Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

MEMBINA (KAUM) REAKSIONER – POLITIS


MEMBINA

(KAUM) REAKSIONER – POLITIS

 

PEMBEBASAN

 

PERJUANGAN membutuhkan Korban ……. Terjadi karena ‘Sebab – Logik’ mengakibatkan Militansi diarahkan

 

     1. Reaksi Ketidak Adilan – Penghinaan terus menerus

 

         a. dari Individual – Ekonomik ;

         b. Kemiskinan ;

         c. Kekuasaan Tyranik – Pembodohan ;

 

     2. Serangkaian Perbuatan Anti – Sosial ;

 

     3. Dirusakkan Pengabdian ‘Kemanusiaan – Jaman’ ;

 

          a. Tujuan Sosial – isme ;

          b. Peradaban ;

          c. Kesucian, berkeluarga (perempuan) ;

 

     Sederhana, Politik untuk Berkuasa. Adalah, Kekuasaan Rakyat … Yang Miskin. Mewujudkan Tujuan Kemasyarakatan – Manusiawi.

 

     Manusia – Politik selalu mengorbankan Dirinya, berbuat dalam Materialsime – Historis.

 

     Proses (= Jaman), yang dilalui, Berpikir dan Mengolah walaupun ‘diperlambat’, melawan sampai jatuh Korban.

 

     Logika – dialektis (Moderen) membentuk Synthese (These – Alam) Kemasyarakatan di Wilayah wilayah (Nasional, Tanah), yang dipersiapkannya (Manusia), menjadi Kekuasaan Rakyat di Masyarakat, bertentangan dengan Liberalisme – Individual (Penguasaan).

 

     Sehingga,

 

     1. Sumber sumber Alam

         Dikuasai

         (Rakyat) ;

 

     2. Pertanian untuk masyarakat ;

 

     3. Laut, daratan, udara (= O2 – Enerji, Atom) ;

         memberikan Manfaat ‘Hasil – Kemanusiaan’.

 

     Alasan alasan utama karena Pembodohan – Menghinakan, berdampak Akibat akibat rumtut terpolitisasi (= Reaksioner).

 

     1. Pengkhianatan atas Kemanusiaan, dibalaskannya ;

 

     2. Menumbangkan Kekuasaan ;

 

     3. Pemerintahan Sosialisme didirikan.

 

     Maklumat Perlawanan Reaksioner mengarahkan Tujuan Yang Manusiawi. Dibarengi Usaha usaha Rasional.

 

     1. Pertarungan (di) Perpolitikan – Sosial ;

 

     2. Membentuk (kembali) Masyarakat – Jaman ;

 

     3. Aksi Massa – Aksi

         Menyekat

         Individualisme – Penguasaan.

 

Ciri ciri – Bentuk (Kaum) Reaksioner

 

     Membedakan reaksi terhadap Kita, dan Kaum Reaksioner (= Kanan), yang bertujuan Militan – Pengorbanan (Langsung).

 

     Keabadian Manusia adalah Tetap Manusia bukan Kebinatangan, memakan sesama, dijadikan Dasar Perjuangan – Reaktif.

 

Dalam pandangan bangga Ibi ibu Kita, yang berdiri sambil menggendong Bayi bayi Merah, diteteki airmatanya (Manusiawi).

 

     “Pembodohan atas Manusia, DIHENTIKAN ! Jangan Menghina terus … Kembalikan Kekuasaan Rakyat Kami”.

 

     Terucap Kalimat Sakti Perempuan, menatap ….. Merah Karena Darah !!!

 

     1. Kaum Reaksioner karena

         Didustai

         Mengenali Penindasan Sosial – Ekonomik ;

 

         a. Individualsim ;

         b. Kapitalism ;

         c. Imperialism.

 

     2. Melawan, didasarkan Ajaran Kerakyatan di Dunia ;

 

     3. Panji panji Tuntutan Kemerdekaan atas Tanah !

 

         a. Bermukim (Kelahiran) ;

         b. Membagi Laba Industrialsime Sumber Alam ;

         c. Bertani (Budaya Pangan Sosial).

 

     Adapun Pembinaan Kaum Reaksioner tetap melalui Tahapan tahapan Politis, dicapai Pembebasan Rakyat untuk Berkuasa, mendapatkan Perlindungan dari saluran saluran Politik Kepartaian (Nasional).

 

     Kesadaran Partai yang Berpolitik Aksi Massa (= Kiri).

 

     Pergerakan Massa – Kaum reaksioner pun akan capai Tingkatan tingkatan Demokrasi. Terkadang Radikalism, menghancurkan di ‘dalam’, karena mungkin berlangsung Penyusupan Individualisme tersamar dalam Tarungan – Politis dengan Pemerintahan di suatu Negara.

 

     Dalam Keadaan Sosial tertentu, Politik ‘Membiarkan’ Masyarakat Berbuat Mempertahankan Suatu Kepemimpinan Sosial.

 

     Partai dan Kaum Reaksioner tetap berada di Kemasyarakatan, menjadi Saluran – Transformatik.

 

     Ketika Jelang Pemilihan, Kaum Reaksioner menjadi

 

     1. Gol – Put (Kependudukan) ;

 

     2. Massa Mengambang ((Bargain) ;

 

     3. Sosial Non – Politik (Blank) ;

 

     Beberapa Sosiolog – Politisi menganggap Reaksioner – Politik di Indonesia termasuk Pemahaman (Moderen) Nasionalism.

 

     Karena,

 

     1. Enjenerisasi berdasarkan Kebangsaan ;

 

     2. Sikap Nasionalism – Demokrasi ;

 

     3. Masuk Etnikal – Grup ;

 

     Sosialisme sering meruntuhkan Penguasa penguasa Tyran di Dunia (di Eropa, Yunani, Asia), bersama Nasionalism – Kaum Reaksioner melaksanakan Pemerintahan Daerah (Gubernur).

 

     Mengurusi

 

     1. Kependudukan, Lingkungan Pemukiman ;

 

     2. Pertanian (Gandum), Perkebunan ;

 

     3. Luar Negeri – Diplomasi dan Kelautan.

 

 

 

Selesai.

 

  

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s