KEPARTAIAN, PEMILIHAN DAN SOSIALISME

MEMANG bukan rekayasa. Ternyata Hasil suatu Pemilihan menjadi “Hak” Politik Negara

 

1. Pemilih

 

2. Pemerintahan (baca, Kenegaraan)

 

   a. Menyelenggarakan Pemerintahan

   b. Keputusan Parlemen = Negara

   c. Melaksanakan Konstitusi

 

3. Ekonomisasi = Keuangan Negara

 

Terjemahan Sosial Hubungan Kekuasaan, Politik dan Negara

 

Tampak lah Kepartaian = Organisasi dibuat seolah olah bukan “Isme” namun Kemasyarakat, yang Berideologi yakniM Ideologi Negara, melalui Per Undang Undang an, karena dibentuk dalam Kekuasaan (di) Negara

 

Beda dengan Nasional Sosialisme

 

<Titik

 

 

 

Sosialisme bukan “Organisasi” (Kepartaian). Tidak = “Partai” Negara. Walau “Negara Partai” pun akan capai Sosialisme

 

1. a. Sosialisme (= Politik) bertujuan KEKUASAAN RAKYAT Miskin

    b. Dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan

 

2. c. Manusia yang Sosial. Berakal. TIDAK Individualisme

 

Masyarakat Sosialisme terbentuk karena Logika Dialektis

 

1. Aturan aturan Sosial

 

2. Thesiskal “Alam (di Pikirannya”)

 

3. Utopia. Materialisasi = Politik

 

<Jeda

 

 

 

Sedangkan Politik Kepartaian suatu Proses Kekuasaan Rakyat

 

1. Kepemimpinan = Sosiali Demokratik (ideologik)

 

2. nasional – Wilayah wilayah

 

3. Program program Sosialisme Ekonomik dan Keuangan

 

Sehingga, negara lah = Organisasi berdasarkan KedaulatanRakyat (Sosial). Pemerintahan yang terbentuk jadi Politisasi = “Alat” (Baca, Demokratisasi = Kekuasaan) melaksanakan kepentingan kepentingan Rakyat

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

~ oleh pembebasan di/pada 7 Juni 2008.

Tinggalkan Balasan