Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Juli, 2007

PEMILIHAN 2009


JELANG PEMILIHAN Tahun 2009

MEMPERSIAPKAN

KEADAAN DEMOKRATIK – POLITIS

P e m b e b a s a n

SUATU Pemerintahan boleh dibentuk karena berdasarkan

1.                  Kekuasaan ;

2.                  Demokrasi – Pemilihan (Kepartaian)

            a.                   Demokrasi ;

            b.                  Diulang, mengangkat (Ubah) ;

            c.                   Hasil dari Pemilihan.

3.                  Revolusi.

Proses membentuk, adalah Perpolitikan dan terlaksana, maka mengakibatkan Kepemimpinan. Walaupun ada Hukum atau tidak. Sebab Kekuasaan maka Politik mampu mendirikan, mengelola, melaksanakan Kenegaraan (= Rechsstaats). Namun, Pemerintah bukanlah Penguasaan Tyran – Individualisme. Karena, dibatasi Kekuasaan “Rakyat Miskin”. Dialektika logika (rasional) tersebut akan menuju Sosialisme – Kerakyatan untuk suatu Negara – Sosial.  

Penyusupan Induvidualisme melalui Demokrasi, dimungkinkan … mengikuti Pemilihan, tetapi, yang berdasarkan … Hukum. Membuat Pembatasan atas Masyarakat.

1.                  Pembodohan (cara cara, membohongi Rakyat – Program program) ;

2.                  Curang Perhitungan Suara (Bertingkat Tahapan tahapan Pemilihan) ;

3.                  Manipulasi Data data (Pencalonan) dan Suara Pemilih;

4.                  Intimidasi – Sikap Tidak Adil Militerisme (Kepangkatan) ;

5.                  Komisi bentukan Pemerintahan (Memihak, tidak Jujur – Curang) ;

6.                  Jual – Beli Kursi ;

7.                  Campurtangan Negara negara Asing.

  

Tampak rangkaian Kegiatan kegiatan Politik, dimaksudkan untuk menguasai Kemasyarakatan, menghancurkan Nasionalism, menekan Pro Demokrasi … (Dicurigai, Anti – Pemerintahan Sah Kenegaraan).

Salahsatu bentuk nyata sekarang, adalah, Hukum Paket Undang Undang Politik, Pemilihan Umum dan Partai partai politik.

Hukum Politik – Strategik melumpuhkan Kepartaian. Dikendalikan Demokrasi dan sampai mengancam akan diterapkan Perbuatan Sepihak atas dasar Politis untuk mencampakkan Suara Pemilih (Rakyat).

1.                  Partai (mendaftar, bayar. Karena) dianggap Belum ada Pemilih ;

a.                   Berakibat Calon Kepartaian harus disahkan Hukum ;

b.                  Parlemen, adalah, Lembaga Negara Bukan Perwakilan Rakyat ;

c.                   “Nama” Pencalonan adalah Individual (LIberalism).

2.                  Meniadakan Kerakyatan dalam Electoral Trashold (= Sampah).

            Kertas Suara tidak Berfungsi

            (setelah Pemerintahan ada dan samadengan Kelembagaan, terbentuk).

            Mengakibatkan

            Putus antara Rakyat dan Kekuasaan

3.         Wilayah wilayah – Nasional Politik tidak

            didasarkan

            Distrik (= Pemilihan Langsung)

            Jelas, menguntungkan Penguasaan, yang tetap Berkelanjutan. Mengapa ? Tampak seolah olah Demokratis, ternyata … Politisasi “Kuasa Ekonomik” menjarah Keuangan suatu Negara.

Skenario Film Politik – Individualisme             

             Synopsis

            Ada Sang Individualis yang bernafsu tetap menguasai suatu Negara Luas Wilayah wilayah Nasional – Politik. Karena, banyak sumber Ekonomik (Alam). Diterjemahkanlah reformasi politik (pernah) terjadi. Adalah, Liberalisme Kenegaraan. Rasional. Matarantai panjang Hutang dari Internasional Perdagangan. Rakyat tidak mungkin membentuk di Kekuasaan Satu Badani.

