Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for 6 Juni 2007

KEMERDEKAAN – EKONOMI (“NEGARA”)


KEMERDEKAAN – EKONOMI (“NEGARA”)
PEMBEBASAN
RAKYAT YANG MISKIN

(Tulisan Kiri – Sosial)

TRANSAKSI Keuangan (suatu) “Negara” akan menguntungkan dalam Proses Perlabaan dari Perdagangan Barang barang, yang telah diproduksi (fabrikasi), adalah, untuk memenuhi Rasionalitas (= Kebutuhan kebutuhan) Masyarakat Ekonomik.

1. Keuangan Berfungsi Sosial ;

2. Politisasi Ekonomi Kemasyarakatan ;

3. Laba, diterima (Negara).

Secara Ekonomi – Politis terjadi

1. Industrialism ;
a. Investasi – Peminjaman Keuangan ;
b. Perburuhan ;
c. Keperluan keperluan Bahan Baku (Alam) ;

2. Perdagangan Negara – antar Daerah dan Internasional ;

3. “Pembelian”, menyalurkan (Distribusi) ;

Namun, Pemerintahan bukanlah untuk Penguasaan karena “Kepemilikan Uang (Negara)”. Dibentuk untuk melaksanakan Kerakyatan Sosial – isme. Sebagai Dialektika (Murni) Perekonomian Sosial – Manusia.

— o0o —
Suatu Masyarakat akan menjadi Bangsa karena Budaya – Tradisi Pertanian, dibentuk atas dasar Kerakyatan. Mengacukan Politik Kemanusiaan – Sosial, berlangsung dalam Proses Genetika Pembebasan Tujuan Kemakmuran (Negara).

Nilai nilai Sikap Perlawanan Revolusioner

Rakyat Yang Miskin mempersiapkan Nilai nilai Sosial, diarahkan jadi Sikap Perlawanan Revolusioner menghadapi Kekuasaan Bertujuan untuk Individualisme – Kenegaraan dengan bentuk bentuk Penguasaan Keuangan – (Negara Kapitalisme). Hak hak Sosial – Perekonomian Masyarakat pun didapatkan dari suatu Produksi di atas Tanah Rakyat dan terpolitisasi langsung dalam Aturan aturan Sosial.

Maka Wilayah wilayah (Negara) “Tempat” Pertarungan Kekuasaan. Kelompok kelompok Manusia – Sosial karena Kebutuhan kebutuhan Dasar Ekonomis. Negara bukan lagi untuk Tujuan Kekuasaan Rakyat.

— o0o —

Suatu Kemerdekaan, yang berdasarkan Kehendak Sosial – Pembebasan, merupakan Politik, dimulai dari Pembentukan Kemasyarakatan. Bukan dalam Proses Hukum – Kenegaraan Tanpa Suatu Kekuasaan Nyata namun Semu karena Individual. Hukum sekedar agar terjaminkan “Organisasi”. Memerlukan Waktu. Sementara, Revolusi berpikir untuk Kemanusiaan terus.

1. Kemerdekaan – Hak Azasi Manusia (dalam Keluarga), yang Berbangsa ;

2. Kemerdekaan Ekonomi – Kerakyatan
Berdampak
Pergolakan di Daerah daerah ;

(Karena suatu Penyebaran Ajaran Revolusi)

3. Kemerdekaan Sosial untuk membentuk Pemerintahan “Dalam Masyarakat” ;

Perbedaan atau Kelas kelas Masyarakat (di Negara), yang diakibatkan Pertentangan Ekonomi akan merugikan Kemanusiaan (Logika – Politik), dihapus, untuk Pembentukan Masyarakat – Sosialisme.

Keuntungan dari Perlabaan Keuangan (Negara) dalam Proses Ekonomi – Produksi memberikan Manfaat dan Penggunaan untuk Kemanusiaan. Dihancurkan balik Kemauan Penguasaan atas Manusia – Bebas. Dalam Bermasyarakat, mengelola, menerima, menikmati Hasil dari Sumber sumber Alam – Tanah dan Lahan lahan Pertanian (Kebudayaan).

Jaminan atas Perburuhan tidak sekedar membayar Tenaga, tetapi, Politik Ekonomisasi Sosial Kemasyarakatan (Negara), dimasukkan dalam “Nation” – Industrialism. Yaitu, suatu “Kelas (di) Masyarakat”. Menuju Pembebasan Manusia Sosial – isme Kebangsaan !

Selesai.

Istilah Ekonomi – Politis

1. Rasionalitas Ekonomik Masyarakat, halaman 1.
2. Keuangan Berfungsi Sosial, halaman 1.
3. Ekonomi – Politis (Industrialism), halaman 1.
4. Kerakyatan – Sosialisme, halaman 1.
5. Dialektika Perekonomian Sosial, halaman 1.
6. Budaya – Tradisi Pertanian, halaman 2.
7. Individualisme – Kenegaraan, halaman 2.
8. Penguasaan Keuangan – (Negara Kapitalisme), halaman 2.
9. Sosial Perekonomian Masyarakat, halaman 2.
10. Produksi di Tanah Rakyat, halaman 2.
11. Aturan aturan Sosial, halaman 2.
12. “Tempat”, Manusia – Sosial, halaman 2.
13. Revolusi Berpikir (Kemanusiaan), halaman 2.
14. Kemerdekaan Ekonomi – Kerakyatan, halaman 2.
15. Perbedaan Kelas kelas, halaman 3.
16. Perlabaan Keuangan Negara, halaman 3.
17. Penguasaan atas Manusia, halaman 3.
18. Jaminan atas Perburuhan, halaman 3.
19. Suatu Kelas di Masyarakat, halaman 3.
20. Manusia Sosial – isme, halaman 3.