Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Juni, 2007

BURUH DI NEGARA SOSIAL


KELAS PEKERJA – BURUH DI NEGARA – SOSIAL

 

Pembebas

 

 

 

MASYARAKAT di Wilayah wilayah adalah unsur unsur untuk Mendirikan Negara. Tampaklah Bangunan suatu Negara (Nasional). Terstruktur dalam Kemasyarakatan – Tatanan. Pemerintahan ……. ! Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat.

1.      Ada Kebebasan – Politik ;

2.      Ada Manusia, yang Berpolitik. Suatu Hak Azasi ;

      a.   Membentuk Masyarakat Kemanusiaan Sosial – HAN – Perekonomian ;

      b.   Hak Dipilih (Politik) ;

      c.   Mempersiapkan Pertanian – Budaya (Pangan) ;

3.      Ada Politisasi Kemasyarakatan  

— o0o —   

Membentuk Masyarakat – Kemanusiaan (Ekonomi)

 

Hubungan Politis dalam Masyarakat telah menguraikan relasi relasi  – Ekonomik, didasarkan Tenaga dengan Kepentingan kepentingan Keluarga – Batih (Perempuan), menerima Keuangan – Perekonomian Negara.

 

Karena, Ikatan – matarantai dan jaringan jaringan Manusiawi ini, akan terbentuk Aturan aturan Sosial, melalui Politisasi Kemasyarakatan di suatu Negara, yang bertujuan Ekonomi Kemakmuran Dunia.

Kemampuan kemampuan Masyarakat mempersiapkan Tenaga – Ekonomis Kelas Buruh (Industrial), bermula di seluruh Kewilayahan Nasional, dijadikan Dasar Kebebasan Politik membentuk Masyarakat Sosialisme.

 

 — o0o —   

 

            Maka Kekuasaan selalu mengarahkan Perdagangan …… diberikan lah Kewenangan kewenangan Pemerintahan – Administrasi (= Govermental), mendapatkan Perlabaan – Keuangan Negara, berakibat

 

1.                  Politik Ekonomi, yang terkendali dari Masyarakat – Kenegaraan ;

2.                  Keadilan – Logik Perlabaan (untuk) Masyarakat ;

3.                  Program program Sosial – Pemerintahan ;

4.                  Rasionalisasi Perindustrian Nasional dari Sumber Ekonomis – Alami ;

5.                  Pemakaian Keuangan – Negara untuk Kemasyarakatan.

Upah Kelas Pekerja – Buruh Masyarakat terjaminkan karena Uang Negara.  Pemukiman– Manusiawi layak tinggal Keluarga. Daya Kemampuan Beli meningkat dalam Kemasyarakatan Buruh di suatu Negara.

 

Dalam Pemiskinan pun akan memunculkan suatu Hak hak dari Revolusi, didasarkan Kepentingan kepentingan Ekonomi. Dibutuhkan Demokrasi mengikuti Ketamakan Industrialisme Ekonomisasi Negara. Termaksudkan Pertarungan antar Para Penguasa dan yang ingin Berkuasa untuk menjarah Uang dicetak Negara. Rakyat bisa tetap menarik Legalisasi Hukum Negara.

 

Cukup dengan alasan alasan Pemerintahan merugi dalam Pelaksanaan Ekonomi. Dituntut, ganti … ! Melalui Pemilihan atas dasar Hukum pula. Bertujuan untuk melindungi Kaum Buruh jua. Dinaikkan keperluan keperluan Ekonomis Proses Industrial.

   

Sekian.

  

Jakarta, 30 Juni 2007.

      

 


PERLAWANAN KEBEBASAN POLITIK


 KEBEBASAN SUATU POLITIK

MELAWAN

 LIBERALISM–INDIVIDUALIS–KAPITALISM

 

 

 

 

 

 

DUA Politik Kebebasan bertarung ……. untuk pembentukan suatu Masyarakat Nasional – Wilayah wilayah. Menerjemahkan Kebebasan, dilaksanakan. Materialisasi Kenegaraan adalah Perlagaan, yang berakhir dalam Tujuan Kebebasan.

 

            Pemikiran Tentang Sosial. (Sosialisme), didasarkan Kemanusiaan, melawan Politik Liberalisme, bersumber dari Individualisme karena Ekonomisasi Kapitalisme, Dialektika – Logika Manusiawi menghadapi Penghinaan Terhadap Manusia.

 

Manusia dibiarkan Tidak Berpikir, agar hanya onggokan menuruti Iming iming ala Nafsu Kebendaan – Perlabaan Uang Negara. Derita, Penindasan, Siksaan, ditujukan untuk Perampasan Hak hak Kemanusiaan atas Tanahnya, Kebebasannya,  Kerakyatannya Genetis – Keluarga.

 

            Dalam juta Kematiannya, terbunuh atas Pisik, Batini, Akal dan Alam (Bumi). Mengudara Jerit Kesakitannya, yang disembunyikan ….. Dalam Rasa Perempuan perempuan Sosialis di Tanah Manusia.

 

1.                  Perbedaan Kelas kelas Ekonomi di Masyarakat ;

 

2.                  Kelas Pekerja – Buruh terlantar di Kontrakan kontrakan Perkotaan ;

 

3.                  Kelas Masyarakat Pedesaan Tanpa Keluarga keluarga Sosial.

 

Benturan benturan Politis merusakkan Tatanan Kemasyarakatan – Negara. Terinjak butiran butiran airmata Anak anak menunggu sesuap Nasi – Beras dijual dengan alasan alasan Ekonomik Kebangsaan.

 

Pembenaran Hukum terus dibentuk Pemerintahan melalui Demokrasi (alasan alasan), Berakhirlah Hubungan Persaudaraan – Manusia karena telah digantikan Kehendak Individualisme.

 

Penguasaan atas Masyarakat dalam Negara. Membentuk suatu Kuasa – Semu. Dari Birokratisme – Govermental Perdagangan Industrialisme. Rangkaian Alat Kelembagaan Memerintah sampai di Rumah rumah.

 

 — o0o —

   

            Penduduk Yang Miskin. Salahsatu Gejala Sosial – Rasional Sosialisme dalam Masyarakat. Dan, Terlihat dalam Bangunan Negara. Bukanlah Kemakmuran – Adil Kerakyatan Dunia.

Mana, yang akan diruntuhkan ? Masyarakat atau Pemerintahan Suatu Negara ? Melalui Kebebasan Politik ……. Rakyat Yang Miskin ! Langit tidak akan runtuh selama Bumi tetap berputar sentralism di Ujud Manusia – Sosial.