1.                  Ekonomisasi, adalah, yang Berdagang ;

2.                  Industrialisme untuk menjual “Barang Yang Terbeli”.

(Kapitalisasi – Modal Produksi).

Dalam urutan Pengendalian Keuangan atas Barang barang ;

3.                  Kepemilikan dari Uang – Tambah (Perlabaan Transaktif).

Maka, Keuangan (Negara “Bebas”), yang dicetak membutuhkan Individualisme – Pandai dan selalu Berkuasa. Negara adalah Perusahaan. Ganti – mengganti Penguasaan dilaksanakan dalam Pemilihan suatu “Demokrasi” Negara.

            Tokoh 

Sifat untuk Kepemimpinan – Hasil “Demokratisasi”

                      Selain Pandai, Curang (Berpolitik) !

                      Membohongi (= Sah karena Politik) ;

                      Ber “elmu” Sakti Mandraguna, menjual (Program program Ekonomi) ;

                      Membagikan Tanggung Jawab Vertikal – Sentralisme ;

                      Tidak kompromistik ke – Luar, berpengalaman.

Ini lah si Calon nanti. Memanuti Guru, yang telah ditumbangkan ! Namun, masih tetap Kuat – Uang.

            Cerita 

           

            Kelompok kelompok, yang berkuasa dulu, menikmati Hasil Korupsi – Tahunan, dikumpulkan. Dengan Perjanjian “Keadilan” karena telah Berkeringatn dalam Ketakutan – Pembalasan (Traumatik Penumbangan Orde – Baru).

Bernegosiasi dengan Pedagang pedagang Industrialisme, mengedarkan Keuangan Perekonomian Negara. Didukung klik klik Militerisme yang tidak tersentuh (Invisible) Hukum – Buatan.

Minta bantuan Spritualisme dari Negara negara Industri – Kapitalis. Memohon Kekuatan Penghutang – Neraca Semu antar Sesama Tanpa Terlihat dengan alasan alasan berbagi Perlabaan dalam Mata Uang masing masing.

            Pemilihan diatur dengan Hukum Politik – Ekonomik “Negara”. Membuat aturan aturan Kewilayahan – Pemilih, yang terbagi Suara Daerah daerah Pemilihan, yang bertingkat tingkat atas dasar Peredaran “Uang, Terkuasai” selama sekian dekade.

            Sang Individualis pun mulai bersiap, (Pemahaman Ajaran) Bukan Tubuh saja. Mengatur Hukum – Pelaksanaan kini. Para Tentara a-la Militerisme di belakang dalam Keadaan “telah” “Perang”. Wah ! Mengejutkan, deh …….

            Kita tonton saja ? Atau, ikut Berpolitik ?!? Rakyat akan jawab !

Politik Banyak Partai

  

Hanya Para Pembodohi Rakyat, yang berniat untuk mengurangi Peserta Kepartaian di Pemilihan. Demokrasi sekarang adalah Memilih Langsung. Dikurang ? Tidak akan bisa ! Mengajukan Pencalonan Non – Kepartaian ya mungkin …

Lho !?!

Pemilih, adalah Suara. Berasal dari Masyarakat dengan Pemahaman Manjemuk – Politik (Ideal).

He he he ……. Berapa jumlah Kepartaian (ehemmm !), dijadikan “alat” (- kendaraan) untuk membawa Individualisme ke “Negara” dalam Pertentangan Kelas kelas Ekonomi di Masyarakat ???

            Sementara Kekuatan kekuatan Nasional di Negara, yang semula berserakan, kini mulai bisa dipersiapkan untuk memperjuangkan Kepentingan kepentingan Politisasi Ekonomi Masyarakat – Penduduk di Negara.

Sesuai dengan Tujuan Pendirian Negara. Tanpa Kebimbangan untuk Menyelenggarakan Kemakmuran Adil – Sejahtera, terpolitisasi dalam Pemilihan Kepemimpinan dalam Banyak Partai kini. 

Keadaan Demokratik Politis

  

            Kita tetap akan mempertahankan Pemilihan Kerakyatan di Negara mana pun jua. Demokrasi ……. Adalah kemampuan Politik Masyarakat untuk Kepentingan kepentingan Ekonomisasi Sosial. Ditujukan Sosialisme (Penduduk).

