PERANG “DINGIN”KE LANJUTAN
PERTIKAIAN karena Terjemahan Dua “yang Rasionalisme”, Peristilahan Demokrasi. Demos = Rakyat dan Cratien = Kuasa
Dengan suatu “Negara”. Bermula Sosialist versus Penganut Kebebasan. Menjadi Penyimpangan, berlangsung lah Kegagalan ke kegagalan Ekonomik. Memunculkan Pasar Individualist saja. Berlaku karena Uang Negara
1. Menyulut Perang perang Zaman. Di Dunia. Persenjataan – Hapus Modernisasi
2. Menguasai Sumber sumber Alam (Busang, Freeport)
Pembatasan
a. Teknologi Pengetahuan Manusia
b. Lahan Pertanian Rakyat
c. Jenis Barang – produksi
3. Memutus Jaringan jaruingan Tradisionalisasi Ekonomik (Hasil) dan Keuangan
Keragu raguan Pertimbangan menyekat Pertahanan Sosial ! Lalu, BERBAHAYA ….. Memintas (jangan baca Pilihan, tetapi Kebijakan) Revolusi ke Tujuannya
Kekuatan kekuatan DEMOKRATIK bertahan. Nasioan – Industrialisme (Pertambangan), yang diajukan. Karena, Produksi adalah Ekonomisasi. Membuat (= Perbuatannya) Materialisasi Utopia
Tidak akan rasionalitik, dibiarkan Kemampuan kemampuan Pertahanan ke Ekonomisasi a-la Kapitalisme. Pemaksaan atas Manusia ! Menghancurkan ….. Demokrasi (Baca, Kekuasaan). Terbentuk Pertempuran Internasional Ekonomi
Antara
1. Pemikirannya atas Kebodohan
2. Kebangsaan atas Anti – Sosial
3. Revolusioner atas Penguasaan
4. Keadilan di negara negara Lawan Hukum buatan Sepihak
5. Isme – Politik atas Individualist
dstnya
Keuangan Masyarakat Internasional berhadapan ke Kebebasan. Yang mungkin dikendalikan Militerisme (Namun, Ketentaraan pun … memperalat mereka = Strategis)
Beberapa Perang “Dingin” (Baca, Keuangan), berakhir. Dalam suatu “Zaman” di anatara dua Abad (XIX ke XX). Peperangan, yang dimenangkan Kapitalisme. Pertanda, ketika hancur Sosialisme di … INDONESIA (Perkoperasian)
Mengapa Militer terlibat ? Tidak akan mampu dijawab Kaum Ilmiah karena tidak ada Pengetahuan Ilmu = Teoritika Peperangan. berbeda dengan Ajaran Kerakyatan. Membentuk Pertahanan Rakyat (Sistim = Politik. Ke Semesta. Baca, Dunia)
1. Penganutan Kerakyatan (DEMOKRATIK) di seluruh Dunia
2. Kemampuan kemampuan Aksi (Pemimpin – Massa)
3. pembentukan ‘Nation’ ke Sosial Produksi Ekonomi
4. Buruh – Tani Penyediaan Pangan Masyarakat
5. Strategikal ke Taktis = “GERAK” (Movements)
Bukanlah Tidak, kebebasan pun adanutan Sosialisme ke Perpolitikan. MEBEBASKAN. Diperjuangkannya suatu Kemerdekaan di Negara. PEMBEBASAN, yang berdasarkan ‘HAKNYA” (= Kelas) di Tanah
Kebebasan, yang mana kah ? Melalui Demokrasi sekedar Pemilihan ? Menjadi Tempat de Politisasi Sosialisme, yang Tidak Bebas Lawan Hukum Hasil Demokrasi, karena Sosialisme mematuhi Aturan aturan Sosial
SELESAI
~ oleh pembebasan di/pada 7 Juli 2009.
Ditulis dalam "Negara" - Ide Sosial, AKSI MASSA, ANTI MILITERISME, Democratie, Internasional, Kebebasan - Sosialisme, Kemanusiaan, Liberation, NASIONAL, Nasional - Wilayah wilayah, Nasional Industrialism Produksi, Nation, Pembebasan, Pemilihan, Politik, Sosialisme & Pembicaraan, Sosialisme - Indonesia, Sosialisme Moderen
Tag: DAERAH, DEMOKRASI, DUNIA, FALSAFATI, Kelas Masyarakat Pedesaan, Kelas Pekerja - Buruh, Kepada Revolusioner Kita, KESATUAN - FEDERALISME, Labour, Nasional Industrialism Produksi, Nation, Pembebasan, PEMBEBASAN & Kepartaian, Pengamatan dan Analysa, Phylosopy, Politics, Social, SOCIALISME, Tulisan Para Pembebas, TULISAN TULISAN SOSIAL, Untuk Kaum Perempuan

Tinggalkan Balasan