SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN
SOSIAL
KEPEMIMPINAN.
LOGIKANYA
DARI (jangan baca “di dalam”) Logika bisa menunjukkan Kesalahan. Walaupun dibicarakan Kebenaran. Tetapi, Falsafati. Membenarkan “Perbuatan Yang Benar”
Masyarakat memilih Pemimpin. Logik. Karena, Politis. Diperjuangkan Tujuannya (Bersama). Sosial. Kekuasaan Rakyat (Miskin) “dalam” Masyarakat. Apakah Benar Tujuan Politik demikian ?
Jika memang Benar, Mengapa “Beda Pilihan” selalu. Ke si Individualisme (= Penguasaan)
— o0o —
Kan, Demokrasi. Ya, Memang, tuh. Namun Tidak mungkin Individualisme atas Sosial. Bertentangan. Saling menghancurkan. Masyarakat Bukan Kesatuan Individualisme dalam “Negara”
<Jeda
Sebab “Bersama” – Pilih (baca, Pemimpin)
1. Kemanusiaan. Memikirkan Pilihan pilihan Kerakyatan (untuk Rakyat)
a. Manusiawi
b. Memperjuangkan Hak hak Sosial Tanahnya
c. HAM – Dipilih
2. Membebaskan
3. Memimpin. Terpolitisasi Partai Mengembalikan Kekuasaan Rakyat (Miskin)
a. Menjadi “Kepemimpinan Sosial” di Masyarakat
b. Pelaksanaan Program program
c. Membentuk Pemerintahan Yang Sosal. Nasional Wilayah wilayah Kesatuan
<Titik
Parlemen Nasional :
“Bentukan” Kerakyatan Bukan Pelembagaan Negara
1. “Pelaksanaan Kedaulatan” Rakyat
2. Pemilihnya Rakyat (Ajaran)
a. Di Masyarakat
b. Penduduk. Tercatat (Daerah)
c. Nasional Kesatuan Wilayah wilayah (dalam)
3. Keanggotaan Rakyat (= Partainya)
SELESAI

o………