Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

KOALISI POLITIK – SOSIAL MENUJU SOSIALISME NEGARA


KOALISI POLITIK – SOSIAL

MENUJU

SOSIALISME – NEGARA

 

POLITIK, adalah, rangkaian kegiatan kegiatan “Terbiarkan, yang Berbalik”, mengambangkan, dalam tingkatan tingkatan Penyerapan Sosial.

 

     1. Falsafati ;

     2. Psiko – Sosial (Massa) ;

     3. Kenegaraan ;

 

Untuk dua Tujuan dicapai

     – Kekuasaan

     – atau, Individualisme

 

Kiri – Tengah (Kelompok kelompok Nasionalis) belum bersepakat (Kenegaraan) membentuk Suatu Masyarakat, yang dihasilkan karena Politisasi Ekonomi – Sosial (Kerakyatan) dengan suatu Kepemimpinan Politis.

 

Tampak kegiatan kegiatan (politik) berbalik – Pemimpin “karena Kekuasaan”.

 

Bentuk bentuk Persamaan Kiri – Tengah, terbiasa dalam

 

     1. Tujuan Sosialisme

     2. a. Demokrasi

         b. Keanggotaan Partai partai untuk dicalonkan

         c. Distrik Kenegaraan (Pemilihan)

     3. Pangan untuk Masyarakat (Konsep Pertanian)

 

Keadaan Mengambang Politis Kiri – Tengah mengatasi Perbadaan antara Dialektika – Logis Kiri – Sosialistis dengan Ekonomi – Industrial berdasarkan Nasionalism – Keuangan Negara. Proses Produksi masih diperhitungkan hanyalah untuk Kepentingan Perlabaan tanpa mengikutkan Perbutuhan – Kelas Pekerja “Tenaga Penghasil ” dalam Masyarakat – Ekonomis. Penganuti Sosialisme – Nasional (Kenegaraan) menolak Konsep “Uang Negara – Perbankan” (karena Lembaga Keuangan Sosialisme di Masyarakat). Dengan tekanan Politis merasionalisasikan Industrial Ekonomisasi – Negara.

 

Beberapa Kelompok Nasionalisme, a.l.

 

     1. Nasionalis – Revolusioner (Perjuangan) ;

     2. Nasionalis (Ortodok) Kepartaian ;

     3. Nasionalis dan suatu Daerah daerah ;

 

Mengadakan Gerakan gerakian, yang bertujuan Merombak Budaya – Sistim Perekonomian, dijadikan Tradisionalis Perdagangan – Internasional. Dengan membaur di Globalism. Suatu Pasar Dunia. Yang dikendalikan Kapitalis.

Untuk Industrial  Negara dalam Putusan “Harga Mata Uang sambil Membeli Jasa Transaksi Keuangan”.

 

     1. Struktur Admnistrasi – Perbankan ;

     2. Penjaminan ;

     3. Perikatan Hukum – Sepihak ;

 

Kaum Revolusioner – Nasionalis bersama Para Politisi dan Kedaerahan akan mengadakan “Perbandingan” terhadap Sumber sumber Alami eksplorasif Perlabaan.

 

Penyerapan Politik di Masyarakat tidak dalam Kecepatan waktu, mempertanyakan dan ragu ragu di awal selektifitas Individualisme. Beberapa fungsi – Sosial Masyarakat menyekat Pertukaran pertukaran Politis untuk Kebutuhan kebutuhan Kerakyatan.

Pemaksaan dengan Kekuasaan mengakibatkan “Tuduhan dari Logika”, Rekayasa Individualistis tetap terbaca memang Anti – Sosial.

 

 

 

SUATU TUJUAN SOSIAL (KOALISI) DI MASYARAKAT

 

Kiri Revolusioner – Tengah (Nasionalism) belum pernah dalam suatu Ekonomisasi – politis, Bernegara. Mengelola Keuangan Perdagangan – Industri, dirancang, yang berdasarkan Kepentingan kepentingan Politik (Nasional) – Kemasyarakatan.

 

Hanya terbatas Koalisi antar Para Politisi dan Kelompok kelompok.

 

     1. Politik Mendirikan Negara

     2. a. Anti Penjajahan

         b. Anti Monopolistik – Imperialis – Kolonial

         c. Anti Kapitalism

     3. Hak Azasi Manusia

 

Kekuatan kekuatan Tengah – Nasionalism mengalami Permasalahan Bentuk Masyarakat di suatu Negara berdasarkan Demokrasi Kerakyatan – Negara, membutuhkan Pemerintahan dari masyarakat (unsur unsur).

 

     1. Kepemimpinan ;

     2. Badani (Supremasi – Hukum) Terpilih ;

     3. Hak Menerima Perintah ;

 

Sikap Revolusioner – Tengah Nasionalisme

 

     1. Kemampuan kemampuan Patriotik, Berjuang, Jujur (Anti – Imperialis)

     2. Membentuk Pemerintahan Kerakyatan nasional ;

     3. Menegakkan Keadilan (Kontra – Isu)

     4. Membebaskan Masyarakat dari Kemiskinan ;

     5. Kebangsaan Makmur – Sejahtera Bersama Tidak Individualisme.

 

Dengan Penjaminan Politik Suatu Negara (atas) Lahan lahan Tanah – Sosial

     – Pertanian

     – Kehutanan

     – Perkebunan

     dan Sumber sumber Alam

untuk Masyarakat. Maka Kebutuhan untuk Revolusi, yang dianuti (Nasional) menjadi Tujuan Bernegara dan Internasionalisme, mendobrak waktu dalam Keterbatasan (= Determinasasi) Alam.

 

Sosialisme akan mempersiapkan Pelapisasn Tanpa (Pertentangan) Kelas kelas Ekonomi selain Kelas Pekerja – Buruh di Masyarakat, menyalurkan dalam Kekuasaan Rakyat (Yang Miskin).

 

 

 

P   O   L   I   T   I   K

 

Negara akan Bukan Hukum (saja), tetapi suatu Bangunan Sosial – Kemasyarakatan, diakibatkan Politik Nasional – Persatuan.

 

 

 

Selesai.

 

Jakarta, 15 April 2007. 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s