FILSAFATI DAN POLITIS
FILSAFATI – POLITIS DALAM
HUBUNGAN
KEPARTAIAN, POLITIK, MASYARAKAT
PEMBEBAS
KAPITAL isme telah menciptakan suatu Kekuasaan karena Materi – Uang, bersumber dari Individualisme. Dengan pilar pilar
1. Imperialisme ;
a. Militerisme
b. Monopolistik (Sumber sumber Alam – Ekonomik)
c. Kolonialisme
2. Borjuisme
3. Modalisme
4. Hukum
5. Feodalisme (Keadatan)
Terkuasai masyarakat, Kapitalisme membentuk Pemerintahan Negara Hukum – buatan dengan Birokratisme.
Peredaran Uang Transaktif dan atau Non – Transaksi Ekonomik, terbentuk dalam jaringan jaringan Ekonomisasi Industrial.
Kemiskinan pun berlangsung ! Karena, “Uang Hutang, Terpakai”. Masyarakat mengembalikan MOdal. Ini lah, akibat Kekuasaan buatan Kapitalisme. Penguasaan.
Bagaimanakah Masyarakat membayar (kan) Pengembalian Uang – Material, yang sudah berbentuk ‘Modal’ (Kapitalisme).
Sedangkan Kurang Upah Pembayaran (= saluran Keuangan Negara) Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh).
Pemerintah tidak bisa menerima (= akuisitas, Koperasi) Keuntungan – Uang Pengolahan Sumber Alami, ”Dieksplorasi – jual” dalam Industrialisme.
Tidak mampu kah kita membebaskan Rakyat berada di Parlemen – Legislatif wadahan Demokratisasi Masyarakat dikendalikan Politik Kekuasaan Kapitalis atas Ekonomisasi Keuangan Industrial.
Matarantai Politik Individual semakin merambah di Kemasyarakatan lewat hukum, diatur Koloni koloni Perdagangan.
Bergantung pada Keuangan – Politik.
Borjuasi Demokrasi – Nasionalism menyadari, bahwa Politik masih berdasarkan Kepartaian menuju Kemakmuran Sosial Non – Individual.
— o0o —
1. Politik
Filsafati Politik Masyarakat, adalah, Sosialisme, yang bersumber dalam Pemikiran – Dialektika – Logika. Perekonomian, Keuangan, Industri didasarkan Logika Materialism (= Proses). Menuju Kemanusiaan Ekonomik – Sosial.
Adapun Politisasi Kemasyrakatan
1. Mengembalikan Kekuasaan Rakyat Miskin
2. Terbentuk Kemasyarakatan – Sosialisme
a. Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi
b. Industrialsime Nasional
c. Kesatuan – nasional Wilayah wilayah Masyarakat
3. Beradab, Sederajat – Persaudaraan – Manusiawi
2. Partai – Kiri Sosial
Dalam suatu Kepartaian Yang Kiri – Sosialisme. Melanjutkan Partai Rakyat Demokratik (dicurangi, pernah !), menjadi Partai Bersatu (karena, Nasional) untuk Pembebasan Rakyat.
Yaitu, Partai Persatuan Pembebasan Nasional.
3. Hubungan Partai – Masyarakat
Pembentukan Masyarakat Sosialisme, yang DICITA CITAKAN PARA PEMBEBAS, melalui Partai Politik untuk mempersiapkan Pemerintahan berdasarkan Ideologi Kemanusiaan – Sosial, mengacukan Hubungan antara Partai, Politik dan Masyarakat.
Karena, terjemahan Ajaran Kerakyatan untuk Berkuasa. Rakyat Yang Miskin. Sosial – isme Kerakyatan dalam Masyarakat.
Tampak Partai bukan sekedar untuk Mencalonkan, yang dikehendaki Liberalisme, tetapi Memperjuangkan Kekuasaan Rakyat Indonesia.
Maka, Program program terpolitisasi di Parlemen, bertujuan melaksanakan Kepentingan kepentingan Rakyat.
— o0o —
Dari Politik pun Masyarakat memberikan Hak hak Sosial (untuk) Partai, dipolitisasi dalam Aturan aturan Sosial.
1. Keanggotaan Masyarakat Tenaga Pekerja – Buruh ;
2. Kemampuan kemampuan Politis,
Dipilih
a. Pemimpin di dalam Masyarakat
b. Membentuk Pemerintahan
c. Perutusan Kepartaian – Wakil wakil Rakyat
3. Hak Melaksanakan Program.
Tugas tugas dari Masyarakat – Partai
1. Melawan “Dihancurkan Kemasyarakatan” ;
2. Membentuk
a. Masyarakat
b. Konstitusi (Federalisme)
c. Pemerintahan
3. Mempersiapkan Sosial Politisasi Ekonomi
Salahsatu Perwujudan Kekuasaan Rakyat, menganuti Sosialisme, yakni Pemilihan, atau sampai dengan Ditarik Kepemimpinan dan sekali-gus Pemerintahan Bubar karen atelah Melanggar Aturan aturan Sosial.
Ini lah, Kemasyarakatan – Rakyat, berdasarkan Ideologi Sosial Kemanusiaan – Politik,
Menentukan “Waktu” Pemilihan hanyalah Proses Kemasyarakatan, dibicarakan dalam Kepartaian untuk mempersiapkan Kepemimpinan Politik dan Pembentukan Pemerintahan. Dalam ‘Keadaan Logik – Politis Demokratik dan Revolusioner …….
Kini, antara Muda Yang Sosial, Perempuan Sosialis Kita, bersama Politisi politisi Partai Rakyat Demokratik.
S e l e s a i

Tinggalkan Balasan