Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

KRITIK TERHADAP DEMOKRASI


Pembicaraan Sosialisme

KRITIK TERHADAP DEMOKRASI

 Tulisan Para Pembebas

 

SOSIALISME, adalah, salah satu Pemikiran, yang berdasarkan

(Tentang) Masyarakat (Sosial).

Bertentangan dengan Individualisme.

 

 

 

Pemahaman Suatu Masyarakat

 

3 pemahaman Masyarakat Sosialisme

 

1. Masyarakat berhubungan dengan Wilayah wilayah “Kelahiran” (Penduduk) ;

2. Masyarakat dalam Proses Sosial – Ekonomi ;

 

a. Politik Kenegaraan – Sosial ;

b. Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi l

c. Budaya dengan Pertanian untuk Pangan ;

 

3. Masyarakat, yang telah terbentuk dari suatu Kerakyatan ;

 

 

 

H   u   k   u   m

 

Sehingga Individualisme tidak akan pernah mampu hidup di Masyarakat Sosialis – Kenegaraan. Mengapa ? Terkecuali dalam suatu Negara menganuti “Hukum Kekuasaan”, yang (diciptakan) dari Kapitalisme – Materi (Ekonomi).

 

1. Kepemilikan Uang – Negara ;

2. Penindasan atas Rakyat ;

 

a. Imperialistis ;

b. Premanisme – Ekonomi ;

 

– Aturan aturan Individualis, memerontah dengan ancaman Penghukuman ;

– Kemampuan kemampuan untuk memeras Tenaga Kaum Pekerja ;

– Aparatur Pemerintahan Daerah memperdayai Petani di Desa desa ;

 

c. Militerisme – Pemerintahan ;

 

3. Perindustrian Laba – Individual ;

 

Dalam Negara Hukum Kekuasaan “buatan”, diletakkan Kebebasan Individualisme untuk Demokrasi dan menjadi Pemehaman Sosial – Kenegaraan Moderen, yang disahkan Parlemen – Wakil wakil Sosial setelah mengadakan Pemilihan dalam Kependudukan.

 

Lalu, berdasarkan Ajaran Materialisme

 

1. Kepemilikan (Hukum – Pembendaan Suara) di Daerah daerah Pemilihan ;

2. Politik “menguasai” (Govermen) ;

3. Proses materialisasi jadi suatu Negara ;

 

Pemerintahan Negara Ekonomi pun didirikan, berdasarkan

 

1. Kekuatan Uang di dalam Pasar Mobopolistik ;

2. Kemampuan kemampuan Materialisme Industri ;

3. Perdagangan Bebas (Perlabaan) ;

 

dengan cara cara Kapitalisme mengadakan pembentukan Kelas kelas Ekonomi, teratur

untuk

 

1. Pemakai Hasil Produksi (dipersiapkan) ;

2. Membentuk Pasar “untuk Harga dari Uang” ;

3. Menguasai sumber sumber alam ;

4. Mendapatkan Lahan lahan dan Tenaga Murah ;

5. Peminjaman Nominalisasi Uang, Terjualkan ;

 

Menggantungkan pada

 

1. Sumber Keuangan (Negara) ;

2. Kapitalisme – Permodalan ;

3. Hubungan dalam Ekonomisasi ;

 

Berakibat muncul Kaum Pekerja Industrial di suatu Negara, membentuk jaringan jaringan Kerja KEMASYARAKATAN. Dua Kekuatan telah berbenturan, oposisional mendasatkan Kepentingan kepentingan Ekonomi.

 

Karena Para Pekerja adalah TENAGA dalam SOSIAL untuk Ekonomi menuntut Upah Layak dari Uang Negara.

 

 

 

Sosialisme – Politik

 

Tampak Individualisme memaksakan Kebebasan dijadikan Demokrasi Hukum Kenegaraan ! Menghadapo Kenyataan Sosial – Ekonomi, DILAWAN Kaum Pekerja (Buruh) dengan juga melalui Demokrasi !

 

Kini, Negara dipertarungkan menuju Sosialisme dalam Bahasa Ekonomi Perjuangan Sosial !!!

 

 

 

K     r     i     t     i     k

 

 

Biarpun Demokrasi adalah suatu Kekuasaan Rakyat namun diterjemahkan Kapitalis – Individualisme, melalui Ekonomisasi Politik Sosial – kenegaraan, yang diarahkan untuk membentuk SOSIAL dalam Perekonomian didasarkan Hukum Kekuasaan Negara.

 

 

 

Penutup

 

KEMAMPUAN kemampuan Massa Perjuangan Sosialisme mengenali Kemauan tersebut, yang berujud Penguasaan KEBEBASAN SOSIAL. Betapa membehayakan Demokraso akan mudah dibiarkan Individualisme mendapat Hak hak melalui Kerakyatan.

 

 

 

Selesai.

 

Jakarta, Maret 2007.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s