1.                  Pemilih (= Suara, Rakyat) untuk Kepemimpinan ;

2.                  Pemilihan (Umum) adalah Demokrasi untuk membentuk Pemerintahan

a.         Menyelenggarakan Kedaulatan Rakyat di Negara ;

b.                  Hak Pilih akan tersalurkan di Parlemen Rakyat (= Perwakilan) ;

c.                   Membentuk Pemerintahan Yang Demokratik.

3.                  Pemerintahan “Dalam Masyarakat”

Melaksanakan

Kemakmuran, Adil – Sejahtera.

Partai dan Pemilih mempersiapkan Pemerintahan, didasarkan Perhitungan Suara Rasional di Wilayah wilayah (Nasional – Kenegaraan), menyeluruh. Atas Persetujuan Kerakyatan.

   

Selesai.

Jakarta, Juli 2007.

   


KEKASIHKU ADALAH RAKYAT


Kekasihku, adalah, Rakyat !

Nafsuku, adalah, Perjuangan …

Membebaslan

RakyatYangMiskin.

Yang Dihina

Yang Ditindas

Yang Dijajah

Yang Diperangi

Yang Diperas Pikiran, Tenaga, dan Berkeringat

Darah

Menangisi Ibu ibu Kami dalam Pemiskinan

Rasa Sayangku hanya untuk Rakyat

Yang Berkorban

Yang Dikorbankan

Yang Menjadi korban

Namun, Setia ! Selalu

Tidak Memarahiku

Tidak Mendustaiku

Tidak Memusuhiku

Rakyat Yang Ditipu

Rakyat Yang Dicurigai

Rakyat Yang Disiksa

Rakyat Yang Dimusnahkan

Rakyat Yang Dibakar

Dendam

Kemarahan

Karena

Hinaan

Pembodohan

Kekasihku, adalah, Rakyat !

Tangisanku hanya untuk Rakyat di Pedesaan

Rakyat

Yang

Miskin …………….

Perjuanganku, Membebaskan

Anak anak Rakyat

Yang Lapar

Yang Sakit

Yang Takut

di Dunia

Di Lini Terdepan.

Dengan Akal, Batini, dan Ragawi !

Kekasihku, adalah, Rakyat !

Mencumbui

airmata Deritaku

Di sekujur

Berdarah.

Badanku !

Jakarta, Juli 2007. 

 


PERJUANGAN BERSAMA, KINI … !!!


PERJUANGAN BERSAMA, KINI … !!!

Pembebas

SUATU Tujuan akan tercapai melalui Perjuangan ……. Tertutup, dan Membuka. Yang Bermula dari dalam ketika mempersiapkan. Terbuka dengan Kemampuan kemampuan Memutus – Silang, menghancurkan dan jatuh lah Penguasaan. Terjungkal … ! Mencabut Akar akar Penganutan Individualisme dalam Kemasyarakatan. Bertarung ….., Tertutup Memperhitungkan Perlawanan Tanpa akan Berakhir.             Dibedakan antara Sosialisme dan Individualisme (Tujuan). Memperkuat Kebersamaan Anti –Kapitalisme.             Kiri, yang Sosialis … ! Mempersatukan 

1.                  Nasional – Wilayah wilayah berdasarkan Rakyat Miskin Dunia ; 

2.                  Berpolitik, Sosial – Kemanusiaan (Re-evolusi) ; 

3.                  Mengerjakan Tugas Budaya – Pertanian untuk Pangan Masyarakat Kita ;

4.                  Dihapuskan Individualisme di Perindustrian ; 

5.          Perempuan perempuan Sosialis, berjuang atas dasar Kekeluargaan.

Tumpuan Kekuatan adalah di Daerah daerah. Dipersiapkan Kelas Pekerja – Buruh menjadi Pelaksana Ekonomisasi Masyarakat (Negara) Sosial. Dipanggil Demokratik (Kaum) Revolusioner. Kembali … Progressif, Militan Anti – Imperialis. 

            Ini, Perlawanan ! Untuk … mengembalikan Kekuasaan Rakyat Miskin.

