Selamat Datang Kawan di WebBlog Para Pembebas

BUDAYA – PERTANIAN DI DUNIA


 BUDAYA – PERTANIAN (PANGAN)

 (DI) DUNIA

PEMBENTUK SUATU KEMASYARAKATAN

 

 

 

KEMANUSIAAN dalam Isu – Politik Dunia, berhubungan dengan Peradabannya (Moderen). Dibentuk karena Proses Kebangsaan. Di atas suatu Wilayah wilayah Nasional (Daerah daerah). Kekuasaan bukan persoalan, melainkan Pembebasan dari Kemiskinan, Lapar, yang disengaja sehingga membinasakan Kerakyatan – Manusia Dunia. Atau, berakibat Kehilangan Nilai nilai Sosial Manusiawi – Pribadi.

 

Keakuan samadengan Individualisme untuk Kekuasan, menyebabkan Tradisonalitas Suku suku Genealogis, tergantikan dengan Hukum untuk Bermasyarakat. Namun, Tanpa Kepatuhan lagi, Setia, Persaudaraan – Manusia di Masyarakat (Sosialisme).

 

  1. Untuk Memerintah (Politik) ;

 

  1. Untuk Penguasaan atas Masyarakat – Kebangsaan di suatu Negara ;

 

  1. Untuk mendapatkan Perlabaan.

 

Daya Pemaksaan akan didukung Kekuatan Menghancurkan dengan Persenjataan Militerisme – Internasional. Bukan Pertahanan untuk suatu Kemasyarakatan Negara Merdeka. Bukan untuk Perdamaian, ditujukan Kemanusiaan Beradab, Adil Sesuai Hak.

 

Bukan Kepemimpinan akan didapatkan dari suatu Penguasaan. Politik di Wilayah wilayah Kebangsaan jadi Alat. Mempekerjakan Manusia karena Kapitalisme Industrial, dieksploitasi. Penguasa adalah Hukum. Berganti, tetapi sistim cara memerintah akan selalu tetap.

 

Keuangan suatu Negara, ditujukan tidak untuk Kemakmuran Masyarakat Internasional. Memperdagangkan Hasil rangkaian Produksi, dimaksudkan (Niat) hanya untuk Keuntungan Individualisme bukan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (Rakyat).

 

 

 

— o0o —

 

 

 

PANGAN DUNIA – KEBUDAYAAN

 

 

Sosial – Dialektika telah menetapkan Hasil Pengolahan atas Tanah adalah untuk Kemanusiaan. Dikerjakannya dalam Budaya – Pertanian. Salahsatu Usaha dalam Pembentukan Masyarakat – Ekonomik.

 

Bukan Perekonomian Individualisme – Kapitalistis. Dicampur baurkan dengan Penjualan Alat alat Pertanian – Industrial Fabrikasi dengan alasan meningkatkan Produktivitas Tani – Rakyat, berdampak Turun Daya Keuangan Masyarakat – Sepihak. Lalu, manfaat Lahan lahan pun wajib dibayar karena Pertanahan – Ekonomis (Jual – Beli) atas dasar Kesuburan Tanah. Pangan tunduk untuk mematuhi Penguasaan Birokratism – Hukum.

 

Lahan lahan Tanam (Nasional) di Wilayah wilayah Pertanian

 

Hubungan antara Manusia dalam Alam memberikan Hak hak, yang Logik, untuk Masyarakat karena diakibatkan Kebutuhan kebutuhannya (= Manusia), berbuat didasarkan Kesadaran Sosial – Politis, mengolah Tanah, Lahan lahan Tanam (Nasional – Wilayah wilayah).

 

  1. Untuk Pangan Masyarakat ;

 

  1. Dalam Aturan aturan Sosial (Baku) ;

 

  1. Kerja, Pembagian Luas Tanah – Rasional.

 

  1. Mendapat Perlindungan dari Kekuasaan ; dan

 

  1. Jaminan atas Hasil untuk Setempat.

 

Konsep Pertanahan – Sosial

 

Kemakmuran, Adil, Sejahtera mengacukan Peradaban Kemanusiaan di Dunia. Tidak Penguasaan Individualisme atas Rakyat. Sedangkan Kemiskinan adalah suatu gejala gejala Sosial. Dibuktikan, Penyalahgunaan Kekuasaan. Menghancurkan Sistim – Hubungan Masyarakat antar Negara negara Kerakyatan. Akibatnya, Masyarakat – Kemanusiaan Beradab (Bukan seperti Kebinatangan – Nafsu Individualis !), mempersiapkan Usaha usaha untuk Tujuan Sosial di Tanahnya. Dengan Kemampuan kemampuan mengadakan Sosialisme – Ekonominya. Dan, secara Revolusioner – Dialektis.

