasional – Wilayah wilayah

c. Suatu Hubungan Kemasyarakatan Sosialis Dunia

 

3. Politisasi

 

Karena, Bertujuan Kekuasaan Rakyat Miskin TERJADI Partai “NASIONAL – KIRI”. Sosial Materialisasi Demokrasi. Mempersiapkan

 

1. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat di Masyarakat (= Pemilih)

 

2. Keanggotaan Rakyat dalam

 

a. Parlemen Yang Nasional

b. Perwakilan Daerah daerah “Negara” Sosial

c. Kelembagaan Politik Legislatif

 

3. Kepemimpinan dalam Masyarakata atas Pengesahan (Konstituen Partai = Suara Kertas Pemilih) Rakyat.

Dalam suatu Pemilihan. Menganuti Kesatuan – Wilayah wilayah. Sosial Kemasyarakatan Penduduk (Tempat, Warga)

 

Hak – Pilih akan mengacukan Masyarakat Hasil Politik

 

Dasar Kemanusiaan Sosial Terpolitisasi jadi Program program

 

1. Sosio – Kerakyatan (= Partai)

 

               Bentuk : “TRI – PANJI RAKYAT”

 

2. Ideologik, Isme – Sosial

 

               Bentuk : Kelas Pekerja – Buruh

 

3. Sosialisme Politik Ekonomik Keuangan

 

               Bentuk : Sosial Ekonomisasi (Pemerintahan)

 

<selesai

 

— o0o —

 

Nasional Isme Sosial Tuntut  Demokrasi “Persatuan Rakyat”. Dilaksanakan. pembebas mengajukan Politisasi Ilmiah Theoritis Pembentukan Kelompok kelompok Masyarakat BERPOLITIK

 

Yakni Kelompok kelompok Nasional Politis di “Negara” – Ide (= Konsep) Sosial

 

<tutup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


POLITIK AKSI MASSA


PEMILIHAN

&

POLITIK AKSI MASSA

 

AKSI  aksi Massa berasal dari Sosial Tidak Individualisme

 

<tunda

 

Massa Aksi Nasional, Bertujuan. Tetapi, Mengapa Militerisme Tidak Setuju juga ?

 

DEMONSTRASI

 

Lalu, Dilarang. Dalam Kesepakatan Politis menjadi ‘hanya’ Demonstrasi (Tuntutan)

 

Selama Bukan yang Terkena ‘Negara Hasil Kemerdekaan (= Perang), maka Sah Aksi

 

1. Menjadi Bahan bahan Politik

 

2. a. Tanpa Pembicaraan Ideologik

 

    b. Dinyatakan Kompromis terjadi (Lho ?)

 

    c. Legislatif Kelembagaan Tanpa Fungsi Parlemen

 

3. Kepemimpinan, yang mungkin Berlangsung, Diperjuangkan lagi untuk ‘Pengesahan’ Dasar Batini Massa ju7a

 

Sungguh tidak demikian saja Kehendak Politik Massa. Bukan karena Pengamanan. Keadaan Politis tidak ke Tujuan Kita

 

1. Pembodohan

 

2. Nisbi (= Ketergantungan) Waktu Juang Partai

 

3. Terjadi Hukum

 

<titik

 

PARTAI

& AKSI MASSA

DI PEMILIHAN

 

Wilayah wilayah akan Terpolitisasi. Pengerahan Massa (baca. Ideologi) Memilih, Terarah. Demonstrasi – Agitatif – Kampanye

 

1. Rasional. Mengajukan (Edukasi)

 

2. Terbuka

 

3. Berbicara dan Dialogik

 

4. Terbentuk

 

5. Militansi. Jaringan jaringan Kemasyarakatan. Progresif

 

Kemauan, Niat – Perbuatan didasarkan karena Cara cara Dialektika – Pikiran, melaksanakan Nasional Revolusioner Partai

 

<titik

 

HASIL DARI PEMILIHAN

 

1. Parlemen Nasional akan Terbentuk

 

     a. Keanggotaan Rakyat (= partai)

 

     b. Nasional – Wilayah wilayah

 

3. c. Masyarakat bentukan Politik

 

<titik

 

1. Pembebasan

 

     a. Kebodohan

 

     b. Kemiskinan, yang Disengaja

 

     c. Hinaan

 

2. Membebaskan Rakyat yang Miskin

 

3. Kebebasan Isme – Sosial

 

<jeda

 

Bagaimanakah Keputusan Aksi Massa ?

