Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

Archive for Mei, 2007

KEBEBASAN SOSIAL MANUSIA


KEBEBASAN SOSIAL MANUSIA

 

Kebebasan

 

     1. Bebas – Liberalisme ;

 

         a. didasarkan suatu Individualisme

         b. membentuk

             Hak hak Individual, yang

             dibuat (Hukum) ;

         c. ditujukan Ekonomisasi Uang (Negara).

 

     2. Pembebasan

 

     3. Kebebasan

         “Bebas dari” Keadaan

         (Proses)

 

        a. Ketakutan ;

        b. Dirugikan (Ekonomi) ;

        c. Penderitaan.

 

Sebab sebab, yang terjadi sehingga berlangsung Kebebasan, dijadikan alasan alasan Politik, menyelesaikan

 

     1. Suat Ketidakadilan ;

    

     2. Pemiskinan

          atas Kemasyarakatan – Sosial

          Manusia ;

 

     3. Penguasaan

         untuk Kepentingan kepentingan

         Individualis ;

 

     4. Tiada

         Hak hak Kerakyatan

         Manusia ;

 

     5. Kehinaan di Batini (Perempuan).

 

Lalu, terjadilah Peperangan. Antara Kepentingan kepentingan Sosial Lawan Hak hak (Hukum) Individualism. Manusia terpolitisasi (Tujuan).

 

Kebebasan dalam filsafati  Manusia, menuju Pembebasan, dilaksanakan dengan melalui (suatu) Pemikiran Sosial.

 

Manusia – Sosial akan berpolitik untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhannya (adalah) Rakyat, yang didasarkan dalam Tujuan (Negara).

 

— o0o —

 

Dengan Politisasi Kebebasannya, dipersiapkan dalam Pembebasan Suatu “Nation” – Kerakyatan Masyarakat Demokratik menuju Manusia Sosial – isme.

 

     1. Masyarakat

         dalam Aturan aturan Sosial Perekonomian

        Manusiawi ;

 

     2. a. Kekuasaan Rakyat miskin

         b. Pelaksanaan Hak hak Kerakyatan Negara

         c. Pemerintahan Rakyat Demokratik

 

     3. Budaya Pertanian untuk Pangan Rakyat.

 

Memang utopi ketika dilihat (Politik kebebasan – Sosial). Akan terjadi bagaimana kah kemudian ?

 

     1.  Kekuasaan direbut (Rakyat) ;

 

     2. Proses Re – Evolusi Kemanusiaan Sosial ;

 

     3. Perlawanan terhadap “Pemiskinan”.

 

 

 

S e l e s a i

 

Jakarta, 23 Mei 2007.

 

Pembebas. 

 

 

 


SEKALI LAGI, SOSIAL RE – EVOLUSI


SEKALI LAGI, RE – EVOLUSI

(REVOLUSI)

KONTRA – ISU NASIONAL

 

 

 

TAKUT !?! Adalah, jawaban. Mengapa Revolusi dibenci. Ha ha ha ……. !!! Bukankah Revolusi telah mendirikan “Negara” ??? Dituduh lah, Keadaan Revolusi samadengan Peperangan.

 

          Memang, terserah saja …

 

Dalam Sosialisme, suatu Revolusi akan selalu terjadi … dan merupakan “Dasar Kemasyarakatan – Rakyat”, berubah ……., menghabisi Individualisme – Anti Sosial di mana pun.

 

Sementara Kapitalisme memerintahkan Individualisme, agar dibentuk Militerisme – Kenegaraan ! Mempersiapkan

 

     1. Penguasaan Hukum – Individual ;

 

     2. Membantai Perlawanan Rakyat (di Negara) ;

 

     3. Penindasan atas Kelas Pekerja – Buruh ;

 

Sehingga, ditujukan Manusia Kehilangan Hak hak Sosial, berdasarkan Kekuasaan atas Tanah, Budaya Pertanian Pangan, dan melepaskan Sumber sumber Alam Industrialisme, berakhir ……. di Revolusi !!!

 

— o0o —

 

 

 

PEMIKIRAN SOSIAL – KEMANUSIAAN

 

Keberadaan suatu Masyarakat, didasarkan Kemanusiaan dan untuk memenuhi Kebutuhan kebutuhannya (Sosial – Politik – Ekonomi). Maka bukan terbentuk karena “Hukum Negara”.