“Nation” Politisasi Sosial dalam Masyarakat mampu untuk menggantikan Liberalisme Anti – Kemanusiaan Sosial. Terlaksana dalam Persatuan Nasional melawan Bentuk bentuk Kapitalisme Ekonomisasi (Uang) Kenegaraan.

— o0o —   

 

Politik Kesadaran Sosial di dalam Ingatan Para Demokratik bukan Borjuasi – Demokrasi, akan diarahkan dalam Perjuangan Sosialisme untuk mengadakan Penyebaran Ajaran Kerakyatan. Terbuka, dan Bersatu dalam “Nation” – Persatuan.

            Kebanggaan Muda – mudi Yang Kiri – Sosialis telah menjadi Kemauan Politik dalam Jaringan jaringan Revolusi. Tercampakkankah Niat melawan Penjajahan Imperialistik Moderen Perdagangan Hasil Industrialism Nasional ??? Melawan Ekonomisasi Kaum Birokratis terhadap Sumber sumber Alam di suatu Negara ? Melawan Kepentingan kepentingan Individualis Bernegara atas Kehinaan Perempuan perempuan Kami ?

            Telah ditanamkan Api. Dalam Kemanusiaan – Tubuh Revolusioner Pembebasan. Bukan Pengkhianatan, menuntut Pembelaan Berkuasa … Jarak antara Tujuan Kebebasan Manusia dulu pernah diukur hanya sejangkauan di Rasa.

Kasat mata Pemiskinan, terasakan … Mungkin kami sudah tiada jua. Bagaimanakah kelak suatu Takdir Manusia Yang Muda – Perawan, Keibuan Sosialis – Idea ? Terbiasa, memang ! Dalam Kemiskinan – Sosial. Tetap.

            Kami selalu tetap memilih Pembebasan ! Dalam Kebebasan Manusiawi. Untuk membebaskan Rakyat Yang Miskin. Tiada Pilihan lain untuk Kawan kawan Se – Saudara. Takdir sebagai Rakyat ……… !

   

Selesai.

   

Jakarta, 28 Juni 2007.

 

 Pembebasan


BUDAYA – PERTANIAN DI DUNIA


 BUDAYA – PERTANIAN (PANGAN)

 (DI) DUNIA

PEMBENTUK SUATU KEMASYARAKATAN

 

 

 

KEMANUSIAAN dalam Isu – Politik Dunia, berhubungan dengan Peradabannya (Moderen). Dibentuk karena Proses Kebangsaan. Di atas suatu Wilayah wilayah Nasional (Daerah daerah). Kekuasaan bukan persoalan, melainkan Pembebasan dari Kemiskinan, Lapar, yang disengaja sehingga membinasakan Kerakyatan – Manusia Dunia. Atau, berakibat Kehilangan Nilai nilai Sosial Manusiawi – Pribadi.

 

Keakuan samadengan Individualisme untuk Kekuasan, menyebabkan Tradisonalitas Suku suku Genealogis, tergantikan dengan Hukum untuk Bermasyarakat. Namun, Tanpa Kepatuhan lagi, Setia, Persaudaraan – Manusia di Masyarakat (Sosialisme).

 

  1. Untuk Memerintah (Politik) ;

 

  1. Untuk Penguasaan atas Masyarakat – Kebangsaan di suatu Negara ;

 

  1. Untuk mendapatkan Perlabaan.

 

Daya Pemaksaan akan didukung Kekuatan Menghancurkan dengan Persenjataan Militerisme – Internasional. Bukan Pertahanan untuk suatu Kemasyarakatan Negara Merdeka. Bukan untuk Perdamaian, ditujukan Kemanusiaan Beradab, Adil Sesuai Hak.

 

Bukan Kepemimpinan akan didapatkan dari suatu Penguasaan. Politik di Wilayah wilayah Kebangsaan jadi Alat. Mempekerjakan Manusia karena Kapitalisme Industrial, dieksploitasi. Penguasa adalah Hukum. Berganti, tetapi sistim cara memerintah akan selalu tetap.

 

Keuangan suatu Negara, ditujukan tidak untuk Kemakmuran Masyarakat Internasional. Memperdagangkan Hasil rangkaian Produksi, dimaksudkan (Niat) hanya untuk Keuntungan Individualisme bukan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (Rakyat).

 

 

 

— o0o —

 

 

 

PANGAN DUNIA – KEBUDAYAAN

 

 

Sosial – Dialektika telah menetapkan Hasil Pengolahan atas Tanah adalah untuk Kemanusiaan. Dikerjakannya dalam Budaya – Pertanian. Salahsatu Usaha dalam Pembentukan Masyarakat – Ekonomik.

 

Bukan Perekonomian Individualisme – Kapitalistis. Dicampur baurkan dengan Penjualan Alat alat Pertanian – Industrial Fabrikasi dengan alasan meningkatkan Produktivitas Tani – Rakyat, berdampak Turun Daya Keuangan Masyarakat – Sepihak. Lalu, manfaat Lahan lahan pun wajib dibayar karena Pertanahan – Ekonomis (Jual – Beli) atas dasar Kesuburan Tanah. Pangan tunduk untuk mematuhi Penguasaan Birokratism – Hukum.

 

Lahan lahan Tanam (Nasional) di Wilayah wilayah Pertanian

 

Hubungan antara Manusia dalam Alam memberikan Hak hak, yang Logik, untuk Masyarakat karena diakibatkan Kebutuhan kebutuhannya (= Manusia), berbuat didasarkan Kesadaran Sosial – Politis, mengolah Tanah, Lahan lahan Tanam (Nasional – Wilayah wilayah).

 

  1. Untuk Pangan Masyarakat ;

 

  1. Dalam Aturan aturan Sosial (Baku) ;

 

  1. Kerja, Pembagian Luas Tanah – Rasional.

 

  1. Mendapat Perlindungan dari Kekuasaan ; dan

 

  1. Jaminan atas Hasil untuk Setempat.

 

Konsep Pertanahan – Sosial

 

Kemakmuran, Adil, Sejahtera mengacukan Peradaban Kemanusiaan di Dunia. Tidak Penguasaan Individualisme atas Rakyat. Sedangkan Kemiskinan adalah suatu gejala gejala Sosial. Dibuktikan, Penyalahgunaan Kekuasaan. Menghancurkan Sistim – Hubungan Masyarakat antar Negara negara Kerakyatan. Akibatnya, Masyarakat – Kemanusiaan Beradab (Bukan seperti Kebinatangan – Nafsu Individualis !), mempersiapkan Usaha usaha untuk Tujuan Sosial di Tanahnya. Dengan Kemampuan kemampuan mengadakan Sosialisme – Ekonominya. Dan, secara Revolusioner – Dialektis.