Dalam suatu Revolusi, Berpikir ! Membebaskan … Rakyat dari Pemiskinan. Bersama Kaum Perempuan Kita, adalah, Sumber – Asal ! Ia mampu untuk merasakan Ketidak Adilan – Hinaan – Pembodohan atas Manusia.

   

            Mengapa Terdiam, Kamerad ? Wahai, … Tujuan, adalah, Harapan ! Berhentilah menyesalkan Nasib diakibatkan Dusta atas Realitas. Takdir Kita adalah memang Rakyat Yang Miskin. Berjuanglah terus untuk Kemenangan.

            Keadaan Borjuasi Demokratik bukan Kesalahan lagi, untuk menghambat Kapitalisasi di Negara, yang ternyata Bangkrut karena Perbankan akibat Monopolistik Perdagangan Industrialisme selama berlangsung Ekspansi Teknologi Non – Kemanusiaan. Menjelang Kebaruan – Materialism Zaman, dipaksakan Globalisme Perdagangan Tanpa Kenegaraan di Dunia. Karena, Demokrasi bukanlah Liberalisme.

            Dengan kriteria kriteria

1.                  Dialektika Kemanusiaan – Ekonomik ;

2.                  Kemasyarakatan Tunggal Manusiawi dalam Budaya Pangan Pertanian ;

3.                  Manusia dalam Aturan aturan Sosial.

Sehingga tiada Penguasaan atas Kemasyarakatan Manusia di Dunia.

Kaum Demokratik tetap meneruskan Revolusi. Membebaskan ! Terlaksana Ekonomisasi Kerakyatan sampai mencapai Kemakmuran, Adil – Sejahtera Tujuan Sosialisme – Kiri. Berjuang … !?! Biarpun Mulut Kita terkatup, dalam Seteriakan – Nafas !

                                                                                    

Selesai.   

Salahsatu Pembebas 


MONEY POLITICS


LIBERALISME & Money Politics

   

KEUANGAN yang sedang dipergunakan secara Politis di suatu Negara untuk mendapatkan wewenang. Berbentuk Transaksi – Semu Ekonomik terhadap Uang. Memberikan Keuntungan – Jasa atas Barang barang, yang langsung Terpakai  jadi Komersial – Produk.

 

1.                  Menaikkan Pembiayaan Anggaran Kegiatan kegiatan Politik ;

2.                  Komisioner ;

3.                  Membagi “Keuntungan Jual”, yang terselubung ;

 

Dengan dampak Negatif Pemerintahan Kenegaraan

 

         Melepaskan Pertanggungjawaban Keuangan ;

         Korupsi ;

         Perdagangan diatur. Dan, Para Pejabat Berdagang dalam Hukum Positif ;

         Program program Fiktif ;

         Membiarkan Proses Industrialism (Produksi).

 

Akibat dari Ekonomisasi Keuangan Negara tidak pernah diawasi dalam Kendali Masyarakat dan Partai Memungkinkan Liberalisme – Individual berperanan luas atas Usaha usaha Ekonomi, diarahkan dalam Industri Perdagangan – Kapitalisme.

 

            Keperluan keperluan Politisi, diukur dari Keuangan akan melebihi Kebutuhan kebutuhan Uang untuk Perekonomian Sosial – Kemasyarakatan. Kemudahan kemudahan Politis pun dibuat, mempersiapkan Rancangan Strategik Ekonomi.

 

1.                  Tersebar di Wilayah wilayah Ekonomik  ;

 

         Ada Sumber Alam ;

         Bukan Daerah daerah Banyak Penduduk – Mukim (Asal) ;

         Tingkat Kebodohan Tinggi ;

         Transito Perdagangan Lokal – Setempat Dekat Pelabuhan pelabuhan ;

         Dalam Pengendalian Militerisme – Aktif ;

         Mendapatkan Dukungan Adat (karena Dibagi) ;

         Ketaatan, didasarkan Pemiskinan.

 

2.                  Jumlah Keuangan yang terpilah Sistimatis (= Peredaran) a-Lokasi  ;

 

3.                  Keterlibatan Kaum Pedagang melaksanakan Usaha – Proyek proyek ;

 

         Nepotism ;

         Pembukuan, yang selalu dibuatkan (Penguasa) ;

         Mampu Menjaminkan Pembagian.