 

Hak hak, yang didapatkan, melalui Proses suatu Politik, diperjuangkan akibat Kerakyatannya.

 

                                    R a k y a t

                                            |

                                            |

                                            |

              ———————————— Kemanusiaan

              |                            |

              |                            |

              |                            |

     Bangsa             Masyarakat ——-Kependudukan

 

 

 

Sosial Kemanusiaan Revolusi

 

Tampak Kemanusiaan telah menjadi “Manusia Politik”, yang berbeda dengan Individual -Ekonomik. Hak hak Kemanusiaan adalah Sosial. Dalam suatu Kemasyarakatan, Berbangsa dan menuju Sosialisme – Kerakyatan.

 

Ketika Sosialisme “membentuk Masyarakat”, yang akan dilaksanakan

 

     1. Revolusi Sosial -Proses ;

 

     2. Dengan Aturan aturan Sosial – Ekonomi ‘

 

     3. Budaya Pertanian (Pangan) ;

 

— o0o —

 

 

 

Suatu Revolusi, yang bersumber dalam Pemikiran Tentang Sosial untuk … Mengembalikan Rakyat adalah Kemanusiaan.

 

Dengan Tujuan (Kenegaraan)

 

     1. Politik Sosialisme – “Nation” (Persatuan) ;

 

     2. a. Ekonomisasi Keuangan – Sosial ;

         b. Nasionalisasi Perindustrian (Rasional) ;

         c. Budaya Pertanian (Pangan) ;

 

     3. Dalam Kekuasaan Rakyat Yang Miskin ;

 

Tetap lah dengan reksiko Peperangan, terlihat, karena menghadapi Pengelompokan Militerisme – Kenegaraan, bersama (dan, menjadi Penganuti) Kapitalisme.

 

 

 

Selesai.

 

 

 

Jakarta, 15 Mei 2007.

 

Pembebas.

 


(HATI HATI) MILITER – ISME (DI) KEBANGSAAN


KAPITALISME – “KINI”

MENGEJUTKAN !

(HATI HATI) MILITER – ISME (DI) KEBANGSAAN

 

 

 

KESIBUKAN kesibukan Penganuti Sosialisme, disebabkan

 

     1. Kekesalan Komunisme

         karena

        kemunculan “Negara” Sosial ;

 

     2. Masalah Keuangan Negara ;

 

    3. Usaha usaha Revolusi

        Pembentukan

       Masyarakat Sosialisme ;

 

mengakibatkan “ruang”, dibiarkan, sedangkan Kapitalisme – Kini telah berkembang.

 

Tampak 3 bentuk Hasil Keberhasilan – Semu Kapitalism sehingga mengejutkan “Para Pembebas” (Kita).

 

     1. Kapitalisme – Uang (Moderen Individualis) ;

 

     2. Kapitalisme Negara ;

 

         a. Perdagangan “Negara Pemerintahan” ;

         b. Militer – isme (di) Kebangsaan ;

         c. “Penguasaanm Negara” Tanah ;

 

     3. Kapitalisme Industri (Perkembangan Kuno) ;

 

— o0o —

 

SUATU MILITER – ISME

 

Memang kesulitan Kiri – Sosial (isme( ketika Individualisme “memasuki – berada’ (= infiltrasi) di Masyarakat nyaris tidak dikenali, mengadakan Pembentukan Kemasyarakatan Negara.

 

Dengan Kekuasaan, maka dipersiapkan Militer – isme untuk

 

     1. Menghancurkan Perlawanan terhadap Bentukan Kapitalistik (di) Masyarkat ;

 

     2. Mempertahankan Penguasaan Ekonomisasi Keuangan Liberalism (Negara) ;

 

    3. Memperluas Pasar Dunia didasarkan Strategi Industrialisasi – Sosial ;

 

— o0o —

 

Dipertanyakan Kemanusiaan dalam suatu Individualisme melalui Penguasaan atas “Barang barang Tanah” termiliki. Dapatkah membedakan Kemauan Berpunya dengan Materialisasi di Masyarakat ?

 

Kasrena Bangsa – Manusia membentuk dalam Kemasyarakatan – Sosial.