 

KEPUTUSAN

KEPUTUSAN :

 

1. Berthema Politik

 

    a. Kerakyatan. Tujuan Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

    b. Kemasyarakatan

 

    c. Kepartaian. Sosial, Politik, Ekonomi. Kepemimpinan

 

2. Rasional. Dalam rangka Pemerintahan (Sementara)

 

3. Tetap. Waktu These – Alam (Materialisasi)

 

     a. Nasional

 

     b. ‘Nation’, Pembentukan (Kebangsaan)

 

     c. Hub Internasional

 

Dalam Aksi, “Ya !” Mampu Terjadi Keputusan berdasarkan

 

1. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat

 

2. Tujuan Aksi Massa. Suatu Kekuasaan Rakyat Yang Miskin

 

3. These – Alam Aksi

 

     a. Tempat jadi Keadaan

 

    b. Berbuat. Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

    c. Ada Pengorbanan Diri

 

Dalam Materialisme pun  Pemilihan bisa jadi ‘Alat dari’ yang Dituju. Rakyat Berbalik. Untuk Menghancurkan ‘Kekuasaan Pemimpin’ (Hasil)

 

Mungkin karena ‘Keputusan Massa’ Politik

 

Selesai

 

1. Melalui Sosial

 

2. Melalui Politik

 

     a. Suatu Pertarungan (Jebakan !)

 

     b. Politisasi

 

     c. Tragedi. Diarahkan ke “Peng – Korban – an’ !

 

3. Melalui Isme

 

Ketika Kita sedang Mempersiapkan Kausalitas dalam Dialektika. Bahwa Kepartaian Bukan Pemerintahan di ‘Negara. – Ide (karena masih Konsep)

 

Tutup

 


KASUS NEGARA VS ISME MILITER


KASUS

NEGARA VS ISME

MILITER

 

(Tidak Rakyat – Tentara)

 

IDE ‘Negara’ (Konsep)

 

1. Masyarakat

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah

 

3. Parlemen

 

Sedangkan Pemerintahan yang Terbentuk Bukan karena Ada Negara tetapi melalui Pemilihan (Hasil Demokrasi)

 

1. Kepemimpinan

 

2. Politisasi (= Menyelenggarakan ) Kenegaraan

 

     a. Administrasi Negara/ Pemerintahan

 

     b. Program program :

 

         – Keuangan

         – Nasionalisasi Pertambangan Industrial

         – Ekonomisasi

 

     c. Hubungan Luar Neger (Negara negara)

 

3. Daerah daerah Negara Federalisme

 

Dalam Tanggung Jawab Luas akan Berlangsung KAM – Masyarakat atas Dasar Pembicaraan antara Kepartaian (Ketua Partai), Panglima Angkatan Perang dan Parlemen Nasional

 

1. Melaksanakan Rancangan HAN Sosial

 

2. Menetapkan “Musuh’ Bersama

 

3. Mengumumkan Pernyataan Sepihak – Perang

 

o0o

 

Namun bagaimana kah Demokrasi mampu  ‘Bersama’ dengan Ketentaraan – Militer ?

 

1. Dasar Kedaulatan Rakyat

 

2. ‘Memilih’ (= Hak). kependudukan – Warga

 

3. Wilayah wilayah HAN

 

<jeda

 

Logika Dialektis Politik menguraikan Suatu Loncatan – Pelepasan These dari Kausalitas

 

Terjadi

 

Kasus : Negara Berhadapan dengan Militerisme

 

Pengelompokan Klik klik Militerisme BERKUASA atas Organisasi Ketentaraan (= Militer). Mengendalikan Wilayah wilayah Kenegaraan . Maka Pemerintahan pun Lemah.

 

Dan, Berubah … JUNTA !

 

Karena, Kepemimpinan – Figur Ternyata Klik Militerisme !

 

Sosialisme telah mengalami Berulang terus. Didustai … ! Karena Memang Bisa Sah di Politik

 

SELESAI

 

 

 

K A H   ?

 

Dipolitisasi Penguasaan Junta Isme – Militer atas Negara melalui Logika. Berbenturan Dialektis – Materialisasi (= Proses). Terarah

 

1. Demokrasi

 

2. Bentuk Kepemimpinan (= Lembaga)

 

3. Pemilihan

 

Seolah olah Demokrasi Terpisah dengan Pemilihan, Tidak ! Tetap ada Hubungan dalam ‘Nation’ (Baca, Kebangsaan) antara Pemilih, kependudukan – Warga

 

Suatu Utopia masih Diperjuangkan ! Logika dalam Kenyataan.