 

Pangan untuk Masyarakat masyarakat di Dunia

 

Sebab sebab Pelaksanaan Taktis Pertanian untuk Dunia

 

  1. Pertumbuhan Demografik – Kependudukan ;

 

a. Tenaga Kerja untuk Pertanian, yang Bertambah (Pembagian Kerja Sosialis) ;

 

b. Ketahanan Nasional – Setempat dari Penyerangan Kapitalisme ;

 

c. Pelaksanaan Sosialisme untuk Daerah daerah Penduduk Sosial – Kenegaraan.

 

  1. Pemiskinan ;

 

  1. Kebutuhan kebutuhan Pangan.Manusia di Dunia.

 

Sikap Tindak Ajek Perilaku Sosial – Masyarakat sedemikian, didasarkan Pertanian – Sosialisme, menjadi Kebudayaan karena Tanah di Wilayah wilayah, bertujuan juga untuk Internasionalism – Persatuan di atas Wilayah wilayah – Nasional.

 

Pertukaran pertukaran Dagang – Politis antar Kemasyarakatan, andaikan melalui suatu Pemerintahan di Negara pun, diadakan karena Persaudaraan, – Manusia Kebangsaan Dunia Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi.

 

Dalam Aturan aturan Sosial, yang terbentuk untuk mengarahkan Politik Kemanusiaan yang Beradab dan Moderen kini, menerjemahkan Kekuasaan Rakyat (Miskin) sesuai “Kehendak di dalam Rasa” Manusiawi – Kelaparan.

 

 

 

— o0o —

 

 

 

POLITIK RASIALISME ANTI WARNA KULIT

 

Keadaan Alam karena Terisolasi dalam Tradisional Badani (= Determinisme), mengakibatkan Rasialism, berdasarkan alasan alasan Ekonomik. Eksploitasi Alamiah – Beda Warna Kulit. Sehingga “terjatahkan” Keuangan Sosial – Masyarakat.

 

  1. Tiada Pendidikan – Teknologis ;

 

  1. Tanah – Ekonomis, yang dirampas Imperialisme – Militeristik ;

 

  1. Pembatasan Etnikal Suku suku dalam Proses Industrialism.

 

Politisasi Ekonomi akan diarahkan untuk menguasai Wilayah wilayah dalam Pelaksanaan A-partheid Perdagangan Negara. Internasional Birokrasi Daerah daerah Ekonomik secara Multi – Perusahaan sambil menyediakan Fasiltasi Pengkhianatan Kemanusiaan. Berakibat Kemasyarakatan Tanpa Peradaban – Manusiawi Sosial. Lahan lahan Tanam dibiarkan. Bukti Pemiskinan Rasialis untuk Kematian. Namun, tetap Manusia butuh ….. pangan. Diusahakan. Mengolah Tanah, berbudaya untuk Pangannya – Masyarakat. Terlaksana dalam Teknologi Dialektika – Kemanusiaan.

 

Meskipun masih ada Kepemimpinan bukanlah bertujuan Keadilan – Masyarakat Sejahtera di suatu Negara. Dipaksakan Situasional Demokrasi saja. Mengadu – atau, Primitifikasi – Kekuatan kekuatan Nasionalism.

 

Seleksi – Alam Kemanusiaan jadi Kontra – Isu Politik. Penghancuran Perbuatan Revolusioner Berbangsa Kulit Warna – Campuran. Adalah, hambatan Proses Sosialisme – Kemanusiaan Moderen.

 

 

 

— o0o —

 

 

 

Ini, bukan lah Agitasi Pengarah Kemarahan Rakyat, yang didera Penderitaan, Kemiskinan, Penghinaan ……. Memang suatu Perlawanan Kami jua. Kiri, Yang Sosialis ! Bertujuan untuk Menghancurkan Kapitalisme, yang bersembunyi dalam Hukum untuk Manusia, agar dilumpuhkan Akalnya di Negara mana pun. Bukan untuk mereka, tetapi Pembicaraan antar Sosialis.

 

  • Masyarakat dalam Pemiskinan atas Masyarakat ;

  • Pembodohan ;

  • Keterbelakangan Peradaban – Teknologi untuk Kemanusiaan ;

  • Pengrusakan Alam – Lingkungan ;

  • Mengkuatiran Masa Depan Anak anak (Manusia) .

 

Makna, Arti dan Pemanfaatan akan dipergunakan untuk memecahkan masalah masalah Sosial – isme Kemasyararakatan, berdasarkan Konsep Pertanian – Sosial. Dipersiapkan dalam Politik Internasionalisme untuk Wilayah wilayah Nasional.

 

Struktur – Taktis Perjuangan berdasarkan Ajaran Kerakyatan dan Revolusi Sosialistis, menghancurkan balik, di Kemasyarakatan (Setempat), berbeda Waktu, Perlakuan, Bentuk Kapitalisme atas Pertanahan.

 

 

 

Selesai.

 

 

 

Jakarta, 26 Juni 2007.

 

 

 

Pembebasan,

 


ANGAN ANGAN PEREMPUAN YANG SOSIALIS


SUATU ANGAN ANGAN

PEREMPUAN

YANG

SOSIALIS

IBU UNTUK MASYARAKATNYA

 

TIGA Kodrati Perempuan Sosialis, yang terlihat dalam Pembentukan Masyarakat

1.      Kodrat sebagai Ibu (Kasih, Pengabdian, Sayang) ;

2.      Kodrat Melahirkan Anak ;

3.      Kodrat  – Pembentuk Ikatan Keluarga (Batih).

Kelompok kelompok Sosial – Budaya (Pertanian), adalah, suatu Kewajiban Perempuan. Teratur. Untuk memberikan Makanan kepada Anak anak. Karena, didasarkan Lanjutan Menyusukan. Pertumbuhan Badani Kekuatan Para Muda. Politik bertujuan Sosial membutuhkan Pemikiran Yang Belia. Revolusioner. Dialektis. (Akal – Kemanusiaan – Alam).

Hubungan antara Pribadi di dalam Masyarakat mempersiapkan Kepemimpinan – Muda Sosial. Terbina, karena Rasionalitas Pendidikan atas dasar Kerakyatan bukan Individualisme.

1.      Terdidik dalam Keluarga – Masyarakat ;

2.      Kemampuan kemampuan Tubuh bertahan dari Pemiskinan – Ekonomik ;

3.      Nilai nilai Persaudaraan – Kebangsaan Manusiawi. 

Sikap, Tujuan, Perbuatan Anti Kapitalisme, menganuti Pemahaman Manusia – Sosial dengan suatu Transisi – Masa. Keibuan – Pejuang jadi Panutan Kesucian Pemuda – Mudi Sosialis – Nasional. Terwujud, mengatur Kebutuhan kebutuhan Materialisasi.

