GALANG PENGUAT
RAKYAT
MISKIN PERKOTAAN
KEMISKINAN oleh Perdagangan (Baca, U a n g )
1. “Pembatasan” Kerja/ Pekerjaan. Terjadf Kemiskinan
2. Tanpa Daya Beli. Terpolitisasi. Tiada Uang = Not Haves
Mengapa ? Berdampak
a. Monopolisme Keuangan
b. Tanpa Pekerjaan (= Penghidupan, Istilah Konstitusional. Baca, UUD)
c. Murah Upah Buruh
3. Konsumerisme (Benda). Terbaca, Nilai = Harga ke … Laba
Bukan pada Barang Industrialisasi untuk Penyediaan Kebutuhannya = Hasil Manusiawi. (Contoh, Pembuatan Makanan Anjing)
Moral suatu Kesadaran. Memandang (Realisme. Ke Logikal). Bahwa, materialisasi ekonomis = kebendaan, Dibuat. DEMOKRASI, Pemenuhan Kebutuhan. Berhubungan dengan Kekuasaan. Merancang, membuat dan mempergunakan. HAKNYA jadi Azas
– Tenaga. Kepemilikannya = PERBUATAN
– Kebudayaan. Ke Ekonomi (Sistimnya
– Utopia “nya”. Ke Politik (TUJUAN)
Tampak lah Kemiskinan tidak lain PEMISKINAN. Untuk Kepentingan (= Niat). Individualisasi Proses Ekonomi atas Keuangan (= Negara) Dunia
<Jeda
Semakin banya uang TERMAKAN KAPITALISME (Internasional Ekonomi) Politis. Bertambah jumlah yang Miskin. Melata di Pedesaan, Kota kota – Jalanan = Kemanusiaan pun HINA
Urbanisme ? Tanpa Tempat Tinggal (= Kependudukan), tiada Kerja Buruh – Tani, tidak makan den gan alasan ekstreem Harga – Pangan. Kesehatan bukanlah Penjaminan Ekono0mi untuk Kami ?!? Benda benda dan Harta (Sandang – Barang, Rumah) dalam Impian di Benak saja. Walaupun akan Imajinatif birahi, namun belum tentu. Kecuali mereka Pelakum Kriminalitas …….
<Titik
Rayuan Liberalisme berbuat menjadi Kekuatiran Sosialist di Dunia. Terjebak, “Saat Berharap”. Globalisasi Pasar – Barang ke Uang ……. lagi
Individualisme (= Negarawan kah ?) menggema di seantero Arena Perpolitikan …….
Ber “ujud”
1. Kriminalisasi Ekonomi – Ilmiah
2. Penguasaan Hukum Negara
3. Politisi Munafik ke Perkampungan
dll.
Sementara di Indonesia Sosialisme masih saja didepolitisasi. “Kaum” Miskin Kota Tertindas. Atas anak anak. DIPAKSA (= “Keadaan”) TIDAK EKONOMIS. Ke Uang ……. !
<Titik
TERJEMAHAN
ANGGARAN DASAR PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK
Pokok pokok Perjuangan
PASAL 7
Partai Rakyat Demokratik (PRD) harus memimpin dan terlibat aktif dalam perjuangan kaum buruh, tani dan rakyat tertindas lainnya
Pelaksanaan Tugas Kepartaian
Berdasarkan
PASAL 8
Pembuat keputusan tertinggi setelah Kongres adalah Dewan Nasional Partai Rakyat Demokratik
Pelaksana keputusan Kongres dan atau Dewan Nasional setingkat desa/kelurahan adalah Komite Pimpinan Desa/Kelurahan – Partai Rakyat Demokratik (KPD/L-PRD)
Organ terendah partai adalah Unit Kerja – Partai Rakyat Demokratik (UK-PRD)
PASAL 11
Setiap tingkat struktur Partai Rakyat Demokratik (PRD) dibimbing oleh mekanisme kritik-otokritik yang harus dilaksanakan sacara rutin dan berkala sebagai syarat membangun dan memperkuat kolektivisme
PASAL 12
Pertemuan Unit Kerja – Partai Partai Rakyat Demokratik (UK-PRD)
Akibat ke Nasional Politik
PASAL 19
“……. aku bersumpah, … menjalankan … politik Partai Rakyat Demokratik berdasarkan … Anggaran Dasar…, dan … pembebasan … kemenangan rakyat tertindas”
Ke TUJUANNYA. Pembentukan Sosial Kelas. DEMOKRATIK. Suatu Tanggung Jawab. Ke PEMBEBASAN. Manusiawi Kota Rakyat = NASIONAL
Dalam Kepartai ke bentuk bentuk Kenyataan Ekonomik Politisasi
PASAL 7
“Partai Rakyat Demokratik (PRD) harus memimpin … perjuangan kaum buruh, tani dan rakyat tertindas …
“……. dalam revolusi politik menuju demokrasi …, ekonomi dan budaya
PASAL 11
“….. Setiap tingkat struktur Partai Rakyat Demokratik (PRD) dibimbing oleh mekanisme kritik-otokritik yang … memperkuat kolektivisme”
Politisasi Ekonomi (ke) Masyarakatbersifat Mendunia. Penciptaaan (Rasionalisme) Kerja Sosial Ekonomis suatu Hubungan Negara – Kependudukan = Warganegara. Subyektifitas Pribadi Manusia ke HAK dalam Kemasyarakatannya DIPERSIAPKAN. Taktikal Politik ke Pertahanan
<Titik
Pangan untuk untuk Yang Miskin di Kota kota (Negara). Perumahan dan Lingkungan. Nilai nilai Kemanusiaan, Alam. Ke Pendidikan
<Tutup
SELESAI
Komentar Terakhir