   — o0o —   

            Ketergantungan dari Perbankan, meng – uang – kan, yang diperkenankan dalam Mekanisasi Pasar Industrialism, mengakhiri Proses Edar Keuangan. Berlangsung Money Politics, terbayarkan secara Politik untuk Ekonomisasi Kenegaraan.

 

Sah didasarkan Hukum. Kewenangan Politik dalam Transaksi – Semu Ekonomik Temporer. Inilah, Liberalisasi (Keuangan). Pemerintah pun  melaksanakan, diatur dengan Aturan aturan sampai di Daerah daerah.

 

            Tidak mustahil untuk memanipulasi Program program Sosial.

 

            Perbankan jadi Alat – Politisasi Keuangan Negara. Dibantai, atau menghilang … Sistim Keuangan Rasional terpakai.  Biar pun dalam Pemeriksaan dari suatu Lembaga Keuangan dan Parlemen.

 

            Money Politics merancang Kekuatan Uang – Politis. Puratinisme dan Koloni koloni bergantung atas Sumber sumber Penyaluran Keuangan. Dijadikan Kelompok kelompok Non Pesaing Dagang – Ekonomi, yang mudah dikendalikan. Mereka menikmati … terus.

 

Sementara Kaum Borjuasi – Demokrasi telah merugi, dan berhutang. Tercebut juga dalam Kondisi kondisi Situasional akibat Money Politics di “Negara”.  Hanya gentayangan di Perpolitikan, mencari Perlabaan – Tidak Ekonomik.

   Sekian   

Jakarta, Juli 2007.

   Pembebasan   


POLITIK DAN KEPARTAIAN


POLITIK DAN KEPARTAIAN

MENUJU

SUATU NEGARA SOSIAL

 

PARTAI adalah suatu Politik, yang berada dalam Kerakyatan – Sosial. Terbentuk, mempersiapkan Nasional – Wilayah wilayah. Menghantarkan Pemerintahan secara Politik sampai di Daerah daerah untuk Melaksanakan Tujuan suatu Negara. 

a.                   Berpolitik, Keanggotaa ; 

b.                  Pemilihan, Mengajukan Kepemimpinan di suatu Negara ; 

c.                   Oposisi ; 

Selain Tugas tugas Politik di atas, berkemampuan untuk mendirikan suatu Negara pula. Andaikan Kenegaraan belum ada atau masih Konsep Politis Masyarakat. Diadakanlah Politisasi Sosial – Kerakyatan dan Perekonomian.            

Karena Pemahaman Ideologi terlihat Partai menjadi saluran saluran Kepentingan Masyarakat di Dunia. 

          Ideologi Kerakyatan (Ajaran) ; 

          Ideologi Sosial – Kemasyarakatan Nasional ; 

          Ideologi Komunisme (dalam Perekonomian) ; 

          Ideologi Liberal – Kenegaraan ; 

          Ideologi Nasionalisme – Perjuangan. 

Sehingga Pemerintahan akan memberikan Pertukaran pertukaran antar Penganuti sehingga dibedakan dua Pemerintahan Spoil atau Merit.            

Oposisi bukan tidak diajak suatu Kelompok kelompok masuk di Pemerintahan. Melainkan, Keadaan Berbeda dengan Pemerintahan dan Menolak. Bisa didasarkan karena Ideologi – Anutan.

   

TUJUAN NEGARA SOSIAL

 Suatu Negara Sosial didirikan karena berdasarkan Tujuan Sosialisme. Tidak Ideologi Liberalisme Kenegaraan. Sehingga Pemerintahan, yang terbentuk memang dalam Pemilihan di Masyarakat karena adalah Pelaksana Sosial – Politisasi Perekonomian Rakyat. Beberapa Fungsi Kepartaian di Negara Sosial 

a.                   Mengajukan Pemimpin Pemerintahan Kenegaraan ; 

b.                  Memilih atas dasar Kerakyatan ; 

c.                   Membentuk Parlemen Rakyat dan Wakil wakil Kepartaian di Negara ; 

d..        Suatu Kelembagaan Politik di Negara (Non – Struktural) ; 

e.                  Fungsi Pengendalian Program program Kemasyarakatan – Ekonomi ; 

f.                   Oposisional (lebih dari dua Partai di Negara, Demokrasi) ; 

g.                   Menyalurkan Kepentingan kepentingan Masyarakat Ideologik – Politis. 