1.      Kesederhanaan ;

2.      Kesucian ; 

3.      Tolong – Menolong (Bertahan) ;

4.      Pembelaan ;

5.      Kesetiaan dalam Masyarakat ;

6.      Kepatuhan untuk Aturan aturan Sosial ;

7.      Peri Keadilan – Manusia. 

 

Transisi – Masa yang Bersama dalam Lingkungan Keluarga dan Si Ibu memberikan Kesabaran – Jujur – Berani. Bukan Sikap Tunduk atas Nasib. Suatu Keadaan Sosial, dibentuk untuk Kemasyarakatan Bahagia.

            

Perempuan Sosialis bukanlah diatur Hukum Mencari Uang. Namun, Ekonomisasi, berdasarkan Perlawanan Terhadap Politik Anti – Sosial. Dengan airmata ……. Menguraikan rancangan suatu Kehidupan ………. Proses Evolutif – di Revolusi (Re – Evolusi), mencapai Kemanusiaan, diajarkan dari Pemikiran Keperempuanan. Dalam Rasa Keibuan Manusiawi Kodrati. Berdagang, Persamaan Hak Azasi membagi Perlabaan – Usaha Industrial.. Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi atas Manusia. 

           

Sehingga Perjuangan Hak hak Kerakyatan, terpolitisasi, selalu menempatkan Perempuan berada dalam Suasana Demokratik. Subyektifitas Revolusi Sosial Membebaskan Kemanusiaan dari Penindasan, Ancaman, Penderitaan. Ada suatu Hak Menentukan di Batin – Logik Perempuan. Yakni Pertimbangan untuk apakah Kemakmuran, Keadilan, Kesejahteraan. Sebagai “Nation” – Kebangsaan.

1.      Bukan Kemunafikan – Politis ;

2.      Untuk Penerusan Genetika Bermasyarakat, Berbangsa, Bernegara ;

3.      Waktu adalah Proses Capai Sosialisme.

Manusia lah, yang telah Dilahirkannya ……. Dan, berdarah Perempuan ! Melihat Anak anak – Rakyat diperlakukan Tidak Adil atas Tenaga, Pemikiran. Bekerja dalam Kemiskinan, yang Disengaja untuk Kepentingan kepentingan Kapitalisme ! Menangis.

Selesai. 

Jakarta, 24 Juni 2007.   

Pembebas

  

 


NASIONAL – SUATU PEMERINTAHAN


NASIONAL – SUATU PEMERITAHAN

MENUJU

KEMANUSIAAN SOSIALISME – NEGARA (MODERN) 

1.

BEBERAPA Hak Masyarakat didasarkan Politik Sosial – isme 

1.      Hak Kemanusiaan (Azasi) ;

2.      Hak hak Sosial di atas Tanah

      a.       Berkeluarga, melahirkan, Bermukim ;

     b.      Budaya – Pertanian (Pangan) ;

     c.       Mendapatkan Pembagian Hasil – Ekonomik dari Sumber sumber Alam. 

3.      Hak Mendirikan Negara.

Dialektis Akibat – Logika Sosial karena Pendirian suatu Negara akan terbentuk Pemerintahan berdasarkan Ajaran Kerakyatan – Nasional. Rakyat Yang Miskin. Sebagai Pelaksanaan untuk Kemakmuran, Adil, Kesejahteraan Masyarakat.

Melaksanakan Kepentingan kepentingan Sosial dijadikan Sebab Politisasi Ekonomi (Keuangan) Negara.  

Andaikan tidak ada (Program program) Kemanusiaan – Sosial, maka Pemerintahan terbentuk adalah Individualisme. Menyembah Uang karena Kapitalistis, yang selalu bermaksud Imperialistik – Persaingan Monopoli Dagang Industrial, sehingga disingkirkan sampai habislah Para Borjuasi Demokrasi dalam Pemahaman Nasionalism – Politis. Kepentingan kepentingan Negara hanya untuk Laba Permodalan.

Hak hak Masyarakat tetap akan tetap muncul di Kenegaraan. Menuntut ! Perjuangan Kebebasan Nasional menuju Kebangsaan di suatu Negara. Di dalam Masyarakat – Kenegaraan Proses Kemanusiaan – Peradaban Moderen.

·        Program program Manusiawi ; 

·        Teknologis Ekonomik – “Nation” ;

·        Aturan aturan Sosial ;  

2. 

Kemanusiaan bukanlah Binatang ! Membentuk Pemerintahan dalam Masyarakat – Nasional di atas Wilayah wilayah dilaksanakan Kekuasaan Rakyat Miskin, berdasarkan Persamaan, Hubungan Kebangsaan – “Nation”, Manusiawi.

Hak hak Negara terdapat dalam Kepemimpinan – Sosial. Karena Ekonomi – Demokrasi untuk Masyarakat Utopis Bahagia. Lenyap Pertentangan pertentangan diakibatkan Perbedaan Kelas kelas (Baca, Sosial – isme).

Sedangkan Kepartaian Politik mempersiapkan Mekanisasi – Sistim Negara Kemasyarakatan Politik, bertujuan ……. Tidak sekedar kontrol, menghancurkan Nasib karena Pemiskinan. Kemanusiaan adalah Kerja Politik juga di dalam Kerakyatan.

3.  

Pemerintahan – Kepemimpinan “dalam” Masyarakat – Negara karena Politisasi Sosial – Ekonomi, dibentuk dalam Proses Masyarakat Sosialisme, melalui Persatuan Kepartaian Nasional, ditujukan untuk Pembebasan Kembali sebagai Manusia Berakal – Sempurna (Ujud), Manusiawi dan dengan Kemanusiaan “Nation” – Kerakyatannya mencapai Kemakmuran, Adil, Sejahtera, Terlindungi dalam Pertahanan Dunia.

Peradaban Kemuliaan Manusia adalah di atas Individualisme …….

Kepemimpinan Bijaksana Manusiawi diperbuat dalam Aturan aturan Sosial – Kenegaraan. Memilih, adalah, Manusia – Politik. Berkeadilan, antar sesama Anggota Masyarakat di Negara.

   

Sekian.

   

Jakarta, 21 Juni 2007.

            Pembebasan             


PARLEMEN NEGARA – SOSIAL


PARLEMEN NEGARA – SOSIAL

 

 

 

RASIONALITAS Politik, yang terarahkan dalam Proses Ekonomisasi, mengelola Keuangan (memang dicetak suatu Negara) adalah berdasarkan karena Tujuan Sosial – Kemanusiaan – Masyarakat. Meskipun Materialisasi di Perdagangan Industrial untuk Perlabaan Swasta. Dimaksudkan, Privatisasi – Keuangan (= Penggunaan). Melalui Stabilsasi Kemauan Transaksi – Uang di Pasar.

