Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

PERTANIAN – HAK SOSIAL


PERTANIAN

DAN

KEPEMILIKAN (HAK) SOSIAL

 

Pembebas

 

PERTANIAN – Budaya Pangan, terbentuk karena Manusia telah membutuhkan ‘makan’, dikerjakan lah Pertanian (di Tanahnya, Budaya).

 

     1. Usaha, olah – Tanah ;

 

     2. a. Tanam (Bibit) Padi ;

         b. Mengairi ;

         c. Beri Pupuk (Sawah) ;

 

     3. Panen, Padi – Gabah ;

 

     Berlangsung Proses, dari Bibit – Padi, Gabah (= Bibit). Di atas Tanahnya … adalah, Manusiawi.

 

     Dalam Tujuan suatu Materialisasi These – (= terhadap) Alam untuk Pangan.

 

     Terpolitisasi …….

 

     1. Kekuasaan Rakyat atas

 

         a. Kepemilikan (Hak) Sosial ;

         b. Wilayah wilayah ‘Tanam’ ;

         c. Kebutuhan kebutuhan Masyarakat ;

 

     2. Karena, ada ‘Negara (HAN – Pangan) ;

 

     3. Suatu Pemerintahan – Sosial ;

 

         a. Mengadakan

             Wilayah wilayah Tanam ;

         b. Penyaluran (bukan Jualan) Pangan ke Masyarakat ;

         c. Mempersiapkan

             Cadangan Beras (Permusiman) ;

 

     Ini lah, Sosialisme. Politik Kemasyarakatan – Manusia. Dalam Negara – Ide.

 

Hubungan antara Pertanian – Kapitalisme

 

     Sosialisme adalah Masyarakat (Kemanusiaan). Beda Individualisme. Bertentangan dan saling (tetap) menghancurkan … dalam Ekonomisasi – Politik. Individualisme melaksanakan Penguasaan atas Kemasyarakatan.

 

     1. Kenegaraan ;

 

     2. Keuangan

         Industrialisme – Perdagangan,

         Pemerintahan ;

 

         Bersama di dalam Kapitalisme ;

 

     3. Alam, Wilayah wilayah ;

 

     Sehingga Masyarakat banyak Kehilangan Hak Sosial atas Lahan lahan Pertanian di Dunia.

 

     Karena, antara lain

 

     1. Manipulasi Kepemilikan “Tanah” ;

 

          a. Pemukiman

              Daerah, Kota, Pedesaan

              (Kependudukan) ;

          b. Sumber sumber Alam ;

          c. Wilayah wilayah Pangan untuk Masyarakat ;

 

     2. Politik – Hukum, Keperdataan

         ‘Negara’

         Jaminan untuk Penghutangan ;

 

     3. Perjanjian dengan Kebangsaan

         (Asing)

        Ekspansi – Imperialisme ;

 

     Feodalisme masih jadi ‘Penyimpanan’ Surat surat Tanah Rampasan atas nama Kerajaan kerajaan masa lampau (= Vazal vazal).

 

     Kapitalisme tidak berniat untuk menjadi Petani. Tetapi, Pertanian diperlukan.

 

     1. untuk Dijual (Hasil) ;

 

     2. untuk Perburuhan (Pangan) ;

 

     3. untuk Dijaminkan (Tanahnya) ;

 

— o0o —

 

KEPEMILIKAN (HAK) SOSIAL

 

     Suatu Hubungan Kemanusiaan – Tanah – pertanian, terjadi

 

     1. Kepemilikan (Hak) Sosial

         atas

         Lahan lahan Pertanian ;

 

     2. Dibagikan

 

         a. Wilayah wilayah Tanam ;

         b. Jumlah ;

         c. Hasil dari Usaha ;

         d. Cadangan ;

         e. atas suatu ‘Hak’ ;

 

     3. Pengairan (Terpadu, Kemasyarakatan) ;

 

     Mengacukan Sosial – Utopia, yang didasarkan Aturan aturan Sosial, Mematuhi. Dalam Kepartaian (Politik).

 

     1. Kemanusiaan ;

 

     2. Diperjuangkan (Masyarakat) ;

 

     3. Materialisasi dari Logika ;

 

     Ketika Manusia tetap Berbuat, dan Melawan, karena DIMISKINKAN (= KELAPARAN), menjadi Politik Kekuasaan Rakyat.

 

— o0o —

 

UPAH KERJA TANI

 

     Pengupahan suatu gejala Sosial – Keuangan, yang Ditransaksikan.

 

     1. Upah Perburuhan – Industrialism ;

 

     2. Upah Kerja Tani ;

 

     3. Upah Perkebunan (di Pulau pula kecil) ;

 

     4. Upah Tenaga Kasar ;

 

         a. Pelabuhan ;

         b. Kerja Bangunan/Tukang ;

         c. Kuli ;

 

     5. Upah Pekerja – Kontrak ;

 

     Dibedakan Upah Perburuhan, karena berhubungan dengan Produksi – Laba (Politisasi Ekonomik).

 

     2 (dua) Pengupahan

 

     1. Tenaga ;

 

     2. Dilaksanakan

         Pembayaran – Ekonomis (Treansaktif) ;

 

     Upah Kerja Tani, didasarkan

 

     1. Waktu Kerjasama untuk Hasil ;

 

     2. Tidak Bergantung Jumlah. Berapa banyak Tenaga.

    

     3. Hubungan Pembayar – Kerja

          dan

          Tenaga (dalam Pertanian) ;

 

     Pertanian – Budaya Pangan memungkinkan Upah Kerja Tani. Karena beberapa alasan

 

     1. Kenaikan Penyaluran (Rasional) ;

 

     2. Luas Persawahan, yang Dikerjakan ;

 

     3. Perbedaan Masa Tanam ;

 

     Dibayarkan Pemerintahan Sosial (di Daerah) dan atau Masyarakat Setempat.

 

 

 

Selesai

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s