 

<tunda

 

Sekali-gus Tiga Proses Terbangun

 

1. Ketentaraan Bukan Militerisme – Junta

 

2. Menetapkan manakah Kekuasaan , yang Berbeda Dianuti

 

     a. Kekuasaan Politik atas Masyarakat (Isme – Militer)

 

    b. Negara, Wilayah wilayah (Dasar Junta)

 

    c. Suatu Kekuasaan Rakyat

 

3. Militer kembali atas ‘Perintah HAN’

 

<tutup


SOSIO – KEMANUSIAAN EKONOMI


SOSIO – KEMANUSIAAN EKONOMI

 

 

 

DIPERSIAPKAN

 

     1. a. Pemerintahan Negara Sosial

 

            – Anggaran

            – Politisasi Keuangan Ekonomik

             

                i. Berimbang. Tabungan Ekonomi Masyarakat.

               ii. Rasionalism

              iii. Adil. Daerah daerah Federalisme Konsep (Negara)

 

            – Kebutuhan kebutuhan Barang (Pasar Ekonomis)

 

        b. Nasionalisasi Industri Pertambangan

 

     2. Pertanian – Budaya Pangan

 

         a. Dibagikan lahan lahan Tani

 

         b. Penyaluran pangan ke Masyarakat

 

         c. Tersediakan Alat alat (Teknologik)

 

         d. Pengairan, Musim Olah – Tanam, yang ditetapkan

 

         e. Enjenerisasi Politis Daer5ah daerah Pertanian

 

Berdasarkan Isme – Sosial dari Utopia ke Politik. Dibentuk Masyarakat Sosialisme

 

     1. Manusia Sosial Ekonomik

 

     2. Manusia Politik – Ideologik

 

          a. Sosial

 

         b. Tidak Individualisme

 

         c. Kepartaian

 

     3. Manusia Isme – Kemasyarakatan

 

Karena, Logika Kausalita dalam Dialketika

 

     1. Rasional

 

     2. These – Alam Nasional Wilayah wilayah

 

         a. Hak hak Sosial

 

         b. Produksi, Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh)

 

         c. Pangan, Sandang, Papan

 

     3. Materialisasi

 

— o0o —

 

Kemanusiaan, karena yang Berpikir. Revolusioner. Dasar Kebaruan Zaman. Ke Tujuan. Melaksanakan, Berbuat (= Politik), Memperjuangkan Ekonomi Kerakyatannya (Ajaran)

 

Dalam suatu Aturan aturan Sosial

 

<Titik

 

Hubungan dengan Tujuan Kedkuasaan Rakyat Miskin melalui Dialektika Politis Sosial Ekonomi Keuangan Negara, yang dilaksanakan Partai Bersama

 

     1. Persatuan Rakyat – Demokrasi

 

     2. Sosialis

 

     3. Masyarakat (Bentukan) Politik

 

     4. Pembebasan

 

     5. Kelompok kelompok Nasional

 

Melawan Kapitalisme Negara, Monopoli, Koloni koloni yang Bergantung Keuangan Pemerintahan – Liberalistik (Tersamar)

 

     1. Membebaskan

 

     2. Transisi Keuangan Negara ke Transaksi Perdagangan Tradisi Sosialisme Dunia

 

     3. Program program (Pemerintahan)

 

         a. Keuangan Sosial Ekonomi

 

         b. Hapus Hutang hutang

 

         c. Anggaran

 

SELESAI

 

 

 

MANUSIA SOSIO – EKONOMIK

 

 Teoritikal Ilmiah Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan, TERPOLITISASI. Logika Falsafati – Materi mengajukan Politik Ekonominya (= Manusia)

 

     1. Sosial _ Kedaulatan Rakyat

 

        a. Kekeluargaan

 

        b. Hubungan Ekonomi Relasi relasi Masyarakat

 

        c. Pertanian

 

     2. Tanah

 

     3. Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh), Tenaga dan Keluarga

 

Dalam bentuk bentuk

 

     1. Kerja, Negara – Ide Sosial (Politik)

 

     2. Proses – Waktu – Hasil

 

         a. – Produksi

   

         b. – Keuangan

 

             – Perlabaan

 

     3. Sosial – Isme Ekonomi dalam Pemenuhan Barang barang

 

Ketika Masyarakat sudah Terbentuk karena Politik (= Pemilihan) maka Kemanusiaan – Sosial jadi Isme – Ekonomi Produksi. Kekuasaan Rakyat di Masyarakat dibangun kembali Rasional Ekonomi

 

<Tutup 

 

 

 

 


“MASYARAKAT”, NASIONAL – KEPARTAIAN


MASYARAKAT. NASIONAL KEPARTAIAN

 

 

 

MODEREN ciri ciri Politik Masyarakat

 