 

     1. Aturan aturan Sosial

         atas

         Pertanahan – Wilayah wilayah ;

 

        a. Nili nilai Kepemilikan Sosialisme ;

        b. Pensucian Ibu (Perempuan) ;

        c. Keadilan ;

 

     2. Tujuan ;

 

     3. Kebutuhan kebutuhan Pangan ;

 

Proses Kebangsaan bukan didasarkan kemampuan kemampuan untuk menghancurkan Kemanusiaan. Namun, selalu diarahkan untuk Pertahanan Masyarakat. Sehingga, Konsep Militeri – isme (di) Kebangsaan tidak semudah diduga Kapitalisme untuk Membinasakan Sosial – Kebangsaan – Manusia.

 

— o0o —

 

Secara Politis (Kenegaraan) Peperangan karena

 

     1. Sosialisme – revolusi ;

 

     2. Militer – isme, yang “DIPERINTAH” ;

 

     3. Alasan alasan Pertahanan (atau HAN) ;

 

Tetapi, Politik belum mampu jua mengendalikan “Peperangan”, terkecuali hanya melalui Kepemimpinan Sosial – Kemanusiaan.

 

 

 

Selesai.

 

Jakarta, 12 Mei 2007.

 

P e m b e b a s.

 


SOSIALISME – PROSES EKONOMISASI MASYARAKAT


ANCAMAN TERHADAP INTERNASIONALIS

NEGARA (EKONOMI) DUNIA

SOSIALISME – PROSES EKONOMISASI MASYARAKAT

 

DUA pemahaman Sosial, yang telah dianggap gagal, hilang, kalah … dalam Sejarah Politik “Konsepsi Negara Dunia”.

 

Yaitu,

 

     1. Modernisasi Sosial Perindustrian. Jerman Raya, yang dicurangi “Kaum” Pemberontak (di) Rusia, memancing Fuhrer Adolf Hitler, dihancurkan (Perang Es – Beku) ;

 

          a. Posta Industri – Permesinan ;

          b. Masyarakat Pekerja – Sosial ; dan

          c. Pemukiman Kependudukan Dunia ;

 

     2. Sosial Negara – Sekuler. Konsepsi Agamis Kenegaraan Yahudi (Jews), ditindas Para Pedagang Negara, menjadi Negara – Sekuler Israel ;

 

          a. Penguasaan Keuangan Sosial ;

          b. Militerisme Kenegaraan ;

          c. Konsep Pertanian Kedaerahan ;

 

Sehingga Individualisme melalui “Demokrasi”, direkayasa, menjadi Liberalisasi Sosial Kenegaraan (negara negara) di Dunia, berdasarkan Kapitalisme – uang Perindustrian Negara, terkuasai Pertanahan – Sumber Alam.

 

Tampak lah Konsep “Negara – Ekonomi Dunia” buatan Kapitalis, yang ditunjang Militerisme dengan akibat akibat

 

     1. Banyak Negara kehilangan Kedaulatan Sosial atas Wilayah wilayah Kenegaraan ;

     2. Imperialistik Perdagangan Monopoli Industrialisme ;

     3. Pemiskinan Rakyat (di) Dunia Tanpa Hak hak Kemanusiaan ;

 

— o0o —

 

PROSES EKONOMISASI MASYARAKAT

 

Kekuasaan Sosial (di) Dunia dipersiapkan bertujuan Kemanusiaan Masyarakat Kebangsaan mencapai tingkatan tingkatan Kerakyatan – Sosialisme dilaksanakan dalam Proses Ekonomi.

 

     1. Perlabaan Keuangan Industrial bergantung Manfaat Hasil produksi ;

     2. Pertanian untuk Pangan Manusiawi di Dunia ;

     3. Perdagangan Bangsa bangsa didasarkan Kebutuhan kebutuhan Peradaban ;

 

Dampak Proses Kemasyarakatan dalam Ekonomi, terhapuskan Pertentangan Kelas kelas, menegakkan Hak Azasi Manusia dan Hak hak Kemanusiaan, dipolitisasikan dengan Kebijaksanaan kebijaksanaan Politik – Rakyat.

 

— o0o —

 

 

 

Sekian.

 

Jakarta, 08 Mei 2007.

 

Pembebasan.

 

 

 

 

 

 


SOSIALISME – KEMANUSIAAN


SOSIALISME MODEREN

PEMBEBASAN

KEMANUSIAAN

 

 

 

UNTUK apa lagi dibicarakan Kelas kelas Masyarakat ? Sementara Kapitalisme tidak pernah melepaskan Kelas Pekerja – Buruh ……. Sustau Masyarakat Kelas, berkerja untuk meneruskan Kemanusiaan. Dengan Tenaga, Permesinan dan Teknologi – Ilmiah kini.