 

Pangan untuk Masyarakat masyarakat di Dunia

 

Sebab sebab Pelaksanaan Taktis Pertanian untuk Dunia

 

  1. Pertumbuhan Demografik – Kependudukan ;

 

a. Tenaga Kerja untuk Pertanian, yang Bertambah (Pembagian Kerja Sosialis) ;

 

b. Ketahanan Nasional – Setempat dari Penyerangan Kapitalisme ;

 

c. Pelaksanaan Sosialisme untuk Daerah daerah Penduduk Sosial – Kenegaraan.

 

  1. Pemiskinan ;

 

  1. Kebutuhan kebutuhan Pangan.Manusia di Dunia.

 

Sikap Tindak Ajek Perilaku Sosial – Masyarakat sedemikian, didasarkan Pertanian – Sosialisme, menjadi Kebudayaan karena Tanah di Wilayah wilayah, bertujuan juga untuk Internasionalism – Persatuan di atas Wilayah wilayah – Nasional.

 

Pertukaran pertukaran Dagang – Politis antar Kemasyarakatan, andaikan melalui suatu Pemerintahan di Negara pun, diadakan karena Persaudaraan, – Manusia Kebangsaan Dunia Tanpa Pertentangan Kelas kelas Ekonomi.

 

Dalam Aturan aturan Sosial, yang terbentuk untuk mengarahkan Politik Kemanusiaan yang Beradab dan Moderen kini, menerjemahkan Kekuasaan Rakyat (Miskin) sesuai “Kehendak di dalam Rasa” Manusiawi – Kelaparan.

 

 

 

— o0o —

 

 

 

POLITIK RASIALISME ANTI WARNA KULIT

 

Keadaan Alam karena Terisolasi dalam Tradisional Badani (= Determinisme), mengakibatkan Rasialism, berdasarkan alasan alasan Ekonomik. Eksploitasi Alamiah – Beda Warna Kulit. Sehingga “terjatahkan” Keuangan Sosial – Masyarakat.

 

  1. Tiada Pendidikan – Teknologis ;

 

  1. Tanah – Ekonomis, yang dirampas Imperialisme – Militeristik ;

 

  1. Pembatasan Etnikal Suku suku dalam Proses Industrialism.

 

Politisasi Ekonomi akan diarahkan untuk menguasai Wilayah wilayah dalam Pelaksanaan A-partheid Perdagangan Negara. Internasional Birokrasi Daerah daerah Ekonomik secara Multi – Perusahaan sambil menyediakan Fasiltasi Pengkhianatan Kemanusiaan. Berakibat Kemasyarakatan Tanpa Peradaban – Manusiawi Sosial. Lahan lahan Tanam dibiarkan. Bukti Pemiskinan Rasialis untuk Kematian. Namun, tetap Manusia butuh ….. pangan. Diusahakan. Mengolah Tanah, berbudaya untuk Pangannya – Masyarakat. Terlaksana dalam Teknologi Dialektika – Kemanusiaan.

 

Meskipun masih ada Kepemimpinan bukanlah bertujuan Keadilan – Masyarakat Sejahtera di suatu Negara. Dipaksakan Situasional Demokrasi saja. Mengadu – atau, Primitifikasi – Kekuatan kekuatan Nasionalism.

 

Seleksi – Alam Kemanusiaan jadi Kontra – Isu Politik. Penghancuran Perbuatan Revolusioner Berbangsa Kulit Warna – Campuran. Adalah, hambatan Proses Sosialisme – Kemanusiaan Moderen.

 

 

 

— o0o —

 

 

 

Ini, bukan lah Agitasi Pengarah Kemarahan Rakyat, yang didera Penderitaan, Kemiskinan, Penghinaan ……. Memang suatu Perlawanan Kami jua. Kiri, Yang Sosialis ! Bertujuan untuk Menghancurkan Kapitalisme, yang bersembunyi dalam Hukum untuk Manusia, agar dilumpuhkan Akalnya di Negara mana pun. Bukan untuk mereka, tetapi Pembicaraan antar Sosialis.

 

  • Masyarakat dalam Pemiskinan atas Masyarakat ;

  • Pembodohan ;

  • Keterbelakangan Peradaban – Teknologi untuk Kemanusiaan ;

  • Pengrusakan Alam – Lingkungan ;

  • Mengkuatiran Masa Depan Anak anak (Manusia) .

 

Makna, Arti dan Pemanfaatan akan dipergunakan untuk memecahkan masalah masalah Sosial – isme Kemasyararakatan, berdasarkan Konsep Pertanian – Sosial. Dipersiapkan dalam Politik Internasionalisme untuk Wilayah wilayah Nasional.

 

Struktur – Taktis Perjuangan berdasarkan Ajaran Kerakyatan dan Revolusi Sosialistis, menghancurkan balik, di Kemasyarakatan (Setempat), berbeda Waktu, Perlakuan, Bentuk Kapitalisme atas Pertanahan.

 

 

 

Selesai.

 

 

 

Jakarta, 26 Juni 2007.

 

 

 

Pembebasan,

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.