Kelompok kelompok Nasional adalah Kelompok kelompok Sosial (Social Groups) di Negara, yang dimaksudkan untuk Berjuang mempersiapkan Peradaban Kemanusiaan di Wilayah wilayah Negara.   

Sekian. 


Jaminan Lahan lahan Bertani


TAMPAK tidak sudi melihat Kemiskinan, diakibatkan Pemiskinan. Agar Rakyat Miskin dan Masyarakat pun kekurangan Pangan. Lalu, dibelokkan perhatian, mencari Penyebab Kegagalan Industrialism.

            Taktikal Politis – Ekonomik, yang memang bertujuan Kapitalisme dengan memojokkan Kaum Nasionalis di Dunia.

            Siapakah, yang sedang berpolitik karena Kapitalisme, menyengsarakan Rakyat ?

1.                  Penganuti Anti – Sosial ;

2.                  Pemerintahan Yang Korup ;

3.                  Liberalisme – Individual ;

4.                  Politisi politisi (Kepartaian) Berdagang dalam Perlindungan Hukum ;

5.                  Kaum Intelektual Opportunis.

Pembentukan Pemerintahan di suatu Negara adalah Politik. Diarahkan, melalui Demokrasi – Hukum Kenegaraan, dibuat jaringan jaringan Ekonomi dalam Kemasyarakatan sampai di Wilayah wilayah Nasional.

Beberapa Tugas Kenegaraan diterjemahkan Pemerintahan mengatur

1.                  Proses Kapitalisme Laba – Perindustrian ;

2.                  Penyaluran Keuangan Politik  ;

3.                  Hukum atas Pertanahan di Daerah daerah.

Hukum atas Pertanahan menyinggung Kepribadian suatu Masyarakat. Karena, Pembatasan Sosial – Kekeluargaan. Dirampas suatu Hak Kerakyatan secara Imperialistik. Bertempat tinggal, Kelahiran, Budaya mengelola Tani – Pangan Kemasyarakatan. Ketika Industrialisme membutuhkan Sumber sumber Alami Ekonomis akan dimanipulasi Luas Pertanahan (Jumlah). Strategik Politik Individualis membuat batasan batasan atas Kepentingan kepentingan Wewenang Kerakyatan di Daerah daerah. Berakibat, Pertanian terserap dalam Keuangan – Permodalan Kapitalisme.

            Masyarakat pun tidak mampu membayar Luas Kepemilikan atas Lahan lahan Pertanahan, yang bertujuan Pertanian Kependudukan – Mukim. Terbeli secara Ekonomik untuk Pedagang pedagang.

            Langsung kembali Feodalisme dalam Pertentangan Kelas kelas Ekonomi di Masyarakat dan menghancurkan Proses Rasionalisasi Industri Nasional Kerakyatan berbasis Kemasyarakatan dalam Kebudayaan Pertanian.

Nilai nilai Luhur Kekerabatan, yang terbawa dalam Peradaban Kemanusiaan, melalui Proses Kebangsaan di Negara, menghilang ! Tiada cara Budaya menyelesaikan Konflik Tanah Pertanian, digantikan dengan Hukum Induvidualisme Ekonomik.

 — o0o —   

            Aturan aturan Sosial berdasarkan Kerakyatan di dalam Masyaraka memperkenankan Pelepasan Hak atas Tanah untuk Ekonomisasi, teratur dengan Penjaminan – Usaha Mengelola Pertanian, Hasil dari Sungai, Perkebunan.

Contoh, Pola pola dan Sistim Tanam, yang dilaksanakan untuk mendapatkan Hasil, terbagi Adil – merata, bergotong royong, diawasi secara Politik dari Masyarakat Suku suku dalam Kependudukan dengan membuatkan Pengairan di sekitar Pemukiman.

            Beberapa bentuk Jaminan atas Tanah Bertani, yakni antara lain

            1.         Perlindungan atas Tanah ;

            2.         Tanam, Materialisasi – Pertanahan, Bertahap (Waktu Dapat Laba) ;

            3.         Pengawasan.

   

Selesai.


