Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SOSIAL ANTI – NEGARA


SOSIAL ANTI – “NEGARA”

 

Pembebasan

 

TULISAN YANG PERTAMA

 

KENEGARAAN dalam “Pemerintahan Birokratism”, yang bertujuan Kekuasaan – Hukum akan terjadi Pertarungan Liberalistis antara

 

1. Kolasi Tengah – Nasional ;

2. Kekuatan kelompok kelompok Ekonomi (Individual – Kapitalisme) ;

3. Suatu Kepentingan kepentingan ;

 

membentuk Parlemen dengan sengaja dibuat dalam suatu Hukum Politik Negara (Konstitusi) untuk

 

1. Kepresidenan – Quasif (Lembaga) ;

2. Legislatif, dalam Majelis Perwakilan (Daerah daerah) “Nasional” ;

3. Pengawasan ;

 

Akan tampak Presiden jadi Lembaga Penguasaan (Individualis), “memiliki” Pemilih Diri, agar bertaatuntuk Hukum (Demokrasi) buatan di Negara.

 

Kaum Nasionalis hanya berpolitik di Parlemen membuat “Bentuk”” suatu Negara – Pemerintahan (Moderen).

 

TULISAN YANG KEDUA

 

HAK AZASI MANUSIA

 

Keadaan Politik materialisasi Individual – Negara, melalui Hukum, “bertentangan terbalik” di Kedirian ……. Hak Azasi Manusia … ketika Negara menjadi Negara. Jangan kaget saja karena suatu Aturan aturan pula.

 

1. Hak Berkuasa

 

    a. atas Kedirian – badani ;

    b. Tidak Dikuasai “Musuhnya” ;

    c. Dipilih (Politik) ;

 

2. Hak Berpikir ;

 

3. Hak untuk Hidup

 

    a. terbalik, Hak Kematian “Aku” nya ;

    b. Hak Sosial – keluarga ;

    c. Berhubungan dengan Alam – Bumi ;

 

Lalu, Kekuasaan, yang terselenggara dalam Negara akan melaksanakan Hak Azasi Manusia “dalam Tubuhnya”, ditujukan untuk Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan Sosial Ekonomi Kemanusiaan.

 

Kemampuan kemampuan “untuk Memerintah”, yang didapatkan dari suatu “Kekuasaan”, menjadi Tugas tugas Kenegaraan dalam Parlemen.

 

1. Perwakilan (Daerah daerah) ;

2. Kelembagaan Berpolitik ;

3. Pembentuk Hukum di Negara ;

 

Teoritis

 

Namun, Keadaan Politis demikian hanya bertahan sebentar, mengalami suatu Proses Kemasyarakatan, dilepaskan Hukum ……. menuju Sosialisme – Kemanusiaan Tanpa Negara.

 

Dalam Kemasyarakatan kembali membentuk Kekuasaan lagi, yang didasarkan Kemanusiaan – Sosial untuk Kepentingan kepentingan Politisasi Ekonomi bertujuan Kemakmuran Teratur Administratif Demokrasi – Sosial.

 

1. Kebutuhan kebutuhan Pangan dan Daerah daerah Tanam ;

2. Kebutuhan kebutuhan Sosial Peradaban Kebangsaan ;

3. Kebutuhan kebutuhan Manusiawi Penerusan – Genetika ;

 

TULISAN YANG KETIGA

 

AJARAN SOSIAL (PENGANUTI)

 

Suatu Kepatuhan kepatuhan Pribadi dalam Masyarakat, ya ng dianuti Sadar Tanpa Pemaksaan dan Sanctum, berdasarkan Ajaran Sosial untuk menuju Kesempurnaan dijadikan Politik Rasional – Logis dalam Masyarakat.

 

1. Badani – Hubungan dengan Kelahiran (Perempuan) ;

2. Cita cita Pemikiran Sosial Pangan “dari Tanah” Budaya – Pertanian ;

 3. Filsafati – Jiwa Keabadian ;

 

Segingga, Bangunan Sosial karena Politik membentuk Kekuasaan Rakyat – Masyarakat, terdiri

 

1. Pemerintahan Yang Demokratik ;

    a. untuk menyelenggarakan Kekuasaan ;

    b. Kepemimpinan di “dalam Masyarakat” ;

    c. Sosialisme untuk Daerah daerah ;

 2. Lembaga Keuangan Sosialisme di Masyarakat ;

3. Suatu Parlemen Rakyat

    a. Politik Kekuasaan Rakyat ;

    b. Masyarakat Baru Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi ;

    c. Budaya – pertanian untuk Pangan Masyarakat ;

 

Akhirnya, bukan Nasionalisme Individual atau Chauvanistik, yang Terpolitisasi namun Pembebasan “Nation” – Kebangsaan Persatuan Rakyat Yang Miskin Berkuasa meskipun Tanpa Negara.

 

Sekian.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s