     1. Terbentuk karena Kedaulatan Rakyat dalam Masyarakat – Partai

 

     2. Ber Partai, Membentuk

 

     3. Dibentuk, Politik Kepartaian – Ideologi

 

Berdasarkan

 

     1. Kemanusiaan

 

     2. a. Kerakyatan

 

        b. Tujuan Kekuasaan Rakyat

 

       c. Dibebaskan (= Revolusioner) dari Pemiskinan

 

     3. Pertanian Budaya – Pangan

 

Utopia ke Politik (Materialisasi), terlaksana Pemilihan dalam Kependudukan

 

     1. Sosial, Hak – Politik

 

     2. Nasional

 

     3. Demokrasi. Kesatuan Wilyah wilayah (= Bangsa)

 

     4. Parlemen

 

     5. Masyarakat (bentukan) Politik

 

Politik Ekonomisasi bukanlah Individualisme. Tetapi, Isme – Sosial. Terwadahi dalam Kepartaian di Parlemen. Rasional Logik Dialektis Proses Kesejahteraan, Adil – Makmur. Strategik Keuangan Masyarakat Perdagangan Industri.

 

     1. Ekonomi Pasar Sosial

 

        a. Tradisi Internasional

 

        b. Barterisasi

 

        c. Setempat, Penyediaan (= Harga)

 

     2. Pelembagaan Keuangan Sosialis

 

     3. Bagi Keuntungan Produksi

 

        a. Masyarakat

 

        b. Kelas Pekerja Buruh. Diperjuangkan dalam parlemen Nasional

 

        c. Usaha

 

SELESAI

 

 

 


‘BUKAN HUKUM ‘ VERSUS HUKUM


BUKAN HUKUM’ VERSUS HUKUM

DAN

MILITER TIDAK POLITIS

GELEGARAN LAGI DI PULAU …….

 

 

 

 

AKHIR Sengketa – Pulau Memisah dua. Salahsatu jadi ‘Pulau Negeri’. Leste … Melaksanakan Sosial Isme Pulau.

 

Tani di Pulau Negeri, ternyata menjadi Kemauan Politik Pemerintahan Timor Leste.

 

1. Bukan Imperialisme Pasar Industri

 

2. Bukan Keuangan – Material

 

3. Bukan Perkebunan buatan Militer di mana pun

 

 

4. Bukan Tenaga Kelas

5. Bukan Transito Kapal Perdagangan Senjata

Tidak Ekonomis atas Keuangan Sosialisme Dunia. Utopia ke Politik (Isme) mempersiapkan Kebutuhan kebutuhan Masyarakat Kerakyatannya atas Tanah Pulau.

 

Penduduk Se – Kerabatan dulu. Berketurunan. Dalam Alam Lautan. Leste, Bersatu ! Kiri. Tiba tiba saja, Bergelegaran ! TEMBAK – DITEMBAKKAN !

 

Leste Yang negeri. Tetap di suatu Pulau. Terbentuk Masyarakat ‘Berpemerintahan Politik’.

Tembakan tembakan Siapa kah ? Memecah Tubuh tubuh Muda …

 

1. Bukan yang di Penjara

 

2. Bukan Perang Agama

 

3. Bulan Pemberontakan Milisia

 

Lalu, Kejadian apakah di Leste (Negeri). Kapitalis Bersenjata ! Pasti. Jawab Rakyat asal Masyarakat – Pulau.

 

Bukan Senapan – Pestol, melainkan … rudal rudal (mini). Dimungkinkan. Dalam jarak Tembak ke Tengah Pulau.

 

Tidak Politis Militer atas nama Internasional.

 

1. Menengahi karena Permintaan (Siapakah ?)

 

2. Geo Strategik HAN

 

a. Perdamaian – United Nation

 

b. Politik Militer (antar Sesama) di Dunia

 

– Pertikaian

– ‘Naluri’ ke Suatu Tempat

– Perintah

 

c. Atau, Militerisme – Organik (Taktis. suatu Kesempatan)

 

3. Bantuan KAM Sosial

 

 

Hukum Dibuat. Bisa jadi Negara. Terbatalkan ! Perundingan Hukum – Sepihak Individualisme tidak untuk Rakyat yang Berdaulat. Isme – Sosial Nasional.

 

LESTE, MERDEKA KARENA DEMOKRASI (PEMILIHAN).

 

Ada Rakyat – Kemasyarakatan di Leste, Tuan tuan Liberalis !!!

