Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

PEKUBURAN MASSAL DI HUTAN DEKAT WONOSOBO


Dua pohon kelapa ditanam pada masing-masing lubang, sebagai pertanda bahwa di sekitar pohon kelapa itu terhampar orang-orang yang “disembunyikan” dari mata umum. Yang menanam pohon kelapa itu Kodim Wonosobo, sesaat setelah penembakan terjadi. Barangkali sebagai pertanda bahwa merekalah yang menghilangkan orang-orang itu dari muka bumi kita ini.

Yang ditemukan hari ini (tanggal 16 November 2000) adalah serakan tulang-tulang, dan anak peluru. Tulang-tulang dan anak peluru itu meniadakan penyangkalan-penyangkalan yang selama ini terlontar dari mulut-mulut yang tidak memiliki nurani yang tulus. Penyangkalan atas kebenaran, kekejaman, fitnah, ternyata akhirnya rontok juga.

Indonesia akhirnya harus memilih hidup dengan kebenaran, bukan lagi kebohongan dan ketidakmanusiawian. Hari ini, waktu telah menunjukkkan bahwa ia bersedia menjadi saksi yang meneriakkan kebenaran dan menyerukan perlawanan. Dan penemuan tulang-tulang dan anak peluru hari ini adalah bagian penting dari sejarah.

Singkatnya, kemampuan untuk menyembunyikan kebohongan sejarah toh akhirnya ada batasnya. Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65/66) hari ini tidak lagi menjilat angkasa ataupun menciumi matahari: ia sudah menemukan tumpukan tulang dalam kondisi saling bersilangan. Tidak ada genjer-genjer, tidak ada desingan peluru. Yang ada hanyalah kerumunan masyarakat yang memiliki antusiasme yang tinggi untuk mengiyakan dugaan YPKP 65/66, bahwa benar dalam dua lubang di Hutan Situkup terdapat tulang-tulang yang tidak lagi bisa berteriak kesakitan.

Pada sebuah siang yang gerimis, 16 November 2000 dua batang kelapa itu dirobohkan. Di bagian tanah yang agak curam, dengan kedalaman 1 m, ditemukan potongan tulang tengkorak berukuran 5 x 6 x 0,5 cm dalam keadaan yang cukup rapi. Penggalian diteruskan dengan mencoba mengidentifikasi alur posisi jenazah. Setelah alur itu diamati, ternyata posisi jenazah saling tumpang tindih, bersilangan, bertumpukan.

Meskipun tulang-tulang itu sudah rapuh, tetapi ada hal yang yang tidak bisa ditumbangkan disana, yaitu kesedihan tersembunyi yang mengandung gugatan: siapa yang memaklumkan bahwa mereka dibunuh secara layak disana? Delapan posisi jenazah ditemukan dalam keadaan yang bertumpukan, diperlakukan seperti tumpukan binatang. Sayangnya, tidak semua bagian tubuh ditemukan secara utuh. Dari 8 posisi, ditemukan 4 tengkorak kepala, 2 diantaranya ada lubang tembakan.

Pada posisi 1 ditemukan gigi seri yang dipangur (diratakan) cukup kuat sebagai identifikasi seorang perempuan suku Jawa dan sebuah sisir berwarna merah. Posisi 2 terdapat 2 lubang peluru, yaitu (1) pada tulang kepala belakang sebelah kanan terdapat lubang tembak masuk yang kemungkinan keluar pada (2) tulang dahi bagian kiri, sangat dekat dengan tulang ubun yakni lubang peluru tembakan keluar. Pada posisi 3 ditemukan pakaian yang diikat menjadi simpul mati, kemungkinan digunakan sebagai penutup mata. Disamping itu pada posisi 1, 2, 3, 5, 7 dan 8 terdapat bagian-bagian tulang tengkorak. Dari 8 posisi itu ditemukan juga rahang atas dan bawah dengan gigi geligi yang tidak utuh. Ditemukan juga tulang-tulang yang bertumpang tindih tidak beraturan, yaitu tulang lengan atas, tulang radialis, tulang tungkai atas dan tulang-tulang iga.
Kalau sudah ditemukan kerangka yang mengenaskan seperti ini, yang bisa digunakan sebagai bukti kejahatan kemanusiaan, gugatan apa yang paling baik yang mestinya disodorkan, dan kepada siapa gugatan itu ditujukan? Ditambah lagi, penggalian hari ke-2, 17 November 2000, ternyata tidak menyurutkan jumlah massa yang menggendong tanda tanya besar akibat kekuasaan penguasa yang serakah. Sejarah barangkali memang penuh dengan kekeliruan. Pembunuh, penembak, pembantai, atau apapun namanya, barangkali tidak menyangka bahwa kerangka-kerangka itu akhirnya akan muncul juga, setelah penyangkalan demi penyangkalan diupayakan menjadi sebuah mitos.

Tetapi mereka keliru. Pasalnya, pada hari kedua ini ditemukan lebih banyak lagi kerangka manusia!. Ada yang istimewa dalam penemuan kali ini. Jumlah kerangka yang ditemukan pada hari kedua sebanyak 9 kerangka tubuh manusia, terhitung dari posisi 9 hingga posisi 17. Pada posisi 10 ditemukan cincin emas/cincin kawin bertuliskan nama Sudjijem, 26-06-1965. Di sekitarnya terdapat selongsong peluru dan sebuah anak peluru serta sisir plastik berwarna biru muda. Diperkirakan usia korban 24 tahun.

Pada posisi 11, di antara tulang-tulang terdapat sebuah kancing baju berwarna abu-abu dengan diameter 1 cm, 1 selongsong besar dan 5 selongsong kecil peluru. Bagian pelipis pada potongan tulang kepala yang dimiliki posisi 12 terdapat lubang bekas tembakan dan di dekatnya terdapat proyektil sebanyak 2 buah. Tulang kering kanan bagian bawah terlihat patah (dan telah menyambung kembali pada posisi 13. Pada posisi 15 terdapat potongan baju kaos berlubang-lubang warna putih. Ada pula potongan gigi palsu seri atas. Di dekat posisi 16 terdapat kemasan pasta gigi dental.

Penguasa militer memang bisa sewenang-wenang, saksi pun bisa diancam, sejarah bisa direkayasa dan kesalahan dugaan pun bisa terjadi. Dugaan awal penggalian ini adalah terdapat 21 orang yang dibunuh secara tidak manusiawi, tetapi penggalian hari ketiga, 18 November 2000, menemukan lebih dari 21 kerangka. Penggalian hari ketiga ditemukan 7 posisi baru, sehingga total posisi kerangka ada 24 posisi. Pada posisi 18 ditemukan alas sandal jepit yang bercorak warna-warni yang terbuat dari karet, diduga sandal itu merk Swallow. Ditemukan juga sisir warna kuning , dan di tempat yang tidak berjauhan ditemukan juga sandal bandol (alas karet) lengkap sepasang.

Posisi 19 menunjukkan adanya rahang aras gigi palsu platina bagian depan (dua buah) dan di bagian geraham belakang kanan yang kedua (satu buah). Di antara posisi tulang-belulang posisi 20 yang berserakan di tanah, ditemukan anak peluru. Pada posisi 23 ditemukan kancing putih berdiameter kurang lebih 1 cm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s