KEKUASAAN (ATAU PENGKHIANATAN)

MELALUI

1. a. Demokrasi (Rakyat)

 

2. b. Pemilihan

    c. Membentuk Parlemen

 

terpolitisasi “dalam” Konstitusi. Lalu, dipersiapkan lah Pemerintahan “Negara” (samadengan Presiden. Pribadi kah ? Individualisme ?)

 

Betapa cukup sederhana Berke – “Kuasa” – an Dasar Kebebasan (Sistim)

 

<Jeda

 

 

 

Politisasi Kekuasaan “telah Teraturkan”. Hukum – Negara (Politik)

 

     – Rechtsstaat samadengan “Negara”

     – Kekuasaan “Dasar” samadengan Konstitusi

     – Kedaulatan (”di”) Negara samadengan Parlemen

 

Pasal 4 ayat 1 Berkuasa lah Presiden (samadengan Pemerintahan. Staat)

 

Karena, … Pasal 6 A ayat 1. Namun, Pasal 7 A (Pelanggaran Hukum jadi suatu Pengkhianatan !) juncto Pasal 3 ayat 3. Maka, BATAL Pasal 5 ayat 1

Bagaimana Negara andaikan Presiden “Tidak – tak” Terbatas. Macht samadengan Kekuasaan samadengan Negara ? Ternyata, “Kekuasaan” yang Hukum – Negara pun amat Politis juga !?!

 

<Tutup

 

SELESAI

K   E   A   D   A   A   N

(FALSAFATI

POLITIK)

PEMBUKAAN Alinea ke empat “….. membentuk Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi …”

 

Pasal 25 A “….. wilayah yang … Hak haknya …….” juncto Pasal 28 F “….. atas perlindungan Diri, Keluarga, … yang merupakan HAK AZASI …….”

 

Berdasarkan Pasal 30 ayat 2 “….. Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan melalui Sistim Pertahanan … Rakyat Semesta”

 

Manakah Kekuasaan dalam Kriteria kriteria Pertahanan seketika Pengkhianatan atas Negara – Hukum ?

 

<Titik

 

 

 

— o0o —

 

 

~ oleh pembebasan di/pada 29 April 2008.

Tinggalkan Balasan