 

 

 

SELESAI

 

 

<tutup

 

 


DIALOG : NASIONAL PARLEMEN KITA ANTI KAPITALIS


DIALOG : NASIONAL

PARLEMEN

KITA – ANTI KAPITALIS

 

 

 

 

PARLEMEN menjadi NASIONAL

 

1. Tujuan Kerakyatan (Ajaran)

 

 

2. Bukan ‘Pelembagaan’ Hukum

 

    a. Dasar Kedaulatan Rakyat

 

    b. Berhubungan dengan Federalisme

 

    c. Bukan Pemerintahan Negara

 

 

3. Terbentuk Kesatuan Wilayah wilayah

 

     a. Kemasyarakatan

 

     b. Pemilihan – Demokrasi (Suara)

 

     c. Pertahanan

 

Pemilihan untuk Memilih Calon calon Rakyat dalam Masyarakat

 

1. Rakyat (baca, Partai)

 

2. Teoritikal – Politis

 

    a. Masyarakat

 

    b. Utusan Sosialisme

 

    c. Program progra Sosial

 

3 . Kelompok kelompok Nasional

 

Terjadilah Utopia ke Politik (Materialisasi), melaksanakan

 

1. Politisasi untukTujuan Kekuasaan Rakyat

 

2. Sosial Ekonomik Keuangan

 

    a. Nasionalisasi Industri Tambang

 

    b. Perdagangan Tradisionil Sosialisme Dunia

 

    c.  Rasional Keuangan Negara

 

3 . Peratnian – Budaya Pangan

 

4. Membentuk Masyarakat Sosialisme

 

     a. Bnetuk bentuk Masyarakat

 

     b. Sosial Masyarakat – Politik

 

     c. Masyarakat Isme – Nasional

 

5 . Menghapuskan Kelas kelas Kapitalis

 

Dua fungsi Parlmen, dijadikan Isme – Sosial Negara Ide (Konsep)

 

1. a. Bentuk Persidangan Rakyat

 

    b. Ajuan Keuangan, yang Terpolitisasi

 

2 . Hubungan Kerja Parlemen –

     Kepartaian

     – Pemerintahan (= Sekertaris Pertahanan)

 

Pembahasan Hak hak Kerakyatan jadi Agenda Sidang sidang parlemen

 

1. Proses Kedaulatan Rakyat

 

2. Bersama dengan Masyarakat dalam Sidang sidang Tahunan

 

3. Hubungan Keanggotaan yang Terpilijh (Demokrasi) dengan Pemerintahan

 

Waktu Kewenangan kewenangan Parlemen karena Pemilihan namun Bukan (Pembatasan) untuk keanggotaan Rakyat (Tetap).

 

<tutup

 

 


Ajuan Dasar untuk Pernyataan Ketua


SOS – ISME HAN

 

HATI hati baca Thema Bahasan Jangan ISME disambung dengan HAN jadi ISME – HAN. Karena Kita sedang membicarakan Hubungan antara Sosialisme – HAN. Berdasarkan Kerakyatan Isme – Sosial

 

1. a. Bertahan

    b. Pertahanan (= HAN) Rakyat

    c. Mempertahankan

 

2 KAM dalam Masyarakat

 

Politisasi HAN  :

 

1. Melindungi Rakyat

 

2. Sosial KAM Masyarakat

 

Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat dalam Sosial Proses Masyarakat.

 

1. Materialism Historikal – Kemerdekaan

 

2. Revolusioner

 

3. Nasional Wilayah wilayah dan Pertahanan

 

<titik

 

Kebutuhan kebutuhan Manusia (Ragawi – Material, Batini)

 

1. Kekeluargaan, (Sosial – Kedaulatan Rakyat), Persaudaraan

 

2. a. Pangan – Sandang – Papan

 

    b. Adil

 

    c. Pengetahuan – Ilmu, Kesehatan

 

3 Rasa Damai – Aman

 

Diperjuangkan Sosial (= Bersama) Utopia ke Politik (Materia;lisasi). Logik Dialektis Masyarakat – Alam.

 

— o0o —

 

Politisasi HAN akan Berlangsung antara Rakyat (= Partai) – Angkatan Perang dan Parlemen menuju Kekuasaan Rakyat Miskin.

 

Bukan Militerisme

 

     – Klik

     – Memakai Persenjataan Dibeli Rakyat

     – Pintasan Komando (= Grup)

 

Berakibat

 

1. Masyarakat – Keanggotaan ‘Tentara’

 

2. Penyediaan Daerah daerah Cadangan Pangan Tani Nasional

 

3. Keuangan Ekonomik – Masyarakat

    dalam

    Masa masa Peperangan

 

    (Terjemahan Sosial – Isme  Kuno)

 

Bagaimanakah Pemerintahan Terjadi ?

