Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

PEREMPUAN – KAUM SOSIALIS


PEREMPUAN KAUM SOSIALIS

MENYONGSONG

PEMILIHAN

 

SIKAPYANG JUJUR

 

 

 

BEBERAPA Dasar Politik Sosialisme dalam Pembebasan, a.l.

 

1. Materialisasi Pemikiran Kemanusiaan

 

2. Membebaskan

 

3. Dari Utopia ke Politik

 

4. Persaudaraan

 

5. Tujuuan Kekuasaan Rakyat

 

6. Kepartaian

 

7. Nasional-Wilayah wilayah

 

Pernahdibahas(rinci). Tiga dari tujuh di Tulisan kini, yang akan terangkai – Politis.

 

1. Dari utopia ke Politik

 

2. Membebaskan

 

3. Persaudaraan (dalam Kekeluargaan)

 

Salahsatu Thema Perjuangan Sosialis Perempuan Kiri. Lalu, tampakKejujuran menjadi Sikap Perempuan Sosialis.

 

1. Logika – RASA Batini(Kepemimpinan- Manusiawi)

 

2. Pengorbanan – Suci. Kelahiran.

    Berjuang.

    Penerusan Kemanusiaan – Sosial.

 

3. Kekeluargaan (= Rakyat, yang

    Berdaulat).

    KEBARUAN “ZAMAN MANUSIA”.

 

— o0o —

 

Membebaskan …….

 

1. Dari Pembodohan Akal, Didustai

 

2. Dari Pemiskinan, yang Disengaja

 

3. Dari Pengrusakan Jiwa, Dipolitisasi

 

4. Dari Penderitaan Kelaparan, Disiksa

 

5. Dari Penguasaan (Nafsu), Dipaksa

 

— o0o —

 

Berlangsung, terlihat … duamata Perempuan (Menangisi … !). Di benak. Bukan Pendustaan tetapi Kejujuran Kita.

 

Utopia Isme- Sosial ke Politik. Materialisasi ! Dalam Logika Dialektika.

 

1. Rakyat Berkuasa kembali

 

2. Diperjuangkan – Resmi. Di Masyarakat(Partai).

 

3. Negara – Ide (Konsep)

    Nasional

    Kesatuan- Wilayah wilayah

 

Kesadaran Perempuan Sosialis, berdasarkan Politik, menolak Kemalangan ! Bukan karena Anak anaknya Bodoh, tetapi DICURANGI.

 

1. Permainannya

 

2. Dengan Mengancamnya (Tubuh)

 

    a. Penyakit. Nafsu -Kebendaan

    b. Dibiarkan Lapar

    c. “Politik buatan” – Hukum

    d. Ditangkap (Penjara)

    e. Kekasaran Politik – TEROR

 

3. Kebenaran – Falsafati. Logikanya

 

Bukan Pemerintah Demokrasi Terbentuk, namun Hukum, yang Berisi KEKUASAAN Negara dalam Kelembagaan Kedirian – Sosok.

 

‘Memerintah’,

 

1. Administrasi.Jadi ‘Goverment’

 

2. Setempat. Jadi Daerah

 

3. KeLuar. Jadi Bangsa

 

— o0o —

 

Dua jaringan Penguasaan

 

     – Lewat Pemilihan di ‘Negara’

 

     – Perwakilan

 

mempolitisasiKaum Perempuan/ Ibu. Maka Harapan Perempuan dijadikan Material. Menjual, Diperdagangkan.(Suara – Kursi – program).

 

Isu – Kontra Isu Gender, Pemimpin. MENJEBAK ! Dalam Ekonomisasi Kemasyarakatan.

 

1. Perempuan. Kerja – Manajerial. Jabatan, Uang.

 

2. Perburuhan

 

    – Usia Kerja(Malam)

    – Kemiskinan.

       Pengupahan Tidak Hitung Anak anak.

       (Marginal)

    – Masalah Pemukiman Layak

 

3. Pembatasan Daerah Kependudukan (KAM – Alasan)

 

Dampak Pemiskinan pun kini membebani Perempuan Kaum Sosialis

 

1. Urban Perkotaan Moderen

 

    – Miskin

    – Pergundikan Bawah Usia

    – Penggusuran

 

2. de -Politisasi Sosial Ekonomik

 

    – Pengangguran

    -PHK (Sepihak) Kehilangan Hak Ekonomi

    – Rentenir

 

3. Gadungan. Pemilih – Bayaran

    (Melanjutkan

    Floating Mass- Perempuan)

 

    – Perempuan Tua Renta

    – bin, Nama Suami

    – PNS

 

— o0o —

 

Negara – Ide Sosial DIAJUKAN. Politis ! Menyekat. Dari Demokrasi ‘akan bisa jadi’ Kekuasaan – Hukum

 

Pembebasan mengarah ke Pembentukan

 

1. Masyarakat – Politik (Partai)

 

2. Parlemen, Sosialisme

 

3. Pemerintahan Yang Demokratik

 

Dipersiapkan Menyongsong Pemilihan 2007. Bersama. Menuju Kekuasaan Rakyat Miskin.

 

Penganuti Isme – Sosial Kaum Perempuan memperjuangkan

 

1. Sosialisme – Negara

 

    a. Nasionalisasi Industrial -Pertambangan

    b. Pekerja – Kelas Buruh dan Keluarga

    c. Wilayah wilayah Pangan

 

2. Kepemimpinan dalam Masyarakat

 

3. Pemilihan Kerakyatan- Suara

 

    a. Pemilih Kita (Nasional)

   b. ‘Membentuk’ Parlemen

   c.Kepartaian, Isme – Sosial

 

— o0o —

 

Tidaklah Kekejaman – Massa mencapai Tujuan ! Kita kah ? Bukan ….. !

 

1. Chauvanism

 

2. Massa – Bayaran (Luar)

 

3. Anti Sosial

 

4. Tujuan Isme- Liberal

 

5. “Perintah”

 

 

 

SELESAI

 

1.

 

 

   

 

 

 

Komentar ditutup.