Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

SUATU FILSAFATI NEGARA


PEMBICARAAN

 

SUATU FILSAFATI NEGARA

DARI

RAKYAT YANG MISKIN

 

BERKUASA

 

FILSAFAT adalah Proses Berpikir, yang Indah, Mendalam, Luas. Yang Berbatas Diri – Manusia (Akal). Sumber dari Ilmu ilmu Pengetahuan. Logika Yang Suci. Dengan suatu Dialektika. Untuk menuju Akibat Berakhir di Sebab. Menjawab Pertanyaan …….

 

1.

 

Kecurigaan Negara adalah hanya Cara cara  (untuk) Berujud dalam suatu Kekuasaan Nafsu Pembendaan – Materialism dan menyimpang (These -> Synthese “Ujud” di Anti – these).

 

Pemahaman Kebendaan – Materialisasi diarahkan dalam Ekonomisasi Uang – Kapitalisme, melalui suatu Pemerintahan Negara dengan Politik Liberal,  yang berakibatkan “samadengan Kepemilikan”.

 

          – Benda ;

          – Lahan lahan (Tanah) ;

          – dan atau Badani ;

 

Sedangkan Masyarakat akan menjadi Koloni koloni di sekitar Pemusatan Ekonomisasi Keuangan saja. Teratur, karena bergantung dari suatu Kepentingan kepentingan Penguasaan.

 

2.

 

Negara Bukan lah (Hukum) Perjanjian dengan Rakyat. Sekedar untuk Perlabaan – Ekonomis, yang dinikmati “Penguasa atas Masyarakat”. Dari Eksploitasi Sumber sumber Daya Alami – Kerakyatan.

 

3.

 

Dalam Ajaran Sosial Pembentukan Negara, berdasarkan

 

          – Alam (Batas batas) ;

          – Kerakyatan ;

          dan,

          – Demokrasi. Pemerintahan, yang dibentuk dalam Masyarakat Tanpa      

            (Pertentangan) kelas kelas Ekonomi ;

 

Politik Rakyat Miskin

 

Kemiskinan di Masyarakat karena Proses Ekonomisasi sudah tanpa menuju Sosialisme – Kebangsaan. Diterapkan Industrialisasi Perdagangan Kapitalis sambil menghancurkan Lahan Pertanian Rakyat, berselubung dalam Kepemilikan Individualistis Non – Sosial untuk Jaminan Perbankan. Terpolitisasi ……. dengan bentuk bentuk Investasi – Permodalan.

 

Kekuatan kekuatan Rakyat Demokratik kini membaur, bertarung dan melawan … dalam Masyarakat dengan Kelas kelas Ekonomi, yang diciptakan untuk Menindas, Menyengsarakan, Menghina dan sampai dengan Meniadakan !?!

 

P e m b e b a s a n

 

Jakarta, Januari 2007.

Komentar ditutup.