 

1. Menjatuhkan Tyranism

 

2. Demokrasi Nasional – Persatuan Rakyat dan Daerah daerah

 

3. Sosial – Politik Keamanan

 

4. Pemilihan

 

5. Pemerintahan Sosiaqlis (Transisi)

 

<tunda

 

Isme – Sosial Hasil Politik HAN

 

1. Suatu Kekuasaan Rakyat

 

2. a. Angkatan Perang Rakyat

 

    b. Rancangan Sosial HAN

 

    c. Sosial KAM Masyarakat

 

3. Nasiona Kesatuan Wilayah wilayah Pertahanan

 

<tutup

 

 

 

 


PERANG URAT SYARAF


UNTUK APAKAH PEMILIHAN ‘KETIKA NANTI’

TERLAKSANA

(Tekanan Balik Politis

Menghadapi

Perang Urat Syaraf)

JAWABAN DALAM ISME – SOSIAL DEMOKRASI

 

HASIL Politik Tidak lain suatu ‘Keadaan’ jua. Dibentuk (= Proses) menjadi Utopis lagi kemudian. Di Kenyataan. Biar ‘akan’ Sempurna. Terpolitisasi. Lalu, mana kah Tujuan ?

 

     – Berlanjut

     – Tersimpan

        (dalam Takdirnya. Manusia)

        Disembunyikan

     – Mem – “baru” – kan

 

Demokrasi bukan Perbuatan saja tetapi sudah ‘Keadaan’ ……

 

Maka Pemilihan ‘Melanjutkan, YANG TERSEMBUNYI. SUATU UTOPIA BARU. Berdasarkan Kedaulatan Rakyat di Masyarakat (baca, Isme – Sosial). Karena, MEMBENTUK

 

1. KEKUASAAN

 

2. Masyarakat KEMANUSIAAN – Politik

 

3. Parlemen

 

— o0o —

 

Tiba tiba andaikan ………

 

Dibenturkan TUJUAN PEMILIHAN dengan Kepentingan – Uang, ‘MENGHILANGLAH’ banyak Bagian Kerja dalam Sistim Mekanisasi Demokrasi dan Langsung TERGANTIKAN.

 

Jadi “Kewenangan Hukum”. Namun Kedaulatan Rakyat pun masih …


3 Logika-1 & 2


KEMERDEKAAN

DAN

KONSEP PERDAMAIAN DUNIA

 

(Lembaran Kerja Politik)

 

DEMOKRASI Terlaksana – Politik

 

1. Bertujuan Kekuasaan Rakyat Miskin

 

2. Masyarakat Sosial Isme Terbentuk

 

 3. Nasional – Wilayah wilayah Pertahanan atas Dasar Kedaulatan Rakyat

 

Dan sekali-gus Kebangsaan dibangun (Masyarakat)

 

1. Persaudaraan Sosialisme

 

2. Anti Kapitalisme

 

3. Sosial – Daerah daerah

 

Maka Dialektika ‘Materi’ berlangsung dalam Hubungan antara Bangsa bangsa. Utopia Terpolitisasi Logik.

 

1. Adil

 

2. Sosial – Nasional Isme  Demokratisasi Kemerdekaan

 

3. Perdamaian

 

Untuk

 

1. Mengesahkan Sosial Kemanusiaan – Politik

 

2. ‘Melaksanakan Bentuk’ Hubungan Kemasyarakatan (Masyarakat masyarakat) antara Pemerintahan pemerintahan Sosialisme Internasional

 

    a. HAN

 

    b. Perlawanan Terhadap

 

        – Kapitalis

        – Tyrani Penguasaan Dunia

        – Penjajahan

 

    c. Ekonomi – Sosial “Perdagangan Tradisional Dunia”

 

3. Peri – Keadilan (Bukan Hukum, buatan)

 

Nasional isme Sosial dipersiapkan Pemikiran Revolusioner Pertanian – Budaya Pangan. Sedangkan antara Kepartaian mengadakan Politik ‘Kerja’ – Buruh. Usaha usaha Perlabaan Kelas Pekerja Masyarakat dalam Industrial Produk

 

SELESAI

 

 

 

NASIONALISME PUN

MELAWAN

KEMISKINAN ATAS RAKYAT

 

NASIONAL isme Suatu Pemahaman ‘Nation’. Melanjutkan Perjuangan untuk Kemerdekaan.

 

Historikal Materialisme bahwa Kemerdekaan ‘mampu jadi Demokrasi’. Jika “Kemerdekaan Rakyat”. Berdasarkan Sosial Isme Nasional.