MASSA – AKSI – MASSA PENGORBANAN MANUSIAWI


1.

DIDUKUNG Kemampuan kemampuan Ekonomik mengoperasikan Politik diarahkan Pelapisan Sosial – Ideologik, berdasarkan Rasa Ketidak Adilan atas Manusia adalah Ajaran, membuka Massa – Aksi – Massa, dimaksudkan bukan untuk pengerahan Massa – Demokrasi.

Retorika untuk alasan alasan Keamanan Militerisme membentur HAN (Pertahanan) – Teoritikal Kerakyatan karena Terdeteksi upaya Menghilangkan Kepemimpinan dalam Aksi – Massa – Aksi, yang dipersiapkan untuk Revolusi Sosial.

Kesalahan kesalahan Perbuatan menerjemahkan Strategi – Taktikal Ideologi dan Pelaksanaan agar segera terjungkal Penguasa Individualisme, diakibatkan mengkuatirkan Manusiawi Nafsu untuk Berkuasa atas Dirinya karena suatu Permusuhan.

2.

Tiga Kewilayahan – Daerah daerah, yang berkewajiban untuk menerima, terserap dalam Kemasyarakatannya (Manusia)

a. Wilayah Kemanusiaan, yang berjumlah Besar ;

b. “Tempat” Perlindungan dalam Kekuasaan Rakyat ;

c. Pertempuran berskala. Daerah yang Luas.

Biarpun Kekuatan kekuatan Non – Revolusi akan menunggu, yang disebabkan untuk mempersiapkan Ekonomisasi – Keuangan Masyarakat.

3.

Sikap menjijikan Tyrani, yang sedang Bersenang di atas Kehinaan Perempuan perempuan Sosialis di seluruh Dunia, memerintahkan Parlemen gantikan Demokrasi di suatu Negara jadi Mekanisme Hukum. Aksi – Massa – Aksi pun menghadapi Dua Musuh Aseli. Penguasaan dan Birokrasi untuk Individualisme – (di) Kenegaraan. Dengan samaran Politik menghapuskan Jejak jejak Kapitalis.

— o0o —

Masalah masalah di atas menjadi Bahasan Politik dalam Tujuan Perjuangan Sosialisme, berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Nasional. Membentuk Masyarakat, ….. yang nyaris dikuasai Kapitalisme – Internasional.

Konsep Berbangsa secara Politik telah dihancurkan ! Melalui Tuduhan, bahwa Ningrat – Keadatan kembali Berkuasa atas Wilayah wilayah Nasional – Kenegaraan. Menjadi (… dibuatkan) Hukum atas Kekuasaan.

Bagaimanakah mungkin Kekuasaan Rakyat dibatasi dengan menciptakan Hukum ? Terjebaklah Masyarakat dalam Suasana Individualisme – Ekonomik di Negara. Menghadapi alur alur Demokrasi berbalik Penghancuran Kerakyatan – Manusia di Masyarakat …….

Logika Politis – Dialektika mengajukan Massa – Aksi – Massa. Dalam Politisasi Kemasyarakatan di suatu Negara. Seorang Ayahanda dulu meminta cepat dihancurkan Birokratisme – Pemerintahan.

— o0o —

Kepekaan Massa untuk menghancurkan Penyebab, diakibatkan atau karena Pertentangan antar Kelas kelas Ekonomi hasil Kapitalisme di Masyarakat, mengarah dua sudut pandang (terpincingkan liar dua mata).

Individualisme pun akan dijadikan “Alat” Kapitalisme dalam Kemasyarakatan melalui Pemilihan di suatu Negara. Bertujuan Kemutlakan Hukum atas Keuangan. Diajukan dalam Pertarungan Kekuasaan.

Selesai.

Jakarta, Juli 2007.

Pembebasan


KEDAULATAN NEGARA ATAU SOSIALISME


BICARA FILSAFATI POLITIK 

 MEMPERTANYAKAN

KEDAULATAN NEGARA ATAU SOSIALISME 

 

KEDAULATAN Negara, atau Sosialisme ? Menerjemahkan Ajaran Kerakyatan di Indonesia. Kedaulatan telah lepas dari Rakyat Posta Reformasi ……. Kemudian Negara hendak menghapus Rakyat Yang Miskin.