 

     1, Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Barang untuk Masyarakat ;

     2. Pembagian Keuntungan Industri ;

     3. Pemakaian Ekonomik atas Tanah – Sosial.

 

Kaum Demokratik di Masyarakat membebaskan Pemerintahan dari Kepentingan kepentingan Non Ekonomis, namun tetap dibebankan Tanggung jawab Politik mempersiapkan Produktivitas Perindustrian Sosial – Kerakyatan Nasional.

 

Kewenangan kewenangan Pemerintah (Bentuk, Sistim) membuat Anggaran, terpakai Keuangan Negara – Sosial, berada dalam Pertukaran pertukaran Logik – Politis dalam Parlemen.

 

Sehingga Pemerintahan tidaklah ditujukan untuk Berdagang secara Politik dengan Fasilitasi Kenegaraan. Atau, juga menganggap Uang sekedar alat – Pembelian Tanpa rangkaian Ekonomisasi.

 

— o0o —

 

Parlemen Negara – Sosial

 

Pengesahan Rakyat untuk suatu Negara bukanlah hanya didasarkan Konstitusi, melainkan Keadilan – Negara, yang berdasarkan Pelaksanaan Kehendak Sosial – kemasyarakatan Manusia.

 

Kedaulatan, yang telah didapatkan dari Politik, adalah, Hak hak Kerakyatan atas Wilayah wilayah, mempersiapkan Perwakilannya di Negara – Sosial. Bersatu dalam Kebangsaan akibat Pembentukan Masyarakat, dilaksanakan untuk menetapkan Program program Sosial – Politis Ekonomik untuk Rakyat. Tentu, dan pastilah bersama Partai dan Kelompok kelompok Nasional.

 

 Kelembagaan – Organisasi Parlemen Negara (mekanisasi) terbentuk dari Perwakilan perwakilan, memasukkan Keanggotan terpilih (= Rakyat), Utusan utusan Partai dan Para Wakil Kelompok kelompok Nasional.

 

Fungsi fungsi dalam Parlemen Nasional

 

     1. Fungsi Kenegaraan – Pengawasan ;

     2. Fungsi Organisasi – Lembaga Negara (Sosial) ;

     3. Fugsi “Memutuskan” (Politik).

 

 Di Titik “Sentuh Dalam” Kerja – Tugas Parlemen dengan Kedaulatan Rakyat, menjadi Kerakyatan atau Parlemen Rakyat secara Politik berhubungan dengan Pemerintahan Demokratik untuk Pengendalian suatu Negara – Sosial.

 

Salahsatu contoh atau bentuk, disebabkan dan menjadi akibat Politik dalam Keadaan demikian, berlangsung Pelaksanaan Putusan putusan Ekonomisasi – Masyarakat sebagai Hasil dari Demokrasi – Memilih Kepemimpinan Rakyat di Negara.

 

Karena, Pemerintahan Rakyat Demokratik adalah Kerakyatan, maka juga berada dalam Parlemen Rakyat, melalui suatu Kepartaian – Persatuan dan Demokratik, disebabkan Subyektifitas Politik Masyarakat Sosialisme.

 

 — o0o —

 

Borjuasi dengan Kaum Militer bukan merupakan hambatan Politis tanpa Elitisme – Negara dengan Fasilitasi Keuangan, dibenturkan Politisasi Kenegaraan, yang Berparlemen dalam Negara – Sosial Utopia Rasional.

 

Kaum Pro Demokrasi pun mampu melaksanakan Ekonomi – Kenegaraan atas dasar Kepentingan kepentingan Masyarakat – Politik (bentuk Kemasyarakatan Tanpa Kelas kelas). melalui Kelompok kelompok Nasional – Sosialis di Negara.

 

Program program Ekonomisasi – Sosial dengan Industrialisme, dipersiapkan untuk menciptakan Masyarakat – Kemakmuran, yang Beradab karena Manusiawi dalam Kebangsaan – masyarakat di Negara.

 

 

 

S e k i a n

 

 

 

Jakarta, 18 Juni 2007.

 

 

 

(Salahsatu Pembebas)

 

 

 

 

 


PEMERINTAHAN YANG KORUP


PEMERINTAHAN

YANG

KORUP

MENGHANCURKAN

SOSIALISME (DI NEGARA)

 

Kontra – Isu Nasional

 

MEMBAYAR ke Penguasa, adalah, Korupsi. Dipakai Uang NegaraTanpa Kewenangan apapun dari Rakyat. Terbiasa … Untuk Pertukaran Non – Ekonomis. Menyogok.

 

   1. Bukan suatu Transaksi Keuangan – Negara ;

   2. Bukan Ekonomisasi Masyarakat ;

   3. Bukan karena Aturan aturan Sosial.

 

Fasilitasi dari Pemerintahan dipergunakan untuk menyelesaikan masalah, memperlancar keuangan, dan atau mengolah Politik ditujukan Kepentingan Sepihak – Individual.

 

Tampak menjadi Penguasaan. Dalam hubungan antara Pemerintah, Pedagang, Politisi. Secara Bertingkat (Struktural). Akan sampai di Daerah daerah juga. Di Pedesaan, menjadi “Kekuasaan”.

 

Kekuasaan apakah, yang dimaksudkan ? “Keadaan Hukum” dengan Pemaksaan Samar atas Badani suatu Masyarakat, sehingga terkendalikan Keuangan di dalam Pemerintahan.

 

— o0o —

 

Akibat akibat Korupsi

 

   1. Tidak Seimbang Neraca untuk Ekonomisasi Uang Negara ;

   2. Kebocoran Anggaran Pemerintahan ;

   3. Terjadi Pencucian Uang (untuk mengembalikan) ;

   4. Hilang Kemampuan Uang – Ekonomis (Beli) ;

   5. Industrialism Produktif tidak terangkat dalam Negara Ekonomik.

 

Karena,

 

   1. Hambatan Administrasi – Pemerintahan ;

   2. Proses Kapitalisasi tidak menyediakan Waktu Berulang (= Stagnansi) ;

   3. Uang dikorup Non – Perlabaan.

 

— o0o —

 

Masih agak sukar menerjemahkan apakah dinamakan “Masyarakat” secara Ekonomi karena ada suatu Perbedaan, berdasarkan Tujuan Sosial (Masyarakat). Namun, Sosialisme banyak menyediakan Dialektika – Logis Jawaban.