 

1. Membebaskan Rakyat dari Penjajahan.

 

    a. Tyrani – Penguasaan Wilayah wilayah  Politik

 

    b. Ekonomi Imperialisme

 

    c. Kemasyarakatan dalam Peperangan Bangsa bangsa

 

        – Menang, jadi Penjajah

        – Kalah, jadi Jajahan

        – Yang Terjajah ? Rakyat …

 

2. Cita cita untuk Membentuk Masyarakat Sosial Isme

 

    a. Masyarakat bentukan Politik

 

    b. Makmur, Adil – Sejahtera

 

    c. Negara – Ide Sosial

 

3. Nasional – Persatuan Kepartaian

 

     a. Kemanusiaan

 

     b. Kekuasaan Rakyat (Tujuan)

 

     c. Pemerintahan Yang Demokratik

 

— o0o —

 

NASIONAL KIRI – REVOLUSIONER

 

Dalam Materi Politik Historika (= Proses) Membebaskan Manusia adalah Kemerdekaan. Tujuannya, Kekuasaan Rakyat. Namun ketika Nasional – Wilayah wilayah (= Alamnya) Kemanusiaan TERKUASAI

 

1. Kehilangan Hak Sosial atas Tanahnya

 

    a. Air

 

    b. – Sumber sumber Alam

        – Daerah daerah Ekonomi

           Terbentuk

           Masyarakat Kelas – Ekonomi

           karena

           Pasar pasar Monopolis

        – Laba Perburuhan (Tenaganya)

 

     c. Pertanian

 

2. Pembatasan Daerah daerah Mukim Penduduk

 

3. de – Politisasi Kedaulatan Rakyat

 

    a. Terhadap HAM

 

    b. Pembuatan Hukum – Jajahan

 

    c. Tidak ada Demokrasi untuk Kemerdekaan

 

Rakyat Melawan ! Revolusioner, Politik Juang Nasionalisme.

 

1. Ekonomi Rasionalisasi Industri

 

2 Negara

 

   – Sosial

   – Federalisme (Kenegaraan)

   – Pemerintahan

 

3. Tuntutan Pemilihan Parlemen

 

SELESAI 

 

 

 

 

 

 

 


3 Logika-1 : MEMBEBASKAN


MEMBEBASKAN

 

1. Manusia

 

    a. dari Pembodohan

 

    b. dari

 

        – Kehilangan Hak Sosial atas Tanahnya

        – Kelaparan Sakit, yang Ditimpakan ke Anak anak Miskin

        – Penguasaan Kebutuhan kebutuhannya

 

     c. Pemusnahan

 

2. Rakyat

 

    a. dari Pemiskinan, yang Disengaja

 

    b. dari Politisasi Ekonomi Kapitalisme

 

    c. dari Kekejaman Para Tyran – “Militerisme di Dunia”

 

3. Kehinaan Perempuan Sosialis

 

— o0o —

 

MEMBEBASKAN

 

adalah, “Dari Utopia ke Politik (Materialisasi)

 

Tahap 1 (satu)

 

1. Berpikir

 

2. a. Suatu Logika rangkaian Sebab – Akibat

 

        – Keadaan

        – Hasil, yang (sedang) Terlaksana, Berlangsung

        – Proses Historika (Materi)

 

    b. Kausalitas dalam Dialektika

 

    c. These – Alam :

 

        – Tanahnya

        – Kesatuan Wilayah wilayah (atau, Bumi)

        – Tempat

 

3. Berbuat, Politik Isme – Sosial

 

     a. Tidak Kapitalisme

 

     b. Tidak Isme – Penguasaan. Akan Tampak dalam Tingkah Bicara ‘Anti Rakyat’

 

      c. Tidak Individualisme

 

Tahap 2 (dua)

 

T U J U A N

 

Membentuk

KEKUASAAN RAKYAT MISKIN

Didasarkan

 

1. Kemanusiaan dalam Pemikirannya

 

    a. Manusia – Kerakyatan – Alam

 

   c. Manusiawi

 

    c. Manusia (Tidak Binatang) Sosial Kemasyarakatan

 

2. Kerakyatan

 

    a. Kekuasaan Rakyat (Ajaran)

 

    b. “Kebenaran” Membebaskan Rakyat

 

        – Falsafati

        – Logika Kausalitas Dialektika dalam Pembebasan Manusia – Kerakyatan

        – Lalu, Berpolitik. Menolak, Mempersiapkan dan … MELAWAN !

