NASIONAL BUDAYA – PERTANIAN
NASIONAL BUDAYA – PERTANIAN
MENUJU
POLITIK MASYARAKAT KERAKYATAN
MASYARAKAT terbentuk karena
1. Kewilayahan – Daerah daerah
2. Politik (Kekuasaan) Sosial
3. Genetika
dalam Pemikiran (Logika) Sosial – Materialisme.
Sedangkan Budaya, salahsatu Politik (Kekuasaan) Sosial, memang berada dalam Masyarakat – Sosial.
Suatu bentuk Politisasi Kemasyarakatan — yang didasarkan Genetika pun — di atas Daerah daerah
1. Tanah Kependudukan – Masyarakat
2. Lahan lahan “Tanam”, terbagikan
3. Azas Kegunaan – Manfaat Sumber Alami
4. Hak Pemukiman – Buruh, dipersiapkan
5. Wilayah – Sosial Kekuasaan
mengakibatkan Kebutuhan kebutuhan Pangan – Sosial untuk masyarakat “Nation” – Kebangsaan.
1. Peningkatan Demografik – Kelahiran
2. Penyediaan Tanah Pertani di sekitar Sumber Alam Eko nomis
3. Rasionalitas Produktif Kelas Pekerja – Buruh
— o0o —
Kelas kelas Pertentangan – Ekonomik tidak mampu menyelesaikan Penyaluran Pangan antar Wilayah wilayah, dibiarkan ……. bertentangan dengan Kekuasaan (di) Masyarakat, membagi di Luar Perhitungan Ekonomi. Sebab, Kerja Kaum Tani ditujukan untuk Kemakmuran Sosial.
Birokratisme – Politis tidak lagi dipercayai menanggulangi Kelaparan, karena kehilangan wewenang Kemasyarakatan.
Penduduk – Kewargaan Aturan aturan, yang didasarkan Sosial – Isme dengan Kelas Pekerja – Buruh (Masyarakat) akan Bersatu Tanpa Ketergantungan Ekonomisasi Negara atas Tanah Pertanian.
— o0o —
Materialisasi – Logika Masyarakat untuk Pertanian dijadikan suatu Budaya – Nasional, berlangsung dalam Politisasi Kekuasaan Masyarakat terbentuk. Dan, Pemerintahan jatuh diakibatkan
1. Para Petani tidak menyediakan Pepadian dijual Pemerintah secara Ekonomis
2. Lahan lahan Tanam mengalami pengrusakan Sosial – Politis dibuat dengan Hukum Individualisme sehingga menjadi Kepemilikan Ekonomisasi Industrial
3. Liberalisasi atas Pertanahan menuju Perkotaan Tanah – Pemukiman
— o0o —
Pertanian bukan Ekonomi melainkan Kebudayaan – Usaha usaha Agraris di atas Tanah suatu Kerakyatan – Masyarakat (Nasional), menujuKekuasaan Politik Rakyat. Dalam proses “Nation” – Kebangsaan Persatuan.
Sekian.
Jakarta, 26 April 2007.
Pembebasn – Oposisi Nasional

Tinggalkan Balasan