 

Kami cenderung untuk menyatakan Masyarakat, adalah, suatu Kemanusiaan – Sosial, didasarkan Hubungan Ekonomi pun bisa, menuju Kemakmuran Bersama, Tanpa Pertentangan Kelas kelas (di Negara). Rasionalitas jumlah untuk dibangun, bukan Permasalahan lagi. Rangkaian Kepentingan dalam Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya Tetap, dipersiapkan Revolusioner menganuti Aturan aturan Sosial.

 

Ketika Politik mulai membentuk Pemerintahan, diperjanjikan ……. Tujuan dari Demokrasi – Kenegaraan. Dilaksanakan untuk mewujudkan Kemakmuran Ekonomi masyarakat.

 

Salahsatu bentuk Penghancuran Masyarakat, terjadi Pemerintahan Yang Korup. Dengan Pola pola, Sistim, Cara cara untuk melakukan, berdasarkan atas nama Kekuasaan melalui Hukum.

 

Perjanjian pun batal karena Individualisme, berada karena Liberalisasi, yang Tersembunyikan dalam Peristilahan Ekonomi. Adalah, Kapitalisme – Negara. Lalu, … bagaimanakah mungkin lagi terwujudkan Kemakmuran, Adil, Kesejahteraan ?

 

   1. Kekuasaan seolah olah “Terkuasai” ;

   2. Negara adalah “Tempat” Individualism Pelaksana Ekonomisasi Kapitalis ;

   3. Dikorup Uang Perekonomian Masyarakat.

 

Hancur lah Sosialisme – Ekonomi Masyarakat. Maka, diharapkan suatu Pemerintahan Demokratik. Dan, Bukan Borjuasi – Demokrasi (terjadi Masyarakat Beban Pemerintahan).

 

 

 

S e k i a n

 

 

 

Jakarta, 17 Juni 2007.

 

Pembebasan


KELAS MASYARAKAT – PEDESAAN


KELAS MASYARAKAT PEDESAAN

 

Pembebasan

 

Dalam keadaan yang terdesak Kita menerima Kelas Masyarakat Pedesaan, berdasarkan Politsisasi Ekonomi Keuangan dengan alasan alasan Sosial. (Manusia – Kelahiran, Alam). Dibentuk karena Kebutuhan kebutuhan Ekonomi Masyarakat Sosialisme, mempersiapkan Kebangsaan dari Penduduk Kerakyatan, bermukim, yang tersebar. Di atas wilayah wilayah (Kenegaraan). Tanpa Pertentangan Sosial.

     1.                  Ada Budaya – Pertanian untuk Pangan ;

     2.                  Pemasokan Tenaga Buruh Industrial dari Tempat Mukim – Asal ;

     3.                  Aturan aturan Sosial ; 

Proses Keuangan – Ekonomi di Desa desa tidak pernah menggantungkan dari  Industrialisme karena Tempat Kependudukan – Sosial, memiliki Pasar pasar Tukar antar Daerah daerah saja. Tidak bertumpang tindih. Sesuai Kebudayaan – Agraris. Di Wilayah wilayah Luas Penyebaran Kemasyarakatan – Manusia Setempat. Dalam Proses Ekonomik. Tanahnya pun berfungi Sosial. Hak hak Individualisme akan terhapuskan melalui Ekonomisasi – Politis Kerakyatan. Sehingga Penyamaran Individualisme di Masyarakat berakhir. Demokrasi dilaksanakan atas dasar Proses Ekonomi – Sosial.

  1.       Pemilihan Langsung dan Tidak Bertingkat ;
  2.       Kesadaran Sosial – Politik mencapai Kemakmuran, Adil, Sejahtera ;
  3.       Prinsip prinsip Otonomik Setempat Kependudukan.

Dalam Kelas Masyarakat di Desa desa atau Pedesaan, terjadi Kewajaran Pembagian Lahan lahan Tanam, memberikan Hak hak Pemukiman Bertempat tinggal untuk Batih – kelahiran Baru, dipersiapkan Pengairan ke Lahan lahan Jauh dari Sungai sungai.

— o0o —   

Pembentukan Sosialisme Kemasyarakatan – Pedesaan

Berat Pelaksanaan untuk merancang Keadaan Sosial – Masyarakat, didasarkan Politik Sosialisme, bermasalah, karena, Sumber sumber Alam, yang dipinta untuk Industrialisasi – Ekonomi, andaikan … Pemerintahan “adalah Kekuasaan”.

1.      Alasan alasan Keuangan ;

2.      Kemampuan kemampuan Pemerintahan “menguasai” atas Wilayah – Daerah ;

3.      De – Politisasi Kekuatan Rakyat,

Sifat Kepatuhan samadengan Penghambaan, menundukkan Diri karena ada suatu Penguasaan, berdasarkan Pengkhianatan Terhadap Ideologis Kemanusiaan (di Negara), merusak Sosialisme di dalam Struktur Bangunan Sosial – Masyarakat.

Hak hak Manusia di dalam Masyarakat – Pedesaan untuk berkeluarga, mengerjakan Tani di atas Lahan lahan Pangan, bermukim, dilanggar. Rakyat pun hanya jadi Kumpulan Orang orang untuk melaksanakan Kepentingan kepentingan Perlabaan Individualisme, bersama Kapitalisme – Uang (Negara) dengan mempolitisir Hukum atas Kebangsaan. Makhluk makhluk Buatan Tanpa Rasa Sosial.- Kemanusiaan.

Maka, Dialektika – Logika Perekonomian – Sosial Rakyat, yang terproses untuk Kelas Masyarakat Pedesaan, menuntut Revolusi, diajukan dalam Keadaan Politik untuk suatu Kenegaraan Sosial.

— o0o —

   

Keseimbangan Sosial akibat Hubungan Produksi – Manusia – Masyarakat dalam Politik Kekuasaan di Desa desa untuk mencapai Kemakmuran Moderenisasi Ekonomi tidak pernah diukur karena Banyak Keperluan Uang – Perekonomian. Kependudukan – Demografi adalah Persoalan persoalan Rasional mengkuatirkan. Selama Pembentukan Masyarakat jadi Bangsa. Dalam suatu Peradaban Manusia – Ekonomik Sosial di Dunia.

Pemerintahannya dibentuk Demokratik. Di dalam Sosialisme – (Kenegaraan) Masyarakat sampai Konsep Kekuasaan Rakyat. Mempertahankan Wilayah wilayah Bangsa, dipersatukan secara Nasional dengan Kepemimpinan Tunggal Sosial Manusiawi.

Bersama, dalam Kekeluargaan Masyarakat, Bersaudara. Dengan Aturan aturan Sosial Tanpa Paksa dan Sanctum (Hukum Penguasaan) Tidak Logik atas Suatu Badani Sosialisme – Manusia.