 

     c. Suatu Kedaulatan Rakyat

 

<titik

 

MEMBEBASKAN

 

3. Isme – Sosial Masyarakat

 

    a. Perjuangan Hak (= Kesamaan) dan Sederajat

 

    b. Penduduk Komunalism – Mukim

 

    c. Menghapuskan Kelas kelas Ekonomik

 

Tahap 3 (Tiga)

 

1. Pembentukan Masyarakat Sosialis

 

2. Pemilihan Nasional Isme – Sosial. Demokratik

 

3. Kepartaian. Strategik dalam Taktikal Politis

    (= Perbuatan

    perbuatan) Kepartaian di suatu Negara – Ide 

 

    a. Nasional

 

    b. Kerakyatan, ‘Utusan utusan dari Sosial’

        – Isme

        di Parlemen karena Keanggotaan Partai

 

       – Politik Negara Sosial

       – Membentuk Masyarakat

       – Demokrasi, Program program

 

    c. Revolusioner

 

<selesai

 

Kepartaian dalam Masyarakat Mempolitisasi Keadaan ‘Waktu Juang’

 

1. Massa – Aksi (Kampanye, Hak Politik) Masyarakat Kelas Pekerja – Buruh

 

2. Nasional – Wilayah wilayah Perhitungan Suara

 

3. Program Nasionalisasi Industri berdasarkan ‘bentuk’ Sosialisme

 

4. Tuntutan Pendaftaran Langsung di “Tempat” Pemilih, yang Tidak Bertingkat

 

    Pemilihan Bertingkat :

 

    a. Kelembagaan Pemerintah di Daerah

 

    b. Ekonomisasi Keuangan ‘Negara Struktural Perintah’

 

    c. Peninggalan Imperialisme

 

5 Sosial KAM Masyarakat

 

Secara Logik akan

Terlaksana

dalam Politik Masyarakat

 

<tutup

 

 

 

 

 

 

 

    


RAKYAT – KEKUASAAN – NEGARA


RAKYAT-KEKUASAAN – NEGARA

 

Pembebasan

 

 

 

DUA Kekuasaan bisa Dicapai

 

     1. Kekuasaan ‘atas Rakyat’

 

         a. Curang, Berdusta, Licik

 

         b. Melalui Ekonomi

 

           – Kapitalis

           – Uang seabreg (dari?)

           – Jualan

 

         c. Menindas, Kejam, Menghina. Ketika jadi ‘PemimpinBerkuasa’

 

     2. Suatu Kekuasaan Rakyat

 

         a. Rakyat Yang Miskin

 

         b. Kerakyatan

 

             – Karena ada Rakyat

             – Suatu Kepartaian/ Partai Memperjuangkan Kekuasaan Rakyat Miskin

             – Masyarakat

 

         c. Dasar Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi

 

             – Nasional Wilayah wilayah

                  i. Pol & Kemasy

                 ii. Pertanian

                iii. HAN

             – Isme Sosial (Parlemen)

             – Kependudukan

 

<ttk

 

Negara bukanlah Hukum. Tetapi, ‘Bentukan’ Ide – Konsep. Suatu bentukan Sosial. Berdasarkan Pemahaman Sosialisme (Ajaran Kerakyatan).

 

Terpolitisasi. Karena,

 

     1. Pemerintahan Yang Demokratik dalam Masyarakat

 

     2. Nasional – Kesatuan Wilayah wilayah

 

     3. Terbentuk Parlemen Nasional(Politik)

 

     4. Bertujuan

 

     5. Ekonomi NasionalIndustrial,

         Keu (salahsatu saluran, ke Masyarakat)

         Kelas Pekerja – Buruh

 

Menjadi suatu ‘Negara’ Sosial Tidak Tyrani – Militerisme

 

— o0o —

 

Hubungan Rakyat – Negara

 

Serangkaian gejala gejala menghubungkan Rakyat dan Negara

 

     1. KekuasaanRakyat Miskin

 

         a. MEMBEBASKAN Rakyat dari Pemiskinan

 

         b. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat

 

         c. Utopia kePolitik (Materialisasi) 

 

     2. Partai

 

     3. Pembentukan Masyarakat – Politik (Isme Sosial)

 

Berdasarkan Logika These – Alam

 

– Nasional Wilayah wilayah

– Perdagangan Tradisional Dunia dan Barterisasi

– Nasionalisasi Industria Tambang

– Pertanian- Budaya Pangan

– Hak Sosial Tanah

 

Maka ‘Negara’ Sosial BERTUJUAN

 

     1. Kemanusiaan

 

     2. Kerakyatan, Nasional – Persatuan

 

     3. Kemasyarakatan

 

<ttp

 

 

SELESAI