Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SUATU GERAKAN MASSA


 (Lenin, VI)

Kaum Proletariat sadar bahwa para Pemimpin dalam Keadaan obyektif sedang berubah dan perlu “Peralihan” dari suatu Pemogokan ke Pergerakan. Sebagaimana biasa, praktek lebih maju ketimbang teori. Suatu Pemogokan dan Demonstrasi yang damai tiba-tiba tidak mampu memuaskan Buruh ……. Mereka bertanya : Apa tindakan kita ? Dan mereka menuntut aksi yang lebih tegas. Instruksi-instruksi untuk memasang barikade-barikade sampai ke distrik tersebut biasa terlambat, ketika barikade-barikade sudah dipasang di sekeliling kota. Segera Pengerahan Kaum Buruh dalam jumlah besar bekerja untuk itu, tetapi ini juga tidak memuaskan mereka ….. mereka ingin lebih, apa kelanjutan di akhir — mereka menuntut tindakan yang lebih dari sekedar Ketegasan tadi. Para Pimpinan Sosial-Demokrasi Proletariat, layak Panglima perang yang mengirim pasukan dengan cara cara Kitam sehingga sebagian besar pasukan ada dalam pertempuran. Ketika Massa Kaum Buruh menuntut, namun instruksi aksi massa terus menerus.

Pergerakan pergerakan Massa meneguhkan Dalil Kita, yang sengaja dilupakan oleh Kaum Oportunis yaitu bahwa “Insureksi” merupakan Seni dan Prinsip Penentu Seni ini adalah melancarkan serangan yang terarah dan tegas. Kita tidak menerima Kebenaran ini. Kita sendiri belim cukup belajar, mengembangkan dan juga masih kurang diajarkan Seni Pergerakan Massa ini, tata cara menyerang dengan segala resikonya. Kita harus benar-benar memahami Usaha (dengan) Tenaga. Tidak cukup hanya mengurusi masalah slogan-slogan politik; juga sangat penting masalah Persenjataan. Mereka yang menentang ini, yang tidak siap, harus dibuang dari jajaran Penyokong Revolusi, dianggap sebagai musuh, pengkhianat, atau pengecut; ketika tiba saatnya, kejadian-kejadian dan syarat-syarat ukuran ukuran Kerelaan Pengorbanan Pisik dalam Perjuangan akan memaksa kita memilih mana kawan dan mana lawan. Bukan hal yang Pasifisme (Cari Damai) yang harus kita teriakkan, bukan “menunggu” sampai serdadu-serdadu tersebut “datang sendirii”. Kita harus meneriakkan dari atap rumah kita perlunya serangan yang berani dan bersenjata, perlunya membasmi komandan-komandan serdadu musuh, dan pertarungan yang pantang menyerah atas serdadu-serdadu yang ragu.

Adalah soal taktik dan organisasi dari kekuatan-kekuatan Pergerakan. Karena Taktik militer tergantung pada level teknik militer. Kebenaran pokok ini ditunjukkan oleh Engels dan ditujukan bagi semua kaum Pergerakan. Teknik militer dewasa ini bukan lagi seperti pertengahan abad ke-19. Adalah gila menghadapkan kerumunan massa dengan satuan-satuan artileri dan mempertahankan barikade hanya dengan revolver. Kautsky benar ketika menulis bahwa kini saatnya untuk merevisi kesimpulan-kesimpulan Engels, dan bahwa Mempersoapkan “Taktik-taktik Baru” sdengan Barikade barikade. Taktik ini adalah Taktik taktik Perang Gerilya. Organisasi yang diperlukan adalah yang mobile dan berupa unit-unit kecil, unit yang terdiri dari sepuluh orang, tiga, bahkan 2 orang. Kita sering mendengar orang-orang Sosial-Demokrasi yang berdehem mendengar unit-unit lima atau tiga orang. Tetapi itu adalah cara yang paling mudah untuk menghindari pertanyaan baru dalam Perancangan yang dihasilkan dalam Pertempuran dari jalan ke jalan, yang selalu dipaksakan sebagaimana teknik militer modern. Pelajarilah secara seksama, Kawan kawan dan Kita akan paham kaitan antara “unit lima orang” dengan masalah “taktik barikade baru”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s