Sosialisme bukanlah Kekuasaan, yang sebab terpolitisasikan meskipun Kepartaian karena menurut Anutannya, bahwa Kekuasaan adalah Rakyat. Karena, memang dijadikan dasar untuk Kelas Masyarakat Pedesaan

— o0o —

   

Selesai.

.

Jakarta, Juni 2007

Pembebasan

   

 

   

 


KEKUASAAN SOSIAL – MANUSIA


DALAM Proses Re – Evolusi masih diketemukan suatu Kekuasaan (kata). Menjadi Kemasyarakatan Manusia kembali. Berakal. Dan, Sosial (= Pembentukan) Logika – Politis. menuju Rasional – Dialektika Peradaban untuk Kemakmuran – Adil – Sejahtera. Terhapuskan Kekuasaan (ala) – Individualisme, berakibat   P e n y e s a t a n   Nafsu – Manusiawi.

Tiga Kekuasaan Manusiawi

     1. Kekuasaan atas Dirinya ;

     2. Pembentukan Kekuasaan suatu Masyarakat – Kemanusiaan ;

     3. Nafsu, menuju Kekuasaan ;

— o0o —

 

Kekuasaan Rakyat – Manusia

 

Kemanusiaan – Sosial tetap mengelola Lahan lahan Pertanian. Di atas Tanah Wilayah wilayah Subur. Jadi Budaya – Pertanian memenuhi Kebutuhan kebutuhan Kemasyarakatannya.

 

Bekerja, dan mengerjakan Kegiatan kegiatan Produksi Ekonomi Industrial dari Sumber sumber Alam. Bermasyarakat, Kelahiran ……. Dalam Kependudukan Pemukiman. Di Dunia.

 

Hubungan Ekonomi – Politis Kemasyarakatan Manusiawi menjadi dan dibuatkan Aturan aturan Sosial. Tanpa Rasialisme untuk membedakan Ideologis Nasionalisme – Kebangsaan (di Negara).

 

     Telanjang dan Kelaparan, menyusu … untuk Kekuasaannya di Bumi.

 

Salah satu Kekuasaan sebab Politisasi Ekonomik, dibentuk secara Kemanusiaan Organisasi Sel – proses, menyebar dengan Kerahasiaan, yang Terpimpin (Akal). Proses Materialisasi – Logik Revolusi.

 

     1. Membentuk kembali mewujud ;

     2. Teratur ;

     3. Bertujuan ;

     4. Diterapkan ;

     5.  Membebaskan.

 

Dari Pemiskinan, Derita – Rasa Sakit, Kehinaan, yang ditoleransi untuk Mendapatkan Kegembiraan – Makanan saja, dihancurkan berdasarkan Kesamaan Ujudnya di anatara manusia atas Kenyataan Sosial – Kerakyatan. Rakyat Yang Miskin …

 

— o0o —

 

Akhir pun ditolak ! Karena, Pemikiran, yang berulang dalam Keadaan Manusia. Mencapai Kebahagiaan Berkecupan Pangan, Kebutuhan kebutuhan Sosial, Tkdir tersedia Dirinya adalah Manusia.

Dengan Keseimbangan setelah menyatu (Alam), dipikirkannya, Kedirian, membentuk Masyarakat Sosialis – Manusia. Sesuai Kehendak Manusiawi dalam Ruang, Waktu, tempat. Sesuatu pun Tanpa Akhir menuju Pembebasan Kemanusiaan.

Tanah selalu masih memberikan Hasil Pangan Masyarakat, dikerjakan Industrialisme dengan Berbagi keuntungan – Dagang Internasional, memenuhi Keperluan keperluan Tradisional, didasarkan Aturan aturan Sosial.

 

 

 

Selesai.

 

 

 

Jakarta, 9 Juni 2007.

 

Salah satu Pembebas

 

 

 

 

 

 

 

 

 


NASIONAL KERAKYATAN – PEMBEBASAN


KEPADA : KIRI – SOSIAL MUDA 

KITA MENJAWAB TANYA 

NASIONAL KERAKYATAN PEMBEBASAN  

Pembebasan  

  

Memang Terlalu Lama !

Kita dalam Pemiskinan, Derita, Kehinaan.

Kini mulailah Revolusi … !

Beberapa Kawan Sosialis dan Kiri Bertanya 

1.      Daerah daerah di Dunia ;

2.      Keragu raguan untuk Berkuasa (Politik – Tanpa Kekuasaan kah) ;

3.      Tujuan Sosialisme – Kenegaraan di Indonesia ; 

Amat mengejutkan kami ! Rahasia kah pertanyaan pertanyaan, diajukan Kamerad kamerad Muda Kiri – Sosial.

Rokok tersulut Api …..

Terenungkan banyak kata (Para) Pemikir Kita terdahulu. Keadaan menggugah Rasa. Andaikan salahsatu Pembebas muncul sebelum Takdir ? 

— o0o —  

REVOLUSI AJARAN KITA … !  

Memang telah samar diungkapkan Theme Revolusi (di pertanyaan. Tulisan tulisan hanya untuk Pembentukan Masyarakat – Sosial (Isme). Akankah tercipta Kebebasan ? Manusia, adalah Yang Berakal. Namjun, Kekuasaan … mampu, terkadang, MENGUASAINYA, dibiarkan ….. Suatu Kesadaran Sosial berangsur angsur … lemah kemudian. Kedirian pun menghadapi Nafsu. Kekuasaan Dirinya Manusia melalui Kebinatangan !

Tampak kekejaman Politik akan segera dituduhkan, menyebabkan Revolusi. Seolah olah butuh … waktu, karena filsafati, mengakibatkan Perjuangan Tanpa Kepemimpinan di antara Kita. 

— o0o — 

  

MASSA – SEL – AKSI – SEL – MASSA

  

Tiga alasan maka Strategi kembali diberlakukan

1.      Elastiskasi Suatu Kepemimpinan Sejajar – Horizontal ;

2.      Masuk – (dari) Luar Menyelesaikan Masalah masalah di “Dalam” ;

3.      Kemampuan kemampuan Vertilakal Konsep Tujuan Perjuangan Sosial ;

Menyebabkan

1.      Strategis Kepartaian – Nasional ;

2.      Pertukaran pertukaran dengan Rakyat Demokratik ;

3.      Taktikal Pergerakan Keanggotaan ;

Awal Kepemimpinan, yang dianuti Pembebasan, adalah (Kita)

1.      Kerakyatan ;

2.      Kebersamaan dalam Sosialisme (Demokratik) ;

3.      Jadi Panutan Tetap ;

4.      Kemampuan kemampuan untuk MEMBEBASKAN ;

5.      dan, Terpilih (Manusiawi) ;

berdasarkan Ajaran Revolusi Kerakyatan – Sosial Manusia, Perhitungan perhitungan Politik mengakibatkan Perjuangan memang dalam Aksi – Massa – Aksi pula ……. Dibentuk suatu Kekuatan Masyarakat mencapai Tujuan Kenegaraan – Sosial. Meskipun jatuh Korban korban lagi.