 

Bukan Kekuasaan sekedar. Melainkan ….. didasarkan Tujuan Kesejahteraan, Keadilan, Kemakmuran (Sosial).

 

Bersama dengan unsur unsur Kemasyarakatan Sosialisme.

 

     1. (Para) Tani di Tanah untuk Pangan ;

     2. Kelompok kelompok (Tidak Kelas kelas) Masyarakat – Keluarga ;

     3. Kaum Perempuan (Ibu) ;

 

Buruh dan Industrialisme  terpolitisasikan dalam Kekuasaan karena Ekonomisasi Keuangan suatu “Negara”, merupakan Proletarian, DIMISKINKAN ……. tanpa Hak hak Sosial Ekonomi.

 

     1. Upah Layak karena Usaha Kerja ;

     2. Pemukiman (di daerah daerah) ;

     3. Kewargaan Sosial – Negara Status Keluarga (suatu “Kedaulatan”) ;

     4. Hak Politis – Ekonomi ;

     5. Jaminan Pasca – Kerja ;

 

Sedangkan Perindustrian memang berhubungan dengan Masyarakat, yang dibentuk Manusiawi secara Ekonomi Keuangan dan bertujuan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya. Naumn, koq ….. menjadi ….. Individualis ? Wah !

 

Kelas kelas Sosial pun tercipta, menakutkan sehingga tertekan lah (karena menghancurkan !) Kemanusiaan, ditiadakan Logika Kejiwaan – Batini.

 

Jangan diterjemahkan langsung, bahwa Buruh melaksanakan Revolusi – Politisasi Ekonomi, dihancurkan Kekuasaan. (Maksud, Penguasaan Keuangan Negara – Rasional).

 

Kemampuan kemampuan Sosialisme tidak hanya Ekonomi, dianuti Kelas Pekerja – Buruh, membangun kembali suatu Pemikiran Sosial – Dialektika, berdasarkan Kerakyatan – Sosial – Masyarakat Tujuan Manusiawi.

 

     1. Nasional – Perindustrian ;

 

         a. Pembagian Laba dari Keuangan Negara ;

         b. Jaminan Pembayaran Upah ;

         c. Perhitungan kerja dalam Produksi – Usaha ;

 

     2. Hak hak Sosial ;

 

 

 

Selesai.

 

 

 

 

 

Jakarta, 7 Mei 2007.

 

 

 

(Pembebas) 

 

 

 

 

 

 


DEMOKRASI SOSIAL OPOSISI


SUATU “NEGARA” POLITIK

 

Pembebasan

 

DEMOKRASI dijadikan suatu Alasan alasan. Mengabaikan Tujuan …….

 

     1. Hak didasarkan Individual ;

     2. Melalui Pemilihan ;

     3. Politik suatu Kenegaraan ;

 

Berdasarkan Ekonomisasi Pemerintahan – Sipil. Mengelola Keuangan Industrialisme (di Daerah daerah).

 

     1. Sumber Alam (Kepemilikan) ;

     2. Birokrasi, Penggunaan Keuangan Negara (Perdagangan) ;

     3. Kapitalisasi – Permodalan Bank ;

 

Dengan Hukum – Politik atas Masyarakat Suatu Kenegaraan.

 

— o0o —

 

Reaksi Oposisional – Pemerintahan menuntut

 

     1. Liberalisasi Keuangan Negara ;

     2. Membubarkan Legislatif (Ulang Pemilihan) ;

     3. Desentralisme Non – Monopoli ;

 

— o0o —

 

INDONESIA, adalah, suatu Wilayah wilayah Kerakyatan, Sosial, Ekonomi. Menganuti Ajaran Kerakyatan – Pemikiran Sosialisme.

 

Karena Kependudukan Rakyat. Berdasarkan Hubungan Sosial – Kekerabatan. Dalam Filsafati Kesemestaan Determinisasi Alami. Dengan Kultural – Pertanian, bertujuan Kemakmuran Sosial – Masyarakat.

 

Politik Ekonomi Masyarakat bertumpu pada Tanah – Hak Azasi Manusia (Sosial – Peradaban), membentuk Aturan aturan   N e g a r a.

 

 

 

S e l e s a i.

 

Jakarta, 3 Mei 2007.