            Kini, dibutuhkan Revolusi ……. Dalam Pemikiran Tentang Sosialisme. Melawan Tyrani Individualisme – Kenegaraan, yang didasarkan Hukum.

            Mungkinkah ? Ya, memang.  Tujuan Pendirian suatu Negara – Ekonomik. Terpolitisasi dari Pemerintahan ke Pemerintahan. Menciptakan Hukum dalam Parlemen. Dipilih, dengan Niat Penguasaan Keuangan Negara. Inilah, Kedaulatan itu !

Negara, adalah, Hukum. Berganti ganti Pemerintahan bukan masalah lagi. Diserahkan ke Mekanisasi Proses Demokrasi. Semudah Kepemimpinan Birokratism memerintah karena ditunjuk dengan alasan Kepentingan kepentingan Negara Berdaulat. Logik atas Rakyat.

Isi Hukum Buatan  

1.                  Keuangan Politik (Cara cara) Ekonomisasi Uang Negara ;

2.                  Perlindungan ;

3.                  Nilai nilai Kebenaran Menguasai. Pembagian Laba – di dalam.

Memang Pemerintahan, yang dibentuk untuk menyelenggarakan Kenegaraan, didasarkan Konstitusi. Adalah, Rasionalitas … Mengakibatkan Kewenangan kewenangan Si Individualisme untuk Berbuat, dan melaksanakan Putusan putusan sendiri.

Itu pun, Kedaulatan … Negara.

Tampak Negara di Kedirian. Mengatasnamakan kah ? Tidak ! Karena, Hukum, adalah … Negara. Maka, ternyata Negara bertujuan Ekonomik (Si Individu) usaha Keuangan, yang dicetak. Mengatur Hak hak Penguasaan.

            Pertanggung jawaban Keuangan = Individualisme berada dalam Sistim – Mekanisme Lembaga Kenegaran (Parlemen), diperkenankan karena Politik Negara … Mencetak, mengusahakan, mendapat.

Disimpulkan, Tiga Kedaulatan Negara

1.                  Penguasaan ;

2.                  Tujuan, Memerintah (Hukum) ;

3.                  Konstitusi

Karena, ada Rakyat yang selalu Dikuasai, dengan Perintah perintah, berdasarkan Tujuan Hukum – Konstitusi.  Lalu, apakah Tujuan Negara dimaksudkan Negara Daulat – Pemerintahan ? Sekali lagi, mungkin ……. Ekonomisasi Keuangan.

Andaikan hanya Ekonomisasi Keuangan, yang dipermasalahkan, Kita pun mempertanyakan Kedaulatan secara Ekonomi. Yakni, Keuangan Industrialisme. Berhubungan dengan Kelas Pekerja – Buruh Kemasyarakatan.

Ini, Sosialisme …….

Tidak bisa Masyarakat berdasarkan Keuangan, menjadi Kelas kelas, yang diakibatkan Ekonomi. Melainkan hanya Kelas Pekerja – Buruh saja. Bekerja dan dibayar. Baru lah Keuangan akan memasuki Kemasyarakatan di suatu Negara.

Selain demikian adalah Proses Ekonomis. Berdagang. Menjual Hasil Industrialisme. Dari mana Keuangan diberikan ke Rakyat agar mampu membeli ? Pinjaman ? Bukan Ekonomisasi jadi … Kemiskinan. Dalam Peminjaman Uang tidak ada Transaksi – Ekonomik karena Berbunga. Bukan Perlabaan – Keuntungan. Terbebankan Pengembalian membayar ke Perbankan dalam waktu Pemakaian Hasil.

Adakah Hukum telah dibuat, yang berdasarkan Kedaulatan Negara untuk Industrialisme ? Mengadakan Nasionalisasi Yang Rasional ? Tanpa Sosialisme di suatu Negara ? Terbagi Laba karena Demokrasi ada Individualisme di Masyarakat.

   

 

 

Selesai.   

Jakarta, 2 Juli 2007.

 

 

Pembebasan