Massa – Sel – Aksi dipraktiskan ……. “3 – 5 di Dalam”. Cikal bakal Kepemimpinan Partai “Dalam” masyarakat bukan untuk Penghambaan ke Individualism. Pertarungan di “Luar” Kepartaian, diaraghkan Taktis Perjuangan Strategik. Untuk Menjatuhkan Penguasaan … !

1.      Militansi ;

2.      Sasaran tampak akan MENOLAK Sosialisme apa pun ;

3.      Kontra – Isu Nasionalisme Kerakyatan ; 

Selesai.   

Jakarta, Juni 2007.    


KEMERDEKAAN – EKONOMI (“NEGARA”)


KEMERDEKAAN – EKONOMI (“NEGARA”)
PEMBEBASAN
RAKYAT YANG MISKIN

(Tulisan Kiri – Sosial)

TRANSAKSI Keuangan (suatu) “Negara” akan menguntungkan dalam Proses Perlabaan dari Perdagangan Barang barang, yang telah diproduksi (fabrikasi), adalah, untuk memenuhi Rasionalitas (= Kebutuhan kebutuhan) Masyarakat Ekonomik.

1. Keuangan Berfungsi Sosial ;

2. Politisasi Ekonomi Kemasyarakatan ;

3. Laba, diterima (Negara).

Secara Ekonomi – Politis terjadi

1. Industrialism ;
a. Investasi – Peminjaman Keuangan ;
b. Perburuhan ;
c. Keperluan keperluan Bahan Baku (Alam) ;

2. Perdagangan Negara – antar Daerah dan Internasional ;

3. “Pembelian”, menyalurkan (Distribusi) ;

Namun, Pemerintahan bukanlah untuk Penguasaan karena “Kepemilikan Uang (Negara)”. Dibentuk untuk melaksanakan Kerakyatan Sosial – isme. Sebagai Dialektika (Murni) Perekonomian Sosial – Manusia.

— o0o —
Suatu Masyarakat akan menjadi Bangsa karena Budaya – Tradisi Pertanian, dibentuk atas dasar Kerakyatan. Mengacukan Politik Kemanusiaan – Sosial, berlangsung dalam Proses Genetika Pembebasan Tujuan Kemakmuran (Negara).

Nilai nilai Sikap Perlawanan Revolusioner

Rakyat Yang Miskin mempersiapkan Nilai nilai Sosial, diarahkan jadi Sikap Perlawanan Revolusioner menghadapi Kekuasaan Bertujuan untuk Individualisme – Kenegaraan dengan bentuk bentuk Penguasaan Keuangan – (Negara Kapitalisme). Hak hak Sosial – Perekonomian Masyarakat pun didapatkan dari suatu Produksi di atas Tanah Rakyat dan terpolitisasi langsung dalam Aturan aturan Sosial.

Maka Wilayah wilayah (Negara) “Tempat” Pertarungan Kekuasaan. Kelompok kelompok Manusia – Sosial karena Kebutuhan kebutuhan Dasar Ekonomis. Negara bukan lagi untuk Tujuan Kekuasaan Rakyat.

— o0o —

Suatu Kemerdekaan, yang berdasarkan Kehendak Sosial – Pembebasan, merupakan Politik, dimulai dari Pembentukan Kemasyarakatan. Bukan dalam Proses Hukum – Kenegaraan Tanpa Suatu Kekuasaan Nyata namun Semu karena Individual. Hukum sekedar agar terjaminkan “Organisasi”. Memerlukan Waktu. Sementara, Revolusi berpikir untuk Kemanusiaan terus.

1. Kemerdekaan – Hak Azasi Manusia (dalam Keluarga), yang Berbangsa ;

2. Kemerdekaan Ekonomi – Kerakyatan
Berdampak
Pergolakan di Daerah daerah ;

(Karena suatu Penyebaran Ajaran Revolusi)

3. Kemerdekaan Sosial untuk membentuk Pemerintahan “Dalam Masyarakat” ;

Perbedaan atau Kelas kelas Masyarakat (di Negara), yang diakibatkan Pertentangan Ekonomi akan merugikan Kemanusiaan (Logika – Politik), dihapus, untuk Pembentukan Masyarakat – Sosialisme.

Keuntungan dari Perlabaan Keuangan (Negara) dalam Proses Ekonomi – Produksi memberikan Manfaat dan Penggunaan untuk Kemanusiaan. Dihancurkan balik Kemauan Penguasaan atas Manusia – Bebas. Dalam Bermasyarakat, mengelola, menerima, menikmati Hasil dari Sumber sumber Alam – Tanah dan Lahan lahan Pertanian (Kebudayaan).

Jaminan atas Perburuhan tidak sekedar membayar Tenaga, tetapi, Politik Ekonomisasi Sosial Kemasyarakatan (Negara), dimasukkan dalam “Nation” – Industrialism. Yaitu, suatu “Kelas (di) Masyarakat”. Menuju Pembebasan Manusia Sosial – isme Kebangsaan !

Selesai.

Istilah Ekonomi – Politis

1. Rasionalitas Ekonomik Masyarakat, halaman 1.
2. Keuangan Berfungsi Sosial, halaman 1.
3. Ekonomi – Politis (Industrialism), halaman 1.
4. Kerakyatan – Sosialisme, halaman 1.
5. Dialektika Perekonomian Sosial, halaman 1.
6. Budaya – Tradisi Pertanian, halaman 2.
7. Individualisme – Kenegaraan, halaman 2.
8. Penguasaan Keuangan – (Negara Kapitalisme), halaman 2.
9. Sosial Perekonomian Masyarakat, halaman 2.
10. Produksi di Tanah Rakyat, halaman 2.
11. Aturan aturan Sosial, halaman 2.
12. “Tempat”, Manusia – Sosial, halaman 2.
13. Revolusi Berpikir (Kemanusiaan), halaman 2.
14. Kemerdekaan Ekonomi – Kerakyatan, halaman 2.
15. Perbedaan Kelas kelas, halaman 3.
16. Perlabaan Keuangan Negara, halaman 3.
17. Penguasaan atas Manusia, halaman 3.
18. Jaminan atas Perburuhan, halaman 3.
19. Suatu Kelas di Masyarakat, halaman 3.
20. Manusia Sosial – isme, halaman 3.