URBAN MASY – EKONOMISASI

URBAN MASYARAKAT AKAN

DIKENDALIKAN

“EKONOMISASI” PABRIK KOSUMENIK

 

PABRIK pabrik tidak hanya Pembuat “Barang Modal”. Tetapi, jadi Pelaksana mengatur Manusia di bawah Perdagangan. Bayar Upeti ke Kapitalis (Penguasaan)

 

Ekonomisasi “Perintah”  hendak melepaskan “Sosial Kelas” (= Hak hak) yang didapatkan Masyarakat karena Badani Buruh (Tenaga)

 

Tampak dalam gejala gejala Urban Masyarakat dari Pedesaan datang ke Kota kota

 

1. Berdagang

 

    a. Produksi (jadi Ekonomi Masyarakat) Daerah

    b. Perkebunan

    c.Menjual belikan Barang, yang Terhutangkan

 

2. Bersekolah

 

3. Bekerja

 

    a. – Swasta

        – Pekerja Usaha (Komisioner)

        – Perusahaan

    b. Buruh Area Ekonomik Industrialisme

 

Lalu, sekarang jadi Masalah “Negara”. Mengada adakan yang ada. Mengapa ? Mengerti, atau tidak Paham ?

 

— o0o —

 

Politisasi Masalah yang Dirancang. Memang ada di Negara, tetapi Solusi di Lain “Isme”, sehingga Kebingungan Menyalahkan Masyarakat yang sedang DIMISKINKAN. Karena, Permodalan Ekonomis

 

Urbanisasi

 

1. Kenaikan Populasi (Demografik)

 

2. Pertanian

 

    a. Berkurang Lahan lahan Tanam

    b. Berbeda ketika menanam, merawat, menuai (Panen Raya/Setempat)

    c. Bergantung Musim

 

3. Kerja

 

Berdampak

 

1. Buruh Upah Murah dalam ancaman PHK Sepihak

 

2. Pemukiman

 

3. Masalah masalah Kesehatan, Pendidikan, KAM

 

Urbanis Perkotaan mulai Direkayasa. Menjualkan Barang Konsumtif Fabrikasi (Modal) setelah lebih dulu Dibeli Pedagang Berdasarkan Hutang “atas” Perbankan. Menjadi Tanggungan Kemasyarakatan Dunia

 

<Jeda

 

Masyarakat tidak jadi Pelaku Ekonomi, namun “Alat Keuangan” Perlabaan Individualisme yang Terpolitisasi “Kekuasaan dari Ekonomi”. Sungguh Tidak Adil dalam Hukum

 

SEKIAN

 

 

~ oleh pembebasan di/pada 22 Nopember 2007.

Tinggalkan Balasan